26.7 C
Jakarta
Jumat, Juni 26, 2026
Beranda blog Halaman 30

DPRD Apresiasi Pemkab Sukabumi Raih WTP ke-12 Berturut-turut dari BPK: Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel

0
Oplus_131072

Wartain.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pemkab berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan BPK Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah LKPD Tahun 2025.

Pencapaian ini semakin istimewa karena merupakan Opini WTP ke-12 yang diraih secara berturut-turut oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Konsistensi 12 tahun berturut-turut menunjukkan stabilitas dan kedisiplinan pengelolaan keuangan daerah.

Prestasi tersebut dinilai mencerminkan komitmen kuat Pemkab Sukabumi dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Audit BPK jadi tolok ukur kredibilitas laporan keuangan daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, S.IP bersama jajaran pimpinan DPRD menyampaikan apresiasi langsung. “Saya mengapresiasi penghargaan dan kerja keras seluruh unsur pemerintah daerah yang telah menjaga kualitas pengelolaan keuangan sehingga kembali mendapatkan penilaian terbaik dari BPK-RI,” ungkapnya, Rabu 10/06/2026.

Budi Azhar menegaskan WTP bukan sekadar prestasi administratif. Lebih dari itu, WTP adalah bukti nyata pengelolaan anggaran daerah dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, opini terbaik dari BPK menunjukkan sistem pengendalian internal dan penyajian laporan keuangan Pemkab Sukabumi sudah sesuai standar. Hal ini penting agar setiap rupiah APBD benar-benar tepat sasaran.

Lebih jauh Budi Azhar menambahkan keberhasilan ini mencerminkan sinergi baik antara eksekutif dan legislatif. Kolaborasi dalam fungsi pemerintahan, pengawasan, dan pengelolaan anggaran daerah menjadi kunci utama raihan WTP ke-12.

“Dengan kolaborasi yang terus terjalin, diharapkan kualitas tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sukabumi dapat semakin meningkat dari tahun ke tahun,” katanya. DPRD berperan aktif mengawasi agar penggunaan anggaran sesuai peruntukan.

DPRD Kabupaten Sukabumi berharap capaian WTP ke-12 ini menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah. Integritas harus terus dipertahankan, kinerja ditingkatkan, dan pelayanan terbaik diberikan kepada masyarakat.

Budi Azhar menekankan, predikat WTP harus diikuti peningkatan kualitas belanja. Anggaran yang akuntabel perlu diiringi output pembangunan yang dirasakan langsung, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Dengan raihan tersebut, Kabupaten Sukabumi kembali menegaskan komitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Prinsip good governance jadi fondasi pembangunan daerah berkelanjutan.

“Demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Budi Azhar. DPRD siap terus bersinergi dengan Pemkab agar kepercayaan BPK dan publik tetap terjaga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dajjal, Alien, AI, dan Fitnah Akhir Zaman: Antara Dalil, Spekulasi, dan Tanggung Jawab Akidah

0
Oplus_131072

Oleh:  Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com – Di era digital yang ditandai oleh ledakan informasi, kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), eksplorasi ruang angkasa, dan derasnya arus media sosial, umat manusia dihadapkan pada berbagai narasi yang bercampur antara fakta, opini, keyakinan, dan teori konspirasi.

Salah satu narasi yang semakin sering muncul adalah upaya menghubungkan Dajjal, alien, Anunnaki, kecerdasan buatan, dan berbagai fenomena global dalam satu rangkaian cerita besar tentang akhir zaman.

Sebagai umat Islam, sikap yang paling bijaksana bukanlah menolak mentah-mentah seluruh kemungkinan yang belum diketahui, tetapi juga bukan menerima setiap narasi yang beredar tanpa landasan ilmu. Islam mengajarkan keseimbangan antara iman, akal, dan ilmu pengetahuan.

Karena itu, setiap informasi perlu diuji melalui dalil yang sahih, logika yang sehat, dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam ajaran Islam, Dajjal adalah fitnah terbesar yang akan dihadapi manusia menjelang akhir zaman. Rasulullah ﷺ berulang kali mengingatkan umatnya tentang bahaya Dajjal, bahkan setiap nabi telah memperingatkan kaumnya tentang fitnah tersebut.

Namun demikian, Al-Qur’an dan hadis-hadis sahih tidak menjelaskan bahwa Dajjal adalah alien, keturunan alien, atau makhluk hasil rekayasa genetika. Tidak pula terdapat dalil yang menyebut bahwa Dajjal akan muncul melalui peradaban Anunnaki sebagaimana yang sering dipopulerkan dalam berbagai teori konspirasi modern.

Yang dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ justru karakter utama Dajjal, yaitu kemampuan besar dalam menipu manusia, memanipulasi persepsi, membalikkan kebenaran menjadi kebatilan, serta menghadirkan berbagai bentuk kekaguman yang membuat manusia lalai dari tauhid.

Karena itu, hakikat fitnah Dajjal bukan sekadar persoalan teknologi atau fenomena fisik, melainkan ujian terhadap akidah dan kemampuan manusia membedakan kebenaran dari kepalsuan.

Pada titik ini, umat Islam perlu memahami bahwa teknologi pada dirinya bersifat netral. Kecerdasan buatan, algoritma digital, media sosial, rekayasa genetika, maupun teknologi informasi bukanlah Dajjal. Namun teknologi dapat menjadi alat yang digunakan untuk kebaikan atau keburukan, tergantung kepada siapa yang menguasainya dan untuk tujuan apa ia digunakan.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap kemajuan ilmu pengetahuan selalu memiliki dua kemungkinan: menjadi sarana kemaslahatan atau menjadi instrumen dominasi dan manipulasi.

Oleh sebab itu, yang perlu diwaspadai bukanlah teknologinya semata, melainkan lahirnya sistem peradaban yang menjadikan manusia kehilangan orientasi ketuhanan, mengagungkan materi di atas moral, menempatkan kecerdasan buatan di atas kebijaksanaan, dan mengukur kebenaran hanya berdasarkan kekuatan informasi serta pengaruh media.

Ketika manusia mulai menjadikan teknologi sebagai sumber makna hidup dan menggantikan petunjuk Ilahi dengan konstruksi manusia semata, di situlah benih-benih fitnah besar mulai tumbuh.

Dalam perspektif tauhid, persoalan terbesar akhir zaman bukanlah apakah alien itu ada atau tidak, melainkan apakah manusia masih mengenal Tuhannya. Sebab sejarah para nabi menunjukkan bahwa kesesatan terbesar selalu bermula ketika manusia kehilangan ma’rifatullah, lalu menggantinya dengan pengkultusan terhadap kekuatan lain; entah kekuatan politik, ekonomi, teknologi, ideologi, bahkan dirinya sendiri.

Karena itu, tugas umat Islam bukan mengejar sensasi demi sensasi yang belum tentu benar, melainkan memperkuat fondasi tauhid, memperdalam ilmu, meningkatkan kualitas ibadah, dan menjaga kejernihan akal dalam menghadapi banjir informasi. Fitnah Dajjal tidak akan dikalahkan oleh teori konspirasi, tetapi oleh keimanan yang kokoh, ilmu yang benar, dan hati yang mengenal Allah.

Pada akhirnya, boleh jadi teknologi akan semakin canggih, kecerdasan buatan akan semakin menyerupai kemampuan manusia, dan berbagai fenomena yang hari ini dianggap misterius akan terus bermunculan. Namun prinsip dasar Islam tetap tidak berubah: kebenaran tidak ditentukan oleh popularitas sebuah narasi, melainkan oleh kesesuaiannya dengan wahyu, akal yang sehat, dan kenyataan yang dapat dibuktikan.

Maka di tengah hiruk-pikuk zaman, marilah kita kembali kepada pesan para nabi: mengenal Allah sebelum segala sesuatu, karena orang yang mengenal Tuhannya tidak akan mudah tertipu oleh gemerlap dunia, sebesar apa pun fitnah yang datang di hadapannya.

“Barang siapa mengenal Allah, maka ia akan mampu membedakan cahaya kebenaran dari segala bentuk ilusi yang menyesatkan.”(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prakiraan Cuaca Sukabumi Kamis 11 Juni 2026: Cerah Berawan, Suhu Capai 29°C, Waspada UV Extreme

0
Oplus_131072

BMKG Imbau Warga Gunakan Sunscreen dan Masker karena Kualitas Udara Unhealthy

Wartain.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG memprakirakan cuaca Kabupaten Sukabumi pada Kamis, 11 Juni 2026 didominasi kondisi cerah berawan. Suhu udara berkisar 19°C hingga 29°C sepanjang hari.

Matahari terbit pukul 06.00 WIB dan terbenam pukul 17.43 WIB. Kondisi cerah mulai terasa sejak pagi hari dengan suhu 23°C dan kelembapan 82%. Peluang hujan sangat kecil, hanya 0-3%.

Memasuki siang hari pukul 11.00-12.00 WIB, suhu mencapai puncak 28-29°C. Langit _Mostly Sunny_ dengan kelembapan 60-63%. Angin bertiup dari barat daya hingga selatan dengan kecepatan 5-9 km/jam.

Indeks ultraviolet UV menjadi perhatian utama. Pada pukul 12.00 WIB, UV mencapai level 11 kategori _Extreme_. Level 8-10 _Very High_ terjadi mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Warga diminta membatasi aktivitas di bawah matahari langsung.

Sore hari pukul 15.00-17.00 WIB, cuaca berangsur _Mostly Sunny_ menuju _Mostly Clear_. Suhu turun ke 26-27°C. Kelembapan naik menjadi 71-79% dan peluang hujan tetap rendah di kisaran 1-2%.

Malam hari suhu berkisar 21-24°C dengan kondisi _Mostly Clear_. Kelembapan udara meningkat tajam hingga 95-97%. Angin tenang 3-4 km/jam dari arah selatan dan timur laut.

Berdasarkan data Weather Channel, kualitas udara Sukabumi Kamis besok masuk kategori _Unhealthy_ dengan Air Quality Index AQI 156. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 partikel halus yang berbahaya bagi pernapasan.

Kondisi cerah berawan tanpa hujan ini berpotensi mendukung aktivitas luar ruangan. Namun warga diimbau tetap waspada terhadap sengatan UV dan polusi udara, terutama anak-anak, lansia, dan penderita asma.

Untuk mengurangi risiko kesehatan, masyarakat disarankan menggunakan tabir surya SPF 30 ke atas saat beraktivitas siang hari. Topi lebar dan pakaian lengan panjang juga membantu melindungi kulit dari paparan UV ekstrem.

Penggunaan masker disarankan bagi warga yang beraktivitas di luar rumah, terutama di area padat lalu lintas. Masker N95 atau KN95 lebih efektif menyaring PM2.5 dibandingkan masker kain biasa.

Petani dan nelayan dapat memanfaatkan cuaca cerah ini untuk aktivitas di ladang dan laut. Namun tetap pantau update BMKG karena cuaca di wilayah Sukabumi yang berbukit bisa berubah cepat.

Masyarakat diimbau memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG, website http://bmkg.go.id, atau media sosial resmi BMKG. Kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kualitas udara penting untuk menjaga kesehatan keluarga.***

Sumber: Weather Channel, BMKG

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemkot Sukabumi Perkuat Pemberdayaan Warga Lewat Program 12 PAS dan Bantuan UMKM

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi kembali melanjutkan program Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah (12 PAS) sebagai upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Program yang telah memasuki episode ke-10 dan ke-11 putaran kedua tersebut digelar di RW 10 Kelurahan Benteng dan RW 09 Kelurahan Sukakarya, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan dipimpin langsung Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana. Dalam kesempatan itu, keduanya menyerahkan bantuan modal usaha kepada sejumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi.

Tak hanya menyerahkan bantuan, Wali Kota juga menyempatkan diri berdialog dan melihat secara langsung perkembangan usaha warga yang sebelumnya telah memperoleh dukungan permodalan dari pemerintah daerah.

Selain fokus pada penguatan sektor ekonomi, kegiatan 12 PAS juga menjadi sarana penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Bantuan diberikan kepada lanjut usia, penyandang disabilitas, serta warga yang masuk kategori desil dua.

Penerima manfaat memperoleh bantuan berupa uang tunai dan paket kebutuhan pokok sebagai bentuk dukungan untuk meringankan beban hidup sehari-hari.

Ayep Zaki menegaskan bahwa program atensi sosial yang dijalankan Pemerintah Kota Sukabumi merupakan program daerah yang berbeda dengan bantuan sosial reguler dari pemerintah pusat.

Menurutnya, program tersebut lahir dari semangat kebersamaan dan gotong royong berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian untuk membantu sesama.

“Program ini merupakan inisiatif Pemerintah Kota Sukabumi yang didukung melalui semangat rereongan dan gotong royong dari berbagai pihak yang ingin berbagi kebaikan kepada masyarakat,” ujar Ayep.

Ia menjelaskan, proses penentuan penerima bantuan dilakukan berdasarkan data lapangan yang diverifikasi melalui pendampingan pekerja sosial Dinas Sosial Kota Sukabumi. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Pada kesempatan yang sama, Ayep menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan program, mulai dari BAZNAS, lembaga keuangan hingga para donatur yang secara konsisten menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui program pembiayaan Qordul Hasan bagi pelaku UMKM. Program tersebut diharapkan mampu membantu pelaku usaha mengembangkan usahanya tanpa terbebani akses permodalan yang sulit.

Ayep optimistis berbagai program sosial dan ekonomi yang dijalankan secara berkelanjutan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk menurunkan angka kemiskinan, mengurangi stunting, menekan pengangguran, serta mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Tangis Siswi SD di Sukabumi Usai OSN Viral, Terhenti Padam Listrik Setelah Enam Bulan Persiapan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Tangisan Nadya Putrinda Paramitha, siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Namun di balik ekspresi kecewa yang terekam kamera, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang pelajar yang telah mempersiapkan diri berbulan-bulan untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Nadia merupakan salah satu peserta OSN tingkat sekolah dasar yang terdampak gangguan listrik saat pelaksanaan ujian berlangsung pada Senin (8/6/2026). Pemadaman terjadi ketika peserta tengah mengerjakan sesi terakhir mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Pengawas OSN SDN Gandasoli, Isop Sopiah, menjelaskan gangguan bermula ketika sejumlah perangkat komputer yang digunakan peserta mengalami kendala. Beberapa layar sempat berhenti merespons, bahkan ada akun peserta yang keluar dari sistem dan harus masuk kembali.

Tak lama kemudian, aliran listrik di sekolah padam sehingga seluruh perangkat tidak dapat digunakan.

“Awalnya ada siswa yang melapor layar komputernya nge-freeze, lalu sempat keluar dari akun dan login lagi. Setelah berjalan beberapa menit, tiba-tiba listrik padam,” ujar Isop, Rabu (10/6/2026).

Pihak sekolah sempat berharap listrik kembali menyala agar peserta dapat melanjutkan ujian. Namun hingga batas waktu pelaksanaan berakhir, pasokan listrik belum juga pulih.

Menurut Isop, tidak ada informasi atau pemberitahuan sebelumnya terkait pemadaman listrik yang terjadi di wilayah tersebut. Akibatnya, tiga siswa SDN Gandasoli yang mengikuti OSN pada sesi siang hari tidak dapat menyelesaikan seluruh soal yang diberikan.

Padahal, para peserta telah menjalani pembinaan secara intensif sejak awal tahun. Selama hampir enam bulan, mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi akademik tingkat nasional tersebut.

“Persiapan sudah dilakukan sejak Januari. Anak-anak berlatih dan dibimbing secara khusus untuk menghadapi OSN,” katanya.

Bagi Nadia, peristiwa itu menjadi pukulan yang cukup berat. Awalnya ia mengira listrik hanya padam sesaat dan ujian dapat segera dilanjutkan. Namun ketika waktu terus berjalan sementara komputer tidak dapat digunakan, rasa cemas mulai muncul.

“Awalnya saya pikir cuma sebentar. Tapi pas dengar waktu yang tersisa tinggal sekitar 15 menit, saya mulai gelisah,” tutur Nadia.

Perasaan panik semakin terasa mengingat usaha yang telah ia lakukan selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi OSN. Saat gangguan terjadi, Nadia mengaku baru berhasil menyelesaikan sekitar 40 soal dari total 60 soal yang harus dikerjakan.

Setelah menunggu hingga waktu ujian berakhir tanpa adanya kepastian listrik kembali menyala, Nadia memilih pulang ke rumah dengan perasaan kecewa.

Meski demikian, siswi tersebut berusaha menerima keadaan yang terjadi. Dengan nada tenang, ia mengaku tetap berharap kejadian serupa tidak terulang kembali pada pelaksanaan kegiatan penting lainnya.

“Kalau memang tidak bisa diulang ya saya ikhlaskan. Tapi kalau ada pemadaman listrik sebaiknya ada pemberitahuan lebih dulu supaya sekolah dan peserta bisa bersiap,” ujarnya.

Peristiwa yang dialami Nadia pun menuai simpati dari banyak warganet. Bukan hanya karena tangisnya yang viral, tetapi juga karena perjuangan dan harapan seorang anak yang harus menghadapi situasi di luar kendalinya setelah berbulan-bulan mempersiapkan diri untuk meraih prestasi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Monyet Liar Masuk Permukiman Warga di Kebonpedes, Dievakuasi Damkar Sukabumi

0

Wartain.com – Kemunculan seekor monyet ekor panjang di kawasan permukiman warga menghebohkan penghuni Perumahan Sukaraja Indah Regency, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/6/2026) pagi. Satwa liar tersebut bahkan sempat masuk ke dalam rumah warga hingga membuat penghuni panik.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, pemilik rumah bernama Yudi Irwanda tengah membersihkan rumahnya. Tanpa diduga, ia melihat seekor monyet berada di sekitar tembok rumah dan bergerak menuju area dapur.

Komandan Regu Posko VI Sukaraja Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Ade Feri, mengatakan awalnya pemilik rumah hanya melihat bayangan bergerak di sekitar bangunan. Namun setelah diperiksa, ternyata bayangan tersebut merupakan seekor monyet liar.

“Ketika didekati warga, monyet itu menunjukkan perilaku agresif dengan menyeringai seperti hendak menyerang, sehingga pemilik rumah memilih menjauh dan meminta bantuan petugas,” ujar Ade.

Diduga satwa bernama latin Macaca fascicularis itu tertarik masuk ke lingkungan rumah karena mencium aroma makanan dari dapur. Dalam kondisi kebingungan, monyet tersebut kemudian berpindah ke kamar mandi.

Melihat kesempatan tersebut, pemilik rumah segera menutup pintu kamar mandi untuk mencegah hewan itu berkeliaran ke area lain sambil menunggu petugas datang ke lokasi.

Menerima laporan warga, petugas Damkar Posko VI Sukaraja langsung melakukan evakuasi. Proses pengamanan berlangsung tanpa kendala dan monyet berhasil diamankan dalam kondisi selamat.

Menurut Ade, kemungkinan besar monyet tersebut merupakan satwa liar yang terpisah dari kelompoknya. Kondisi itu membuat hewan tersebut mencari sumber makanan hingga masuk ke kawasan permukiman penduduk.

“Biasanya kalau terpisah atau dikucilkan dari kelompoknya, satwa akan bergerak sendiri mencari makan. Saat mencium aroma makanan dari lingkungan warga, kemungkinan dia mendekati area tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan karakteristik dan perilakunya, petugas menduga monyet itu berasal dari habitat alami di kawasan pegunungan sekitar Gunung Gede Pangrango.

Saat ini hewan tersebut masih berada dalam pengawasan petugas di Posko VI Sukaraja untuk proses pemulihan kondisi. Setelah dinilai cukup stabil, monyet akan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di kawasan pegunungan Selabintana.

“Untuk sementara masih kami amankan. Rencananya dalam satu sampai tiga hari ke depan akan kami lepasliarkan kembali ke kawasan pegunungan arah Gunung Gede agar bisa kembali ke habitatnya,” pungkas Ade.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Menteri Imipas Serahkan 5 Rumah Dibedah di Sukabumi, Targetkan 530 Rutilahu untuk Masyarakat Prasejahtera

0

Wartain.com – Program bedah rumah bagi masyarakat prasejahtera terus digencarkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa jajaran kementeriannya memiliki tanggung jawab untuk mendukung program Presiden melalui berbagai aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Andrianto saat meresmikan hasil program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di sekitar Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak lima unit rumah dan satu masjid yang telah selesai dibangun secara resmi diserahkan kepada penerima manfaat.

“Kami ini pembantunya Bapak Presiden. Jadi tugas kita adalah bagaimana bisa menjadi bagian memberikan kontribusi untuk melancarkan program Presiden,” ujar Agus Andrianto.

Menurut Agus, program bedah rumah yang dijalankan pihaknya memiliki keunggulan dari sisi efisiensi waktu dan biaya. Pembangunan lima rumah tersebut hanya membutuhkan waktu 19 hari berkat penggunaan material prefabrikasi yang diproduksi oleh warga binaan Lapas Kelas I Tangerang.

“Kecepatan waktu dan bahan yang relatif terjangkau ini bisa menghasilkan rumah yang layak untuk masyarakat,” katanya.

Dalam proses pembangunannya, warga binaan Lapas Sukabumi turut dilibatkan untuk bekerja bersama tenaga profesional. Selain mendapatkan pengalaman kerja, mereka juga memperoleh premi atas keterlibatannya dalam proyek sosial tersebut.

Agus mengungkapkan, hingga saat ini jajaran pemasyarakatan telah berhasil merealisasikan pembangunan dan bedah sebanyak 24 unit rumah tidak layak huni di berbagai daerah. Program tersebut akan terus diperluas melalui target nasional bertajuk “Satu Lapas, Satu Bedah Rumah” dengan sasaran jangka panjang mencapai 530 unit rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Maryono, buruh harian serabutan asal Warungkiara. Selama puluhan tahun, ia bersama keluarganya tinggal di rumah bilik bambu yang telah lapuk dan kerap bocor saat hujan turun.

“Kondisi rumah sebelum dibedah istilahnya bilik bambu bocor-bocor, makanya dengan adanya bedah rumah amat sangat terbantu,” ungkap Maryono.

Kini rumah yang ditempati Maryono bersama istri, anak dan ibunya telah berubah menjadi hunian yang lebih kokoh, aman, dan layak huni, memberikan harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Semifinal Piala AFF U19 2026: Timnas U19 Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final, Kamis 11 Juni Pukul 20.15 WIB

0
Oplus_131072

Wartain.com – Babak empat besar Piala AFF U19 2026 resmi dimulai Kamis, 11/6/2026. Salah satu laga paling dinanti mempertemukan Timnas U19 Indonesia melawan Australia. Duel ini jadi ajang pembuktian kedua tim siapa yang layak melaju ke final.

Kepastian laga semifinal Indonesia vs Australia didapat setelah seluruh rangkaian pertandingan fase grup ASEAN U19 Championship 2026 tuntas. Persaingan grup berjalan sengit hingga laga terakhir.

Laga penutup Grup C antara skuad muda Socceroos melawan Kamboja pada Selasa 9/6/2026 menjadi penentu komposisi tim lolos. Hasil laga itu memastikan Australia lolos sebagai salah satu wakil terbaik.

Kini empat negara sudah memastikan tempat di fase gugur. Keempatnya adalah Timnas U19 Indonesia, Australia, Thailand, dan Kamboja. Mereka akan bertarung memperebutkan dua tiket ke partai puncak.

Stadion Utama Sumatera Utara ditunjuk sebagai arena pertarungan. Semifinal akan digelar dua laga dalam satu hari dengan suasana dipastikan bergemuruh oleh dukungan suporter tuan rumah.

Rangkaian jadwal dibuka dengan laga Thailand vs Kamboja pukul 16.00 WIB. Laga ini mempertemukan dua kekuatan Asia Tenggara yang sama-sama punya ambisi besar ke final.

Setelah itu giliran laga akbar Timnas U19 Indonesia vs Australia kick-off pukul 20.15 WIB. Garuda Muda akan diuji mental dan taktik menghadapi fisik serta kedalaman skuad Socceroos yang selama ini jadi kekuatan utama Australia.

Bagi Indonesia, semifinal ini momentum membuktikan progres pembinaan usia muda. Dukungan penuh suporter di SUUT diharapkan jadi energi tambahan untuk menekan permainan Australia sejak menit awal.

Sementara Australia datang dengan reputasi tim kuat di level junior. Mereka punya catatan bagus di Piala AFF U19 dan selalu jadi lawan yang sulit ditaklukkan karena disiplin serta transisi cepat.

Pelatih kedua tim dipastikan menyiapkan strategi terbaik. Indonesia mengandalkan kolektivitas dan kecepatan sayap, sedangkan Australia mengandalkan postur tinggi dan bola-bola mati untuk membongkar pertahanan lawan.

Lolos ke final bukan hanya soal gengsi. Tiket final Piala AFF U19 2026 juga jadi tolok ukur keberhasilan program jangka panjang PSSI dalam mencetak pemain muda siap bersaing di level Asia.

Seluruh masyarakat Indonesia diharapkan mendukung Garuda Muda. Siapa yang berhak ke final akan ditentukan 90 menit penuh tensi tinggi Kamis malam. Satu langkah lagi menuju mahkota juara ASEAN.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Webinar SPMB Ramah Dorong Penerimaan Murid Baru yang Transparan, Inklusif, dan Berkeadilan

0

Wartain.com – Kementerian Pendidikan melalui program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah terus mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang transparan, berkeadilan, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan webinar SPMB Ramah yang digelar pada Rabu (10/6/2026).

Webinar tersebut menjadi wadah bagi pemerintah daerah, kepala sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan untuk memahami dan memperkuat implementasi SPMB Ramah di berbagai daerah.

Kegiatan ini menekankan pentingnya memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi. Dalam webinar tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai berbagai aspek penting pelaksanaan SPMB Ramah.

Materi yang dibahas meliputi praktik baik sosialisasi petunjuk teknis (juknis) oleh pemerintah daerah kepada satuan pendidikan, peran kepala sekolah dalam mempersiapkan dan melaksanakan SPMB Ramah, hingga pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sekolah swasta dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Melalui pendekatan yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan yang berpihak kepada peserta didik, SPMB Ramah diharapkan mampu memberikan kepastian layanan pendidikan yang adil bagi seluruh calon murid.

Selain mengikuti webinar secara daring melalui Zoom dan siaran langsung, para kepala sekolah juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan maupun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan SPMB Ramah di daerah masing-masing. Pertanyaan yang masuk akan dibahas dan dijawab oleh narasumber selama kegiatan berlangsung.

Penyelenggara berharap webinar ini dapat meningkatkan pemahaman para kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan mengenai kebijakan serta mekanisme SPMB Ramah, sehingga pelaksanaannya di lapangan dapat berjalan optimal, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pihak terkait, SPMB Ramah diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan dapat diakses oleh semua anak Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

PPJNA 98 Apresiasi Langkah Dasco Temui Himbara dan Danantara, Sebut Bentuk Keberpihakan ke Ekonomi Bangsa

0
Oplus_131072

Wartain.com – Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, mengapresiasi langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dasco dinilai berpihak pada kepentingan ekonomi bangsa setelah bertemu jajaran Himpunan Bank Milik Negara Himbara dan Danantara untuk membahas kondisi saham perbankan nasional.

Menurut Anto, pertemuan itu menunjukkan kepedulian Dasco terhadap stabilitas sektor keuangan nasional. Di tengah dinamika pasar yang memengaruhi kinerja saham perbankan, komunikasi antara pemangku kebijakan dan industri perbankan menjadi sangat penting.

“Langkah Dasco bertemu dengan Himbara dan Danantara menunjukkan kepedulian terhadap kepentingan ekonomi bangsa. Stabilitas sektor perbankan sangat penting karena berkaitan langsung dengan kepercayaan pasar, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Anto Kusumayuda dalam keterangannya, Rabu 10/6/2026.

Anto menegaskan sektor perbankan memiliki peran strategis. Bank menjadi tulang punggung pembiayaan berbagai sektor produktif yang menjadi penggerak ekonomi Indonesia. Gangguan di pasar saham perbankan berpotensi merembet ke pembiayaan UMKM, infrastruktur, dan sektor riil.Ia menilai pembahasan saham perbankan tidak boleh dilihat semata sebagai persoalan pasar modal. Isu ini menyangkut keberlanjutan pem

bangunan ekonomi nasional secara keseluruhan, karena menyangkut hajat hidup banyak sektor.

Komunikasi antara DPR, perbankan nasional, dan Danantara dinilai penting agar kebijakan ekonomi berjalan selaras. Koordinasi yang baik akan memberikan kepastian kepada pelaku usaha dan investor di tengah volatilitas pasar global.

“Ketika ada gejolak atau dinamika di pasar, diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dasco mengambil peran untuk memastikan adanya komunikasi yang konstruktif demi menjaga kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Anto juga menyebut langkah Dasco sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Dukungan terhadap langkah pemerintah dan lembaga terkait, kata dia, diperlukan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

PPJNA 98 meyakini sinergi antara pemerintah, DPR, perbankan nasional, dan Danantara menjadi modal penting menjaga ketahanan ekonomi Indonesia. Koordinasi lintas lembaga diyakini mampu meredam sentimen negatif pasar.

Anto berharap langkah strategis yang dilakukan Dasco bersama Himbara dan Danantara memberi dampak positif langsung ke masyarakat luas. Stabilitas perbankan akan berdampak pada suku bunga, akses kredit, dan daya beli masyarakat.

Dukungan PPJNA 98 terhadap Dasco bukan kali ini saja. Sebelumnya organisasi itu beberapa kali menyatakan dukungan atas langkah politik dan kebangsaan Dasco yang dinilai mengedepankan stabilitas nasional serta kepentingan rakyat.

“Yang dilakukan Dasco hari ini bukan semata-mata membahas saham perbankan, tetapi juga menjaga kepercayaan terhadap ekonomi nasional. Ini adalah bentuk pembelaan terhadap kepentingan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan yang ada,” pungkas Anto.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)