26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 15, 2026
Beranda blog Halaman 324

Lantik 39 Pejabat, Wali Kota Sukabumi Dorong Percepatan Layanan Kesehatan dan Kinerja OPD

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi kembali melakukan penyegaran birokrasi. Sebanyak 39 pejabat dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, pada Selasa (27/1/2026), di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi.

Pelantikan tersebut mencakup pejabat administrator, pengawas, fungsional, hingga kepala puskesmas. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat efektivitas organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan kewenangan kepala daerah yang bertujuan menempatkan aparatur sesuai dengan kebutuhan organisasi dan tantangan pembangunan daerah.

“Penempatan jabatan ini harus berdampak langsung pada peningkatan kinerja dan pelayanan publik,” ujar Ayep Zaki.

Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah sektor kesehatan. Wali Kota secara khusus memberi arahan kepada Direktur RSUD Al-Mulk yang baru agar segera melakukan pengembangan rumah sakit, termasuk perluasan fasilitas, guna mendorong peningkatan status RSUD Al-Mulk menjadi rumah sakit Tipe C.

Selain pengembangan fisik, RSUD Al-Mulk juga diminta mempercepat penerapan layanan berbasis digital serta memastikan proses akreditasi berjalan tepat waktu.

Tak hanya itu, sepuluh Kepala Puskesmas yang baru dilantik diminta menjadi garda terdepan dalam menyukseskan agenda nasional di bidang kesehatan. Penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan kualitas layanan dasar menjadi perhatian utama.

“Kepala puskesmas harus lebih aktif turun ke masyarakat, melihat langsung persoalan di lapangan, dan berdialog dengan warga,” kata Wali Kota.

Di sisi lain, Wali Kota juga memberikan penekanan kepada Kepala Bagian di Sekretariat DPRD agar mampu menjalankan peran strategis sebagai penghubung antara eksekutif dan legislatif. Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi kunci kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Menutup arahannya, Ayep Zaki mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk menjaga kebersamaan dan loyalitas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Kita harus bersatu dan solid demi mewujudkan Kota Sukabumi yang lebih maju dan lebih baik,” pungkasnya.

Acara pelantikan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Daftar Pejabat yang Dilantik

No. Nama Lengkap Jabatan

1 IRA DEWI YULIANI, S.ST., M.A.P. Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah Ahli Pertama Inspektorat Daerah

2 YUDHA PRIASUHARYO, S.H., S.P. Analis Hukum Ahli Pertama Sekretariat Daerah

3 AGUS AWALUDIN, S.H. Analis Hukum Ahli Pertama Sekretariat Daerah

4 ANGGI TRILAKSANA, S.STP., M.I.P. Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah Ahli Pertama Inspektorat Daerah

5 MUHAMMAD PRAYOGA, A.Md. Auditor Terampil Inspektorat Daerah

6 TETI HERAWATI, S.IP., M.Si. Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD

7 AGUS ACHMAD, S.Kom. Kepala Bidang Lalu Lintas Dan Angkutan Dishub

8 dr. MUNIFAH BUDI ISNAENI, M.MRS. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Sejahtera DP2KBP3A

9 Dr. DENI PURNAMA, S.Kep., MKM. Direktur UOBK RSUD Al-Mulk Dinkes

10 FITRIE ARYANI RAHAYU, S.H. Kepala Bidang Pendidikan Dan Penelitian UOBK RSUD R. Syamsudin, S.H

11 dr. Wiwie Edhie Yuliaviani Dokter Ahli Muda UOBK RSUD R Syamsudin, S.H

12 R DINAR NURAENI KURAESIN, SP., M.Si. Kepala Bidang Perindustrian Diskumindag

13 KRISHNA DWIPAYANA, S.T., M.A.P. Kepala Bidang Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca Dispusipda

14 CECEP RAPIH, S.P., M.Si. Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Bakesbangpol

15 ILMA FARHANIA, S.Kep.Ners., M.Kep. Kepala Seksi Pendidikan UOBK RSUD R. Syamsudin, S.H

16 INDRAYANA, S.IP., M.Si. Kepala UPTD Pasar Diskumindag

17 EULIS NUR’IZATI, S.Tr.Kes. Kasubbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Cikundul

18 IRAWAN SUTISNA, S.Kep. Kasubbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Baros

19 SENDI SUGANDI, S.Kep., Ners., M.MRS. Kasubbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Sukakarya

20 ENENG ERLIN, S.Kep., Ners. Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sriwidari

21 LUKMAN HIDAYAT, S.Kp. Kasubbag Tata Usaha UPTD Penunjang Kesehatan Dinkes

22 YULIAN, S.E. Kasubbag Tata Usaha UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Dinkes

23 FUZI FAUZIAH, S.Kep., Ners. Kasubbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Nanggeleng

24 drg. SISKA PERMATASARI Kepala Puskesmas Cikundul

25 EUIS NURHAYATI, S.ST., Bd., M.Kes. Kepala Puskesmas Cibeureum Hilir

26 DEDE RUSWANDI, S.Kep., Ners., M.M. Kepala Puskesmas Karang Tengah

27 drg. RISKA RACHMAWATI Kepala Puskesmas Benteng

28 dr. ZAH MAULIDIANTI., M.A.P. Kepala Puskesmas Selabatu

29 dr. H. HENDRA GUNAWAN HILMAN Kepala Puskesmas Baros

30 dr. SYARIFA NUR Kepala Puskesmas Nanggeleng

31 dr. MAYA APRILIA., M.K.M. Kepala Puskesmas Sukabumi

32 dr. RIZKI FEBRINA RAMDHANIA Kepala Puskesmas Sukakarya

33 dr. MOHAMAD EKI LUKITA Kepala Puskesmas Limusnunggal

34 HIDAYAT, S.E. Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Pasar Diskumindag

35 NENDEN AISYAH, S.Kep., M.A.P. Kepala Subbagian Umum Dan Kepegawaian Kecamatan Gunung Puyuh

36 FIRMAN FIRDAUS, S.Kep.Ners. Sekretaris Kelurahan Gunung Puyuh Kecamatan Gunung Puyuh

37 DADANG IRAWAN, SE. Sekretaris Kelurahan Tipar Kecamatan Citamiang

38 MASWAN, S.IP. Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole

39 IYUS YUSTIANDI, S.Si. Kasubbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Sukabumi.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Timnas Indonesia Hantam Korea Selatan 5-0 di Laga Pembuka Piala Asia Futsal 2026

0

Wartain.com || Timnas futsal Indonesia mengawali kiprahnya di Piala Asia Futsal 2026 dengan hasil gemilang setelah menaklukkan Korea Selatan dengan skor telak 5-0. Laga pembuka tersebut berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada Selasa malam, 27 Januari 2026.

Indonesia tampil agresif sejak awal pertandingan. Gol cepat dicetak oleh M. Iqbal pada menit ke-2 yang membuka keunggulan tim Merah Putih. Tekanan terus dilancarkan hingga Rio Pangestu menggandakan skor pada menit ke-11. M. Iqbal kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-21, membuat Indonesia menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan.

Memasuki babak kedua, dominasi Timnas futsal Indonesia tidak mengendur. Israr menambah keunggulan pada menit ke-31 melalui skema serangan cepat. Lima menit berselang, Reza Gunawan memastikan kemenangan Indonesia setelah mencetak gol kelima pada menit ke-37.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Timnas futsal Indonesia di ajang Piala Asia Futsal 2026 yang digelar mulai 27 Januari hingga 7 Februari 2026. Turnamen dua tahunan tersebut diikuti oleh 16 tim nasional yang terbagi ke dalam empat grup pada fase penyisihan.

Pada fase grup, Timnas futsal Indonesia tergabung di Grup A bersama Irak, Kirgistan, dan Korea Selatan. Hasil positif di laga perdana ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk melangkah ke babak selanjutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Suasana Malam Lumiland Santa Sea Dipenuhi Lampu Hias, Jadi Daya Tarik Warga Sukabumi

0

Wartain.com || Suasana malam di kawasan wisata Lumiland Santa Sea yang beralamat di Jl. Sudajaya Hilir, Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, tampak ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati keindahan malam, Selasa malam, 27/01/2026.

Tempat wisata tersebut dipenuhi lampu-lampu hias yang menghiasi pepohonan, taman, hingga pinggiran kolam renang, sehingga menciptakan pemandangan yang indah dan menarik perhatian pengunjung. Meski pada pagi hingga sore hari Santa Sea beroperasi sebagai wahana permainan air, pada malam hari area ini tetap dibuka khusus untuk wisata malam.

Banyak pengunjung datang tidak untuk bermain air, melainkan sekadar bersantai, menikmati suasana malam, serta menyantap berbagai jajanan yang tersedia di dalam area wisata, seperti pop mie dan beragam makanan serta minuman lainnya.

Lumiland Santa Sea dibuka untuk pengunjung malam hari mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Adapun harga tiket masuk dibanderol sebesar Rp30.000 untuk dewasa dan Rp20.000 untuk anak-anak.

Dengan suasana yang nyaman dan pencahayaan yang menarik, Lumiland Santa Sea menjadi salah satu pilihan hiburan malam bagi masyarakat Kota Sukabumi dan sekitarnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Gugatan Warga Seret Program Wakaf Uang Pemkot Sukabumi ke Pengadilan

0

Wartain.com || Polemik program Wakaf Uang yang digagas Pemerintah Kota Sukabumi kini berlanjut ke ranah hukum. Enam warga resmi mengajukan gugatan perdata terhadap Wali Kota Sukabumi dan sebuah yayasan ke Pengadilan Negeri Sukabumi.

Berdasarkan penelusuran pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Sukabumi, gugatan tersebut tercatat dengan Nomor Perkara 1/Pdt.G/2026/PN Skb dan dikualifikasikan sebagai perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Pendaftaran gugatan dilakukan pada Rabu, 7 Januari 2026.

Enam penggugat dalam perkara ini masing-masing bernama Agus Subagja, Edi Junaedi, Salman Faisal, Wing Wing Suhendar, Selvyane, serta Abdul Azis Subendi Jumadi. Dalam gugatan, Wali Kota Sukabumi cq Pemerintah Kota Sukabumi bersama Yayasan Pembina Pendidikan Dua Bangsa ditetapkan sebagai pihak tergugat.

Selain tergugat utama, sejumlah institusi juga ikut digugat sebagai turut tergugat, yakni DPRD Kota Sukabumi, Kementerian Agama Republik Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Jawa Barat, serta Notaris Merry.

Agenda sidang perdana perkara tersebut berlangsung pada Selasa, (27/1/2026), pukul 10.00 WIB di Pengadilan Negeri Sukabumi.

Koordinator Tim Kuasa Hukum penggugat dari Hijau Hitam Law Firm, Rozak Daud, menjelaskan bahwa persidangan awal belum menyentuh substansi gugatan dan masih berada pada tahapan awal proses beracara.

“Sidang pertama bersifat administratif, yaitu penunjukan hakim mediator sebagai tahapan wajib dalam perkara perdata. Jadi belum masuk ke pokok gugatan,” kata Rozak.

Ia menambahkan, majelis hakim yang akan menangani perkara umumnya terdiri dari tiga orang hakim, masing-masing satu hakim ketua dan dua hakim anggota. Apabila proses mediasi yang dijalankan tidak mencapai kesepakatan, persidangan akan dilanjutkan ke tahap pembacaan gugatan hingga pemeriksaan perkara.

“Jika mediasi tidak menemukan titik temu, maka proses akan berlanjut ke tahapan pokok perkara,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, menyatakan pihaknya saat ini tengah mempelajari secara mendalam materi gugatan yang diajukan para penggugat.

“Bagian Hukum Setda sedang mempelajari gugatan tersebut. Kami juga sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak yang turut tergugat,” kata Andang.

Menurutnya, Pemerintah Kota Sukabumi telah menggelar rapat bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan sejumlah pihak terkait sebagai langkah awal menghadapi proses hukum yang berjalan.

“Semua sedang dipersiapkan untuk menghadapi gugatan ini,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, program Wakaf Uang yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki dan bekerja sama dengan pihak ketiga, Yayasan FKDB, sebelumnya menuai sorotan publik. Program tersebut dinilai memiliki potensi konflik kepentingan serta dianggap belum sepenuhnya memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.

Persoalan ini kemudian dibahas dalam Panitia Kerja (Panja) DPRD Kota Sukabumi. DPRD merekomendasikan agar program wakaf tersebut dihentikan sementara waktu.

Selain itu, Panja DPRD juga mendorong agar pelaksanaan program wakaf ke depan dilakukan melalui mekanisme resmi sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk dengan melibatkan Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai lembaga yang berwenang dalam pengelolaan dan pengawasan wakaf.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pengguna LPG Subsidi, Pertamina : Tahun 2025 Melonjak 8,5 Ton

0
Oplus_131072

Wartain.com || PT Pertamina Patra Niaga mencatat realisasi penyaluran Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) sepanjang tahun 2025 telah mencapai lebih dari 8,5 juta ton. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan energi di kalangan masyarakat.

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar memaparkan bahwa realisasi penyaluran LPG 3 kg pada 2025 tercatat sebesar 8.519.243 metrik ton (MT) atau sekitar 99,77 persen dari kuota revisi penyaluran tahun 2025 sebesar 8.544.881 MT.

“Kita berbicara mengenai LPG. Dari kuota yang diberikan oleh pemerintah dan kuota revisi, kecenderungannya untuk LPG ini berbeda dengan BBM subsidi. LPG ini cenderung meningkat, bahkan selalu meningkat, selalu direvisi sejak tahun 2023,” kata Achmad dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (27/1/2026).

Menurut dia, dengan tingginya realisasi penyaluran pada 2025, pihaknya pun memproyeksikan potensi peningkatan konsumsi LPG 3 kg pada 2026. Adapun, tanpa pengendalian, penyaluran LPG subsidi diperkirakan dapat mencapai sekitar 8,7 juta MT atau naik sekitar 3,2 persen dibandingkan realisasi 2025.

“Dan pada tahun 2026 diprognosakan untuk distribusi tanpa pengendalian, artinya distribusi ini dilakukan dengan tidak adanya batasan-batasan, itu akan meningkat sebesar 3,2% dari alokasi,” ujarnya.

Sementara, dengan penerapan pengendalian, penyaluran diproyeksikan turun menjadi sekitar 8,29 juta MT, atau berkurang sekitar 2,6 persen dibandingkan realisasi 2025.

“Tetapi kalau dari prognosa terhadap penyaluran LPG yang dibatasi atau dikendalikan, nah ini akan meningkat sekitar 300 ton, gak terlalu banyak,” kata dia.

Oleh sebab itu, Achmad mengharapkan dukungan dari anggota Komisi XII DPR RI agar pemerintah dapat segera memberlakukan pembatasan pembelian LPG 3 kg. Sehingga penyaluran subsidi energi dapat lebih tepat sasaran.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Soal Perlambatan Ekonomi, Menkeu Purbaya : Jangan Salahkan Dunia, Kita yang Kurang Bisa Ngurus 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ketidakpastian global seringkali menjadi alasan regulator sebelumnya untuk menjelaskan munculnya perlambatan ekonomi nasional. Padahal, pertumbuhan ekonomi Indonesia didominasi oleh permintaan dalam negeri.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sebuah seminar di Thamrin Nine Ballroom, Selasa (27/1/2026).

“Kalau sebelumnya selalu kita bilang apa? Ekonomi global gelap maka ekonomi Indonesia jadi morat marit. Padahal 90% ekonomi Indonesia Indonesia dipengaruhi oleh domestic demand,” ujarnya.

Purbaya menilai narasi sebelumnya menyalahkan kondisi global merupakan bentuk mencari pembenaran atas ketidakmampuan dalam mengelola ekonomi domestik.

“Itu saya bisa simpulkan itu mencari excuse ketika kita gak becus ngurus ekonomi dalam negeri,” ujarnya.

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut mencontohkan ketika Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi 2025 awalnya 3%. Kemudian berubah menjadi 3,2%.

Sementara di dalam negeri, suasana dibuat menyeramkan dengan menyampaikan ancaman terhadap perekonomian. Realisasinya Indonesia masih bisa tumbuh baik di atas 5% dengan ekspor sebagai salah satu penopang terbesar. “Jadi IMF juga kadang-kadang ngawur,” tegasnya.

Menurut Purbaya, penting bagi pemerintah dan seluruh pihak yang berkepentingan untuk menciptakan optimisme di tengah masyarakat sehingga aktivitas ekonomi di dalam negeri berjalan.

“Saya gak peduli dengan global economy. Selama saya bisa jaga domestic demand, ekonomi kita masih bisa akan tumbuh. Jadi teman-teman gak usah takut menteri yang sekarang agak pinter dikit. Tapi kalau global demand-nya bagus ya itu bagus juga buat kita,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Guru PJOK SMK IT Yasin Terapkan Praktik Ilmu Gizi untuk Atlet

0

Wartain.com || Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SMK Islam Terpadu Yasin yang beralamat di Jalan Bojong Kopo, Kecamatan Simpenan, melaksanakan kegiatan praktik olahraga dengan pendekatan berbeda pada Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan tersebut berupa praktik ilmu gizi bagi atlet yang diikuti oleh peserta didik kelas XII.

Praktik ini dilakukan dengan cara siswa membuat berbagai makanan dan minuman yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi atlet. Kegiatan tersebut bertujuan agar siswa memahami peran penting asupan nutrisi dalam menunjang performa olahraga.

Guru PJOK SMK IT Yasin, Yosep Maulana, menjelaskan bahwa praktik ini selaras dengan jurusan yang diampu oleh para siswa, yakni jurusan kesehatan. Menurutnya, pembelajaran olahraga tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik semata, tetapi juga harus dibarengi dengan pemahaman mengenai makanan dan minuman yang mendukung kondisi fisik atlet.

“Kami ingin siswa memahami bahwa olahraga tidak hanya soal gerak tubuh, tetapi juga tentang bagaimana asupan gizi yang tepat dapat menunjang performa dan kesehatan atlet,” ujar Yosep.

Melalui praktik ini, diharapkan peserta didik mampu mengaplikasikan ilmu kesehatan dan gizi secara langsung, sekaligus menambah wawasan mereka mengenai keterkaitan antara olahraga dan pemenuhan nutrisi yang seimbang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

KB Hadir Bersama Layanan Darurat, Upaya DPPKB Dekatkan Kesehatan Reproduksi di Kalibunder

0

Wartain.com || Peresmian Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Kalibunder, Kecamatan Kalibunder, Senin (26/1/2026), tak hanya menandai peningkatan layanan kegawatdaruratan.

Di momen yang sama, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menghadirkan pelayanan Keluarga Berencana (KB) terpadu bagi masyarakat setempat.

Sebanyak 30 akseptor KB memanfaatkan layanan tersebut. Rinciannya, 20 peserta memilih KB implan, tujuh peserta KB suntik, dan tiga peserta KB pil.

Pelayanan berlangsung di Gedung Puskesmas Kalibunder melalui UPTD Pengendalian Penduduk dan KB (Dalduk) Kecamatan Kalibunder, dengan pendampingan tenaga kesehatan terlatih.

Kegiatan ini turut disaksikan Bupati Sukabumi, jajaran perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat. Kehadiran layanan KB di tengah agenda peresmian IGD menjadi simbol integrasi pelayanan kesehatan, dari penanganan darurat hingga kesehatan reproduksi.

Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menjelaskan bahwa pelayanan KB sengaja digelar bersamaan dengan peresmian IGD agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan reproduksi.

“Seluruh proses, mulai dari pendataan, konseling, hingga pemasangan alat kontrasepsi, dilakukan secara profesional dan sesuai standar medis,” ungkapnya.

Menurutnya, pelayanan KB harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya mudah dijangkau, tetapi juga cepat dan terintegrasi dengan layanan kesehatan lainnya di puskesmas.

Partisipasi DPPKB dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Melalui layanan KB yang ramah dan terjangkau, diharapkan masyarakat Kecamatan Kalibunder semakin sadar akan pentingnya perencanaan keluarga demi terwujudnya keluarga sehat dan sejahtera di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dari Desa Purabaya, Semangat FKPM Menguatkan Langkah Sukabumi Menuju Zero Stunting

0

Wartain.com || Aula Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Selasa (27/1/2026), dipenuhi semangat para Kader Pembangunan Manusia (KPM) dari berbagai penjuru Wilayah V Kabupaten Sukabumi.

Mereka berkumpul dalam Rapat Koordinasi Program dan Konsolidasi Forum Kader Pembangunan Manusia (FKPM), sebuah ikhtiar bersama untuk menekan angka stunting hingga nol.

Kegiatan ini dibuka langsung Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, didampingi Kepala DP3A H. Agus Sanusi dan Kepala Disdukcapil Amir Hamzah. Sebanyak 69 anggota FKPM dari sembilan kecamatan hadir, membawa harapan yang sama: generasi Sukabumi yang lebih sehat dan berkualitas.

Ketua FKPM Kabupaten Sukabumi, Timan Sutiman, menegaskan rakor ini menjadi ruang menyatukan langkah dan strategi kader di lapangan. Menurutnya, target Sukabumi Zero Stunting hanya bisa tercapai bila seluruh kader bergerak seirama.

Dalam sambutannya, Andreas menekankan peran vital KPM di tingkat desa. Kader bukan sekadar pendata, tetapi juga pendamping dan edukator masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Ia menyebut rakor ini sebagai momentum memperkuat sinergi dan kapasitas kader agar program pembangunan manusia benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

Sementara itu, Agus Sanusi mengingatkan bahwa stunting bukan persoalan gizi semata. Pola asuh, perlindungan anak, hingga peran keluarga menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Di sinilah FKPM dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat desa.

Penekanan lain datang dari Amir Hamzah. Ia menyoroti pentingnya data kependudukan yang akurat sebagai fondasi kebijakan. Tanpa data valid, program penanganan stunting berisiko meleset dari sasaran.

Menutup kegiatan, Wakil Bupati Andreas mengajak seluruh kader FKPM terus menjalin koordinasi dengan desa, puskesmas, dan lintas sektor terkait.

Harapannya sederhana namun bermakna: setiap program yang dijalankan mampu memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dana BLT Desa Karangtengah Sukabumi Diduga Dikorupsi, Kerugian Negara Tembus Rp1,3 Miliar

0

Wartain.com || Dugaan penyalahgunaan Dana Desa kembali mencuat di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, praktik korupsi terjadi pada program Bantuan Langsung Tunai (BLT Desa) di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, yang berlangsung selama tiga tahun anggaran, yakni 2020 hingga 2022.

Kepolisian Resor Sukabumi melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim mengungkap bahwa dana bantuan yang semestinya diterima masyarakat justru tidak disalurkan sepenuhnya. Akibat perbuatan tersebut, keuangan negara mengalami kerugian sebesar Rp1.354.700.000.

Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik menetapkan Kepala Desa Karangtengah berinisial G.I. (52) sebagai tersangka. Ia diduga memanfaatkan jabatannya untuk menguasai dana BLT Desa demi kepentingan pribadi.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menjelaskan bahwa Desa Karangtengah menerima total alokasi dana BLT Desa sebesar Rp1.692.000.000. Namun, dana tersebut tidak seluruhnya sampai ke tangan masyarakat penerima manfaat.

“Dana BLT yang seharusnya diterima warga justru disisihkan oleh tersangka. Bahkan untuk menutupi perbuatannya, tersangka memerintahkan pembuatan laporan pertanggungjawaban fiktif,” ujar Samian.

Dalam praktiknya, tersangka diduga menginstruksikan perangkat desa untuk memalsukan dokumen administrasi, termasuk tanda tangan penerima bantuan, agar laporan keuangan terlihat seolah-olah penyaluran telah dilakukan sesuai ketentuan.

Kasus ini diketahui terjadi sekitar Oktober 2024 dan terungkap setelah dilakukan audit serta pemeriksaan mendalam oleh penyidik Tipidkor Polres Sukabumi.

Menurut Samian, perbuatan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan sosial yang bertujuan membantu warga terdampak secara ekonomi.

“Tindakan ini sangat merugikan masyarakat karena dana bantuan yang seharusnya mereka terima justru disalahgunakan,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 603 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tersangka terancam hukuman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun, serta denda maksimal Rp2 miliar.

Kapolres menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan dana publik, khususnya dana yang diperuntukkan bagi masyarakat desa.

“Dana negara, apalagi yang menyangkut kesejahteraan masyarakat, tidak boleh disalahgunakan. Polres Sukabumi akan menindak tegas setiap bentuk korupsi,” tandasnya.

Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam praktik korupsi tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik