26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 302

Budi Azhar Mutawali, S.IP Ketua DPRD Kab.Sukabumi : Selamat Harlah Nahdatul Ulama ke 100 Tahun

0

Budi Azhar Mutawali, S.IP Ketua DPRD Kab.Sukabumi  Mengucapkan Selamat Harlah Nahdatul Ulama ke 100 Tahun

Tim Putri Indonesia Amankan Poin di Badminton Asia Team Championships 2026

0

Wartain.com || Tim putri bulu tangkis Indonesia berhasil mengamankan poin penting pada ajang Badminton Asia Team Championships 2026 usai menundukkan Hong Kong pada laga penyisihan Grup X, yang digelar di China, Rabu 4/2/2026.

Dalam pertandingan tersebut, Indonesia keluar sebagai pemenang dengan skor 4-1 atas Hong Kong. Kemenangan ini memastikan langkah tim putri Indonesia tetap terjaga dalam perburuan tiket ke babak perempatfinal.

Indonesia sempat tertinggal lebih dulu pada partai pembuka sektor tunggal putri. Thalita R. Wiryawan harus mengakui keunggulan Lo Sin Yan Happy lewat dua gim langsung dengan skor 21-23, 19-21.

Namun, Indonesia bangkit pada partai kedua melalui sektor ganda putri. Pasangan Febriana D. Kusuma/Melani Puspitasari sukses menyamakan kedudukan setelah menaklukkan Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam dengan skor 21-16, 21-19.

Keunggulan Indonesia berlanjut di partai ketiga. Mutiara A. Puspitasari tampil solid dan mengalahkan Saloni S. Mehta dengan skor 21-11, 22-20, sekaligus membawa Indonesia unggul 2-1.

Pada partai keempat, pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum memastikan dominasi Indonesia usai menundukkan Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-23, 21-18, 21-11.
Kemenangan Indonesia disempurnakan oleh Ester N. Tri Wardoyo di partai kelima. Ester sukses mengatasi perlawanan Wong Yi dengan skor 21-17, 21-14, sekaligus mengunci kemenangan Indonesia atas Hong Kong.

Hasil ini membuat tim putri Indonesia berhasil mengamankan poin krusial di fase grup dan membuka peluang besar melaju ke babak selanjutnya pada kejuaraan beregu Asia tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

MD KAHMI Sukabumi Gelar Bulan Bakti Insan Cita, Berbagai Layanan Gratis Menanti Warga

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dalam rangka Bulan Bakti Insan Cita, Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi akan menggelar serangkaian kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat pada Minggu, 08 Februari 2026, di Gedung Komplek Olahraga Cisaat. Acara ini terbuka untuk seluruh masyarakat Sukabumi dan menawarkan berbagai layanan gratis yang sangat bermanfaat.

Kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi: pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan Sertifikat Halal untuk Usaha Mikro Kecil (UMK) secara gratis, donor darah, pemeriksaan kesehatan dasar, serta konsultasi hukum gratis.

Koordinator Presidium MD KAHMI Sukabumi, Ferry Gustaman, yanga akrab disapa Fergus, mengatakan layanan-layanan ini bertujuan untuk membantu masyarakat Sukabumi dalam meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pengembangan usaha mikro kecil.

“Acara ini merupakan wujud kepedulian MD KAHMI Sukabumi terhadap masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses terhadap layanan dasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Fergus.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi warga Sukabumi dan sekitarnya. Semua layanan yang disediakan gratis, sehingga masyarakat diundang untuk datang dan memanfaatkan kesempatan ini.

Acara akan dimulai pada pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Warga Sukabumi diundang untuk hadir dan berpartisipasi dalam Bulan Bakti Insan Cita ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ketua PAC GP Ansor Palabuhanratu, Fadil: Satu Abad NU Bukan Sekadar Perayaan, tapi Kebangkitan Umat di Sukabumi

0

Wartain.com || Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Sukabumi yang digelar di Alun-alun Palabuhanratu pada Rabu, 4 Februari 2026, menjadi momentum bersejarah bagi umat Islam, khususnya warga nahdliyin. Puluhan jemaah, santri, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintahan tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan.

Perayaan ini juga menjadi ruang silaturahmi besar antara ulama, umara, dan umat. Sinergi tersebut menjadi kekuatan utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan sejuk di Kabupaten Sukabumi.

Diketahui, Acara tersebut dihadiri Bupati Sukabumi, unsur Forkopimda, para ulama, serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan bahwa NU telah menjadi rumah besar yang menaungi perbedaan dan menguatkan persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berubah.

Menurut Fadil, Ketua PAC GP Ansor Palabuhanratu, satu abad NU bukanlah perayaan biasa, melainkan refleksi atas perjalanan panjang organisasi yang telah berkontribusi besar bagi bangsa.

“Satu abad NU adalah bukti bahwa Islam rahmatan lil alamin mampu hidup berdampingan dengan nilai kebangsaan dan budaya lokal,” ujar Fadil.

Sementara, ditengah tantangan zaman yang serba cepat, arus globalisasi dan krisis identitas generasi muda, NU dinilai cukup konsisten menjaga tradisi keislaman yang moderat. Peran NU ini tidak hanya sebatas dakwah, namun juga membangun peradaban sosial yang berlandaskan nilai toleransi dan kebersamaan.

Fadil juga menilai, kebangkitan umat harus dimaknai sebagai kebangkitan kesadaran bersama, untuk kembali pada nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri NU.

“Kebangkitan umat hari ini bukan soal jumlah masa, tapi soal kesadaran untuk menjaga akhlak, persatuan, dan kepedulian sosial,” ucap Fadil.

Sebagai organisasi kepemudaan, Fadil selaku Ketua PAC GP Ansor Palabuhanratu, memandang bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga estafet perjuangan ulama. Momentum satu abad ini menjadi pemicu agar Ansor lebih aktif hadir di tengah masyarakat dengan kerja-kerja nyata.

Fadil kembali menekankan pentingnya peran pemuda dalam merawat warisan NU.
“Kami di Ansor harus menjadi garda terdepan, bukan hanya dalam seremonial, tetapi dalam aksi sosial, pendidikan, dan kemanusiaan,” katanya.

Dalam pandangan Fadil, NU telah terbukti menjadi penyangga keutuhan bangsa sejak sebelum kemerdekaan hingga kini.

“NU tidak pernah lelah menjaga Indonesia tetap utuh, dan itu harus terus kita lanjutkan bersama,” ucapnya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen untuk menjadikan satu abad NU sebagai titik tolak gerakan yang lebih luas, bukan sekadar kenangan masa lalu.

Fadil menambahkan bahwa tantangan ke depan membutuhkan solidaritas yang lebih kuat. “Kita harus menjadikan NU sebagai pusat nilai moderasi dan persatuan, agar generasi mendatang tidak kehilangan arah,” tuturnya.

Lanjutnya, Ia berharap peringatan ini melahirkan semangat baru bagi umat Islam di Sukabumi. “Satu abad NU adalah obor yang harus terus menyala, menerangi jalan kebangkitan umat menuju masyarakat yang religius, damai, dan berkeadaban,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Buya Anwar Abbas Dikritik, Pemuda Muhammadiyah Sukabumi Bersuara

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi menyampaikan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas pernyataan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang dinilai kurang pantas dan tidak mencerminkan etika pejabat publik dalam merespons kritik dari tokoh senior Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, menegaskan bahwa penggunaan diksi bernada kasar, termasuk kata “cangkem”, sangat tidak elok disampaikan kepada seorang ulama sepuh yang selama puluhan tahun telah mendedikasikan dirinya untuk dakwah, pemikiran keislaman, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Buya Anwar Abbas bukan sekadar tokoh Muhammadiyah, beliau adalah ulama nasional yang menyampaikan kritik dengan niat amar ma’ruf nahi munkar. Kritik beliau terkait pengelolaan haji justru harus dipahami sebagai bentuk kepedulian terhadap pelayanan jamaah dan tata kelola yang transparan serta profesional,” ujar Yandra, saat pengajian qabla Ramadhan di UMMI, Rabu 04/02/2026.

Menurutnya, peringatan yang disampaikan Buya Anwar Abbas terkait penyerahan layanan haji kepada dua syarikah merupakan masukan strategis yang seharusnya dijawab dengan data, argumentasi kebijakan, dan sikap rendah hati, bukan dengan pernyataan yang berpotensi melukai etika dialog publik.

Pemuda Muhammadiyah Sukabumi mengingatkan bahwa pejabat negara, terlebih yang memiliki latar belakang aktivis dan intelektual, semestinya menjadi teladan dalam berkomunikasi, menjaga adab, serta menghormati ulama dan sesepuh umat.

“Kami mendorong Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka kepada Buya Anwar Abbas dan keluarga besar Muhammadiyah, demi menjaga marwah pemerintah dan keharmonisan hubungan antara negara dan elemen umat,” tambahnya.

Pemuda Muhammadiyah Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik, khususnya penyelenggaraan ibadah haji, agar benar-benar berpihak pada kepentingan jamaah, berlandaskan prinsip transparansi, profesionalisme, dan akhlak kepemimpinan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Polisi di Sukabumi Gencarkan Edukasi Lalu Lintas

0

Wartain.com || Dalam rangka Operasi Keselamatan Lodaya-2026, jajaran Subsatgas Kamseltibcarlantas Polres Sukabumi Kota mengintensifkan kegiatan preemtif dengan membagikan brosur imbauan keselamatan berlalu lintas kepada para pengguna jalan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Sukabumi, Rabu (4/2/2026).

Operasi Keselamatan Lodaya-2026 sendiri berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Kegiatan ini menyasar para pengendara dan pengemudi yang setiap hari beraktivitas di jalan raya dan memiliki interaksi langsung dengan pengguna jalan lainnya.

Melalui pembagian brosur, petugas menyampaikan berbagai pesan penting terkait keselamatan berlalu lintas. Di antaranya imbauan untuk selalu menggunakan helm berstandar SNI, membawa dan melengkapi surat-surat kendaraan, tidak melawan arus, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta mematuhi rambu dan marka jalan.

Kasubsatgas Publikasi Satgas Banops Operasi Keselamatan Lodaya-2026, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal yang bersifat preventif dan edukatif guna menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas.

“Kami lebih mengutamakan pendekatan persuasif dengan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Harapannya, para pengendara memahami pentingnya keselamatan dan bisa menjadi teladan bagi pengguna jalan lainnya,” kata Ade.

Ia menegaskan, keberhasilan Operasi Keselamatan Lodaya-2026 tidak hanya ditentukan oleh penindakan, tetapi juga oleh tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.

“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Jika semua pengguna jalan disiplin dan saling menghormati, maka kondisi lalu lintas yang aman dan tertib dapat terwujud,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Sukabumi Kota berharap dapat menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat serta menurunkan angka kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Lodaya-2026 berlangsung.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Warga Resah, Patok Misterius dan Wisata Tanpa Izin Muncul di Hutan Gunung Salak

0

Wartain.com || Polemik kerusakan hutan di Blok Cangkuang, kawasan Gunung Salak, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, kian melebar. Setelah isu perusakan kawasan hutan mencuat ke publik, warga kembali menemukan sejumlah indikasi baru yang menimbulkan tanda tanya besar, mulai dari pemasangan patok yang diduga ilegal hingga aktivitas wisata tanpa kejelasan perizinan.

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Advokasi Warga Cidahu, di sejumlah titik Blok Cangkuang ditemukan patok bertuliskan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Keberadaan patok tersebut memunculkan dugaan adanya upaya pengkaplingan lahan, meskipun status dan dasar hukumnya belum dapat dipastikan.

Tak hanya itu, pagar yang selama ini menjadi pembatas kawasan hutan dilaporkan dalam kondisi rusak dan terbuka. Area yang sebelumnya tertutup kini dapat diakses dengan mudah. Bahkan, muncul klaim dari sejumlah pihak yang menyebut memiliki hak pengelolaan atas lahan di kawasan tersebut.

Di sisi lain, warga juga menemukan adanya aktivitas wisata di Blok Cangkuang yang diduga belum mengantongi izin resmi.
Kerusakan kawasan hutan disebut-sebut terjadi dari arah Javanasva, wilayah yang berbatasan langsung dengan Blok Cangkuang. Dari area tersebut, sejumlah pohon dilaporkan telah ditebang, diduga untuk membuka akses dan lahan baru.

Padahal, hutan di Blok Cangkuang memiliki fungsi vital bagi lingkungan. Puluhan tahun lalu, kawasan yang berada di atas tanah HGU Perbakti itu ditanami pohon sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi cadangan air bagi masyarakat sekitar. Selama ini, hutan tersebut menjadi salah satu penyangga sumber mata air yang dimanfaatkan warga.

Kerusakan tutupan hutan kini memicu kekhawatiran masyarakat. Warga menilai, jika kondisi ini dibiarkan, dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada ketersediaan air bersih serta meningkatnya risiko bencana alam seperti longsor dan banjir.

Anggota Tim Advokasi Warga Cidahu, Rozak Daud, menilai keberadaan patok yang mengatasnamakan BPN perlu segera ditelusuri oleh instansi terkait. Ia menekankan pentingnya klarifikasi hukum agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kalau patok itu ternyata tidak memiliki dasar hukum yang jelas, keberadaannya bisa menyesatkan dan berpotensi menimbulkan konflik hukum terkait kepemilikan lahan,” kata Rozak, Rabu (4/2/2026).

Rozak mendesak aparat berwenang untuk mengusut siapa pihak yang memasang patok tersebut, serta memastikan legalitasnya. Ia juga menyoroti adanya dugaan praktik jual beli lahan dan pengelolaan wisata tanpa izin yang dinilai berpotensi memperparah kerusakan kawasan.

“Potensi wisata memang ada, tapi harus dikelola secara benar. Aktivitas wisata tanpa izin dan tanpa konsep pelestarian justru akan merusak alam dan menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Menurut Rozak, kerusakan hutan di kawasan Gunung Salak dapat berdampak jangka panjang terhadap daya dukung lingkungan. Berkurangnya tutupan hutan dinilai akan mengganggu daya serap air dan meningkatkan kerawanan bencana ekologis.

Ia meminta pemerintah daerah serta aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penelusuran menyeluruh agar persoalan ini tidak terus berlarut dan merugikan masyarakat Cidahu serta kawasan sekitar Gunung Salak.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Gandeng PP MUhammadiyah, UMMI Gelar Pengajian Qobla Ramadan 1447 H

0
Oplus_131072

Wartain.com ||  Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) kembali menggelar Pengajian Qobla Ramadan 1447 H sebagai bagian dari tradisi tahunan dalam menyambut bulan suci Ramadan pada hari Rabu, (04/02/2026). Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium UMMI, Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Pengajian tersebut menghadirkan Dr. Anwar Abbas, M.Ag., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup, sebagai pemateri utama. Acara ini diikuti oleh civitas akademika UMMI serta persyarikatan Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Sukabumi yang antusias menyimak tausiyah menjelang datangnya bulan penuh berkah.

Dalam keterangannya, Rektor UMMI, Dr. Reny Sukmawani, M.P., menegaskan bahwa pengajian qobla Ramadan merupakan agenda rutin kampus sebagai wujud kegembiraan dan rasa syukur atas datangnya bulan suci.

“Pengajian qobla Ramadan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud rasa syukur dan kegembiraan menyambut datangnya bulan Ramadan. Melalui kegiatan ini, kami berharap sivitas akademika senantiasa mendapatkan arahan dan bimbingan, khususnya untuk kemajuan kampus kita tercinta,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UMMI berharap sivitas akademika semakin siap secara spiritual dan intelektual dalam menyambut Ramadan serta termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas keislaman dan kontribusi bagi kemajuan kampus.

“Kampus Kita sudah mulai besar, oleh karena itu kita sudah punya perencanaan untuk menyiapkan generasi intelektual dengan pengembangan kampus, baik secara sarana maupun prasarana. Seiring datangnya Ramadhan 1447 H, Kita berharap semua civitas akademika UMMI, satu frekwensi untuk membesarkan dan mengembangkan kampus,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup, Dr. Anwar Abbas, M.Ag., mengatakan bahwa UMMI sudah waktunya berbenah dalam mengembangkan kampus, terutama dalam menyambut mobilitas pergerakan pencari ilmu, khususnya yang dari luar Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“Saya kira sudah waktunya ya, UMMI untuk mengembangkan kampusnya, baik memperbaiki fasilitas yang sudah ada disini maupun diluar ini. Sebentar lagi akan terasa, apabila akses tol Bocimi seksi III dan IV sudah dibuka. Saya yakini, mahasiswa yang akan belajar di UMMI ini, akan datang dari luar Sukabumi,” ucapnya.

Dr. Anwar Abbas, M.Ag., juga mengatakan, persaingan daya jual kampus juga akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat untuk belajar di kampus UMMI. Karena persaingan perguruan tinggi yang ada di Sukabumi semakin ketat dengan berdirinya beberapa perguruan tinggi, yang menawarkan program studi yang dibutuhkan.

“Kita harus lihat juga persaingan antar kampus, maka UMMI jangan kalah dengan perguruan tinggi yang lain dalam membuka program studi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu kualitas lulusan juga harus ditingkatkan, sehingga tingkat  kepercayaan masyarakat ke kampus UMMI semakin meningkat,” tambahnya.

Ia berharap, dengan datangnya bulan suci Ramadhan kali ini, UMMI sebagai kampus yang berbasis intelektual ke-Islaman, bisa memberikan warna yang berbeda dalam membentuk generasi berkarakter.

“Ramadhan harus dijadikan ajang motivasi kampus dalam membentuk generasi yang beriman, bertaqwa, dan berilmu pengetahuan serta teknologi yang tinggi. Sehingga generasi yang di cetak disini adalah kader-kader yang memiliki karakter,” pungkasnya. ***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Nyaris Masuk Penjara Imigrasi China, Kuasa Hukum Ungkap Drama Pemulangan PMI Asal Sukabumi

0

Wartain.com || Fakta baru terungkap dalam kasus Lanti, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi yang sempat terlantar dan menderita sakit parah selama berada di China. Kuasa hukum Lanti mengungkapkan, kliennya nyaris berakhir di penjara imigrasi China usai keluar dari rumah sakit, sebelum akhirnya kembali mendapatkan perawatan dan dipulangkan ke Indonesia.

Kuasa hukum Lanti, Rangga Suria Danuningrat dari LBH Pro Ummat, mengatakan pihaknya mulai mendampingi kasus tersebut sekitar satu bulan lalu, saat kondisi Lanti berada pada titik kritis dan membutuhkan pertolongan segera. Namun, langkah awal berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) justru menemui hambatan.

“Sekitar sebulan lalu kami menangani kasus ini. Kami menghubungi KJRI untuk meminta pertolongan, tapi respons awalnya kurang baik. Saya ditegur karena menghubungi di hari Minggu dan diminta mengurus surat kuasa terlebih dahulu,” ujar Rangga, Rabu (4/2/2026).

Setelah surat kuasa resmi diterbitkan, Rangga melakukan upaya lobi langsung ke Kedutaan Besar China dengan membawa seluruh dokumen yang diperlukan. Dari proses tersebut, Lanti akhirnya mendapatkan kembali penanganan medis pada 26 Desember.

Menurut Rangga, penanganan itu tidak lepas dari tekanan publik dan pemberitaan sebelumnya yang mengangkat adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam kasus Lanti.

“Informasi yang saya terima, Lanti mulai ditangani kembali tanggal 26 Desember. Itu hasil lobi kami dan juga efek dari pemberitaan soal indikasi TPPO,” jelasnya.

Rangga menegaskan, secara aturan keimigrasian, posisi Lanti saat itu sangat rentan. Jika dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit, Lanti seharusnya langsung ditahan di penjara imigrasi China.

“Regulasinya jelas, ketika sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh, Lanti seharusnya masuk penjara imigrasi,” katanya.

Sebelum dipulangkan, Lanti sempat ditempatkan di sebuah penampungan bersama sembilan PMI lainnya. Empat di antaranya juga dalam kondisi sakit. Selain Lanti, para PMI tersebut berasal dari berbagai daerah, bukan hanya Sukabumi.

“Di penampungan ada sembilan orang, empat sakit. Selain Lanti, mereka bukan warga Sukabumi. Mereka dipulangkan bersamaan dari penampungan Dewi Tjong,” ungkap Rangga.

LBH Pro Ummat kemudian kembali melakukan pendekatan langsung ke Kedutaan Besar China di Indonesia. Dalam pertemuan itu, Rangga menyampaikan kondisi para PMI yang sakit dan mendesak agar mereka segera dipulangkan demi alasan kemanusiaan.

“Kami sampaikan bahwa mereka sakit, kondisi di penampungan juga memprihatinkan. Kalau tidak dipulangkan, bisa berisiko meninggal di sana. Tidak lama setelah itu, Lanti mengabarkan dibawa kembali ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan,” tambahnya.

Rangga juga meluruskan informasi yang sebelumnya menyebut adanya keterlibatan KJRI dalam proses pemulangan Lanti. Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.

“Informasi yang menyebut KJRI terlibat dalam pemulangan itu tidak benar. Seluruh proses, dari penanganan hingga pengantaran ke pesawat, ditangani sepenuhnya oleh pemerintah China,” tegasnya.

Selama 12 tahun berada di China, Lanti disebut menjalani kehidupan yang penuh tekanan. Ia diduga mengalami kekerasan, berpindah-pindah majikan, hingga bertahan hidup dalam kondisi serba sulit.

Setibanya di Indonesia, Lanti dijemput di Bandara Soekarno-Hatta oleh LBH Pro Ummat dengan dukungan LSM Rakyat Indonesia Berdaya (RIB). Saat ini, Lanti telah kembali ke Tanah Air dan menjalani pemulihan.

Rangga berharap kasus ini menjadi pembelajaran, sekaligus mendorong keluarga PMI lain yang mengalami persoalan serupa untuk segera melapor dan mencari pendampingan hukum.

“Kalau ada keluarga PMI yang mengalami kondisi seperti ini, segera lapor. Kami akan berupaya maksimal agar mereka bisa dipulangkan,” ujarnya.

Kasus Lanti menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi pekerja migran di luar negeri serta pentingnya perlindungan hukum dan upaya diplomasi dalam situasi darurat. Rangga kembali menegaskan bahwa pemulangan Lanti sepenuhnya merupakan hasil koordinasi dengan pemerintah China, tanpa peran aktif pemerintah Indonesia.

“Proses pemulangan ini murni ditangani pemerintah China. Dimulai saat kami berkoordinasi dengan Duta Besar China untuk Indonesia. KJRI dan pemerintah Indonesia tidak terlibat dalam proses tersebut,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kepala BGN Pastikan, Dapur SPPG yang Sebabkan Keracunan akan di Evaluasi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Badan Gizi Nasional (BGN) bakal memberikan kartu kuning kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyebabkan kasus keracunan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Dadan Hindayana menyatakan bahwa lembaganya telah melakukan investigasi dan analisis terhadap beberapa SPPG.

“Dan saya melihat ada SPPG yang akan kita berikan lampu kuning ya atau kartu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat,” kata Dadan di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Setelahnya, BGN bakal mengevaluasi SPPG yang mendapatkan penilaian tersebut. Jika terbukti, dia akan memberhentikan untuk sementara.

Dalam hal ini, BGN juga mulai mengevaluasi menu makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

“Jadi beberapa menu mungkin harus kita hindarkan supaya kejadian tidak terulang kembali. Dan saya kira kami akan membuat edaran supaya program makan bergizi bisa berjalan lebih aman,” tegas dia.

Sertifikasi untuk meningkatkan kualitas SPPG. Ia menjelaskan, tim tersebut akan melakukan penilaian dan pengelompokan SPPG berdasarkan kualitas, mulai dari kategori unggul dengan nilai A, sangat baik dengan nilai B, hingga baik dengan nilai C.

Selain itu, terdapat pula SPPG yang dinilai masih perlu pembinaan agar dapat terus melanjutkan kegiatannya. Dadan menambahkan, langkah BGN pada 2026 akan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan serta penambahan edukasi kepada penerima manfaat.

Dengan demikian, penerima manfaat tidak hanya memperoleh intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga edukasi mengenai pemilihan makanan sehat.

“Ya untuk yang kita berikan kartu kuning itu karena dia mengambil bahan baku jadi dari luar sehingga tidak terawasi cara masaknya. Dan kita akan berikan peringatan cukup keras hal tersebut,” jelas dia.

“Kemudian untuk beberapa SPPG sekarang kita akan umumkan beberapa menu yang harus dihindari terutama karena ketika menu itu dikonsumsi aman untuk kelompok kecil, ketika menjadi kelompok besar itu harus dengan quality control yang lebih saksama,” tambah dia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)