26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 15, 2026
Beranda blog Halaman 325

Gabungan Driver Online Bandung Raya dan Priangan Timur serta Kota Lainnya,  Galang Donasi untuk Korban Longsor Cisarua

0

Wartain.com || Gabungan Driver Online Bandung Raya dan Priangan Timur menggelar aksi kemanusiaan berupa open donasi untuk membantu para korban bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 27/01/2026.

Aksi solidaritas ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian para pengemudi ojek dan taksi online terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Longsor yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi tersebut mengakibatkan sejumlah rumah rusak serta memaksa beberapa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bahwa kegiatan penggalangan dana dilakukan secara terbuka dan sukarela oleh para driver online di wilayah Bandung Raya ,Priangan Timur, Kota Cimahi Dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kami bersama teman-teman sebagai driver online merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak longsor di Desa Pasirlangu. Donasi yang terkumpul nantinya akan kami salurkan langsung kepada para korban dalam bentuk bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat.

Penggalangan donasi dilakukan di sejumlah titik strategis serta melalui donasi transfer bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi. Kegiatan ini mendapat respons positif dari para driver online dan masyarakat umum yang turut memberikan dukungan.

Kami berharap aksi kemanusiaan ini dapat meringankan beban para korban serta menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Berikut Data Nama komunitas, aliansi, paguyuban, dan club motor, yang berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan dana ini.

1. Ciber Indonesia
2. Ciber Rescue Indonesia
3. BTMC
4.Turbo Indonesia
5. Rescue Turbo Indonesia
6. POB URC Rescue Periangan Timur
7. BBS Bandung Selatan
8. Balad TKI
9. PJB Bandung
10. Brother Bandung
11. BBS Bandung
12. POB paguyuban driver online Periangan Timur Bersatu
14. BR0C
15. BBS Bandung sisi
16. Squad gading
17. Zomer
18. KCJB KBB
19. LOW-C
20. KOBAR KBB
21. Reborn KBB
22. Brother Mitra Ugag KBB
23. Bengkel Mobil Nusa Permay Cimahi

Editor : Aab Abdul Malik

( M Nabil Luthfi)

Rumah Makan di Sukabumi Terbakar, Satu Mobil Ikut Hangus

0

Wartain.com || Sebuah rumah makan yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, dilalap si jago merah pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. Namun, dugaan awal mengarah pada kemungkinan korsleting listrik.

Saksi mata sekaligus karyawan rumah makan, M Razkia (22), mengungkapkan sebelum api membesar dirinya sempat mendengar suara seperti korsleting listrik dari luar bangunan.

“Awalnya saya dengar suara seperti konsleting listrik dari luar. Setelah itu saya cek ke bagian belakang dapur dan sempat mematikan kompor,” ujarnya.

Razkia mengatakan, saat dilakukan pengecekan ke bagian belakang dapur, tidak ditemukan adanya api maupun asap. Namun tak berselang lama, ketika ia kembali ke luar bangunan, kepulan asap terlihat muncul dari bagian samping hingga belakang rumah makan.

“Pas keluar lagi, sudah ada asap dari samping ke belakang. Tidak lama api langsung membesar,” katanya.

Api dengan cepat merambat dan membakar bagian depan serta belakang bangunan rumah makan. Dalam peristiwa tersebut, satu unit mobil pribadi milik pemilik rumah makan yang terparkir di garasi turut hangus terbakar.

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi bersama unsur gabungan langsung diterjunkan ke lokasi usai menerima laporan dari warga sekitar. Sedikitnya lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, termasuk bantuan dari Kabupaten Sukabumi.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi, Ujang Rustandi, mengatakan laporan kebakaran diterima dari warga, bukan dari pemilik rumah makan.

“Kronologisnya kita dapat laporan dari warga bahwa terjadi kebakaran di rumah makan ini. Respons kami sekitar lima menit,” ujar Ujang di lokasi kejadian.

Terkait penyebab kebakaran, Ujang menyebut pihaknya belum dapat memastikan sumber api.

“Dugaan sementara kami belum bisa memastikan, apakah dari korsleting listrik atau penyebab lainnya. Api sudah besar saat petugas tiba di lokasi,” katanya.

Menurutnya, informasi dari masyarakat menyebutkan api pertama kali muncul dari bagian belakang bangunan sebelum merambat ke bagian depan.

“Objek yang terbakar meliputi bangunan restoran, satu unit mobil pribadi keluarga, dapur, serta peralatan di dalamnya,” tambah Ujang.

Hingga saat ini, petugas belum memperoleh informasi pasti apakah saat kejadian terdapat pengunjung di dalam rumah makan atau tidak. Proses pemadaman berlangsung sekitar 1 jam 45 menit.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian materi masih dalam pendataan pihak terkait.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Optimalisasi Dinas Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan Sampah di Kabupaten Sukabumi

0
Oplus_131072

Oleh : Asep Sugianto/ Ketua Umum Lingkar Mahasiswa Sukabumi

Wartain.com || Sampah adalah persoalan yang tidak pernah selesai dari dulu hingga saat ini, sehingga persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama baik masyarakat ataupun pemerintah daerah khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH)

Karena sesuai dengan peran dan fungsinya Dinas Lingkungan Hidup memiliki peran penting untuk menjaga kualitas Lingkungan Hidup, salah satunya dalam pengelolaan sampah.

Namun yang terjadi, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Sukabumi, yang berlokasi di wilayah Kecamatan Palabuhanratu, di nilai kurang optimal dalam pengelolaan sampah.

Hal ini dibuktikan, Salah satunya dengan banyaknya sampah yang berserakan dipinggir jalan bahkan dijalan utama dan tempat wisata.

Berserakannya sampah tersebut di sebabkan karena kurang nya Tempat Pembuangan Sampah Sementara ( TPSS ). Serta armada penjemputan sampah yang terlambat.

Sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Pada Pasal 21 ayat 4, Pemerintah Kabupaten / Kota menyediakan fasilitas pengolahan sampah pada wilayah pemukiman, salah satunya TPSS.

Pengadaan TPSS yang cukup oleh DLH, dalam hal ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan persoalan sampah yang sering berserakan.

Selain dari pada itu upaya dalam pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup sebagaimana PP Nomor 81 Tahun 2012, pada pasal 37.

Pemerintah daerah dapat melakukan pembinaan terhadap masyarakat, salah satu nyah melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang pengelolaan sampah.

Dinas Lingkungan Hidup sebagai Lembaga yang bertanggung jawab dalam pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup harus memperhatikan kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat.

Kebutuhan kongkrit yang di butuhkan dalam hal ini adalah TPSS, sebagai upaya menjaga pencemaran lingkungan dari sampah.

Selain dari pada TPSS, Pendidikan dan Pelatihan di bidang Pengelolaan Sampah juga merupakan hal penting.

Agar masyarakat mampu membedakan mana sampah yang harus di buang dan sampah yang dapat di manfaatkan.

Sehingga persoalan sampah setidak nya akan sedikit berkurang ketika masyarakat mampu memanfaatkan sampah yang ada di lingkungan nyah.

Oleh sebab itu Dinas Lingkungan Hidup harus mengevaluasi setiap kinerja nyah. Agar kehadirannya bukan sebatas Formalitas saja.

Karena pada dasar nyah kehadiran dari Pemerintah adalah untuk memberikan Pelayanan terhadap masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(ASP)

Komisi I DPRD Sukabumi Lakukan Rapat dan Kunker Ke CV Hatchery Intan Jaya Abadi, Bahas IPAT

0

Wartain.com || Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi melaksanakan rapat dan kunjungan kerja ke CV Hatchery Intan Jaya Abadi yang berlokasi di Kampung Tanjakan Lengka, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Selasa (27/1/2026).

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka monitoring serta pembinaan terhadap perusahaan agar tetap taat terhadap peraturan dan perizinan yang berlaku.

HRD CV Hatchery Intan Jaya Abadi, Syifa Karliana, menyampaikan terimakasih atas kunjungan Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, kehadiran wakil rakyat bersama dinas terkait cukup membantu perusahaan, khususnya dalam hal koordinasi perizinan.

“Alhamdulillah, dengan adanya kunjungan hari ini kami merasa sangat terbantu. Banyak masukan dari dinas dan Komisi I, terutama terkait perizinan yang masih belum memiliki kejelasan regulasi di tingkat provinsi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, kendala utama yang dihadapi perusahaan saat ini adalah terkait Izin Penggunaan Air Tanah (IPAT) yang masih menunggu kejelasan regulasi dari pemerintah provinsi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perusahaan telah berproses dan mengikuti ketentuan yang ada.

“Kalau dari sisi perusahaan, perizinan yang menjadi kewenangan kami sudah ditempuh dan diselesaikan. Kendalanya lebih kepada regulasi di atas yang belum jelas. Kami sebagai perusahaan tentu mengikuti kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Ia juga berharap, ke depan perusahaan dapat kembali beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat sekitar.

“Mudah-mudahan ke depan kami bisa kembali eksis, berkembang, dan berkontribusi untuk Kabupaten Sukabumi serta masyarakat sekitar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Iwan Ridwan, M.Pd, dari Fraksi PKS menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen DPRD untuk memastikan seluruh perusahaan di Kabupaten Sukabumi taat terhadap aturan yang berlaku.

“Komisi I ingin seluruh perusahaan di Kabupaten Sukabumi taat hukum dan taat aturan. Jika perusahaan taat aturan, insya Allah akan membawa berkah, baik bagi perusahaan itu sendiri maupun bagi daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu poin utama yang dibahas dalam kunjungan tersebut adalah kendala perpanjangan izin IPAT yang saat ini terhambat oleh sistem Online Single Submission (OSS).

Untuk itu, Komisi I meminta dinas terkait, khususnya DPMPTSP, agar memfasilitasi penyelesaian perizinan tersebut.

“Sejauh ini belum ditemukan pelanggaran, hanya ada kendala teknis dalam sistem OSS. Tadi kami minta DPMPTSP untuk membantu agar perizinan ini bisa segera ditempuh,” jelasnya.

Iwan menambahkan, Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi akan terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan di wilayahnya, dengan pendekatan pembinaan dan fasilitasi.

“Niat kami baik, ingin membantu perusahaan. Jika ada kesulitan dalam perizinan, kami akan dorong dan fasilitasi. Namun, jika nantinya ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku,” tegasnya.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan tercipta komunikasi yang harmonis antara perusahaan, pemerintah daerah, dan DPRD, sehingga iklim usaha di Kabupaten Sukabumi dapat berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Dalam kunjungan tersebut dihadiri pihak Kecamatan Cikembar, Dinas Peternakan, Dewan Komisi 1 serta stakeholder lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Peringatan Isra Miraj di SMA Negeri 1 Cikembar, Momentum Pembentukan Akhlakul Karimah

0

Wartain.com || SMA Negeri 1 Cikembar melaksanakan kegiatan Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan antusias, sebagai bagian dari program kesiswaan dalam rangka peringatan hari besar keagamaan.

Kegiatan dilaksanakan di lapangan SMA 1 Cikembar pada Selasa 27 Januari 2026 yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah.

Riskanti Evasari Wakasek Humas SMA Negeri 1 Cikembar, menyampaikan harapannya agar melalui peringatan Isra Miraj ini, para siswa mampu meneladani sikap-sikap terpuji Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap siswa-siswi SMA Negeri 1 Cikembar menjadi pribadi yang saleh dan salehah, taat beragama, disiplin, serta patuh kepada guru sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan.

“Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB menunjukkan antusiasme tinggi meskipun setelah sekian lama tidak banyak kegiatan serupa dilaksanakan. Selain ceramah keagamaan, acara juga dimeriahkan dengan berbagai lomba islami yang diikuti oleh para siswa,” ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kapolsek, Koramil, Kecamatan, serta tokoh agama setempat, sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Cikembar, Abdurrahman, mengapresiasi pelaksanaan peringatan Isra Miraj di SMA Negeri 1 Cikembar.

Ia menilai kegiatan ini sebagai pembelajaran yang sangat penting, tidak hanya untuk memahami sejarah perjalanan Isra Miraj, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas ibadah siswa, khususnya dalam pelaksanaan shalat lima waktu.

“Shalat merupakan fondasi utama dalam pembentukan akhlak yang baik. Dengan pemahaman dan pelaksanaan ibadah yang baik, diharapkan dapat meminimalisir kenakalan remaja serta membentuk siswa yang berperilaku santun dan bermartabat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Abdurrahman menyampaikan bahwa kolaborasi antara MUI dan pihak sekolah selama ini telah berjalan dengan baik dan akan terus ditingkatkan, khususnya dalam pembinaan keagamaan bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Cikembar.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat mengambil hikmah dan pesan moral untuk lebih meneladani akhlak Rasulullah SAW serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bupati Asjap Resmikan Dua Sarana Publik : IGD Puskesmas Kalibunder dan Jembatan Gantung Leuwi Reuming

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H Asep Japar meresmikan dua fasilitas pelayanan publik di Kecamatan Kalibunder, Senin (26/1/2026). Dua fasilitas tersebut yakni Unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) UPTD Puskesmas Kalibunder serta Jembatan Gantung Leuwi Reuming yang berada di Desa Sukaluyu.

Jembatan gantung tersebut dibangun dengan panjang sekitar 70 meter dan rampung dikerjakan selama 120 hari menggunakan anggaran APBD Kabupaten Sukabumi. Keberadaan jembatan ini menjadi akses penghubung sekaligus jalur alternatif bagi masyarakat setempat.

Bupati H Asep Japar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama.

“Saya mengajak seluruh masyarakat dan pengguna jalan untuk bersama-sama merawat dan memelihara fasilitas ini. Semoga bisa digunakan dalam waktu yang lama dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” ujarnya

Bupati menjelaskan, kehadiran jembatan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas warga. Jika sebelumnya warga harus menempuh jarak hingga puluhan kilometer untuk mencapai Desa Sirnamekar, kini perjalanan dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar lima menit.

“Selamat menikmati akses baru ini kepada masyarakat dan seluruh pengguna jalan. Mudah-mudahan jembatan ini benar-benar bermanfaat bagi peningkatan perekonomian warga,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Kalibunder, Sri Resmiati, menyampaikan bahwa Jembatan Gantung Leuwi Reuming sebelumnya dibangun pada tahun 2020 melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Namun, jembatan tersebut putus akibat banjir bandang yang terjadi pada Desember 2024.

“Forkopimcam bersama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati beserta jajaran yang telah membangun kembali jembatan ini pascabencana,” kata Camat.

Sri mengakui, keberadaan jembatan penghubung tersebut mampu menghemat waktu tempuh warga sekaligus meningkatkan akses perekonomian, pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat di wilayah Kalibunder.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat setempat, Latif Soleh. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang telah mengembalikan akses penghubung antarwilayah tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang telah membantu kami. Sebelumnya, dari Desa Sirnamekar ke Desa Sukaluyu harus menempuh jarak sekitar 20 kilometer. Sekarang cukup lima menit,” ucapnya.

Menurutnya, kembalinya akses jembatan tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani. Harga hasil pertanian yang sebelumnya turun akibat sulitnya akses distribusi, kini kembali membaik.

“Alhamdulillah, setelah jembatan ini dibangun kembali, para petani bisa menjual hasil pertanian dengan harga yang lebih pantas,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tingkatkan Keterampilan Bahasa Inggris, Pemprov Jabar Jalin Kerjasama dengan Pemerintah Swedia 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Swedia untuk peningkatan keterampilan bahasa Inggris.

Melalui Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP), kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan pemetaan kompetensi guru serta memperkenalkan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi siswa sekolah menengah melalui program percontohan, dengan rencana implementasi jangka panjang.

“Kami menyambut baik kerja sama ini karena akan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris anak-anak kita agar mampu unggul dan kompetitif di dunia internasional,” tutur Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Firman Oktora, usai menghadiri pertemuan kerja sama di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (26/1/2026).

Direktur Kemitraan Strategis Efekta Education Group, Kusavianto Wardhana, menjelaskan bahwa kerja sama tahap awal berupa penggunaan aplikasi bagi guru dan 1.500 siswa kelas X dan XI di dua SMA sebagai percontohan selama tiga bulan.

“Dari sana, data dapat menunjukkan bagaimana perkembangan peningkatan kemampuan berbahasa siswa selama setahun ke depan. Semoga ini bisa berjalan pada tahun ajaran mendatang,” imbuhnya.

Pembahasan detail kerja sama akan dilanjutkan esok hari di Gedung Sate, Kota Bandung.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan dan Dubes Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Milenial Bandung Raya, Sampaikan Turut Berduka Cita atas Bencana Longsor di Desa Pasirlangu

0

Wartain.com || Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Milenial (PPJNM) Bandung Raya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tersebut menimbulkan duka mendalam serta berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat setempat.

Narasumber PPJNM Bandung Raya, M. Nabil Luthfi Hakim Abdul Salam, menyampaikan rasa empati dan kepedulian terhadap para korban bencana. “Kami turut berduka cita atas musibah longsor yang menimpa warga Desa Pasirlangu. Semoga para korban diberikan ketabahan, kekuatan, serta kemudahan dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

PPJNM Bandung Raya berharap para korban dan keluarga yang terdampak dapat segera memperoleh bantuan yang layak serta dukungan dari berbagai pihak. Masyarakat juga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Sebagai organisasi kepemudaan dan sosial, PPJNM Bandung Raya berkomitmen untuk terus menunjukkan kepedulian kemanusiaan serta mendukung upaya pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil)

Misteri Pantai Karang Hawu Sebagai Tempat Wisata Religius

0

Wartain.com || Pantai Karang Hawu merupakan tempat wisata yang berlokasi di Jalan Palabuhanratu Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Pantai tersebut di namai Karang Hawu, karena terdapat karang yang menjorok ke laut dan memiliki lubang di beberapa bagiannya yang menyerupai tungku (atau Hawu dalam bahasa Sunda).

Pantai Karang Hawu selain dari pada menyuguhkan pantai yang indah juga memiliki nuansa mistik yang berhubungan dengan Nyi Ratu Kidul.

Bahkan tempat itu juga di percaya sebagai pertemuan pertama Ir. Soekarno dan Nyi Ratu Kidul tepatnya di karang kursi batu berukuran besar yang menghadap pantai Palabuhanratu.

Konon katanya batu tersebut, menjadi tempat bersemedi Ir. Soekarno dan bertemu dengan Nyi Ratu Kidul, termasuk lukisan pertama Nyi Ratu Kidul di lukiskan oleh pelukis sambil duduk di Karang Kursi.

Selain dari Karang Kursi ada juga tempat mistis yang di beri nama Sumur Tujuh, karena terdapat tujuh kolam alami di dekat pantai dan di percaya sebagai tempat mandi suci Nyi Ratu Kidul.

Kemudian ada juga Makam Keramat Karang Hawu, yang di dalam nya terdapat makam dan di percaya sebagai patilasaan Nyi Ratu Kidul.

Sehingga tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke Pantai Karang Hawu, selain dari pada menikmati keindahan pantai yang di suguhkan juga melakukan ziarah dan ritual-ritual sesuai dengan kepercayaannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Asep Sugih)

Pemkot Sukabumi Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data Nasional

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi mempertegas arah pembangunan berbasis data melalui keikutsertaannya dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman Kolaborasi Satu Data Indonesia (SDI).

Kegiatan yang digelar di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026), ini menjadi momentum penting dalam mendorong tata kelola data yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas daerah dan lembaga ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan disusun berdasarkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kolaborasi Satu Data Indonesia menjadi fondasi penting agar perencanaan pembangunan di daerah tidak lagi bersifat parsial, tetapi terintegrasi dengan kebijakan nasional,” ujar Ayep Zaki usai menghadiri kegiatan tersebut.

Penandatanganan kolaborasi SDI melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi kepala daerah, perguruan tinggi, hingga BUMN. Sinergi ini bertujuan menjamin keterpaduan perencanaan dan penyelenggaraan data pembangunan di seluruh tingkatan pemerintahan.

Selain penandatanganan nota kesepahaman, rangkaian acara juga mencakup penandatanganan Surat Edaran Bersama Penyelenggaraan Informasi Geospasial serta sejumlah kerja sama lintas sektor. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan data dalam perencanaan wilayah, pengambilan kebijakan, serta penanganan isu strategis, termasuk kebencanaan.

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas, Vivi Yulaswati, menekankan bahwa pembangunan yang efektif hanya dapat dicapai melalui data yang valid, terpadu, dan mudah diakses. Ia menilai selama ini fragmentasi data masih menjadi tantangan besar, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa Satu Data Indonesia merupakan bagian penting dari transformasi digital pemerintahan. Menurutnya, data kini menjadi sumber daya strategis yang menentukan kualitas kebijakan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Dari perspektif kebangsaan, Duta Arsip Nasional RI, Dr. Rieke Diah Pitaloka, mengingatkan agar penguatan data tetap berpijak pada prinsip desentralisasi, pemberdayaan daerah, kearifan lokal, serta keberlanjutan lingkungan dalam setiap perencanaan pembangunan.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Sukabumi diharapkan semakin siap mengintegrasikan data daerah dengan sistem nasional. Dengan data yang presisi dan terpadu, kebijakan pembangunan di Kota Sukabumi dapat disusun lebih tepat sasaran, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik