26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 15, 2026
Beranda blog Halaman 326

Kepedulian Sosial Polri Buka Akses Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah di Sukabumi

0

Wartain.com || Kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali terlihat melalui aksi kepedulian sosial yang dilakukan jajaran Polres Sukabumi Kota. Seorang anak perempuan berusia 14 tahun berinisial NA, yang sebelumnya terpaksa putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, kini dapat kembali mengakses pendidikan secara layak.

Anak tersebut saat ini telah terdaftar sebagai santri di Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, sekaligus mengikuti pendidikan formal di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Musthofa.

Peristiwa ini bermula saat Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ardian Satrio Utomo, melakukan kunjungan kerja ke Polsek Sukaraja. Di sela kegiatan, ia berinteraksi dengan NA yang datang menjajakan gorengan ke lingkungan Polsek. Dari pertemuan singkat itu terungkap bahwa NA harus menghentikan sekolahnya sejak lulus SD demi membantu ekonomi keluarga.

Kondisi tersebut mendorong jajaran Polres Sukabumi Kota untuk mengambil langkah nyata dengan memfasilitasi NA agar dapat kembali melanjutkan pendidikan di lingkungan yang mendukung pembentukan karakter dan masa depan anak.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ardian Satrio Utomo menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, tanpa terkecuali.

“Anak-anak tidak boleh kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tetap memiliki masa depan,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, penempatan NA di pondok pesantren diharapkan tidak hanya membantu keberlanjutan pendidikan formal, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta nilai-nilai moral yang kuat.

Kini, NA telah menjalani keseharian sebagai santri dan kembali duduk di bangku pendidikan bersama anak-anak seusianya. Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat sebagai contoh konkret peran Polri dalam menjawab persoalan sosial, khususnya di bidang perlindungan dan pendidikan anak.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Diduga Komplotan, Aksi Percobaan Curanmor Terekam CCTV di Cisaat Sukabumi

0

Wartain.com || Aksi dugaan percobaan pencurian sepeda motor terekam kamera pengawas (CCTV) di kawasan deretan Kios Sari Telor, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Minggu (25/1/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat kondisi lokasi tengah ramai pengunjung.

Korban berinisial DS (27) menuturkan, kejadian bermula ketika dua orang tak dikenal datang berboncengan menggunakan sepeda motor. Keduanya langsung menghampiri sepeda motor milik korban yang terparkir di sekitar kios. Salah satu pelaku mengenakan hoodie berwarna kuning, sementara rekannya menggunakan hoodie abu-abu keputihan.

Menurut DS, kedua pelaku sempat mengutak-atik kunci motor hingga mesin dan lampu kendaraan menyala. Bahkan, motor sempat dinaikkan dan didorong mundur, sebelum akhirnya dikembalikan ke posisi semula.

“Motornya sempat dinaikin dan dimundurin, tapi malah ditaruh lagi. Kondisinya mesin dan lampu masih nyala, lalu mereka pergi. Waktu itu saya lagi jaga kios dan suasana lagi ramai,” ujar DS, Senin (26/1/2026).

Tidak berselang lama, dua orang lain kembali mendatangi lokasi dengan satu sepeda motor. Salah satunya masih mengenakan hoodie kuning, sementara rekannya menggunakan hoodie berwarna navy. Keduanya terlihat berkeliling sambil terus mengamati sepeda motor korban yang masih dalam kondisi menyala.

“Mereka muter-muter sambil ngeliatin motor terus. Karena kios lagi rame, mereka akhirnya pergi lagi,” katanya.

Kecurigaan keluarga korban muncul saat bibi DS hendak menuju kamar mandi yang posisinya berada lebih tinggi dari area parkir. Melihat sepeda motor dalam keadaan menyala, keluarga sempat mengira kunci tertinggal. Namun setelah diperiksa, kunci motor diketahui telah dirusak dan helm korban ditemukan berserakan di bawah.

“Pas dicek ternyata kuncinya sudah dibobol dan helm berantakan. Akhirnya motor langsung saya pindahkan sambil melihat rekaman CCTV,” ungkapnya.

Saat korban meninjau rekaman kamera pengawas, tiga orang lain kembali datang menggunakan satu sepeda motor. Meski belum dapat dipastikan keterkaitannya, DS menilai gerak-gerik mereka mencurigakan karena terus memperhatikan area parkir motor yang sebelumnya menjadi sasaran.

“Mereka masih melihat ke arah tempat motor awalnya diparkir. Walaupun motornya sudah saya pindahkan ke depan kios, mereka tetap celingak-celinguk sambil pergi,” ujarnya.

DS menduga para pelaku sengaja meninggalkan motor dalam kondisi menyala sebagai penanda, sebelum kembali membawa orang lain yang dianggap lebih berpengalaman. Namun karena situasi kios yang ramai, aksi pencurian diduga gagal dilakukan.

“Jarak kios ke parkiran cuma sekitar 5 sampai 8 meter. Setelah lihat CCTV, saya yakin ini bukan kejadian kebetulan,” pungkasnya.

Hingga kini, korban berharap rekaman CCTV tersebut dapat dimanfaatkan pihak kepolisian untuk mengungkap identitas para pelaku dan mencegah kejadian serupa di wilayah tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kurzawa Resmi Jadi Punggawa Persib, Pengamat Sepak Bola Riphan Pradipta : Hal yang Sangat Positif 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pengamat sepak bola Riphan Pradipta menilai langkah Persib mendatangkan pemain berpengalaman seperti Kurzawa sebagai keputusan yang sangat positif.

Ia melihat kehadiran bek asal Prancis tersebut sesuai dengan kebutuhan tim sekaligus memberi nilai tambah di luar aspek teknis.

“Selain karena memang butuh pemain bek kiri kekuatan kaki kiri, dan bisa center bek. Secara reputasi Kurzawa reputasi eropa, pernah memperkuat timnas Prancis, di PSG main dengan Neymar dan bintang-bintang besar lainnya,” ujar Riphan, Minggu, 25/01/2026.

Kurzawa dikenal sebagai pemain yang lama berkiprah di Paris Saint-Germain. Dalam perjalanan kariernya, pemain berusia 33 tahun itu juga sempat menjalani masa peminjaman bersama Fulham FC di Inggris, sebelum terakhir memperkuat Boavista FC yang berkompetisi di Portugal.

“Pemain yang datang dengan reputasi dunia ke Persib, tentunya akan bagus untuk Persib secara tim dan secara branding Persib dikenal di luar negeri,” kata Riphan.

Menurut Riphan, kehadiran Kurzawa membawa dampak langsung terhadap citra Persib sebagai klub yang mampu mendatangkan pemain dengan nama besar.

Ia mencontohkan bagaimana persepsi lawan bisa berubah ketika mengetahui Persib diperkuat pemain dengan latar belakang PSG.

“Kata Ratchaburi di Persib ada Kurzawa yang pemain PSG, itu sangat penting untuk membuat statement di Asia, bahwa ada tim dari Indonesia bisa membeli Kurzawa,” ujar dia.

Kondisi tersebut menurutnya menjadi sinyal bahwa Persib memiliki kesiapan serius untuk bersaing, baik di level domestik maupun di kompetisi Asia.

“Dengan bergabungnya Kurzawa, lebih dari teknik dan taktik tapi ini ada lah sikap dari hawar-hawar Persib ke tim lain, ini tim besar dan menunjukan kesiapan Persib untuk meraih prestasi di dua kompetisi,” katanya.

Riphan menilai Kurzawa bisa disebut sebagai pemain berlevel dunia, meski tetap perlu memperhatikan riwayat kebugarannya. Namun ia menilai untuk kebutuhan Liga Indonesia dan ACL-2, kondisi Kurzawa masih sangat memadai.

“Tapi kalau untuk Liga Indonesia dan ACL 2 oke lah, Kurzawa ini, meski kondisinya tak terlalu fit. Dulu juga Persib pernah kedatangan Marcos Flores yang tidak terlalu fit tapi untuk liga Indonesia masih jago saja,” tuturnya.

Ia kemudian mengingatkan bahwa Persib sebelumnya juga pernah mendatangkan pemain bintang dengan kondisi fisik yang beragam, seperti Marcos Flores, Carlton Cole, hingga Michael Essien.

“Tapi untuk Kurzawa pasti masih bisa diandalkan karena secara posisi dia bisa membatu, bek kiri bek tengah seperti Barba sekarang, dan sayap kiri di depan,” kata Riphan.

Kedatangan Kurzawa juga dianggap memberi solusi atas posisi yang sebelumnya ditinggalkan Rezaldi dan Hamra. Riphan menilai kelebihan Kurzawa yang bisa bermain di beberapa posisi menjadi keuntungan tersendiri.

“Selain menambah secara posisi karena bisa ditiga posisi, tapi dia juga nambah mentalitas tim. Main dengan pemain jago, pasti menambah percaya diri merasa aman kepada pemain lain. Jadi bukan secara teknis secara mental juga pemain bintang itu sangat membantu performance,” katanya.

Ia menambahkan, meski sebelumnya Federico Barba bisa mengisi posisi bek kiri, kehadiran Kurzawa menciptakan dinamika persaingan yang sehat di lini belakang.

“Untuk mentalitas persaingan di belakang jadi bagus,” kata dia.

Ia menilai kehadiran Kurzawa menjawab salah satu kebutuhan penting Persib. Selain itu, opsi lain yang terbuka adalah kemungkinan Eliano dimainkan sebagai gelandang jika dibutuhkan.

“Dengan adanya Kurzawa terjawab satu, satu lagi ada hal yang penting, memungkinkan Eliano bermain di gelandang ketika gelandang butuh orang, katakanlah jika Pelupessy tidak jadi gabung, Eliano bisa fokus di gelandang,” kata dia.

Menurut Riphan, Kurzawa memberi banyak alternatif bagi Persib. Eliano bisa digeser ke lini tengah, Barba mendapat tantangan baru, dan persaingan internal menjadi lebih hidup.

“Untuk Persib, Bojan, atau Bobotoh, jadi lebih tenang. Kurzawa di Kiri, Barba di tengah, kanan Putros. Jadi ini sinyal yang cukup baik untuk Bobotoh untuk mengarungi putaran dua dan ACL-2,” ucap dia.

Riphan menilai Persib akan semakin kuat jika masih mampu mendatangkan satu atau dua pemain dengan level setara Kurzawa, Haye, atau Barba. Menurutnya, kebutuhan utama ada di posisi gelandang bertahan dan penyerang.

“Yang paling diperlukan kalau menurut saya di gelandang bertahan dan striker, tapi jika pun tak ada striker baru, yang ada sekarang aman-aman juga, kita tahu dedikasi Ramon Tanque dan Andrew Jung,” katanya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemkot Sukabumi Siapkan Ruang Ekspresi Seni, Gedung Aher Bakal Direvitalisasi

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi mulai menyiapkan ruang representatif bagi pelaku seni dan budaya. Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui peninjauan Gedung Aher oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, pada Jumat (23/01/2026), bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).

Gedung Aher yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal direncanakan akan direvitalisasi dan difungsikan sebagai pusat kegiatan kesenian. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan fasilitas publik yang mendukung pengembangan kreativitas masyarakat.

Wakil Wali Kota Bobby Maulana menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di tahun 2026 tidak hanya berfokus pada jalan dan fasilitas dasar, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sektor seni dan kebudayaan melalui optimalisasi aset daerah.

“Gedung Aher kita siapkan sebagai ruang ekspresi seni. Selama ini kendala teknis seperti akustik dan sirkulasi udara membuat gedung belum bisa dimanfaatkan secara maksimal,” jelas Bobby, Senin (26/1/2026)

Ia menyebutkan, proses perencanaan teknis revitalisasi saat ini tengah berjalan. Tahapan persiapan direncanakan berlangsung pada Februari hingga April 2026, sedangkan pekerjaan fisik ditargetkan dimulai pada Mei 2026 dengan estimasi pengerjaan sekitar lima bulan.

Revitalisasi akan mencakup peningkatan kualitas akustik ruangan, penataan sirkulasi udara, serta pembaruan fasilitas pendukung seperti pencahayaan, panggung pertunjukan, dan sistem kelistrikan agar sesuai dengan kebutuhan kegiatan seni.

Melalui revitalisasi tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi berharap Gedung Aher dapat menjadi pusat aktivitas seni dan budaya yang inklusif, sekaligus wadah kolaborasi bagi komunitas seni dan masyarakat luas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ledakan Diduga Akibat Kebocoran Gas, Kades Himbau Warga Lebih Waspada

0

Wartain.com || Sebuah insiden ledakan yang diduga berasal dari kebocoran gas terjadi di Kampung  Cisalak, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, terjadi pada Minggu malam (25/1/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang ibu rumah tangga bernama Lilis (60) mengalami kondisi cukup serius dan hingga kini masih dalam keadaan trauma akibat kejadian tersebut.

Dalam kejadian tersebut Mirwanda, Kades Parakanlima, menjenguk Korban di RS Syamsudin Kota Sukabumi dan memberikan keterangan.

Ia mengatakan awalnya tidak terlihat adanya tanda-tanda kebocoran gas. Namun, dari kronologi kejadian yang disampaikan keluarga korban, ledakan justru terjadi bukan saat api kompor dinyalakan, melainkan ketika api telah dipadamkan. Kejadian ini dinilai cukup tidak biasa dan menimbulkan kepanikan.

Saksi menyebutkan, ledakan tidak terjadi sekali, melainkan berupa semburan api yang muncul hingga tiga kali. Semburan api tersebut diduga kuat berasal dari kebocoran gas, kemungkinan pada bagian selang atau regulator tabung gas LPG.

“Korban maupun keluarganya masih dalam kondisi kaget dan trauma. Dari cerita yang disampaikan, memang tidak ada tanda kebocoran sebelumnya, namun setelah ditelusuri, kuat dugaan kebocoran berasal dari selang atau regulator,” ungkap Mirwanda, Senin (26/1/2026).

Atas kejadian tersebut, masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan gas dan api di rumah. Warga diminta tidak mengabaikan potensi kebocoran meskipun tidak tercium bau gas atau tidak terlihat tanda-tanda mencurigakan.

“Masyarakat jangan menganggap remeh. Selang dan regulator harus dicek secara berkala, minimal dua minggu sekali. Bisa saja terjadi kebocoran akibat usia pakai, pemasangan yang kurang tepat, atau digigit tikus,” tambahnya.

Dengan adanya pengecekan rutin, diharapkan risiko kebocoran gas dan potensi kecelakaan serupa dapat diminimalisir. Warga juga dihimbau segera mengganti peralatan gas yang sudah tidak layak pakai demi keselamatan bersama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tujuh Hari Tanpa Listrik dan Internet: Antara Kepanikan Kolektif, Manipulasi Kesadaran, dan Ujian Kemanusiaan

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Isu tentang listrik dan internet yang dikabarkan akan padam selama tujuh hari bukanlah sekadar kabar teknis. Ia menjelma menjadi fenomena sosial, psikologis, bahkan spiritual. Informasi semacam ini menyebar cepat, viral, dan memicu kegelisahan massal. Namun pertanyaan mendasarnya bukan hanya benar atau tidak, melainkan: mengapa narasi seperti ini mudah dipercaya, dan siapa yang diuntungkan dari ketakutan kolektif tersebut?

Dalam sejarah modern, pemadaman listrik dan gangguan komunikasi memang pernah terjadi—baik akibat bencana alam, konflik geopolitik, serangan siber, maupun kegagalan sistem. Tetapi klaim “mati total selama tujuh hari” tanpa penjelasan teknis yang terverifikasi sering kali lebih dekat pada narasi apokaliptik ketimbang analisis infrastruktur. Di sinilah problem epistemik bermula: masyarakat dibanjiri informasi, namun minim literasi verifikasi.

Secara psikologis, manusia memiliki kecenderungan negativity bias—lebih mudah percaya pada kabar buruk daripada kabar baik. Ketika listrik dan internet disebut, yang terancam bukan sekadar fasilitas, tetapi rasa aman eksistensial. Dunia modern telah menjadikan energi dan konektivitas sebagai “urat nadi kehidupan”. Maka isu pemadaman menjadi alat efektif untuk mengguncang kestabilan batin publik.

Masalahnya menjadi lebih serius ketika narasi ini dikaitkan dengan “agenda elit global”, “rekayasa besar”, atau figur tertentu yang diposisikan sebagai pembawa wahyu rahasia. Di titik ini, informasi bergeser menjadi mitologi politik. Bukan lagi berbasis data, melainkan sugesti. Bukan lagi membangunkan kesadaran, tetapi menghipnosis massa.

Polanya mirip dengan praktik dukunisme modern: ramalan besar, waktu spesifik, ancaman masif, dan klaim memiliki akses pengetahuan eksklusif.

Secara sosiologis, narasi ketakutan kolektif berfungsi sebagai alat kontrol. Masyarakat yang takut cenderung reaktif, bukan reflektif. Dalam kondisi panik, nalar kritis melemah, dan otoritas palsu mudah mendapat panggung. Ini berbahaya, karena membuka ruang bagi manipulasi ekonomi, politik, bahkan spiritual. Ketakutan yang tidak dikelola akan melahirkan kepatuhan buta.

Namun dari perspektif spiritual, isu ini justru dapat dibaca sebagai cermin. Seberapa rapuhkah iman manusia modern sehingga hidupnya runtuh hanya karena listrik padam? Seberapa miskinkah batin kita hingga tanpa internet kita kehilangan makna? Jika tujuh hari tanpa teknologi saja dianggap kiamat, maka sesungguhnya yang sekarat bukan dunia, melainkan kesadaran manusia.

Al-Qur’an berulang kali mengingatkan bahwa ketakutan terbesar manusia bukan pada hilangnya fasilitas, tetapi pada hilangnya arah hidup. Ketika manusia menggantungkan makna hidup pada sistem eksternal, ia menjadi budak sistem tersebut. Listrik dan internet hanyalah alat; ketika ia diposisikan sebagai penentu hidup-mati psikologis, maka terjadi penyimpangan tauhid modern—ketergantungan total pada selain Tuhan.
Ini bukan berarti kita menafikan kemungkinan krisis energi atau komunikasi.

Kewaspadaan rasional tetap perlu. Namun kewaspadaan berbeda dengan kepanikan. Persiapan berbeda dengan paranoia. Sikap dewasa adalah menuntut data, otoritas resmi, dan analisis teknis, bukan tunduk pada bisik-bisik sensasional.

Pada akhirnya, isu tujuh hari tanpa listrik dan internet adalah ujian:
Apakah kita masyarakat yang kritis atau mudah digiring?
Apakah kita beriman atau hanya nyaman?
Apakah kita manusia merdeka atau konsumen ketakutan?
Jika listrik padam, lilin bisa dinyalakan.
Jika internet mati, percakapan bisa dihidupkan.

Namun jika akal sehat dan nurani mati, maka di situlah kegelapan sejati bermula.
Dan justru di tengah gelap itulah, manusia diuji: masihkah ia berpikir, beriman, dan berperikemanusiaan? (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Soal Bencana Longsor Cisarua, Menteri LH : Banyak Area di Tanami Sayuran Asal Amerika Latin

0
Oplus_131072

Wartain.com || Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyinggung soal pertanian intensif yang dinilai makin masif di kawasan Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Bentang alam di kaki Gunung Burangrang itu pun berubah dengan hamparan komoditi sayuran asal Amerika Selatan.

Hal itu disampaikannya saat mendatangi lokasi longsor di dua kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Minggu, 25 Januari 2026. Dia menunjuk beberapa sayuran yang dimaksud seperti paprika, kentang, hingga kol kubis.

“Ini bukan dari Indonesia, jadi ini sebagian besar jenis-jenis yang kita tanam hari ini berasal dari subtropis, seperti di Amerika Selatan gitu ya, Chile, Peru, Andes,” katanya.

Pola pertanian intensif untuk sayuran subtropis tersebut dinilai sebagai implikasi dari urbanisasi serta perubahan pola makan yang berlangsung menjadi massal.

“Ini aspek dari urbanisasi yang cukup masif di kota-kota, ya, sehingga membawa perubahan pola makan kita, kita makan hal yang sepertinya bukan habit kita, seperti kentang, kol, kobis, paprika,” katanya.

Atas kait-kelindan antara perubahan pola konsumsi hingga permintaan pasar, kata Hanif, telah memicu terus pembukaan kawasan gunung menjadi lahan pertanian.

“Kita sebenarnya karakternya tidak seperti itu, tahun 2025 dulu tidak semasif ini, sehingga ini membawa dampak pertanian naik ke gunung dan membukanya menjadi lahan pertanian seperti ini,” kata dia.

Kendati demikian, Hanif menegaskan enggan terburu-buru menarik kesimpulan. Kajian santifik mendalam diklaim akan tetap dilakukan untuk mempelajari kejadian longsor serta tata ruang di Pasirlangu. Dia mengatakan, kementeriannya akan menugaskan tim khusus.

“Besok kami sudah menurunkan tim ahli sebagaimana kami lakukan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh Tamiang. Kalau bicara lingkungan ini harus saintis, tidak bisa main kira-kira,” katanya.

“Saya rasa perlu lebih agak mendalam ini kami mungkin perlu waktu 1-2 minggu untuk menyelesaikan kajian detil bersama para akademisi, dari BRIN, dan lain-lain untuk merumuskan langkah-langkah ini,” imbuh dia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

DPPKB Sukabumi Perkuat Layanan KB dan Kesehatan Keluarga di Peresmian Kantor Kecamatan Ciemas

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) turut mendukung optimalisasi pelayanan masyarakat dalam peresmian Kantor Kecamatan Ciemas yang telah selesai direhabilitasi.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Ciemas, Senin (26/1/2026), dan diresmikan langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar.

Momentum peresmian dimanfaatkan sebagai ajang pelayanan terpadu bagi masyarakat, termasuk layanan kesehatan keluarga dan keluarga berencana (KB), donor darah, serta pelayanan administrasi kependudukan.

Kehadiran layanan langsung ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menegaskan bahwa kantor kecamatan memiliki peran strategis sebagai pusat koordinasi pelayanan masyarakat di tingkat wilayah, khususnya dalam mendukung program KB dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

Menurutnya, keberadaan fasilitas kantor kecamatan yang lebih representatif akan memperkuat efektivitas pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Kecamatan Ciemas.

“Kantor kecamatan menjadi simpul koordinasi pelayanan masyarakat, termasuk program KB dan kesehatan keluarga. Dengan fasilitas yang lebih baik, pelayanan kepada masyarakat tentu akan semakin optimal,” ujarnya.

Ia juga menilai Kecamatan Ciemas memiliki posisi penting, tidak hanya sebagai wilayah penyangga ketahanan pangan, tetapi juga sebagai kawasan strategis pariwisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Sinergi lintas sektor di tingkat kecamatan dinilai sangat dibutuhkan agar program pembangunan keluarga dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah.

Sementara itu, Bupati Sukabumi dalam sambutannya menekankan bahwa kantor kecamatan merupakan garda terdepan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ia berharap, wajah baru Kantor Kecamatan Ciemas mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional.

Peresmian Kantor Kecamatan Ciemas ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan publik terpadu, sekaligus mendukung terwujudnya keluarga berkualitas dan masyarakat yang sejahtera di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Diduga Tabrak Pagar Pembatas, Sebuah Angkot Terguling di Tanjakan Baeud 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kepolisian Sektor Warungkiara mengungkap kronologis kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah angkutan kota (angkot) di Tanjakan Baeud, Kampung Baeud, Desa/Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Senin (26/1/2026).

Kapolsek Warungkiara AKP Panji Setiaji menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.45 WIB di Jalan Raya Palabuhanratu. Kendaraan yang terlibat adalah angkot jenis Daihatsu minibus bernomor polisi F 1942 QU.

Panji Setiaji juga menyampaikan bahwa kecelakaan diduga terjadi akibat kendaraan yang dikemudikan Samsudin melaju dari arah Sukabumi menuju Palabuhanratu dan mengalami rem blong saat melintasi Tanjakan Baeud.

“Angkot menabrak pagar pembatas jalan hingga akhirnya terguling ke sisi kiri jalan,” ujar AKP Panji dalam keterangan yang diterima Sukabumiupdate.com, Senin (26/01/2026).

Menurutnya, angkot dalam kondisi kosong dan tidak membawa penumpang. Peristiwa tersebut dikategorikan sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Setelah kecelakaan, kendaraan berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian oleh petugas.

“Akibat kejadian ini tidak ada korban meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan. Kerugian hanya bersifat materiil. Kendaraan sudah berhasil di evakuasi,” tegas AKP Panji.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Menkop Sebut, Kopdes Merah Putih di 27 Ribu Desa dan Kelurahan Siap Beroperasi pada April 2026 

0
Oplus_131072

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menargetkan 27 ribu Kopdes Merah Putih beroperasi penuh pada April 2026, menjadi langkah awal dari 80 ribu koperasi untuk perkuat ekonomi desa dan nasional.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menargetkan 27 ribu Kopdes Merah Putih beroperasi penuh pada April 2026, menjadi langkah awal dari 80 ribu koperasi untuk perkuat ekonomi desa dan nasional.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa sebanyak 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ditargetkan untuk siap beroperasi penuh pada April 2026. Program ambisius ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian masyarakat dan mendorong pemerataan ekonomi nasional. Hingga Januari ini, pembangunan fisik koperasi beserta gudang dan perlengkapan pendukungnya sedang gencar dilaksanakan di berbagai desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Pembangunan infrastruktur fisik koperasi diproyeksikan akan rampung pada Maret atau paling lambat April 2026, menandai tonggak penting dalam implementasi program ini. Selain aspek fisik, kesiapan sumber daya manusia seperti pengawas dan pengurus, serta sistem informasi manajemen koperasi juga menjadi prioritas utama. Persiapan menyeluruh ini memastikan koperasi dapat langsung berfungsi optimal setelah seluruh fasilitas fisik selesai dibangun.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih pada Juli 2025, dengan target 27 ribu unit sebagai tahap pertama yang akan diuji coba operasionalnya. Jumlah koperasi ini diharapkan terus bertambah hingga mencapai 80 ribu unit pada akhir tahun, sesuai arahan Presiden. Inisiatif ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa, memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa saat ini 27.191 Kopdes Merah Putih sedang dalam tahap pembangunan fisik. Pembangunan ini mencakup gedung koperasi, gudang, serta berbagai perlengkapan pendukung operasional. Progres ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam merealisasikan target operasional pada April 2026.

Selain pembangunan fisik, aspek non-fisik juga menjadi fokus utama dalam persiapan operasional koperasi. Kesiapan pengawas dan pengurus koperasi terus ditingkatkan melalui berbagai pelatihan dan pembekalan. Pengembangan sistem informasi manajemen koperasi juga dilakukan untuk memastikan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan.

Ferry Juliantono menegaskan bahwa 27 ribu koperasi yang sedang dibangun ini merupakan tahap awal dari target yang lebih besar. Pemerintah menargetkan penambahan jumlah koperasi hingga mencapai 80 ribu unit pada akhir tahun ini. Hal ini sejalan dengan visi Presiden untuk menciptakan jaringan koperasi yang kuat dan merata di seluruh pelosok negeri.

Pendanaan program Kopdes Merah Putih melibatkan berbagai sumber, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dana Desa juga turut dialokasikan untuk mendukung pembangunan dan operasional koperasi di tingkat lokal. Dukungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga sangat krusial, khususnya PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).

PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) memiliki peran penting dalam membangun gerai, gudang, dan sarana logistik koperasi. Setiap unit koperasi akan menerima plafon pendanaan sebesar Rp3 miliar. Alokasi dana ini terbagi menjadi Rp2,5 miliar untuk investasi capital expenditure (capex) seperti pembangunan fisik dan kelengkapan operasional.

Sisa Rp500 juta dialokasikan untuk biaya operasional (opex), memastikan keberlangsungan kegiatan koperasi. Infrastruktur yang dibangun mencakup tujuh gerai wajib yang esensial untuk fungsi koperasi. Gerai-gerai ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa dan mendukung aktivitas ekonomi lokal secara komprehensif.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)