26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juni 27, 2026
Beranda blog Halaman 39

Sengit Lewat Rubber Game, Jonatan Christie Amankan Tiket Final Polytron Indonesia Open 2026

0

Wartain.com – Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, sukses melangkah ke babak final turnamen bulu tangkis bergengsi Polytron Indonesia Open 2026. Kepastian ini didapat setelah unggulan kelima turnamen tersebut memenangkan laga babak semifinal (SF) yang berlangsung di Jakarta, Indonesia, pada kurun waktu rangkaian turnamen 2-7 Juni 2026. Sabtu (6/6/2026).

Jonatan Christie berhasil menundukkan perlawanan sengit dari wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, melalui pertandingan rubber game yang menegangkan. Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo ini menyudahi perlawanan sang rival dengan skor akhir 16-21, 21-10, dan 21-12. Kemenangan ini sekaligus menjaga harapan tuan rumah untuk meraih gelar juara di sektor tunggal putra (MS).

Pertandingan ini berjalan penuh drama sejak awal gim pertama dimulai. Panitchaphon Teeraratsakul langsung mengambil inisiatif menyerang dan berhasil menekan pertahanan Jonatan, hingga akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor cukup meyakinkan, 21-16. Kekalahan di gim pembuka sempat membuat publik tuan rumah khawatir akan langkah Jojo di turnamen berkategori BWF World Tour Super 1000 ini.

Namun, memasuki gim kedua, Jonatan Christie menunjukkan kelasnya sebagai pemain berpengalaman dengan mengubah pola permainan. Lewat variasi serangan yang taktis dan pertahanan yang rapat, Jojo mendominasi jalannya laga secara total. Hasilnya, ia berhasil merebut gim kedua dengan skor telak 21-10 dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak penentuan.

Pada gim ketiga yang menjadi penentu, momentum kemenangan sepenuhnya tetap berada di tangan Jonatan. Dengan stamina yang lebih prima dan dukungan penuh dari atmosfer pertandingan, ia terus mendikte permainan Panitchaphon. Tunggal putra peringkat lima unggulan tersebut akhirnya mengunci kemenangan di gim ketiga dengan skor 21-12, sekaligus mengakhiri perlawanan wakil Thailand tersebut.

Keberhasilan ini membawa Jonatan Christie resmi melaju ke partai puncak Polytron Indonesia Open 2026 yang didukung oleh berbagai sponsor resmi seperti Polytron, HSBC, Djarum Foundation, dan mitra lainnya. Melalui kemenangan rubber game yang impresif ini, Jojo kini bersiap menghadapi laga final demi memperebutkan podium tertinggi di hadapan publiknya sendiri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pemkot Sukabumi Ajak Masyarakat Perkuat Aksi Nyata Jaga Lingkungan dan Peduli Lansia

0

Wartain.com – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kota Sukabumi di Lapang Merdeka, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta dan dihadiri Ketua Restoe Boemi Kia Florita, unsur Forkopimda, anggota DPRD, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Bobby Maulana menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengangkat tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan harus diwujudkan melalui langkah-langkah nyata, bukan sekadar seremoni tahunan.

Ia menilai tantangan perubahan iklim saat ini membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, pemerintah memerlukan dukungan masyarakat, dunia usaha, komunitas, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Karena itu, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, komunitas, serta berbagai pihak lainnya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Bobby.

Pada momentum yang sama, Pemerintah Kota Sukabumi juga memperingati Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 dengan tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Bobby menyampaikan penghargaan kepada para lansia atas kontribusi, pengalaman, dan keteladanan yang telah diberikan kepada keluarga, masyarakat, maupun daerah.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda agar dapat menjalani masa lanjut usia dengan kondisi yang tetap prima.

“Tua itu pasti, sehat itu pilihan,” katanya.

Menurut Bobby, para lansia perlu mendapatkan ruang dan kesempatan untuk tetap aktif, produktif, serta berperan dalam kehidupan sosial sehingga dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Sebagai bentuk perhatian kepada para lanjut usia, Pemerintah Kota Sukabumi menyerahkan kadeudeuh kepada sejumlah perwakilan lansia. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan RSUD R. Syamsudin, SH, Rumah Sakit Ridho Galih, dan Rumah Sakit Asy-Syifa. Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Selain itu, Rumah Sakit Al Mulk menyerahkan bantuan tanaman kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Penyerahan dilakukan langsung kepada Bobby Maulana sebagai bagian dari program inovatif “Satu Pasien Satu Pohon”.

Melalui program tersebut, setiap pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan turut berkontribusi dalam upaya penghijauan dengan menanam pohon. Tanaman yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada masyarakat melalui tujuh kecamatan di Kota Sukabumi.

Dukungan terhadap gerakan penghijauan juga datang dari PNM yang secara simbolis menyerahkan bantuan tanaman kepada tujuh kecamatan untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bobby turut mengungkapkan perkembangan positif dalam pengelolaan sampah di Kota Sukabumi. Ia menyebut volume sampah yang masuk ke TPA Cikundul saat ini mencapai sekitar 132 ton per hari atau berkurang sekitar tiga ton dibandingkan sebelumnya.

“Penurunan tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya, seiring dengan penutupan TPS liar dan berbagai upaya edukasi yang dilakukan pemerintah,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Sukabumi, lanjut Bobby, terus mendorong berbagai program pengurangan sampah melalui pemilahan sampah rumah tangga, pengembangan biopori, serta sejumlah inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat guna menekan timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan aksi pungut sampah bersama yang melibatkan seluruh peserta. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Mengenal Tuhan Bukan Mematikan Diri: Jalan Ma’rifatullah Menuju Diri Sejati

0
Oplus_131072

Oleh : Kang Dzikri Nur/ Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com – Salah satu gagasan yang sering ditemukan dalam berbagai tradisi spiritual adalah bahwa manusia harus mematikan ego, menundukkan diri, mengosongkan pikiran, bahkan melenyapkan identitas pribadinya untuk dapat mengenal Tuhan. Dalam batas tertentu, ungkapan tersebut mengandung kebenaran, terutama sebagai peringatan agar manusia tidak diperbudak oleh kesombongan dan hawa nafsu. Namun persoalannya menjadi berbeda ketika “mematikan diri” dipahami sebagai penghancuran eksistensi manusia itu sendiri.

Pertanyaannya, benarkah jalan menuju Tuhan dimulai dengan memerangi diri?
Al-Qur’an memberikan landasan yang berbeda. Sebelum manusia hadir di dunia, Allah telah mengambil kesaksian dari seluruh ruh manusia sebagaimana disebutkan dalam QS Al-A’raf ayat 172: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul, kami bersaksi.” Ayat ini menunjukkan bahwa pengenalan terhadap Allah bukanlah sesuatu yang sepenuhnya asing bagi manusia. Pada tingkat ruhani yang paling dalam, manusia telah mengenal Tuhannya.

Karena itu, Ma’rifatullah pada hakikatnya bukan menciptakan pengetahuan baru tentang Allah, melainkan mengingat kembali kebenaran yang telah tersimpan dalam fitrah manusia.

Ketika manusia lahir ke dunia, kesadaran primordial tersebut tertutupi oleh berbagai identitas yang dibangun sepanjang kehidupan. Manusia mulai mengidentifikasi dirinya dengan tubuh, harta, jabatan, kelompok, ideologi, bahkan citra yang ia bangun tentang dirinya sendiri. Dari sinilah lahir apa yang sering disebut ego.

Dalam perspektif Tauhid Kenabian Ma’rifatullah, ego bukanlah diri manusia yang sejati, melainkan keterikatan kesadaran kepada identitas-identitas yang bersifat sementara.
Di sinilah pentingnya membedakan antara ruh, nafs, qalb, dan akal. Ruh merupakan pancaran kehidupan yang Allah tiupkan kepada manusia.

Nafs adalah pusat pengalaman, kehendak, dan pilihan manusia yang dapat bergerak dari tingkat ammarah menuju muthmainnah. Qalb adalah pusat kesadaran ruhani yang mampu menerima cahaya petunjuk. Sedangkan akal adalah instrumen untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah.

Semua unsur ini bukan musuh yang harus dimusnahkan, melainkan amanah yang harus ditata agar kembali kepada tujuan penciptaannya.
Karena itu, terdapat paradoks dalam upaya mematikan ego. Selama masih ada “aku” yang bangga karena berhasil menghancurkan ego, sesungguhnya ego itu masih bekerja dalam bentuk yang lebih halus.

Seseorang dapat menjadi sombong karena kesalehannya, merasa lebih tinggi karena kezuhudannya, atau menganggap dirinya lebih dekat kepada Tuhan dibanding orang lain. Ego hanya berganti pakaian, tetapi belum benar-benar kehilangan kekuasaannya.

Jalan Ma’rifatullah menawarkan pendekatan yang berbeda. Yang diperlukan bukan penghancuran diri, melainkan penyaksian terhadap kebenaran. Ketika cahaya ketuhanan hadir dalam kesadaran, identitas-identitas palsu akan runtuh dengan sendirinya.

Sebagaimana kegelapan tidak perlu dibunuh, tetapi cukup disingkirkan oleh cahaya, demikian pula ilusi tentang diri akan hilang ketika manusia mulai mengenal Allah secara lebih mendalam.

Di sinilah peran para nabi menjadi sangat penting. Allah tidak membiarkan manusia mencari jalan sendiri. Melalui wahyu dan kenabian, manusia dibimbing untuk kembali kepada fitrahnya. Nabi Muhammad SAW bukan hanya penyampai syariat, tetapi pembimbing umat menuju kesadaran tauhid yang utuh, sehingga manusia dapat mengenal Allah, mengenal dirinya, dan memahami tujuan keberadaannya di dunia.

Maka diri sejati bukanlah diri yang lenyap, melainkan diri yang menemukan tempatnya di hadapan Allah. Ia sadar bahwa dirinya berasal dari Allah, hidup dalam pemeliharaan Allah, dan akan kembali kepada Allah. Kesadaran ini melahirkan Islam, iman, dan ihsan sebagai satu kesatuan hidup yang nyata.

Dari sinilah lahir manusia yang menjalankan amanah kekhalifahan, membangun kehidupan dunia sebagai ladang akhirat, serta menjadikan seluruh perjalanan hidup sebagai ibadah menuju perjumpaan dengan Tuhan Yang Maha Hidup dan Maha Abadi.

Karena pada akhirnya, mengenal Tuhan bukanlah kehilangan diri, melainkan menemukan diri yang sesungguhnya dalam cahaya Ma’rifatullah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

535 KPM di Desa Gandasoli Terima Bantuan Pangan, Kades Harapkan Penambahan Kuota dari Kemensos

0

Wartain.com – Pemerintah Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi,  menyalurkan bantuan pangan kepada 535 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat ini ditargetkan berjalan lancar guna memastikan seluruh warga yang berhak dapat menerima hak mereka dengan baik. Sabtu (6/6/2026)

Kepala Desa Gandasoli, Ece Kurniawan, menyampaikan bahwa proses pembagian bantuan pangan pada periode ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Warga penerima manfaat juga terlihat sangat antusias mendatangi lokasi pembagian sejak pagi hari untuk mengantre giliran.

Meskipun berjalan lancar, Ece Kurniawan menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan kali ini memerlukan waktu sekitar tiga hari. Hal tersebut disebabkan oleh adanya perubahan mekanisme administrasi yang kini sepenuhnya menerapkan sistem berbasis online.

“Untuk pembagian mungkin nyampai 3 hari ini. Soalnya sekarang serba online, karena di sini situasinya dengan jaringan,” ujar Kades Gandasoli, Ece Kurniawan saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi kegiatan.

Lebih lanjut, Ece mengungkapkan harapannya agar jumlah penerima manfaat di desanya bisa kembali ditingkatkan pada masa mendatang. Pihak pemerintah desa berharap Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemerintah pusat dapat melakukan pemerataan kuota agar tidak ada warga kurang mampu yang terlewatkan.

“Mudah-mudahan ke depannya bantuan pangan ini, khususnya di Desa Gandasoli, semuanya merata. Intinya jangan sampai seperti ini, ada yang belum kebagian sama sekali. Mudah-mudahan ke depannya saya berharap ke pemerintah pusat, ke Kemensos, khususnya Desa Gandasoli, ada lagi peningkatan KPM penerima manfaat,” pungkas Ece.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

DP3A Kabupaten Sukabumi Pastikan Pendampingan Maksimal bagi Korban Dugaan Kekerasan Seksual Anak

0
Oplus_131072

Wartain.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi terus mengawal penanganan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak yang terjadi di wilayah Kecamatan Surade. Langkah cepat dilakukan dengan memberikan pendampingan secara langsung kepada korban guna memastikan terpenuhinya hak-hak perlindungan, kesehatan, dan pemulihan psikologis.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menyampaikan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait setelah menerima informasi mengenai kasus tersebut. Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi korban mendapat perhatian dan penanganan yang tepat sesuai prosedur yang berlaku.

Sebagai bagian dari proses penanganan, korban dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis melalui visum et repertum yang didampingi petugas DP3A. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memperoleh gambaran kondisi korban secara menyeluruh sekaligus mendukung proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami berupaya memastikan setiap tahapan penanganan dilakukan secara profesional dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak. Pendampingan terus diberikan agar korban merasa aman dan terlindungi,” ujar Agus, Sabtu (6/6/2026).

Selain mendampingi proses pemeriksaan medis, DP3A juga menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta pihak terkait lainnya guna memastikan korban memperoleh layanan yang dibutuhkan, baik dari sisi kesehatan maupun pemulihan psikologis.

Menurut Agus, penanganan kasus kekerasan terhadap anak memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memperhatikan kondisi emosional dan mental korban agar proses pemulihan dapat berjalan secara optimal.

DP3A berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan kasus serta memberikan dukungan hingga seluruh hak korban terpenuhi. Pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan korban dan keluarganya.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Menjaga kerahasiaan identitas dan privasi korban merupakan bagian penting dalam upaya perlindungan anak serta mendukung proses penanganan yang sedang berlangsung.

Kasus ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap korban memperoleh keadilan, rasa aman, serta kesempatan untuk pulih dan melanjutkan kehidupannya dengan baik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pelaku UMKM Gegerbitung Dibekali Manajemen Keuangan, Didorong Akses Permodalan Berbasis Legalitas

0

Wartain.com – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi menggelar Pelatihan Manajemen Keuangan Usaha Mikro di Aula Kecamatan Gegerbitung, Sabtu (06/06/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro dalam mengelola keuangan usaha sekaligus memperluas pemahaman terkait akses permodalan yang aman dan legal.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, mengatakan bahwa persoalan permodalan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi banyak pelaku UMKM. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai program yang dapat membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah.

Menurut Sri Hastuty, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan perhatian serius terhadap penguatan sektor UMKM, termasuk dalam hal akses modal usaha. Berbagai skema pembiayaan yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.

“Pak Bupati melihat bahwa persoalan permodalan masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Oleh karena itu, berbagai akses pembiayaan terus didorong agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai syarat utama untuk memperoleh akses pembiayaan. Salah satu dokumen yang harus dimiliki pelaku usaha adalah Nomor Induk Berusaha (NIB).

Sri Hastuty menjelaskan bahwa NIB menjadi salah satu persyaratan dasar yang harus dipenuhi, dengan masa kepemilikan minimal enam bulan sebelum mengajukan pembiayaan. Selain itu, lembaga keuangan juga akan melakukan penilaian terhadap kelayakan usaha sebelum memberikan pinjaman.

Ia mengingatkan para pelaku UMKM agar berhati-hati dalam memilih sumber pembiayaan dan menghindari pinjaman dari pihak-pihak yang tidak resmi atau berpotensi merugikan. Menurutnya, penggunaan pembiayaan yang tepat akan membantu usaha berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

“Jangan sampai pelaku usaha terjebak pinjaman yang memberatkan. Pilihlah akses pembiayaan yang legal, aman, dan sesuai dengan kemampuan usaha sehingga tidak menjadi beban di kemudian hari,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, para pelaku usaha mikro diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, memiliki legalitas usaha yang lengkap, serta mampu memanfaatkan berbagai program pembiayaan secara bijak untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka.

Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari peserta yang berasal dari berbagai kelompok usaha di Kecamatan Gegerbitung. Selain materi manajemen keuangan, peserta juga memperoleh informasi terkait program pemberdayaan dan pengembangan UMKM yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Galaksi PKBM Sukabumi Jadi Ajang Unjuk Bakat dan Edukasi Masyarakat tentang Pendidikan Kesetaraan

0

Wartain.com – Puluhan peserta didik dari berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tampak antusias mengikuti Gelar Aksi PKBM Koordinator Wilayah IV Forum Komunikasi PKBM (FK-PKBM) Kabupaten Sukabumi (GALAKSI) 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 14 PKBM dari 10 kecamatan di wilayah IV Kabupaten Sukabumi. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Dewan Pendidikan, Kepala Korwil Badan Intelijen Negara (BIN) Pakuan Raya, para pengelola PKBM, tutor, serta tamu undangan lainnya.

Acara dibuka dengan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari laporan panitia, sambutan para undangan, hingga penampilan bakat para peserta didik. Berbagai pertunjukan ditampilkan, di antaranya solo vokal, duet vokal, atraksi karate, serta penampilan biola yang dibawakan oleh Raffa Akmal Lugi.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan promosi pendidikan kesetaraan, GALAKSI juga menghadirkan sejumlah perlombaan, seperti lomba catur, pidato, puisi, solo vokal, dan bulu tangkis yang diikuti peserta dari berbagai PKBM.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Korwil IV FK-PKBM Kabupaten Sukabumi, Herlin Elly Farlina, mengatakan bahwa GALAKSI merupakan kegiatan rutin tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-5.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan keberadaan PKBM kepada masyarakat sekaligus memberikan pemahaman bahwa PKBM merupakan lembaga pendidikan yang menjalankan proses pembelajaran secara nyata dan terstruktur.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa PKBM itu ada, memiliki peserta didik, tenaga pendidik, dan aktivitas pembelajaran yang jelas. PKBM bukan lembaga yang hanya mengeluarkan ijazah semata,” ujar Herlin dalam laporannya.

Ia menegaskan bahwa ijazah yang diterbitkan PKBM merupakan ijazah resmi yang diakui negara dan memiliki kedudukan yang sama untuk berbagai kebutuhan, termasuk melanjutkan pendidikan maupun persyaratan dunia kerja.

Galaksi PKBM Sukabumi Jadi Ajang Unjuk Bakat dan Edukasi Masyarakat tentang Pendidikan Kesetaraan (Foto : DH)

“Ijazah PKBM bukan hanya untuk mencari pekerjaan atau melanjutkan kuliah, tetapi merupakan bukti bahwa peserta didik telah mengikuti proses pendidikan yang sah dan diakui pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Penilik Wilayah IV, Heri Hermawandi, menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan PKBM yang dinilainya semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan.

Menurut Heri, salah satu keunggulan PKBM adalah fleksibilitas metode pembelajaran yang dapat menyesuaikan dengan minat, bakat, dan potensi masing-masing peserta didik.

“PKBM merupakan lembaga pendidikan yang sangat fleksibel. Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda-beda. Ada yang berbakat di bidang seni, olahraga, kewirausahaan, pertanian, dan berbagai bidang lainnya. Tugas kita adalah membantu mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan pembelajaran di PKBM tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik semata, melainkan juga pada penguatan keterampilan hidup dan pengembangan bakat peserta didik.

Heri juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan kepercayaan kepada PKBM sebagai salah satu jalur pendidikan nonformal yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Dengan segala keterbatasan yang ada, guru dan tutor di PKBM terus berupaya memberikan pendidikan terbaik. Karena itu masyarakat tidak perlu ragu untuk mempercayakan proses belajar kepada PKBM,” katanya.

Melalui penyelenggaraan GALAKSI 2026, FK-PKBM Kabupaten Sukabumi berharap keberadaan pendidikan kesetaraan semakin dikenal luas serta mampu menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, prestasi, dan kepercayaan diri di tengah masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Veda Ega Pratama Tancap Gas di Practice Moto3 Hungaria 2026, Raih Posisi 2 di Balaton Park

0
Oplus_131072

Wartain.com – Rider muda Indonesia, Veda Ega Pratama kembali menunjukkan tajinya di kejuaraan dunia. Pembalap Indonesia itu finish sebagai yang tercepat kedua pada sesi practice Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Jumat 5/6 malam WIB.

Veda hanya kalah 0,361 detik dari Maximo Quiles yang menempati posisi pertama. Torehan ini menjadi modal penting sebelum kualifikasi Sabtu 6/6, karena Veda berhak lolos langsung ke Q2.

Sesi dimulai kurang baik untuk Veda. Di free practice 1 siang hari, ia hanya mampu mencatat waktu 1 menit 49,169 detik dan terdampar di posisi paling belakang. Penampilan itu jauh dari harapan tim.

Namun Veda langsung tancap gas saat practice malam. Pada awal sesi ia sudah memperbaiki waktu menjadi 1 menit 48,829 detik. Meski masih jauh dari 1 menit 47 detik, grafiknya terus naik.

Rival-rival cepat unjuk gigi lebih dulu. Daniel Munoz menorehkan 1 menit 46,773 detik kurang dari 10 menit sesi berjalan. Maximo Quiles, pemuncak klasemen Moto3 2026, juga menembus 1 menit 46 detik.

Quiles kemudian mempertajam catatan menjadi 1 menit 46,638 detik dan merebut puncak timesheet. Veda tidak mau kalah. Jebolan Astra Honda Racing School itu menembus 1 menit 47,813 detik dan merangsek ke posisi 11, menggeser Hakim Danish yang terpaut 0,010 detik.

Persaingan semakin ketat. Quiles terus memperbaiki waktu hingga 1 menit 46,296 detik dan kukuh di posisi pertama. Sementara Veda sempat berada di peringkat 14 menjelang 10 menit terakhir, tepat di batas aman lolos Q2.

Momentum Veda datang 5 menit sebelum sesi berakhir. Ia melesatkan lap terbaik 1 menit 46,567 detik dan langsung melompat ke peringkat kedua. Catatan itu tak mampu dikejar pembalap lain sampai bendera finish dikibarkan.

David Almansa menutup sesi di posisi ketiga dengan selisih 0,032 detik dari Veda. Disusul David Munoz di posisi 4 dan Joel Kelso di posisi 5. Semua tertinggal lebih dari 0,3 detik dari Quiles.

Hasil ini kontras dengan FP1. Dari juru kunci pagi hari, Veda bertransformasi menjadi penantang terdepan malam hari. Adaptasi cepat terhadap karakter Sirkuit Balaton Park jadi kunci kebangkitannya.

Dengan finish P2 pada practice, Veda otomatis mengantongi tiket ke Q2 kualifikasi Sabtu 6/6. Ia tidak perlu lagi berjuang di Q1, sehingga punya waktu lebih untuk menyetel motor dan strategi balapan.

Catatan 1 menit 46,567 detik membuktikan Veda sudah menemukan ritme Balaton Park. Jika konsistensi ini terjaga saat kualifikasi dan balapan, peluang podium Moto3 Hungaria 2026 terbuka lebar untuk Merah Putih.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kebakaran Hanguskan Musala dan Kelas 3 SDN Cipriangan, Siswa Tetap Belajar Seperti Biasa

0

Disdik Sukabumi gerak cepat alihkan ruang kelas agar KBM tidak terganggu

Wartain.com – SDN Cipriangan di Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, dikejutkan musibah kebakaran Senin sore 1/6/2026 pukul 16.41 WIB. Api cepat membesar dan membakar dua bagian penting sekolah.

Dugaan awal mengarah pada pembakaran sampah di area belakang sekolah. Percikan api tidak terkendali, lalu menjalar ke bangunan musala dan ruang kelas 3 yang berada tidak jauh dari lokasi.

Dalam hitungan menit, api menghanguskan atap, dinding, meja, kursi, dan perlengkapan ibadah di musala. Ruang kelas 3 juga ludes terbakar sehingga tidak bisa dipakai untuk kegiatan belajar.

Meski kejadian terjadi sore hari saat sekolah kosong, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi langsung turun tangan keesokan harinya. Fokus utama: memastikan ratusan siswa tetap bisa belajar tanpa jeda.

Sekretaris Disdik Kabupaten Sukabumi Herdiawan Waryadi memastikan KBM di SDN Cipriangan berjalan normal sejak Selasa 2/6/2026. Langkah antisipasi disiapkan agar musibah tidak mengganggu proses pendidikan.

“Sudah diantisipasi agar tidak mengganggu aktivitas KBM. Kami memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa,” ujar Herdiawan.

Kerusakan paling parah terjadi pada musala. Sementara ruang kelas lain yang masih aman difungsikan sementara untuk menampung siswa kelas 3. Penataan jadwal dan ruang dilakukan agar pembelajaran tetap efektif.

“Yang terdampak parah kebakaran itu musala. Untuk sementara, kami akan memanfaatkan ruang kelas yang tersedia sehingga aktivitas pendidikan tetap berlangsung,” jelas Herdiawan.

Penyesuaian ruang dilakukan bersama pihak sekolah dan komite. Tujuannya menjaga kenyamanan siswa saat belajar di ruang darurat sambil menunggu perbaikan permanen.

Disdik Sukabumi juga memasukkan pemulihan SDN Cipriangan ke program prioritas. Artinya, perbaikan musala dan ruang kelas 3 akan segera diusulkan agar bisa masuk anggaran dan dikerjakan secepatnya.

“Penanganan kerusakan akibat kebakaran ini akan dimasukkan ke program prioritas agar bisa segera dilakukan perbaikan,” pungkas Herdiawan.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang bahaya api di lingkungan sekolah. Edukasi larangan membakar sampah sembarangan dan penguatan sistem keamanan diharapkan mencegah kejadian serupa terulang, sehingga siswa bisa belajar dengan tenang dan aman.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ketua DPRD Sukabumi Budi Azhar Serap Aspirasi Warga Cidolog-Cidadap: Jalan Cikarang-Cipamingkis Jadi Prioritas

0
Oplus_131072

Reses Dapil V dorong percepatan pembangunan desa pelosok selatan Sukabumi (Foto: Ist)

Wartain.com – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali kembali menyapa konstituennya. Agenda Reses Kedua Tahun Sidang 2026 digelar di Aula Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog, Kamis 4/6/2026. Ratusan warga Cidolog dan Cidadap hadir menyampaikan harapan.

Lokasi reses dipilih di Desa Cikarang karena menjadi simpul penghubung tiga desa. Kehadiran pucuk pimpinan legislatif disebut warga membawa angin segar untuk percepatan pembangunan di Desa Cikarang, Hegarmulya, dan Tenjolaut.

Kepala Desa Cikarang Atam mengapresiasi pemilihan wilayahnya sebagai titik reses. Menurutnya, tatap muka langsung dengan Ketua DPRD adalah momentum penting agar kebutuhan dasar masyarakat bisa terdengar langsung oleh pengambil kebijakan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Ketua DPRD di tengah-tengah warga. Kami berharap momentum tatap muka ini menjadi awal perubahan nyata dan membawa dampak positif bagi percepatan pembangunan di desa kami,” ujar Atam.

Pemerintah Kecamatan Cidolog yang diwakili Sekretaris Kecamatan memaparkan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah infrastruktur jalan kabupaten. Akses yang rusak menghambat aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar warga pelosok selatan.

Dua ruas jalan masuk daftar usulan prioritas. Pertama, jalan kabupaten penghubung Desa Cikarang–Cipamingkis. Kedua, ruas Tagog Lalay–Mekarjaya yang menjadi akses vital dari Cikarang, Mekarjaya, Hegarmulya, hingga Tenjolaut.

Menanggapi aspirasi itu, Budi Azhar mengaku bersyukur bisa bersilaturahmi langsung dengan warga Dapil V. Ia menegaskan reses adalah sarana memperbarui data lapangan dan menyerap aspirasi untuk bahan penyusunan program pembangunan daerah.

“Aspirasi yang masuk tentu akan kami kawal dan sesuaikan dengan regulasi serta prioritas kewajiban pemerintah daerah. Silaturahmi ini sangat penting untuk mempererat kebersamaan kita. Sebagai umat beragama, tugas kita adalah berikhtiar dan berjuang secara maksimal, sementara untuk hasilnya mari kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Budi Azhar.

Ketua DPRD juga menyoroti tantangan penyusunan anggaran. Perubahan regulasi pusat yang terjadi hampir setiap tahun membuat perencanaan daerah menjadi lebih dinamis dan menuntut penyesuaian cepat.

Meski ada keterbatasan regulasi, Budi memastikan perjuangan untuk hak masyarakat Dapil V tidak akan surut. Infrastruktur jalan menjadi fokus karena berkaitan langsung dengan mobilitas, harga hasil tani, dan akses pendidikan serta kesehatan.

“Kami akan terus memperjuangkan pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Infrastruktur jalan di Desa Cikarang dan wilayah sekitarnya memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi warga, sehingga akan menjadi perhatian serius untuk terus diperjuangkan,” tegasnya.

Dengan serapan aspirasi ini, DPRD Kabupaten Sukabumi berharap usulan perbaikan jalan Cikarang–Cipamingkis dan Tagog Lalay–Mekarjaya bisa masuk dalam prioritas anggaran daerah. Jika terealisasi, konektivitas tiga desa di Cidolog-Cidadap akan lebih lancar dan ekonomi warga pelosok selatan Sukabumi terdongkrak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)