26.7 C
Jakarta
Kamis, Juli 16, 2026
Beranda blog Halaman 327

Dapur Hidup: Solusi Pangan Mandiri dan Apotek Berjalan di Pekarangan Rumah

0
Oplus_131072

Wartain.com || Memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber bahan pangan mandiri kini semakin diminati masyarakat, terutama di perkotaan dengan lahan terbatas.

Konsep ini dikenal sebagai dapur hidup, sebuah inisiatif cerdas yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, tetapi juga berfungsi sebagai apotek berjalan keluarga.

Lahan sempit bukan lagi halangan. Beragam sayuran dan bumbu dapur yang sekaligus berfungsi sebagai obat tradisional dapat ditanam secara efektif menggunakan media tanam alternatif, seperti pot gantung, wall planter, rak vertikal, atau karung bekas.

Metode ini mengoptimalkan ruang dan mendukung pertumbuhan tanaman secara maksimal.

Berikut adalah ulasan dari Wartain.com mengenai beberapa komoditas unggulan yang cocok dibudidayakan di lahan terbatas, dirangkum pada Senin (26/1/2026).

Sayuran dan Bumbu yang Cocok di Lahan Sempit

1. Jahe

Tanaman rimpang ini merupakan salah satu bumbu dapur esensial. Selain fungsi kuliner, jahe juga berkhasiat sebagai obat kesehatan. Menurut informasi dari Direktorat Jenderal Kesehatan Kementerian RI, jahe mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan, efektif meredakan peradangan dan menangkal radikal bebas.

2. Kunyit

Kunyit sangat mudah dikembangkan, bahkan dalam media tanam sederhana seperti karung bekas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa kunyit (Curcuma longa) mengandung kurkumin, senyawa yang diakui luas memiliki sifat anti-inflamasi kuat, antioksidan, serta antivirus.

3. Kencur

Dikenal sebagai bumbu masakan dan bahan jamu tradisional, kencur juga menjadi bahan baku penting dalam industri kosmetik dan farmasi internasional. Berdasarkan informasi dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), kencur (Kaempferia galanga L) merupakan salah satu komoditas tanaman obat unggulan bernilai ekonomi tinggi.

4. Cabai Rawit

Tanaman hortikultura ini menghasilkan buah kecil pedas yang sangat dibutuhkan di dapur Indonesia. Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi. Menurut panduan teknis pertanian, tanaman ini tumbuh optimal di ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut (dpl) dengan tanah gembur, pH 6-7, dan kaya bahan organik.

5. Tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) adalah sayuran serbaguna yang kerap dibutuhkan untuk berbagai masakan. Berdasarkan informasi dari balai pertanian Kementan/Dinas Pertanian, tomat merupakan sumber penting vitamin A dan C, yang berperan vital dalam menjaga kesehatan mata dan daya tahan tubuh

Secara keseluruhan, inisiatif dapur hidup yang diuraikan oleh Wartain.com ini menegaskan potensi besar pekarangan rumah sebagai sumber daya vital.

Dari jahe hingga tomat, komoditas unggulan ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung kesehatan keluarga secara mandiri. Menerapkan konsep ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan dan kesehatan keluarga Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Resmikan Kantor Kecamatan Ciemas, Bupati Sukabumi Minta Optimalkan Layanan Publik, Ramah dan Transparan 

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H Asep Japar mengatakan rehabilitasi Kantor Kecamatan Ciemas merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Menurutnya, kantor kecamatan menjadi garda terdepan pelayanan administrasi pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan warga.

Demikian ditegaskan Bupati saat meresmikan Kantor Kecamatan Ciemas yang telah selesai direhabilitasi. Peresmian berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Senin (26/1/2026).

“Kecamatan Ciemas merupakan wilayah yang memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional. Karena itu, dukungan infrastruktur, baik jalan maupun fasilitas perkantoran, harus terus diperkuat,” kata Bupati.

Bupati juga mengapresiasi peran anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Daerah Pemilihan VI yang dinilai konsisten mendorong kemajuan wilayah, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik.

Disebutkan oleh Bupati, Kecamatan Ciemas memiliki posisi strategis terutama dalam pengembangan kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Pembangunan sarana dan prasarana fisik, seperti kantor kecamatan yang representatif, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan publik agar semakin dekat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“kemegahan gedung harus sejalan dengan semangat kerja yang produktif, pelayanan yang ramah, cepat, dan transparan,” ujarnya.

Bupati berpesan kepada camat beserta seluruh jajaran agar menjadikan kantor tersebut sebagai pusat inovasi pelayanan publik, sejalan dengan visi Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah). Selain itu, gedung baru diharapkan mampu mendorong sinergi antara kecamatan, desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah serta mengakselerasi kemajuan sektor pariwisata dan pertanian di Kecamatan Ciemas.

“Saya titip agar gedung yang baru ini dipelihara dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Ciemas, Usep Supelita, menyampaikan bahwa rehabilitasi Kantor Kecamatan Ciemas tidak hanya mencakup perbaikan gedung utama, tetapi juga penambahan aula, gedung sekretariat PKK, mushala, serta penataan halaman kantor.

“Saya sangat bangga dan berterima kasih atas perhatian Bupati Sukabumi sehingga rehabilitasi dan penambahan fasilitas ini dapat terwujud. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Ciemas dan Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Camat menambahkan, selain dikenal sebagai pusat wisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kecamatan Ciemas juga berkontribusi terhadap suplai ketahanan pangan nasional. Kontribusi tersebut turut mengantarkan Kabupaten Sukabumi meraih penghargaan dari Presiden sebagai daerah berdaulat pangan.

Pada momen peresmian tersebut, pemerintah kecamatan ciemas menghadirkan sejumlah layanan kepada masyarakat, di antaranya pelayanan kesehatan, pelayanan keluarga berencana (KB), donor darah, serta pelayanan administrasi kependudukan.

Dalam kesempatan itu, bupati menyerahkan 1 unit traktor roda 4 dan 1 unit drone untuk sprayer pertanian kepada kepada kelompok tani Kecamatan Ciemas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Persib Bandung Perkenalkan Dion Markx dan Layvin Kurzawa di Hadapan Ribuan Bobotoh di GBLA

0

Wartain.com || Persib Bandung resmi memperkenalkan dua pemain barunya usai pertandingan melawan PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 25 Januari 2025. Pengenalan tersebut dilakukan langsung di hadapan ribuan Bobotoh yang memadati stadion setelah laga berakhir.

Dua pemain yang diperkenalkan adalah Dion Markx dan Layvin Kurzawa. Dion Markx merupakan pemain diaspora Indonesia kelahiran Nijmegen, Belanda, 29 Juni 2005 (20 tahun). Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya yang berasal dari Aceh. Dion berposisi sebagai bek tengah dan sebelumnya memperkuat klub TOP Oss.

Selain Dion, Persib juga menghadirkan Layvin Kurzawa, bek kiri berusia 33 tahun kelahiran Prancis. Kurzawa dikenal sebagai mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan direkrut untuk menggantikan Federico Barba yang sebelumnya mengisi lini pertahanan Maung Bandung.

Manajemen Persib memperkenalkan kedua pemain tersebut sebagai bagian dari langkah memperkuat skuad menghadapi lanjutan kompetisi BRI Super League musim ini dan AFC Two.

Kehadiran Dion Markx dan Layvin Kurzawa diharapkan mampu menambah kekuatan dan kedalaman lini belakang Persib Bandung.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Mudahkan Masyarakat, Pemkab Sukabumi Terapkan Layanan Nomor Panggilan Darurat 112

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama PT Digital Sandi Informasi (DSI) membahas rencana penerapan Layanan Nomor Panggilan Darurat 112. Pembahasan tersebut berlangsung di Ruang rapat Wakil Bupati, Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (26/1/2026).

Pembahasan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, dan dihadiri para asisten daerah, staf ahli bupati, serta jajaran Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi.

Sekda H Ade Suryaman mengatakan, layanan panggilan darurat 112 sangat dibutuhkan untuk diterapkan di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, layanan tersebut dapat mempermudah masyarakat dalam menyampaikan aduan, baik terkait pelayanan publik, kebencanaan, kebakaran, maupun kondisi darurat lainnya, sehingga pemerintah dapat merespons lebih cepat.

“Kita akan mempersiapkan langkah-langkah konkret agar layanan ini bisa segera dikerjasamakan dan diterapkan di Kabupaten Sukabumi,” kata Sekda.

Sekda menjelaskan, ke depan layanan call center 112 akan berada di bawah Diskominfosan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga akan segera menyurati Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) agar layanan tersebut dapat segera direalisasikan.

“Sambil menunggu realisasi, kami juga berencana melakukan studi ke Kota Bandung yang dinilai berhasil dalam mengelola layanan 112 di Jawa Barat,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, Kepala Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Yulipri, menuturkan bahwa layanan call response 112 sangat tepat diterapkan di wilayah Sukabumi. Selain memudahkan masyarakat dalam menyampaikan keluhan, layanan ini juga bebas pulsa sehingga tidak membebani warga.

“Beberapa daerah di Jawa Barat, seperti Kota Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan beberapa daerah lainnya sudah menerapkan layanan ini. Diskominfosan tentu akan segera menindaklanjuti rencana kerja sama tersebut,” pungkasnya.

Perwakilan PT Digital Sandi Informasi, Wulan, menjelaskan bahwa 112 merupakan layanan nomor tunggal panggilan darurat nasional yang bebas pulsa dan telah diterapkan di berbagai kabupaten/kota di Indonesia.

“Layanan 112 hadir sebagai solusi nomor tunggal darurat yang mudah diingat, berstandar nasional, dan menjadi bagian dari pengembangan smart city,” ujarnya.

Menurutnya, Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini tengah memfokuskan penerapan layanan 112 di seluruh Indonesia.

Wulan menambahkan, layanan 112 juga memungkinkan pimpinan daerah memantau secara langsung kecepatan penanganan berbagai kondisi darurat, termasuk kebencanaan.

“Harapannya, masyarakat Kabupaten Sukabumi dapat memanfaatkan layanan 112 untuk melaporkan kondisi darurat dengan cepat dan mudah,” tutupnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Diduga Kebocoran Gas LPG 3 Kg, Perempuan 60 Tahun di Parakanlima Alami Luka Bakar

0

Seorang perempuan bernama Lilis (60), warga Kampung Cisalak RT 04/12, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, mengalami luka bakar akibat dugaan kebocoran gas LPG 3 Kg saat hendak memasak nasi, pada Minggu (25/1/206) Malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Eneng (36), salah seorang warga sekitar, menyebutkan bahwa korban saat itu baru saja bersiap memasak nasi di dapur rumahnya.

“Korban baru mau masak nasi. Diduga ada kebocoran gas LPG, tiba-tiba api menyambar dan terjadi ledakan sampai ada getaran,” ujar Eneng saat menceritakan kronologi kejadian.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka sangat serius sampai warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan dan menghubungi pihak terkait.

Korban dirumah bersama anaknya Rido yang kemudian menghubungi Vika masih anak korban.

Tak lama kemudian, petugas medis tiba di lokasi dan segera mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di RS Syamsudin Kota Sukabumi.

“Begitu ditelepon, langsung diarahkan untuk memanggil ambulans. Petugas datang dan korban langsung dibawa untuk mendapatkan perawatan,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan sementara warga, penyebab kejadian diduga kuat berasal dari kebocoran gas LPG yang terjadi sebelum korban menyalakan api kompor. Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Persib Bandung Lanjutkan Tren Positif, Tekuk PSBS Biak 1-0

0

Wartain.com || Persib Bandung melanjutkan tren positifnya di ajang BRI Super League setelah mengalahkan PSBS Biak dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu malam, 25 Januari 2026.

Kemenangan tersebut diraih Persib berkat gol tunggal yang dicetak Berguinho pada menit ke-88 babak kedua. Gol tercipta setelah Berguinho berhasil memanfaatkan umpan matang dari Ramon, yang tak mampu diantisipasi lini pertahanan PSBS Biak.

Pada babak pertama, Persib Bandung tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, solidnya penampilan penjaga gawang PSBS Biak membuat peluang-peluang tersebut belum berbuah gol hingga turun minum.

Situasi pertandingan berubah di babak kedua. PSBS Biak harus bermain dengan 10 pemain setelah Heri Susanto diganjar kartu kuning kedua oleh wasit pada menit ke-56, sehingga berujung kartu merah.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Persib untuk terus menekan pertahanan PSBS Biak hingga akhirnya gol penentu kemenangan tercipta di penghujung laga.

Dengan hasil ini, Persib Bandung kembali ke puncak klasemen sementara BRI Super League dan semakin memperkokoh posisi mereka dalam persaingan papan atas liga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Kota Sukabumi Raih 131 Penghargaan Sepanjang 2025

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi mencatatkan prestasi gemilang sepanjang tahun 2025 dengan meraih total 131 penghargaan di tingkat internasional, nasional, dan Provinsi Jawa Barat. Capaian tersebut diraih di bawah kepemimpinan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.

Hal itu disampaikan Ayep Zaki dalam pertemuan di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi, Minggu (25/1/2026). Ia menegaskan bahwa deretan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.

“Penghargaan ini adalah buah dari kerja bersama dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ayep.

Dari total capaian tersebut, empat penghargaan diraih di tingkat internasional, mayoritas dari sektor olahraga. Sementara di tingkat nasional, Kota Sukabumi mengoleksi 21 penghargaan, di antaranya predikat Kota Terinovatif, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, peringkat ke-6 Kota Tertoleran di Indonesia, serta penghargaan Mal Pelayanan Publik.
Di tingkat Provinsi Jawa Barat, Kota Sukabumi mendominasi dengan meraih 106 penghargaan di berbagai sektor, mulai dari sosial, pendidikan, hingga tata kelola ASN.

Meski demikian, Ayep Zaki menegaskan bahwa penghargaan bukan tujuan akhir, melainkan tolok ukur untuk terus memperbaiki kinerja pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Angin Kencang Rusak Atap Pesantren di Sukabumi

0

Wartain.com || Dampak angin kencang yang melanda Kota Sukabumi pada Sabtu (24/1/2026) terus meluas. Hingga Minggu (25/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi masih menerima laporan kerusakan bangunan akibat cuaca ekstrem tersebut.

Salah satu lokasi dengan tingkat kerusakan paling parah terjadi di lingkungan Pesantren Jamiatul Quro, Kampung Selaeurih RT 03 RW 07, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong. Terjangan angin menyebabkan atap hingga kubah masjid di kompleks pesantren tersebut roboh.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, bagian atap dan kubah masjid ambruk dengan area terdampak mencapai sekitar 7 meter x 6 meter.

“Cuaca ekstrem pada 24 Januari 2026 mengakibatkan kubah dan atap masjid di Pesantren Jamiatul Quro ambruk. Luas bangunan yang terdampak kurang lebih 7 meter kali 6 meter,” ujar Yoseph, Minggu (25/1/2026).

Meski kerusakan cukup parah, seluruh santri dipastikan selamat. Pesantren tersebut diketahui dihuni sekitar 200 santri yang bermukim di dalam kompleks pondok.
BPBD Kota Sukabumi menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung melakukan penanganan dengan mengevakuasi material reruntuhan bangunan masjid guna mencegah risiko lanjutan.

Selain kerusakan di pesantren, BPBD juga mencatat sejumlah kejadian lain akibat angin kencang yang tersebar di berbagai wilayah Kota Sukabumi. Di antaranya, atap rumah warga dilaporkan terbawa angin di Jalan Gunung Karang RT 01 RW 10, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum.

Peristiwa serupa juga terjadi di beberapa titik di Kelurahan Lembursitu, seperti di Kampung Selakaso RT 03 RW 07, Kampung Loa Copong RT 02 RW 21, serta Kampung Nanggerang RW 13. Kerusakan atap rumah warga juga dilaporkan terjadi di Gang Berdikari RT 07 RW 07, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong.

Selain itu, laporan kerusakan akibat angin kencang juga masuk dari Kampung Kadulawang RT 05 RW 01, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kampung Cicadas Hilir RT 03 RW 09, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, serta RT 02 RW 05, Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum.

Tak hanya merusak bangunan, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di wilayah RT 06 RW 01, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, yang sempat mengganggu aktivitas warga.

BPBD Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan dampak bencana di lingkungan sekitar guna mempercepat penanganan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ganda Putra Runner Up di Indonesia Masters 2026, Raymond/Nikolaus Digadang Penerus The Minions

0

Wartain.com || Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin harus puas finis sebagai runner up pada turnamen bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 Super 500 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, 25 Januari 2026.

Pada partai final, pasangan muda Indonesia tersebut harus mengakui keunggulan wakil Malaysia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin (unggulan keempat), yang tampil solid sepanjang pertandingan. Raymond/Nikolaus kalah dalam dua gim langsung.

Pada set pertama, duel berjalan ketat hingga pasangan Malaysia mampu mengamankan kemenangan dengan skor 21-19. Memasuki set kedua, tekanan permainan lawan membuat Raymond/Nikolaus kesulitan mengembangkan permainan dan kembali kalah dengan skor 21-13.

Meski gagal meraih gelar juara, penampilan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin tetap mendapat apresiasi. Pasangan muda ini dinilai memiliki potensi besar dan digadang-gadang sebagai calon penerus ganda putra andalan Indonesia, The Minions, di masa mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Alwi Farhan Sabet Emas Indonesia Masters 2026, Wakil Thailand Tak Berkutik di Istora

0

Wartain.com || Alwi Farhan berhasil meraih medali emas sekaligus keluar sebagai juara pertama nomor tunggal putra (men single) pada turnamen bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 Super 500 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, 25 Januari 2026.

Atlet Indonesia tersebut tampil gemilang di partai final dengan mengalahkan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dalam dua gim langsung. Alwi Farhan menunjukkan dominasi penuh sejak awal pertandingan dan menutup laga dengan skor telak 21-5 pada set pertama dan 21-6 pada set kedua.

Kemenangan ini memastikan Alwi Farhan naik podium tertinggi sekaligus mempersembahkan gelar juara bagi Indonesia di hadapan ribuan pendukung yang memadati Istora Senayan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)