26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juni 27, 2026
Beranda blog Halaman 43

Reses Maraton Paoji di Dapil V: Antusiasme Warga Tinggi, Tantangan Anggaran Jadi Sorotan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDI Perjuangan Paoji merampungkan agenda Reses Kedua Tahun Sidang 2026. Kegiatan serap aspirasi itu digelar secara maraton di beberapa titik strategis Daerah Pemilihan V Kabupaten Sukabumi.

Rangkaian reses dipusatkan di tiga desa. Lokasinya meliputi Desa Cibadak Kecamatan Pabuaran, Desa Cisitu Kecamatan Nyalindung, dan Desa Cikarang Kecamatan Cidolog. Pemilihan lokasi bertujuan menjangkau konstituen secara lebih merata.

Setiap pertemuan dihadiri unsur Forkopimcam, jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keterwakilan pemuda dan perempuan. Kehadiran beragam elemen membuat forum dialog berjalan lebih komprehensif.

Paoji menyampaikan apresiasi atas partisipasi warga. Antusiasme masyarakat dinilai tinggi dan menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan untuk pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, saya merasa bangga dan bahagia melihat antusiasme masyarakat yang hadir. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan daerah masih sangat tinggi. Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan dan harapan warga,” ujar Paoji, Jumat 5/6/2026.

Di hadapan konstituen, Paoji memaparkan realita anggaran daerah. Postur APBD saat ini menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fiskal dan dinamika regulasi dari pemerintah pusat.

Dua program prioritas nasional turut memengaruhi. Program Makan Bergizi Gratis MBG dan kebijakan strategis Koperasi Desa Kopdes menuntut penyesuaian anggaran yang besar. Kondisi itu berpotensi memicu rasionalisasi pos anggaran lain, termasuk dana desa dan bantuan provinsi.

“Kami selaku pengawas pemerintah daerah dan perwakilan rakyat memahami betul kondisi di lapangan. Saat ini anggaran sangat terbatas, sementara regulasi terus mengalami perubahan. Ditambah adanya program MBG dan Kopdes yang membutuhkan dukungan anggaran besar, sehingga berpotensi mempengaruhi program-program lainnya hingga adanya pemangkasan anggaran desa maupun provinsi,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi itu.

Meski anggaran terbatas, Paoji menegaskan komitmennya. Sebagai wakil rakyat, ia tidak akan berhenti memperjuangkan aspirasi warga agar tetap terealisasi sesuai regulasi yang berlaku.

*“Sebagai wakil rakyat, kami tidak akan pernah menyerah. Kami akan terus berjuang dan mengawal setiap aspirasi masyarakat agar dapat diperjuangkan serta direalisasikan sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya.

Dialog berlangsung interaktif. Masyarakat menyampaikan usulan pembangunan di wilayah masing-masing, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi. Seorang tokoh masyarakat mengapresiasi kinerja Paoji yang dinilai konsisten memperjuangkan Pokok-Pokok Pikiran DPRD. Infrastruktur hasil Pokir disebut memberi manfaat nyata bagi aktivitas warga Dapil V.

Melalui reses maraton ini, Paoji berharap komunikasi antara warga dan wakil rakyat tetap harmonis, terbuka, dan akuntabel. Aspirasi yang terhimpun di Cibadak, Cisitu, dan Cikarang akan dibawa ke pembahasan DPRD agar pembangunan di Kabupaten Sukabumi berjalan merata dan berkeadilan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Miras, Narkoba, dan LGBT Jadi Tantangan Generasi Bangsa

0

Oleh: Opik/ Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Sukabumi

Wartain.com – Generasi muda merupakan aset paling berharga yang dimiliki bangsa. Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas moral, intelektual, dan karakter generasi yang saat ini sedang tumbuh dan berkembang. Karena itu, berbagai persoalan yang berpotensi mengancam masa depan generasi muda harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Saat ini, peredaran minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, dan fenomena LGBT menjadi isu yang banyak diperbincangkan di tengah masyarakat. Ketiga persoalan tersebut dinilai memerlukan perhatian khusus karena berkaitan dengan pembinaan moral, kesehatan, serta ketahanan sosial generasi muda.

Miras dan narkoba merupakan ancaman nyata yang dampaknya telah banyak dirasakan masyarakat. Selain merusak kesehatan fisik dan mental, penyalahgunaan kedua hal tersebut juga kerap menjadi pemicu tindak kriminalitas, kekerasan, dan berbagai persoalan sosial lainnya.

Di sisi lain, fenomena LGBT juga menjadi perdebatan publik, terutama dalam masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budaya, dan norma sosial. Sebagian kalangan memandang pentingnya memperkuat pendidikan agama, karakter, serta ketahanan keluarga sebagai upaya menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat.

Sebagai daerah yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, Kabupaten Sukabumi perlu mengambil langkah yang lebih serius dalam memperkuat pendidikan karakter, pembinaan kepemudaan, serta menciptakan lingkungan sosial yang sehat bagi tumbuh kembang generasi muda.

Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat untuk membangun benteng moral yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Generasi muda adalah harapan bangsa. Karena itu, menjaga mereka dari pengaruh negatif serta membekali mereka dengan pendidikan, akhlak, dan wawasan kebangsaan yang kuat merupakan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, Indonesia akan memiliki generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berakhlakul karimah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Reses Dadang Hermawan di Ciputat Cikangkung: Jalan dan Irigasi Jadi Aspirasi Utama Warga Ciracap

0
Oplus_131072

Wartain.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Dadang Hermawan menggelar Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Kampung Ciputat, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kamis 4/6/2026. Kegiatan ini menjadi forum silaturahmi sekaligus ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat.

Reses dihadiri unsur pimpinan kecamatan dan desa, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan. Hadir Ketua MUI Ciracap, Ketua BAZ Ciracap, PCNU Ciracap, Muslimat NU, Forkopimcam Ciracap, Pemerintah Desa Cikangkung, kader posyandu, Karang Taruna, kader Banser, Ikatan Remaja Masjid Ciputat, serta warga setempat.

Dadang Hermawan menegaskan tujuan utama reses. Menurutnya, kegiatan ini merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat di daerah pemilihan.

“Melalui kegiatan reses ini kami ingin mendengar secara langsung kebutuhan dan harapan masyarakat, sehingga dapat menjadi bahan perjuangan di DPRD Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Aspirasi warga Ciracap didominasi persoalan infrastruktur. Jalan kabupaten menjadi keluhan utama karena kondisinya dinilai menghambat mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir selatan.

Dua ruas jalan prioritas diajukan warga. Pertama, ruas jalan Mareleng–Ciracap–Ujunggenteng. Kedua, ruas jalan Cijoho–Cikangkung. Kedua akses tersebut dinilai mendesak mendapat perbaikan agar transportasi lebih lancar dan aman.

Selain jalan, sektor pertanian juga menjadi sorotan. Warga menyampaikan kebutuhan perbaikan saluran irigasi yang rusak akibat bencana di Kampung Kalapasatangkal, Desa Ciracap. Kerusakan irigasi mengganggu suplai air ke lahan pertanian.

Usulan irigasi datang pula dari kelompok tani. Sebanyak 18 kelompok tani di wilayah Jampangkulon mengajukan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi tersier. Jaringan itu diharapkan meningkatkan produktivitas padi dan menjaga ketersediaan air.

Dadang mencatat semua masukan tersebut. Ia memastikan aspirasi warga akan menjadi bahan pembahasan dan perjuangan dalam agenda pembangunan daerah melalui mekanisme DPRD.

“Kami akan berupaya mengawal berbagai usulan yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur jalan dan irigasi yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga,” katanya.

Reses tidak hanya membahas pembangunan fisik. Forum juga diisi diskusi agenda keagamaan dan sosial kemasyarakatan untuk menyambut Tahun Baru Islam. Suasana berlangsung akrab dan penuh antusiasme warga yang hadir.

Dengan rangkaian aspirasi jalan Mareleng–Ciracap–Ujunggenteng, Cijoho–Cikangkung, serta perbaikan irigasi Kalapasatangkal dan irigasi tersier Jampangkulon, Dadang Hermawan menegaskan perannya sebagai jembatan aspirasi. Hasil reses di Ciputat Cikangkung akan dibawa ke pembahasan Pokok-Pokok Pikiran DPRD agar mendapat alokasi pembangunan yang tepat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Magnet Band Lempar EP “Matahari Hati”, “Lebih Kuat Tanpamu” Siap Mengudara 5 Juni

0

Kami ingin pendengar tetap melangkah setelah kehilangan”, by Angling (Foto : PWI Kabsi)

Wartain.com – Magnet Band kembali menyapa penikmat musik setelah sukses dengan singel “Cinta Aing” di akhir 2025. Kali ini band alternatif asal Kota Sukabumi itu merilis EP terbaru bertajuk “Matahari Hati”.

EP “Matahari Hati” berisi sejumlah trek pilihan. Salah satu lagu yang diandalkan adalah “Lebih Kuat Tanpamu”. Mulai Jumat, 5/6/2026, lagu tersebut akan diputar serentak di berbagai radio swasta nasional.

Angling, vokalis sekaligus penulis lagu, membocorkan makna di balik “Lebih Kuat Tanpamu”. Lagu itu bercerita tentang seseorang yang ditinggal pasangannya, tetapi memilih tegar dan sabar menjalani hidup meski rasa sakit masih membekas.

“Lagu ‘Lebih Kuat Tanpamu’ mengisahkan tentang seseorang yang ditinggalkan pasangannya dan dia berusaha untuk tetap tegar menghadapinya. Tetap sabar dan terus menjalani kehidupan walaupun dengan perasaan sakit. Intinya sabar,” jelas Angling.

Proses produksi EP ini digarap mandiri oleh Magnet bersama manajemen. Pengerjaan rekaman berlangsung cepat dan efisien.

“Alhamdulillah, proses rekaman lagu ini satu minggu selesai, di Phamz Studio,” ucap Angling. Sentuhan produksi mandiri membuat karakter musik Magnet terasa lebih otentik.

Secara musikal, “Matahari Hati” membawa nuansa segar dan energik. Aransemennya mengingatkan pada era alternatif awal 2000-an, tetapi tetap relevan dengan selera pendengar masa kini.

Lagu ini juga terasa personal bagi formasi Magnet saat ini. Band berjalan dengan empat personel tanpa _drummer_. Kondisi itu justru memicu semangat baru dalam berkarya.

“Lagu ini sangat personal bagi kami, terlebih lagu ini relate dengan formasi Magnet yang saat ini berjalan dengan empat orang personel tanpa drummer. Kami ingin pendengar merasakan semangat untuk tetap melangkah setelah kehilangan, karena melepaskan,” ungkap Angling.

Lirik puitis berpadu dengan aransemen dinamis membuat EP ini cocok jadi teman perjalanan pulang atau pengisi waktu santai. Nuansa emosionalnya kuat, tetapi tetap memberi energi positif.

Selain audio, Magnet juga menyiapkan video musik resmi. Video tersebut disutradarai langsung oleh Angling dan akan tayang di kanal YouTube MAGNET Band Official serta media sosial Instagram, TikTok, Facebook, dan lainnya.

Rilis EP ini sekaligus membuka rangkaian tur BROKEN VERSUS yang akan berjalan hingga akhir 2026. Tur tersebut akan menggandeng beberapa band seperti Perunggu, Hindia, For Revenge, Radja, dan lainnya. Magnet Band sendiri berdiri sejak 2002 dengan formasi Angling (vokal), Ulfhan (gitar), Imunk (keyboard), dan Agha (bas). Informasi tur bisa dipantau di Instagram & TikTok @magnetband_official serta Fan Page Facebook Magnet Band.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sorak Sorai Tumbangnya Pembegal Gizi Anak Bangsa

0
Oplus_131072

Penulis: Founder Sinergi Pendidikan Indonesia/ Aldo Muhamad Derlan

Wartain.com – Sorak-sorai masyarakat menyambut pencopotan dan penahanan tiga eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan ledakan kelegaan dari luka kolektif masyarakat yang sudah terlalu lama dibiarkan menganga.

Langkah tegas yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juni 2026 dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya patut diapresiasi.

Menindaklanjuti keputusan tersebut, keesokan harinya Kejaksaan Agung langsung menjebloskan ketiganya ke tahanan.

Mereka diduga kuat memanipulasi sistem verifikasi demi memuluskan jalan bagi yayasan-yayasan kroni dalam Program Makan Bergizi Gratis 2025–2026.

Penangkapan ini menjadi penawar dahaga bagi publik yang selama ini jengah melihat dugaan korupsi hanya berakhir menjadi debat kusir di media sosial tanpa kejelasan hukum.

Bagi publik, tindakan hukum ini adalah jawaban atas kecurigaan dan penantian panjang mereka. Kehadiran negara dalam mengusut kasus ini memberikan sinyal kuat bahwa jabatan tinggi tidak lagi menjadi tameng impunitas.

Keberanian Kejaksaan Agung juga patut diapresiasi dalam mengembalikan harapan masyarakat yang sempat pudar akibat banyaknya kasus besar yang menggantung selama ini.

Program Mulia Dibegal Pemburu Rente

Gagasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya merupakan kebijakan yang mulia dan telah menunjukkan keberhasilan di berbagai negara.

Berbagai negara telah memberikan contoh praktik yang relatif berhasil.

Berdasarkan Laporan State of School Feeding Worldwide (2024), Sebagai contoh, Brasil melalui Programa Nacional de Alimentação Escolar menyediakan layanan makan sekolah bagi sekitar 40 juta anak dan mewajibkan sebagian bahan pangan dibeli dari petani lokal sehingga turut menggerakkan ekonomi pedesaan.

India melalui program Mid-Day Meal melayani hampir 100 juta anak setiap hari, menjadikannya salah satu program makan sekolah terbesar di dunia.

Sementara itu, Finlandia telah menyediakan makan siang gratis bagi seluruh siswa sejak 1948.

Jepang mengintegrasikan program makan bergizi dengan konsep shokuiku, yaitu pendidikan pangan yang bertujuan membentuk kebiasaan makan sehat sejak usia dini.

Lantas bagaimana dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia?

Sejak MBG diluncurkan pada awal 2025, berbagai kritik telah muncul.

Beberapa di antaranya menyangkut absennya figur berlatar belakang gizi atau kesehatan pada posisi strategis lembaga, dominasi purnawirawan TNI/Polri di sejumlah jabatan, serta desain program yang dinilai terlalu sentralistis dan minim partisipasi publik.

Belum lagi, soal anggaran yang besar dinilai lebih banyak terserap untuk kebutuhan operasional, pengadaan atribut, dan berbagai perlengkapan pendukung dibandingkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan peserta didik.

Kondisi inilah yang membuka ruang bagi potensi penyimpangan. Kombinasi anggaran raksasa dan pengawasan lemah adalah resep klasik bagi perburuan rente.

Dalam konteks tersebut, keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti tiga pimpinan BGN yang sehari setelahnya ditetapkan sebagai tersangka korupsi, dapat dipandang sebagai sinyal adanya komitmen terhadap penegakan akuntabilitas.

Namun demikian, ketegasan politik saja belum cukup untuk menjamin terjadinya perbaikan yang mendasar.

Selama hubungan antara mitra dapur, rantai pengadaan, partai politik, dan lingkaran kekuasaan masih menyisakan potensi konflik kepentingan, risiko penyimpangan akan tetap terbuka.

Jika akar persoalannya tidak dibenahi, pergantian pejabat hanya akan menjadi pergantian aktor dalam panggung yang sama.

Yang dibutuhkan bukan sekadar wajah baru, melainkan tata kelola baru yang menutup rapat celah rente atas hak gizi anak-anak Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Hak Angket DPRD Sukabumi Terbuka Lebar: Panja TKPP dan Wakaf Jadi Pintu Masuk

0
Oplus_131072

Oleh : Rozak Daud/Ketum Fraksi Rakyat

Wartain.com – Isu penggunaan Hak Angket DPRD terhadap Wali Kota Sukabumi pasca aksi 2.6.26 kembali menguat. Menurut kajian kelembagaan, syarat untuk menggunakan hak angket dinilai sudah terpenuhi.

Hak angket merupakan hak konstitusional DPRD. Hak ini digunakan untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan pemerintah yang bersifat penting, strategis, dan berdampak luas, serta diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Selain tuntutan RT dan RW terkait dana abadi dan insentif, DPRD telah menempuh langkah awal melalui mekanisme internal. DPRD membentuk dua panitia kerja, yaitu Panja TKPP dan Panja Wakaf, untuk menelaah persoalan secara mendalam.

Panja Wakaf telah mengeluarkan rekomendasi tegas. DPRD merekomendasikan agar kegiatan kerja sama wakaf antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan YPPDB dihentikan.

Jika rekomendasi tersebut tidak diindahkan oleh Pemerintah Kota, maka status pembahasan akan ditingkatkan. Peningkatan status itu dapat menjadi dasar kuat bagi DPRD untuk menggunakan Hak Angket.

Karena itu, tidak perlu ada keraguan terhadap istilah Hak Angket. Hak tersebut merupakan kewenangan DPRD yang diatur dalam Undang-Undang dan konstitusi sebagai bagian dari fungsi pengawasan.

Panja TKPP dan Panja Wakaf secara kelembagaan menjadi pintu masuk menuju Hak Angket terhadap Wali Kota. Proses di dua panja ini menjadi pijakan awal sebelum naik ke tahap penyelidikan resmi.

Keabsahan langkah DPRD semakin kuat. Dalam Panja Wakaf, seluruh anggota panja dari semua fraksi telah menandatangani rekomendasi. Hal itu menunjukkan sikap kolektif DPRD, bukan hanya pandangan satu fraksi.

Persoalan wakaf dinilai semakin krusial. Rekomendasi DPRD untuk menghentikan kerja sama wakaf dengan YPPDB belum dijalankan. Kerja sama tersebut masih berjalan sampai sekarang.

Kondisi ini memicu gugatan hukum dari warga Kota Sukabumi. Gugatan diajukan di Pengadilan Negeri. Salah satu penggugat adalah ketua RW, dan kuasa hukum warga kota dalam gugatan wakaf tersebut dikonfirmasi berasal dari pihak yang menyampaikan pernyataan ini.

Dengan fakta rekomendasi tidak dilaksanakan, kerja sama masih berjalan, dan adanya gugatan warga, maka landasan penggunaan Hak Angket oleh DPRD Kabupaten Sukabumi terhadap kebijakan Wali Kota Sukabumi menjadi semakin terbuka dan konstitusional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Reses di Aula Desa Cijurey: Rudi Heryanto Catat Jalan, Irigasi, MBG, dan Tawuran Pelajar

0
Oplus_131072

Wartain.com – Kamis, 4/6/2026, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Demokrat Rudi Heryanto menggelar Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Aula Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung. Hadir perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, kader PKK, serta warga.

Forum reses dibuka dengan penyampaian aspirasi. Warga tidak hanya bicara satu sektor, tetapi lintas bidang: infrastruktur, pertanian, program sosial, hingga persoalan generasi muda.

Jalur Gegerbitung–Pasirmunding menjadi keluhan utama. Jalan yang rusak dinilai menghambat aktivitas ekonomi warga, akses ke pasar, dan transportasi anak sekolah. Warga meminta perbaikan segera dilakukan.

Rudi Heryanto membenarkan banyaknya keluhan jalan. _“Tadi warga Desa Cijurey mayoritas menyampaikan agar saya meneruskan kepada pemerintah daerah terkait perbaikan jalan, khususnya jalur Gegerbitung sampai Pasirmunding. Itu menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat,”_ ujar Rudi.

Sektor pertanian juga mendapat sorotan. Kelompok tani Rimba Tani dan kelompok tani Kedusunan Cisayang mengajukan kebutuhan sarana pendukung. Mereka berharap produktivitas lahan bisa naik jika infrastruktur pertanian diperbaiki.

Rincian usulan kelompok tani disampaikan Rudi. _“Ada juga permohonan dari beberapa kelompok tani. Mereka mengusulkan pembangunan bendungan, dump parit, dan rehabilitasi irigasi tersier untuk mendukung kebutuhan pertanian,”_ katanya.

Program Makan Bergizi Gratis MBG ikut dievaluasi. Kader PKK Desa Cijurey menilai mekanisme penyaluran perlu diperbaiki agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Usulan kader PKK cukup tegas. Menurut Rudi, “Tadi ada masukan dari salah satu kader PKK Desa Cijurey, agar program MBG dievaluasi. Minimal penerimanya diprioritaskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Bahkan ada usulan agar sebagian anggaran bisa dialihkan untuk layanan kesehatan gratis karena itu juga sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Persoalan sosial muncul dari tokoh masyarakat. Maraknya kenakalan pelajar dan tawuran remaja di wilayah Gegerbitung dinilai meresahkan. Warga meminta ada pembinaan preventif langsung ke sekolah.

Rudi menyampaikan harapan warga terkait hal ini. “Ada juga masukan terkait kenakalan pelajar dan tawuran. Warga berharap ada sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah, khususnya di wilayah Gegerbitung, agar para pelajar mendapatkan pemahaman dan pembinaan sehingga kejadian tawuran bisa diminimalisasi,” jelasnya.

Menutup reses, Rudi memastikan semua aspirasi akan dikawal. “Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami perjuangkan dan kami sampaikan melalui jalur Pokok-Pokok Pikiran Pokir DPRD agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah,” tegasnya. Ia berharap Pokir DPRD menjadi jembatan efektif antara kebutuhan warga Cijurey dengan kebijakan pemerintah daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Reses di Bojongraharja Cikembar: Ferry Supriyadi Soroti Pengangguran & Serapan Tenaga Kerja Lokal

0
Oplus_131072

“Ini persoalan kita bersama, perusahaan harus memprioritaskan warga lokal” – Ferry Supriyadi_ (Foto : Ist)

Wartain.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Ferry Supriyadi, Komisi IV, melaksanakan kegiatan reses kedua di Kampung Sedamukti, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kamis 3/6/2026. Kegiatan dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Dalam dialog, warga menyampaikan berbagai persoalan. Mulai dari ketenagakerjaan, sarana air bersih, infrastruktur jalan, hingga penanganan bencana alam. Semua keluhan dicatat langsung oleh Ferry sebagai bahan pembahasan di DPRD.

Ferry menegaskan reses merupakan jembatan antara wakil rakyat dan masyarakat. “Pentingnya kegiatan reses sebagai upaya mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat. Reses ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Desa Bojongraharja menyampaikan aspirasi secara langsung,” ujarnya.

Persoalan utama yang disorot adalah tingginya angka pengangguran di Kecamatan Cikembar. Padahal wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Kabupaten Sukabumi.

Ironinya, keberadaan industri belum memberi dampak signifikan pada penyerapan tenaga kerja lokal. “Keberadaan industri yang seharusnya memberikan dampak positif mengurangi angka pengangguran, namun dalam kenyataannya kurangnya penyerapan terhadap tenaga kerja lokal,” ungkap Ferry.

Menanggapi hal itu, Ferry berkomitmen mengawal persoalan ini. Ia menekankan perlunya sinergi semua pihak. Kutipan langsungnya: _“Ini persoalan kita bersama mulai dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Cikembar agar memprioritaskan warga lokal agar kesempatan kerja lebih besar,”_ tegasnya.

Menurut Ferry, perusahaan yang beroperasi di Cikembar harus memberi ruang lebih besar bagi warga sekitar. Data pencari kerja lokal perlu dipetakan agar proses rekrutmen tepat sasaran dan mengurangi angka pengangguran.

Selain itu, Ferry akan mendorong revisi regulasi ketenagakerjaan di Kabupaten Sukabumi. Tujuannya agar kebijakan daerah selaras dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mewajibkan perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal.

“Kedepannya regulasi harus sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan,” pungkas Ferry.

Persoalan lain yang mencuat adalah sarana air bersih. Warga masih kesulitan mendapatkan air bersih layak konsumsi, terutama saat musim kemarau. Infrastruktur jalan rusak juga menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Untuk bencana alam, warga meminta perhatian lebih terkait mitigasi dan penanganan cepat. Cikembar merupakan wilayah yang rawan longsor saat curah hujan tinggi, sehingga sistem peringatan dini perlu diperkuat.

Di tengah efisiensi anggaran pemerintah, Ferry mengingatkan pembangunan daerah tetap harus berjalan. “Pembangunan daerah harus tetap berjalan dengan memperhatikan skala prioritas serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah,” tutupnya.

Hasil reses di Bojongraharja akan menjadi masukan bagi DPRD Kabupaten Sukabumi. Ferry memastikan seluruh usulan warga akan diperjuangkan di forum dewan untuk dibahas lebih lanjut bersama Organisasi Perangkat Daerah terkait.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prakiraan Cuaca Kabupaten Sukabumi, Jumat 5 Juni 2026: Berawan, UV Tinggi Siang, Hujan Ringan Sore Hari

0
Oplus_131072

Wartain.com – Badan Meteorologi memprakirakan cuaca Kabupaten Sukabumi pada Jumat, 5 Juni 2026, akan didominasi kondisi berawan hingga mendung sepanjang hari. Suhu udara berkisar antara 21°C sampai 30°C dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.

Kondisi Pagi Hari

Pada pagi hari, cuaca Sukabumi diprakirakan berawan sebagian. Suhu saat ini berada di angka 25°C dengan kelembapan 81 persen. Angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 5 kilometer per jam. Indeks ultraviolet UV berada pada level 3, kategori sedang.

Menuju Siang Hari

Memasuki pukul 09.00 WIB, suhu naik menjadi 26°C dengan peluang hujan hanya 2 persen. Indeks UV meningkat menjadi 5, kategori sedang. Pukul 10.00–11.00 WIB, suhu mencapai 27–28°C dan indeks UV melonjak ke level 7–9, kategori tinggi hingga sangat tinggi. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kulit terbakar apabila beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan.

Puncak Suhu Siang

Pukul 12.00–13.00 WIB merupakan puncak suhu harian. Suhu diprakirakan mencapai 29–30°C. Cuaca berubah menjadi berawan banyak hingga berawan. Peluang hujan masih rendah, antara 3–6 persen. Indeks UV pada pukul 12.00 WIB mencapai level 9, kategori sangat tinggi.

Sore Hari Berpotensi Hujan

Memasuki sore hari, tepatnya pukul 15.00 WIB, peluang hujan meningkat menjadi 18 persen. Pada pukul 16.00–17.00 WIB, hujan ringan diprakirakan turun dengan peluang 24–36 persen. Suhu turun menjadi 27–28°C.

Kondisi Malam Hari

Pada malam hari, cuaca diprakirakan berawan hingga mendung. Suhu turun perlahan menjadi 23–25°C. Peluang hujan menurun menjadi 3–16 persen. Kelembapan udara meningkat hingga 96–99 persen dengan angin tenang, 2–6 kilometer per jam.

Matahari Terbit dan Terbenam

Matahari terbit pada pukul 05.58 WIB dan terbenam pada pukul 17.42 WIB. Durasi siang hari sekitar 11 jam 44 menit.

Kualitas Udara Perlu Diwaspadai

Selain cuaca, kualitas udara di Sukabumi juga perlu menjadi perhatian. Indeks kualitas udara AQI saat ini berada pada angka 151–153, kategori tidak sehat. Kondisi ini dapat mengganggu kesehatan kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta penderita asma dan penyakit pernapasan.

Imbauan untuk Masyarakat Umum

Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, disarankan menggunakan pelindung seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya pada pukul 11.00–13.00 WIB. Gunakan masker jika beraktivitas di area dengan lalu lintas padat guna mengurangi dampak polusi udara.

Imbauan untuk Petani

Petani di wilayah Kabupaten Sukabumi diimbau memeriksa saluran drainase lahan pertanian. Kelembapan udara yang tinggi dan potensi hujan ringan pada sore hari dapat menyebabkan genangan air apabila drainase tidak lancar.

Imbauan untuk Pengendara

Pengendara sepeda motor diimbau membawa jas hujan atau payung lipat. Hujan ringan pada sore hingga malam hari berpotensi membuat jalan licin. Berkendaralah dengan kecepatan aman dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

Ringkasan Prakiraan

Secara keseluruhan, cuaca Sukabumi hari ini, 5 Juni 2026, cerah berawan pada pagi hingga siang, suhu panas dengan UV sangat tinggi, lalu berawan dan berpotensi hujan ringan pada sore hingga malam hari. Masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca dan menjaga kesehatan, terutama terkait kualitas udara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PWI Depok Bahas “Media Siber vs Medsos,” Aat Surya Safaat: Wartawan Wajib Kompeten & Manfaatkan Medsos Positif

0
Oplus_131072

Wartain.com – PWI Kota Depok gelar Diskusi Wartawan, Kamis 4/6/2026 di Kantor PWI, Jl. Melati Raya No.3, Pancoran Mas. Temanya nendang: “Kompetensi Wartawan: Media Siber versus Medsos, Siapa Menang?”. Narasumbernya Direktur UKW PWI Pusat Dr. H. Aat Surya Safaat dan Ketua PWI Depok Rusdy Nurdiansyah.

Aat Surya Safaat buka dengan fakta: kecepatan teknologi informasi bikin peta media berubah total. Tapi menurutnya, wartawan nggak boleh gagap. Justru harus manfaatin medsos buat ngembangin media pers.

“Wartawan harus bisa memanfaatkan beberapa kelebihan medsos. Kita dapat menggunakan medsos sebagai sarana corporate branding. Jadi antara media siber dengan medsos bukan soal kalah-menang,” tuturnya.

Aat bilang akses info sekarang nggak dimonopoli media besar lagi. Siapapun gampang bikin website berita + ngaku wartawan. Medsos juga lahirkan “citizen journalism” alias jurnalisme warga. Semua orang bisa jadi penyebar info.

“Apakah kita mampu bertahan ditengah gempuran medsos ini? Tergantung media atau wartawannya sendiri,” ungkap mantan Direktur Pemberitaan/Pemred LKBN ANTARA itu.

Di era disrupsi, Aat ingatkan jangan “musuhi” medsos. Platform itu justru ladang. Wartawan bisa pakai X, IG, TikTok, FB buat sebar karya jurnalistik, bangun branding, sekaligus jangkau audiens baru. Siber + medsos harus kolaborasi.

Tapi ada garis pembeda. Dia tekankan kompetensi. “Bagaimana menghadapi dominasi medsos sekarang? Ya, seluruh wartawan wajib kompeten, karena wartawan berbeda dengan pelaku medsos. Maka disinilah dibutuhkan UKW (Uji Kompetensi Wartawan),” tegas mantan Kepala Biro LKBN ANTARA di New York.

UKW itu penting biar wartawan punya standar: info akurat, verifikasi berlapis, kaidah jurnalistik jalan, dan tanggung jawab jelas. Beda sama akun medsos yang bisa posting tanpa cek-fakta. Itu pembeda utama wartawan profesional.

Ketua PWI Depok Rusdy Nurdiansyah sependapat. Diskusi dimoderatori Ridwan Ewako. Suasananya cair tapi isinya berat: ngobrolin masa depan profesi wartawan di tengah banjirnya info dan hoaks di medsos.

Pesan buat wartawan muda: kuasai digital, tapi jangan tinggalin kode etik. Cepat boleh, tapi akurat wajib. Medsos buat distribusi, media siber buat kedalaman. Dua-duanya dipake, bukan milih satu.

Buat publik juga ada pesan. Aat ngingetin: bedain wartawan kompeten sama pelaku medsos. Lihat jejak UKW, cek medianya terverifikasi Dewan Pers apa nggak. Itu filter awal biar nggak ketipu hoaks.

Intinya diskusi 4/6/2026 di Depok: medsos bukan musuh media siber. Yang menang bukan platformnya, tapi wartawan yang kompeten dan adaptif. UKW jadi kunci biar profesi ini tetap dipercaya publik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)