26.7 C
Jakarta
Jumat, Juni 26, 2026
Beranda blog Halaman 31

Tangis Siswi SD di Sukabumi Usai OSN Viral, Terhenti Padam Listrik Setelah Enam Bulan Persiapan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Tangisan Nadya Putrinda Paramitha, siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Namun di balik ekspresi kecewa yang terekam kamera, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang pelajar yang telah mempersiapkan diri berbulan-bulan untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Nadia merupakan salah satu peserta OSN tingkat sekolah dasar yang terdampak gangguan listrik saat pelaksanaan ujian berlangsung pada Senin (8/6/2026). Pemadaman terjadi ketika peserta tengah mengerjakan sesi terakhir mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Pengawas OSN SDN Gandasoli, Isop Sopiah, menjelaskan gangguan bermula ketika sejumlah perangkat komputer yang digunakan peserta mengalami kendala. Beberapa layar sempat berhenti merespons, bahkan ada akun peserta yang keluar dari sistem dan harus masuk kembali.

Tak lama kemudian, aliran listrik di sekolah padam sehingga seluruh perangkat tidak dapat digunakan.

“Awalnya ada siswa yang melapor layar komputernya nge-freeze, lalu sempat keluar dari akun dan login lagi. Setelah berjalan beberapa menit, tiba-tiba listrik padam,” ujar Isop, Rabu (10/6/2026).

Pihak sekolah sempat berharap listrik kembali menyala agar peserta dapat melanjutkan ujian. Namun hingga batas waktu pelaksanaan berakhir, pasokan listrik belum juga pulih.

Menurut Isop, tidak ada informasi atau pemberitahuan sebelumnya terkait pemadaman listrik yang terjadi di wilayah tersebut. Akibatnya, tiga siswa SDN Gandasoli yang mengikuti OSN pada sesi siang hari tidak dapat menyelesaikan seluruh soal yang diberikan.

Padahal, para peserta telah menjalani pembinaan secara intensif sejak awal tahun. Selama hampir enam bulan, mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi akademik tingkat nasional tersebut.

“Persiapan sudah dilakukan sejak Januari. Anak-anak berlatih dan dibimbing secara khusus untuk menghadapi OSN,” katanya.

Bagi Nadia, peristiwa itu menjadi pukulan yang cukup berat. Awalnya ia mengira listrik hanya padam sesaat dan ujian dapat segera dilanjutkan. Namun ketika waktu terus berjalan sementara komputer tidak dapat digunakan, rasa cemas mulai muncul.

“Awalnya saya pikir cuma sebentar. Tapi pas dengar waktu yang tersisa tinggal sekitar 15 menit, saya mulai gelisah,” tutur Nadia.

Perasaan panik semakin terasa mengingat usaha yang telah ia lakukan selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi OSN. Saat gangguan terjadi, Nadia mengaku baru berhasil menyelesaikan sekitar 40 soal dari total 60 soal yang harus dikerjakan.

Setelah menunggu hingga waktu ujian berakhir tanpa adanya kepastian listrik kembali menyala, Nadia memilih pulang ke rumah dengan perasaan kecewa.

Meski demikian, siswi tersebut berusaha menerima keadaan yang terjadi. Dengan nada tenang, ia mengaku tetap berharap kejadian serupa tidak terulang kembali pada pelaksanaan kegiatan penting lainnya.

“Kalau memang tidak bisa diulang ya saya ikhlaskan. Tapi kalau ada pemadaman listrik sebaiknya ada pemberitahuan lebih dulu supaya sekolah dan peserta bisa bersiap,” ujarnya.

Peristiwa yang dialami Nadia pun menuai simpati dari banyak warganet. Bukan hanya karena tangisnya yang viral, tetapi juga karena perjuangan dan harapan seorang anak yang harus menghadapi situasi di luar kendalinya setelah berbulan-bulan mempersiapkan diri untuk meraih prestasi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Monyet Liar Masuk Permukiman Warga di Kebonpedes, Dievakuasi Damkar Sukabumi

0

Wartain.com – Kemunculan seekor monyet ekor panjang di kawasan permukiman warga menghebohkan penghuni Perumahan Sukaraja Indah Regency, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/6/2026) pagi. Satwa liar tersebut bahkan sempat masuk ke dalam rumah warga hingga membuat penghuni panik.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, pemilik rumah bernama Yudi Irwanda tengah membersihkan rumahnya. Tanpa diduga, ia melihat seekor monyet berada di sekitar tembok rumah dan bergerak menuju area dapur.

Komandan Regu Posko VI Sukaraja Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Ade Feri, mengatakan awalnya pemilik rumah hanya melihat bayangan bergerak di sekitar bangunan. Namun setelah diperiksa, ternyata bayangan tersebut merupakan seekor monyet liar.

“Ketika didekati warga, monyet itu menunjukkan perilaku agresif dengan menyeringai seperti hendak menyerang, sehingga pemilik rumah memilih menjauh dan meminta bantuan petugas,” ujar Ade.

Diduga satwa bernama latin Macaca fascicularis itu tertarik masuk ke lingkungan rumah karena mencium aroma makanan dari dapur. Dalam kondisi kebingungan, monyet tersebut kemudian berpindah ke kamar mandi.

Melihat kesempatan tersebut, pemilik rumah segera menutup pintu kamar mandi untuk mencegah hewan itu berkeliaran ke area lain sambil menunggu petugas datang ke lokasi.

Menerima laporan warga, petugas Damkar Posko VI Sukaraja langsung melakukan evakuasi. Proses pengamanan berlangsung tanpa kendala dan monyet berhasil diamankan dalam kondisi selamat.

Menurut Ade, kemungkinan besar monyet tersebut merupakan satwa liar yang terpisah dari kelompoknya. Kondisi itu membuat hewan tersebut mencari sumber makanan hingga masuk ke kawasan permukiman penduduk.

“Biasanya kalau terpisah atau dikucilkan dari kelompoknya, satwa akan bergerak sendiri mencari makan. Saat mencium aroma makanan dari lingkungan warga, kemungkinan dia mendekati area tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan karakteristik dan perilakunya, petugas menduga monyet itu berasal dari habitat alami di kawasan pegunungan sekitar Gunung Gede Pangrango.

Saat ini hewan tersebut masih berada dalam pengawasan petugas di Posko VI Sukaraja untuk proses pemulihan kondisi. Setelah dinilai cukup stabil, monyet akan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di kawasan pegunungan Selabintana.

“Untuk sementara masih kami amankan. Rencananya dalam satu sampai tiga hari ke depan akan kami lepasliarkan kembali ke kawasan pegunungan arah Gunung Gede agar bisa kembali ke habitatnya,” pungkas Ade.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Menteri Imipas Serahkan 5 Rumah Dibedah di Sukabumi, Targetkan 530 Rutilahu untuk Masyarakat Prasejahtera

0

Wartain.com – Program bedah rumah bagi masyarakat prasejahtera terus digencarkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa jajaran kementeriannya memiliki tanggung jawab untuk mendukung program Presiden melalui berbagai aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Andrianto saat meresmikan hasil program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di sekitar Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak lima unit rumah dan satu masjid yang telah selesai dibangun secara resmi diserahkan kepada penerima manfaat.

“Kami ini pembantunya Bapak Presiden. Jadi tugas kita adalah bagaimana bisa menjadi bagian memberikan kontribusi untuk melancarkan program Presiden,” ujar Agus Andrianto.

Menurut Agus, program bedah rumah yang dijalankan pihaknya memiliki keunggulan dari sisi efisiensi waktu dan biaya. Pembangunan lima rumah tersebut hanya membutuhkan waktu 19 hari berkat penggunaan material prefabrikasi yang diproduksi oleh warga binaan Lapas Kelas I Tangerang.

“Kecepatan waktu dan bahan yang relatif terjangkau ini bisa menghasilkan rumah yang layak untuk masyarakat,” katanya.

Dalam proses pembangunannya, warga binaan Lapas Sukabumi turut dilibatkan untuk bekerja bersama tenaga profesional. Selain mendapatkan pengalaman kerja, mereka juga memperoleh premi atas keterlibatannya dalam proyek sosial tersebut.

Agus mengungkapkan, hingga saat ini jajaran pemasyarakatan telah berhasil merealisasikan pembangunan dan bedah sebanyak 24 unit rumah tidak layak huni di berbagai daerah. Program tersebut akan terus diperluas melalui target nasional bertajuk “Satu Lapas, Satu Bedah Rumah” dengan sasaran jangka panjang mencapai 530 unit rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Maryono, buruh harian serabutan asal Warungkiara. Selama puluhan tahun, ia bersama keluarganya tinggal di rumah bilik bambu yang telah lapuk dan kerap bocor saat hujan turun.

“Kondisi rumah sebelum dibedah istilahnya bilik bambu bocor-bocor, makanya dengan adanya bedah rumah amat sangat terbantu,” ungkap Maryono.

Kini rumah yang ditempati Maryono bersama istri, anak dan ibunya telah berubah menjadi hunian yang lebih kokoh, aman, dan layak huni, memberikan harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Semifinal Piala AFF U19 2026: Timnas U19 Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final, Kamis 11 Juni Pukul 20.15 WIB

0
Oplus_131072

Wartain.com – Babak empat besar Piala AFF U19 2026 resmi dimulai Kamis, 11/6/2026. Salah satu laga paling dinanti mempertemukan Timnas U19 Indonesia melawan Australia. Duel ini jadi ajang pembuktian kedua tim siapa yang layak melaju ke final.

Kepastian laga semifinal Indonesia vs Australia didapat setelah seluruh rangkaian pertandingan fase grup ASEAN U19 Championship 2026 tuntas. Persaingan grup berjalan sengit hingga laga terakhir.

Laga penutup Grup C antara skuad muda Socceroos melawan Kamboja pada Selasa 9/6/2026 menjadi penentu komposisi tim lolos. Hasil laga itu memastikan Australia lolos sebagai salah satu wakil terbaik.

Kini empat negara sudah memastikan tempat di fase gugur. Keempatnya adalah Timnas U19 Indonesia, Australia, Thailand, dan Kamboja. Mereka akan bertarung memperebutkan dua tiket ke partai puncak.

Stadion Utama Sumatera Utara ditunjuk sebagai arena pertarungan. Semifinal akan digelar dua laga dalam satu hari dengan suasana dipastikan bergemuruh oleh dukungan suporter tuan rumah.

Rangkaian jadwal dibuka dengan laga Thailand vs Kamboja pukul 16.00 WIB. Laga ini mempertemukan dua kekuatan Asia Tenggara yang sama-sama punya ambisi besar ke final.

Setelah itu giliran laga akbar Timnas U19 Indonesia vs Australia kick-off pukul 20.15 WIB. Garuda Muda akan diuji mental dan taktik menghadapi fisik serta kedalaman skuad Socceroos yang selama ini jadi kekuatan utama Australia.

Bagi Indonesia, semifinal ini momentum membuktikan progres pembinaan usia muda. Dukungan penuh suporter di SUUT diharapkan jadi energi tambahan untuk menekan permainan Australia sejak menit awal.

Sementara Australia datang dengan reputasi tim kuat di level junior. Mereka punya catatan bagus di Piala AFF U19 dan selalu jadi lawan yang sulit ditaklukkan karena disiplin serta transisi cepat.

Pelatih kedua tim dipastikan menyiapkan strategi terbaik. Indonesia mengandalkan kolektivitas dan kecepatan sayap, sedangkan Australia mengandalkan postur tinggi dan bola-bola mati untuk membongkar pertahanan lawan.

Lolos ke final bukan hanya soal gengsi. Tiket final Piala AFF U19 2026 juga jadi tolok ukur keberhasilan program jangka panjang PSSI dalam mencetak pemain muda siap bersaing di level Asia.

Seluruh masyarakat Indonesia diharapkan mendukung Garuda Muda. Siapa yang berhak ke final akan ditentukan 90 menit penuh tensi tinggi Kamis malam. Satu langkah lagi menuju mahkota juara ASEAN.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Webinar SPMB Ramah Dorong Penerimaan Murid Baru yang Transparan, Inklusif, dan Berkeadilan

0

Wartain.com – Kementerian Pendidikan melalui program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah terus mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang transparan, berkeadilan, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan webinar SPMB Ramah yang digelar pada Rabu (10/6/2026).

Webinar tersebut menjadi wadah bagi pemerintah daerah, kepala sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan untuk memahami dan memperkuat implementasi SPMB Ramah di berbagai daerah.

Kegiatan ini menekankan pentingnya memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi. Dalam webinar tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai berbagai aspek penting pelaksanaan SPMB Ramah.

Materi yang dibahas meliputi praktik baik sosialisasi petunjuk teknis (juknis) oleh pemerintah daerah kepada satuan pendidikan, peran kepala sekolah dalam mempersiapkan dan melaksanakan SPMB Ramah, hingga pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sekolah swasta dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Melalui pendekatan yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan yang berpihak kepada peserta didik, SPMB Ramah diharapkan mampu memberikan kepastian layanan pendidikan yang adil bagi seluruh calon murid.

Selain mengikuti webinar secara daring melalui Zoom dan siaran langsung, para kepala sekolah juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan maupun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan SPMB Ramah di daerah masing-masing. Pertanyaan yang masuk akan dibahas dan dijawab oleh narasumber selama kegiatan berlangsung.

Penyelenggara berharap webinar ini dapat meningkatkan pemahaman para kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan mengenai kebijakan serta mekanisme SPMB Ramah, sehingga pelaksanaannya di lapangan dapat berjalan optimal, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pihak terkait, SPMB Ramah diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan dapat diakses oleh semua anak Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

PPJNA 98 Apresiasi Langkah Dasco Temui Himbara dan Danantara, Sebut Bentuk Keberpihakan ke Ekonomi Bangsa

0
Oplus_131072

Wartain.com – Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, mengapresiasi langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dasco dinilai berpihak pada kepentingan ekonomi bangsa setelah bertemu jajaran Himpunan Bank Milik Negara Himbara dan Danantara untuk membahas kondisi saham perbankan nasional.

Menurut Anto, pertemuan itu menunjukkan kepedulian Dasco terhadap stabilitas sektor keuangan nasional. Di tengah dinamika pasar yang memengaruhi kinerja saham perbankan, komunikasi antara pemangku kebijakan dan industri perbankan menjadi sangat penting.

“Langkah Dasco bertemu dengan Himbara dan Danantara menunjukkan kepedulian terhadap kepentingan ekonomi bangsa. Stabilitas sektor perbankan sangat penting karena berkaitan langsung dengan kepercayaan pasar, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Anto Kusumayuda dalam keterangannya, Rabu 10/6/2026.

Anto menegaskan sektor perbankan memiliki peran strategis. Bank menjadi tulang punggung pembiayaan berbagai sektor produktif yang menjadi penggerak ekonomi Indonesia. Gangguan di pasar saham perbankan berpotensi merembet ke pembiayaan UMKM, infrastruktur, dan sektor riil.Ia menilai pembahasan saham perbankan tidak boleh dilihat semata sebagai persoalan pasar modal. Isu ini menyangkut keberlanjutan pem

bangunan ekonomi nasional secara keseluruhan, karena menyangkut hajat hidup banyak sektor.

Komunikasi antara DPR, perbankan nasional, dan Danantara dinilai penting agar kebijakan ekonomi berjalan selaras. Koordinasi yang baik akan memberikan kepastian kepada pelaku usaha dan investor di tengah volatilitas pasar global.

“Ketika ada gejolak atau dinamika di pasar, diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dasco mengambil peran untuk memastikan adanya komunikasi yang konstruktif demi menjaga kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Anto juga menyebut langkah Dasco sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Dukungan terhadap langkah pemerintah dan lembaga terkait, kata dia, diperlukan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

PPJNA 98 meyakini sinergi antara pemerintah, DPR, perbankan nasional, dan Danantara menjadi modal penting menjaga ketahanan ekonomi Indonesia. Koordinasi lintas lembaga diyakini mampu meredam sentimen negatif pasar.

Anto berharap langkah strategis yang dilakukan Dasco bersama Himbara dan Danantara memberi dampak positif langsung ke masyarakat luas. Stabilitas perbankan akan berdampak pada suku bunga, akses kredit, dan daya beli masyarakat.

Dukungan PPJNA 98 terhadap Dasco bukan kali ini saja. Sebelumnya organisasi itu beberapa kali menyatakan dukungan atas langkah politik dan kebangsaan Dasco yang dinilai mengedepankan stabilitas nasional serta kepentingan rakyat.

“Yang dilakukan Dasco hari ini bukan semata-mata membahas saham perbankan, tetapi juga menjaga kepercayaan terhadap ekonomi nasional. Ini adalah bentuk pembelaan terhadap kepentingan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan yang ada,” pungkas Anto.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pertamax Tembus Rp16.250/Liter 10 Juni 2026, Dompet Pengendara Kembali Terkuras

0
Oplus_131072

Wartain.com – Pengendara motor dan mobil bersiap merogoh kocek lebih dalam. Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax RON 92 sebesar Rp3.950 per liter. Harga baru Rp16.250/liter berlaku serentak 10 Juni 2026 pukul 00.00 WIB.

Angka itu naik 32% dari harga lama Rp12.300/liter. Selisih Rp4.000 untuk setiap liter yang dibulatkan membuat isi 1 tangki 10 liter jadi lebih mahal Rp40.000 dibandingkan sebelum 20 Juni 2026.

“HARGA PERTAMAX NAIK. Harga lama Rp12.300/liter, harga baru Rp16.250/liter. Kenaikan tepatnya Rp3.950. Berlaku efektif pada Rabu, 10 Juni 2026,” tulis pengumuman resmi Pertamina yang disertai logo perusahaan.

Pertamax jadi pilihan utama kendaraan berteknologi mesin kompresi tinggi. Dengan harga baru, biaya harian pekerja, ojol, kurir, dan komuter dipastikan terdampak langsung karena frekuensi isi BBM tinggi.

Hingga berita diturunkan, Pertamina belum merinci alasan spesifik kenaikan ini. Pola umum penyesuaian BBM nonsubsidi memang mengikuti harga minyak dunia, kurs rupiah, serta biaya logistik dan distribusi nasional.

Kenaikan ini memperlebar jarak Pertamax dengan BBM RON 90. Konsumen dihadapkan pilihan: tetap pakai Pertamax sesuai rekomendasi pabrikan atau beralih ke Pertalite demi menekan pengeluaran harian.

Pemerintah lewat Kementerian ESDM menegaskan BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar. Artinya Pertamina berhak menyesuaikan harga secara berkala tanpa menunggu keputusan pemerintah, selama mengikuti regulasi yang berlaku.

Yang dikhawatirkan bukan hanya biaya kendaraan pribadi. Sektor logistik, transportasi umum, hingga UMKM yang bergantung pada distribusi barang bakal menghitung ulang ongkos kirim dan harga jual.

Efek domino harga BBM sudah terbukti di lapangan. Ketika biaya operasional naik, tarif angkutan, harga bahan pokok, hingga jasa servis berpotensi ikut bergerak menyesuaikan beban baru.

Bagi pemilik kendaraan, cek buku manual jadi langkah penting. Jika mesin masih aman dengan RON 90, Pertalite bisa jadi opsi sementara. Tapi memaksa mesin RON 92 pakai BBM lebih rendah berisiko timbulkan knocking dan kerusakan jangka panjang.

Waktu sebelum 10 Juni 2026 bisa dimanfaatkan warga. Isi penuh tangki sebelum harga naik, atur ritme berkendara stabil, hindari akselerasi mendadak, dan pastikan tekanan ban sesuai standar agar konsumsi BBM lebih efisien.

Masyarakat diimbau hanya percaya informasi dari kanal resmi Pertamina: website http://pertamina.com, aplikasi MyPertamina, dan akun @pertamina. Informasi harga BBM yang beredar tanpa sumber jelas berpotensi hoaks dan memicu kepanikan.

Editor: Aab Abdul Malik

(DH)

Dalilah Husna Maulida Siap Harumkan Nama Sukabumi di Ajang Internasional ICSM Batch 6

0
Oplus_131072

Wartain.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Sukabumi. Dalilah Husna Maulida, mahasiswi Universitas Madani Nusantara asal Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, terpilih sebagai delegasi dalam program International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 6 yang akan berlangsung di Malaysia, Singapura, dan Thailand pada 9–11 Agustus 2026.

Perempuan yang akrab disapa Eudeu tersebut berhasil melewati proses seleksi dan akan bergabung bersama peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian kegiatan internasional yang mencakup konferensi, diskusi, debat, serta kunjungan edukatif lintas negara.

Ia mengaku bersyukur atas kesempatan yang diperolehnya. Menurutnya, keikutsertaan dalam program tersebut bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk membawa nama baik Kabupaten Sukabumi dan lembaga pendidikan yang telah membesarkannya.

Dalam forum internasional itu, ia akan mengangkat tema “Disconnected Generation: Faith, Technology, and the Crisis of Modern Muslim Youth”, yang membahas tantangan generasi muda Muslim di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat. Dalilah merupakan alumni Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya dan Pondok Pesantren Al-Hasanah Cipancur.

Ia menilai pendidikan pesantren telah memberikan bekal penting berupa nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, serta semangat belajar yang menjadi fondasi dalam perjalanan akademik dan organisasinya saat ini.

Selain aktif menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Dalilah juga terlibat dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Haji dan Umrah, serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Pengalaman berorganisasi tersebut dinilai turut membentuk kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kepercayaan dirinya.

Dalam persiapan menuju keberangkatan, Dalilah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan motivasi yang diberikan sehingga semakin memperkuat semangatnya untuk tampil maksimal di forum internasional.

Dalilah berharap keikutsertaannya dalam ICSM Batch 6 dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan, membangun jejaring global, serta memperkenalkan potensi generasi muda Sukabumi di tingkat dunia.

“Semoga kesempatan ini dapat memberikan manfaat, baik bagi diri saya maupun bagi daerah. Saya juga berharap semakin banyak santri dan generasi muda yang berani mengambil peluang untuk berkembang dan berkiprah di tingkat internasional,” ujarnya.

Program ICSM sendiri merupakan wadah pengembangan kapasitas santri melalui kolaborasi internasional yang bertujuan membangun wawasan global, memperkuat kemampuan berpikir kritis, serta meningkatkan peran generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Keberhasilan Dalilah menjadi delegasi ICSM Batch 6 menjadi bukti bahwa generasi muda Sukabumi memiliki potensi besar untuk bersaing dan berkontribusi di kancah internasional, sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan kader-kader unggul yang siap menghadapi tantangan global.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Berkat Kolaborasi dan Sinergitas, Pemerintah Kabupaten Sukabumi Raih Opini WTP yang ke-12 dari BPK RI 

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menerima langsung Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut dari BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat di Auditorium Lantai 5, Kantor BPK RI Perwakilan Jabar, Bandung, Selasa (09/06/2026).

Dalam momen tersebut Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke 12 kalinya dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Diketahui penyerahan LHP ini merupakan bagian dari agenda BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat terhadap pemerintah daerah di wilayah Jabar.

Plh. Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supriadi, mengapresiasi seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat yang telah berhasil menyelesaikan laporan keuangan dengan baik.

“Pencapaian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski meraih opini WTP, pemerintah daerah diharapkan terus memperbaiki sistem pengelolaan keuangan, termasuk menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.

Turut hadir mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, , Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, Inspektur, Kepala BPKAD, serta Kepala BKPSDM.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Krisis Kualitas Listrik dan Akses Energi di Sukabumi: Warga RW 004 Jambenenggang dan Lansia Miskin Menanti Keadilan Negara

0
Oplus_131072

Wartain.com – Persoalan kualitas layanan kelistrikan dan akses energi yang berkeadilan kembali menjadi sorotan setelah terungkap dua kasus yang menimpa masyarakat Sukabumi. Kasus pertama dialami warga RW 004 Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, yang menghadapi penurunan tegangan listrik (drop voltage) hingga sekitar 170 Volt dari standar normal 220 Volt. Kondisi tersebut terjadi setiap hari dan mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain menyebabkan kerusakan peralatan elektronik rumah tangga, rendahnya tegangan listrik juga berpotensi menghambat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program strategis nasional. Warga telah mengajukan permohonan penambahan trafo sisipan sebagai solusi teknis guna meningkatkan kualitas pasokan listrik di wilayah tersebut.

Di sisi lain, kasus kemanusiaan juga dialami Ibu Euis Setiawati (64), warga Kelurahan Nyomplong, Kota Sukabumi, yang hidup tanpa akses listrik sejak tahun 2022 setelah pencabutan KWh meter akibat dugaan pelanggaran pemakaian listrik. Hingga kini, ia bersama anak dan cucunya masih hidup dalam keterbatasan tanpa penerangan listrik yang layak.

Kedua kasus tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam mewujudkan keadilan energi bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan masyarakat pedesaan. Padahal, akses terhadap listrik yang andal dan terjangkau merupakan bagian dari hak dasar warga negara sebagaimana amanat konstitusi dan berbagai regulasi nasional di bidang ketenagalistrikan serta kesejahteraan sosial.

Melalui kajian kebijakan yang telah disusun, berbagai pihak terkait didorong untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari percepatan pemasangan trafo sisipan di RW 004 Jambenenggang, peninjauan kembali kasus Ibu Euis Setiawati, hingga reformasi kebijakan perlindungan pelanggan rentan agar tidak ada lagi masyarakat yang kehilangan hak atas energi dasar.

Masyarakat berharap pemerintah, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menghadirkan solusi yang cepat, adil, dan berkelanjutan sehingga tidak ada warga yang tertinggal dalam memperoleh layanan listrik yang layak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)