26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juni 27, 2026
Beranda blog Halaman 42

Empat Tahun Hilang Kontak, Keluarga Warga Sukaraja Sukabumi Terus Menanti Kepulangan Maulana

0

Wartain.com – Penantian panjang masih dijalani keluarga Maulana Jamaludin (26), warga Gang Serda Sukanda RT 02 RW 01, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Sejak meninggalkan rumah pada Mei 2022, Maulana tak pernah lagi memberikan kabar kepada keluarganya.

Hampir empat tahun berlalu, keluarga masih berharap pria yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara tersebut dapat ditemukan dan kembali berkumpul bersama orang-orang terdekatnya.

Menurut adiknya, Rudiansyah (20), sebelum pergi Maulana berpamitan kepada keluarga dengan alasan akan bekerja di sektor perikanan di wilayah Indramayu. Saat itu, Maulana berangkat tanpa membawa telepon genggam karena tidak memiliki perangkat komunikasi pribadi.

“Awalnya pamit ke keluarga Mei 2022, bilang mau kerja berlayar di Indramayu. Kakak saya tuh enggak bawa HP waktu berangkat karena gapunya HP,” kata Rudiansyah, Jumat (5/6/2026).

Meski demikian, dua hari setelah keberangkatannya, keluarga masih sempat menerima kabar bahwa Maulana telah tiba di tempat tujuan. Saat itulah Maulana juga mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp kepada sang adik yang hingga kini masih diingat oleh keluarga.

“Setelah dua hari keberangkatan kakak saya ngabarin keluarga katanya udah sampe, dan tiba-tiba ngechat ke saya di WA, ‘Rud jagain keluarga, ga ada yang bantuin lagi selain keluarga’,” ujarnya.

Tak hanya itu, Maulana juga sempat mengunggah status di media sosial Facebook yang berisi curahan hati mengenai perjuangannya hidup seorang diri. Dalam unggahan tersebut, ia juga sempat menampilkan lokasi keberadaannya.

“Dia juga bikin status di Facebook isinya kurang lebih curhat kalau enggak ada yang bisa bantu selain diri sendiri. Dia sempat nge-posting lokasi juga,” tambah Rudiansyah.

Namun setelah pesan dan unggahan tersebut, komunikasi dengan Maulana mendadak terputus. Tidak ada lagi kabar yang diterima keluarga hingga saat ini.

“Dia pas pamitan bilangnya mau kerja berlayar di Indramayu, katanya mancing. Tapi setelah terakhir hari itu kakak saya bilang nitip keluarga, dia sudah enggak ada kabar lagi sampai sekarang,” ucapnya.

Empat Tahun Hilang Kontak, Keluarga Warga Sukaraja Sukabumi Terus Menanti Kepulangan Maulana (Foto : Azi)

Pada awalnya, keluarga berusaha berpikir positif dan meyakini Maulana masih bekerja di luar daerah. Mereka memilih menunggu dengan harapan suatu saat ia akan pulang atau menghubungi keluarga.

Namun seiring berjalannya waktu dan tak kunjung ada kabar, keluarga mulai berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri.

“Pas setahun enggak ada kabar, kami masih positif thinking. Lama-lama kakak perempuan saya mulai mencari ke beberapa tempat, termasuk ke Jakarta, tapi belum ada hasil,” tutur Rudiansyah.

Keluarga bahkan sempat mempertimbangkan untuk melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Namun harapan bahwa Maulana akan kembali membuat langkah tersebut belum dilakukan saat itu.

Informasi yang diperoleh keluarga dari salah seorang teman Maulana yang berangkat bersamanya turut menambah tanda tanya mengenai keberadaan pria tersebut.

Menurut Rudiansyah, temannya mengaku mereka sempat mendatangi sebuah agen pekerjaan di Jakarta sebelum akhirnya berpisah.

“Yang di Jakarta itu kabarnya agen. Kakak saya berangkat sama satu teman tongkrongannya. Mereka ke agen di Jakarta, tapi temannya memilih pulang. Sementara kakak saya enggak pulang karena katanya KTP ditahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan temannya, perusahaan atau agen yang mereka datangi diduga tidak memiliki legalitas yang jelas.

“Waktu saya tanya ke teman kakak saya, katanya perusahaan agennya itu ilegal,” lanjutnya.

Kini, setelah hampir empat tahun berlalu tanpa kabar, keluarga masih menyimpan harapan besar agar ada informasi yang dapat mengungkap keberadaan Maulana Jamaludin. Mereka berharap siapa pun yang mengetahui keberadaan Maulana dapat memberikan informasi kepada keluarga sehingga penantian panjang tersebut dapat berakhir.

Di tengah ketidakpastian yang terus berlangsung, keluarga hanya ingin satu hal: melihat Maulana kembali pulang dengan selamat ke rumah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kota Sukabumi Sabet Penghargaan Pengendalian Inflasi, Ayep Zaki Fokus pada Kesejahteraan Warga

0

Wartain.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama dalam penyelenggaraan pembangunan daerah. Menurutnya, berbagai penghargaan yang diraih merupakan konsekuensi dari kerja nyata pemerintah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ayep Zaki setelah Pemerintah Kota Sukabumi meraih Penghargaan Terbaik II Kategori Penanganan Inflasi Tingkat Jawa–Bali dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kota Sukabumi dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah melalui berbagai kebijakan strategis yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dalam kategori Penanganan Inflasi Tingkat Kota Wilayah Jawa–Bali, penghargaan Terbaik I diraih Kota Cirebon, Terbaik II Kota Sukabumi, dan Terbaik III Kota Probolinggo.

Ayep Zaki mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah bersama berbagai pemangku kepentingan yang selama ini konsisten menjalankan program pengendalian inflasi secara terukur dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Sukabumi dan dukungan berbagai pihak. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi demi menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan pengendalian inflasi di Kota Sukabumi, lanjut Ayep, ditopang oleh sejumlah strategi yang dijalankan secara konsisten. Di antaranya melalui penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemantauan harga kebutuhan pokok secara berkala, pelaksanaan operasi pasar, hingga memastikan distribusi dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan masyarakat tetap terjaga.

“Pemerintah Kota Sukabumi juga terus memperkuat sistem respons cepat terhadap potensi gejolak harga, terutama pada komoditas strategis yang berpengaruh terhadap tingkat inflasi daerah,” katanya.

Menurut Ayep, keberhasilan menjaga stabilitas inflasi menjadi salah satu indikator bahwa arah pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kota Sukabumi berada pada jalur yang tepat dan mulai menunjukkan hasil positif.

Saat ini, pemerintah daerah terus memfokuskan berbagai program strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kapasitas fiskal daerah, serta mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.

“Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif, mulai dari penurunan angka pengangguran, penguatan fiskal dan rekayasa keuangan daerah, percepatan penanganan stunting, hingga pengentasan kemiskinan ekstrem,” tegasnya.

Ayep optimistis berbagai prestasi dan penghargaan lainnya akan terus diraih Kota Sukabumi seiring meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan dan efektivitas program pembangunan yang dijalankan.

“Kami optimistis berbagai penghargaan dan pengakuan atas kinerja pembangunan akan terus diraih Kota Sukabumi,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa penghargaan bukanlah target utama yang ingin dicapai pemerintah daerah. Yang terpenting, kata dia, adalah memastikan setiap program pembangunan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Yang lebih penting adalah memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, penurunan stunting, maupun penghapusan kemiskinan ekstrem. Penghargaan hanyalah konsekuensi dari kerja yang sungguh-sungguh dan hasil yang dirasakan masyarakat,” tandasnya.

Penghargaan Terbaik II Penanganan Inflasi Tingkat Jawa–Bali tersebut semakin memperkuat komitmen Pemerintah Kota Sukabumi untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan pengendalian inflasi bukan hanya tercermin dari angka statistik, tetapi juga dari kemampuan menjaga daya beli masyarakat serta menciptakan kondisi ekonomi daerah yang lebih stabil dan produktif,” pungkas Ayep.

Ke depan, Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mengakselerasi berbagai program penguatan ekonomi daerah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Di Sukabumi, Nusron Wahid Dorong Santri Jadi Generasi Intelektual Berbasis Nilai Keagamaan

0

Wartain.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman dengan membekali diri tidak hanya melalui ilmu agama, tetapi juga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Nusron saat menghadiri kegiatan di Pondok Pesantren Yaspida, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis malam (4/6/2026). Menurutnya, pendidikan pesantren perlu terus mendorong lahirnya generasi santri yang memiliki kekuatan spiritual sekaligus kapasitas intelektual yang mumpuni.

Dalam kesempatan itu, Nusron mengungkapkan keterlibatannya dalam program pemberian beasiswa bagi santri yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Program tersebut, kata dia, berawal dari inisiatif sejumlah aktivis yang memiliki kepedulian terhadap akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri.

“Yang sama-sama aktivis, yang punya kesadaran sama itu ngumpulin sesuatu lah untuk ngasih beasiswa kepada santri-santri yang kuliah di perguruan tinggi negeri dari tahun 2005,” kata Nusron.

Ia menjelaskan, tujuan utama program tersebut adalah membuka peluang yang lebih luas bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta berkontribusi dalam berbagai bidang profesi dan keilmuan.

“Intinya ingin bahwa santri tidak hanya ahli di bidang agama tapi punya ilmu agama dan sains supaya pengetahuannya tidak kering, tidak hanya spirit spiritual namun juga spirit intelektual,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menyatakan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas dalam visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Salah satunya melalui program beasiswa yang menyasar pelajar berprestasi, masyarakat kurang mampu, hingga kalangan santri.

“Pemda kemarin visi misi juga sudah masuk ya kaitan beasiswa berprestasi, tidak mampu, udah ada beberapa yang kita dorong sudah masuk program dari tahun kemarin termasuk santri,” ujar Andreas.

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk memperoleh bantuan pendidikan sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

“Untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi mereka berhak mendapatkan beasiswa dan itu sudah berjalan,” katanya.

Andreas menambahkan, dukungan terhadap dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di tengah perkembangan global yang semakin cepat.

“Sangat bagus karena dunia hari ini butuh ilmuan handal, terutama untuk kemajuan zaman. Kita harus mengikuti perubahan ini dan harus kita dukung ke depan,” tandasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Jumat Berkah Polresta Bandung Bersama 1000 Anak Yatim Digelar di Polsek Pameungpeuk

0
Oplus_131072

Wartain.com – Polresta Bandung Polda Jabar melalui Polsek Pameungpeuk melaksanakan kegiatan Jumat Berkah bersama 1000 Anak Yatim yang digelar di Mapolsek Pameungpeuk, Jalan Raya Banjaran No.575 A, Desa Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Jumat (05/06/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Dalam kegiatan tersebut, Polsek Pameungpeuk memberikan santunan kepada sebanyak 50 anak yatim yang berada di wilayah hukum Polsek Pameungpeuk.

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi. Dalam sambutannya, Kapolsek menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan bentuk kepedulian sosial Polri kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu, sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh K.H Mamat Rahmad, doa bersama, ramah tamah, pembagian santunan kepada anak yatim piatu, serta ditutup dengan foto bersama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Kanit dan Panit Polsek Pameungpeuk, personel Polsek Pameungpeuk, Ketua Bhayangkari Ranting Pameungpeuk beserta anggota Bhayangkari, anak-anak yatim, dan warga sekitar.

Program Jumat Berkah ini merupakan bagian dari kegiatan sosial Polresta Bandung sekaligus bentuk tasyakur bi’ni’mah Kapolresta Bandung dalam mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Biro Ciamis)

Pemkab Sukabumi Audiensi ke Bappenas: Hilirisasi Pertanian dan SDM Jadi Kunci Ekonomi Daerah

0
Oplus_131072

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat. Audiensi bersama Staf Khusus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI digelar di Gedung Menara Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa 2/6/2026.

Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman yang mewakili Bupati Sukabumi. Agenda ini menjadi momentum menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan Program Strategis Nasional yang sedang dijalankan pemerintah pusat.

Fokus utama pembahasan bukan hanya infrastruktur. Pemkab Sukabumi juga mendorong penguatan sektor-sektor produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, terutama pertanian.

Mewakili Kepala Dinas Pertanian, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Denis Eriska menyoroti dua isu strategis. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kedua, percepatan hilirisasi sektor pertanian.

Menurut Denis, daerah dengan potensi pertanian besar seperti Sukabumi tidak cukup berhenti pada peningkatan produksi. Nilai tambah harus diciptakan melalui pengolahan hasil pertanian, penguatan kelembagaan petani, dan peningkatan kapasitas SDM.

“Hilirisasi menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi daerah. Ketika hasil pertanian mampu diolah menjadi produk bernilai tambah, maka dampak ekonominya akan jauh lebih besar bagi masyarakat. Karena itu, sinkronisasi program dengan pemerintah pusat sangat penting untuk memperkuat ekosistem pembangunan pertanian yang berkelanjutan,”kata Denis.

Ia menekankan, pertanian harus dipandang sebagai bagian strategi besar pembangunan daerah. Selain mendukung ketahanan pangan nasional, sektor ini juga berperan menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan menjaga stabilitas ekonomi perdesaan.

Dalam audiensi, sejumlah agenda pembangunan turut dibahas. Mulai dari pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi daerah, hingga optimalisasi potensi wilayah Kabupaten Sukabumi.

Semua agenda itu dinilai saling terkait. Sinergi antarsektor dibutuhkan agar transformasi pembangunan di Sukabumi berjalan lebih cepat dan terukur sesuai target nasional.

Denis menegaskan, fondasi utama pembangunan adalah sumber daya manusia. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas masyarakat yang menjalankannya.

“Kami memandang pembangunan SDM dan penguatan sektor produktif harus berjalan beriringan. Ketika petani semakin adaptif terhadap teknologi, memiliki akses pasar yang lebih luas, dan mendapat dukungan program yang tepat, maka daya saing daerah akan meningkat secara signifikan,”ujarnya.

Melalui audiensi ke Bappenas ini, Pemkab Sukabumi berharap program hilirisasi pertanian dan penguatan SDM mendapat dukungan kebijakan serta alokasi anggaran pusat. Dengan begitu, potensi pertanian Sukabumi bisa naik kelas dan memberi dampak ekonomi langsung bagi petani serta masyarakat desa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Reses Maraton Paoji di Dapil V: Antusiasme Warga Tinggi, Tantangan Anggaran Jadi Sorotan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDI Perjuangan Paoji merampungkan agenda Reses Kedua Tahun Sidang 2026. Kegiatan serap aspirasi itu digelar secara maraton di beberapa titik strategis Daerah Pemilihan V Kabupaten Sukabumi.

Rangkaian reses dipusatkan di tiga desa. Lokasinya meliputi Desa Cibadak Kecamatan Pabuaran, Desa Cisitu Kecamatan Nyalindung, dan Desa Cikarang Kecamatan Cidolog. Pemilihan lokasi bertujuan menjangkau konstituen secara lebih merata.

Setiap pertemuan dihadiri unsur Forkopimcam, jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keterwakilan pemuda dan perempuan. Kehadiran beragam elemen membuat forum dialog berjalan lebih komprehensif.

Paoji menyampaikan apresiasi atas partisipasi warga. Antusiasme masyarakat dinilai tinggi dan menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan untuk pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, saya merasa bangga dan bahagia melihat antusiasme masyarakat yang hadir. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan daerah masih sangat tinggi. Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan dan harapan warga,” ujar Paoji, Jumat 5/6/2026.

Di hadapan konstituen, Paoji memaparkan realita anggaran daerah. Postur APBD saat ini menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fiskal dan dinamika regulasi dari pemerintah pusat.

Dua program prioritas nasional turut memengaruhi. Program Makan Bergizi Gratis MBG dan kebijakan strategis Koperasi Desa Kopdes menuntut penyesuaian anggaran yang besar. Kondisi itu berpotensi memicu rasionalisasi pos anggaran lain, termasuk dana desa dan bantuan provinsi.

“Kami selaku pengawas pemerintah daerah dan perwakilan rakyat memahami betul kondisi di lapangan. Saat ini anggaran sangat terbatas, sementara regulasi terus mengalami perubahan. Ditambah adanya program MBG dan Kopdes yang membutuhkan dukungan anggaran besar, sehingga berpotensi mempengaruhi program-program lainnya hingga adanya pemangkasan anggaran desa maupun provinsi,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi itu.

Meski anggaran terbatas, Paoji menegaskan komitmennya. Sebagai wakil rakyat, ia tidak akan berhenti memperjuangkan aspirasi warga agar tetap terealisasi sesuai regulasi yang berlaku.

*“Sebagai wakil rakyat, kami tidak akan pernah menyerah. Kami akan terus berjuang dan mengawal setiap aspirasi masyarakat agar dapat diperjuangkan serta direalisasikan sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya.

Dialog berlangsung interaktif. Masyarakat menyampaikan usulan pembangunan di wilayah masing-masing, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi. Seorang tokoh masyarakat mengapresiasi kinerja Paoji yang dinilai konsisten memperjuangkan Pokok-Pokok Pikiran DPRD. Infrastruktur hasil Pokir disebut memberi manfaat nyata bagi aktivitas warga Dapil V.

Melalui reses maraton ini, Paoji berharap komunikasi antara warga dan wakil rakyat tetap harmonis, terbuka, dan akuntabel. Aspirasi yang terhimpun di Cibadak, Cisitu, dan Cikarang akan dibawa ke pembahasan DPRD agar pembangunan di Kabupaten Sukabumi berjalan merata dan berkeadilan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Miras, Narkoba, dan LGBT Jadi Tantangan Generasi Bangsa

0

Oleh: Opik/ Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Sukabumi

Wartain.com – Generasi muda merupakan aset paling berharga yang dimiliki bangsa. Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas moral, intelektual, dan karakter generasi yang saat ini sedang tumbuh dan berkembang. Karena itu, berbagai persoalan yang berpotensi mengancam masa depan generasi muda harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Saat ini, peredaran minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, dan fenomena LGBT menjadi isu yang banyak diperbincangkan di tengah masyarakat. Ketiga persoalan tersebut dinilai memerlukan perhatian khusus karena berkaitan dengan pembinaan moral, kesehatan, serta ketahanan sosial generasi muda.

Miras dan narkoba merupakan ancaman nyata yang dampaknya telah banyak dirasakan masyarakat. Selain merusak kesehatan fisik dan mental, penyalahgunaan kedua hal tersebut juga kerap menjadi pemicu tindak kriminalitas, kekerasan, dan berbagai persoalan sosial lainnya.

Di sisi lain, fenomena LGBT juga menjadi perdebatan publik, terutama dalam masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budaya, dan norma sosial. Sebagian kalangan memandang pentingnya memperkuat pendidikan agama, karakter, serta ketahanan keluarga sebagai upaya menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat.

Sebagai daerah yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, Kabupaten Sukabumi perlu mengambil langkah yang lebih serius dalam memperkuat pendidikan karakter, pembinaan kepemudaan, serta menciptakan lingkungan sosial yang sehat bagi tumbuh kembang generasi muda.

Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat untuk membangun benteng moral yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Generasi muda adalah harapan bangsa. Karena itu, menjaga mereka dari pengaruh negatif serta membekali mereka dengan pendidikan, akhlak, dan wawasan kebangsaan yang kuat merupakan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, Indonesia akan memiliki generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berakhlakul karimah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Reses Dadang Hermawan di Ciputat Cikangkung: Jalan dan Irigasi Jadi Aspirasi Utama Warga Ciracap

0
Oplus_131072

Wartain.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Dadang Hermawan menggelar Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Kampung Ciputat, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kamis 4/6/2026. Kegiatan ini menjadi forum silaturahmi sekaligus ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat.

Reses dihadiri unsur pimpinan kecamatan dan desa, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan. Hadir Ketua MUI Ciracap, Ketua BAZ Ciracap, PCNU Ciracap, Muslimat NU, Forkopimcam Ciracap, Pemerintah Desa Cikangkung, kader posyandu, Karang Taruna, kader Banser, Ikatan Remaja Masjid Ciputat, serta warga setempat.

Dadang Hermawan menegaskan tujuan utama reses. Menurutnya, kegiatan ini merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat di daerah pemilihan.

“Melalui kegiatan reses ini kami ingin mendengar secara langsung kebutuhan dan harapan masyarakat, sehingga dapat menjadi bahan perjuangan di DPRD Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Aspirasi warga Ciracap didominasi persoalan infrastruktur. Jalan kabupaten menjadi keluhan utama karena kondisinya dinilai menghambat mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir selatan.

Dua ruas jalan prioritas diajukan warga. Pertama, ruas jalan Mareleng–Ciracap–Ujunggenteng. Kedua, ruas jalan Cijoho–Cikangkung. Kedua akses tersebut dinilai mendesak mendapat perbaikan agar transportasi lebih lancar dan aman.

Selain jalan, sektor pertanian juga menjadi sorotan. Warga menyampaikan kebutuhan perbaikan saluran irigasi yang rusak akibat bencana di Kampung Kalapasatangkal, Desa Ciracap. Kerusakan irigasi mengganggu suplai air ke lahan pertanian.

Usulan irigasi datang pula dari kelompok tani. Sebanyak 18 kelompok tani di wilayah Jampangkulon mengajukan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi tersier. Jaringan itu diharapkan meningkatkan produktivitas padi dan menjaga ketersediaan air.

Dadang mencatat semua masukan tersebut. Ia memastikan aspirasi warga akan menjadi bahan pembahasan dan perjuangan dalam agenda pembangunan daerah melalui mekanisme DPRD.

“Kami akan berupaya mengawal berbagai usulan yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur jalan dan irigasi yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga,” katanya.

Reses tidak hanya membahas pembangunan fisik. Forum juga diisi diskusi agenda keagamaan dan sosial kemasyarakatan untuk menyambut Tahun Baru Islam. Suasana berlangsung akrab dan penuh antusiasme warga yang hadir.

Dengan rangkaian aspirasi jalan Mareleng–Ciracap–Ujunggenteng, Cijoho–Cikangkung, serta perbaikan irigasi Kalapasatangkal dan irigasi tersier Jampangkulon, Dadang Hermawan menegaskan perannya sebagai jembatan aspirasi. Hasil reses di Ciputat Cikangkung akan dibawa ke pembahasan Pokok-Pokok Pikiran DPRD agar mendapat alokasi pembangunan yang tepat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Magnet Band Lempar EP “Matahari Hati”, “Lebih Kuat Tanpamu” Siap Mengudara 5 Juni

0

Kami ingin pendengar tetap melangkah setelah kehilangan”, by Angling (Foto : PWI Kabsi)

Wartain.com – Magnet Band kembali menyapa penikmat musik setelah sukses dengan singel “Cinta Aing” di akhir 2025. Kali ini band alternatif asal Kota Sukabumi itu merilis EP terbaru bertajuk “Matahari Hati”.

EP “Matahari Hati” berisi sejumlah trek pilihan. Salah satu lagu yang diandalkan adalah “Lebih Kuat Tanpamu”. Mulai Jumat, 5/6/2026, lagu tersebut akan diputar serentak di berbagai radio swasta nasional.

Angling, vokalis sekaligus penulis lagu, membocorkan makna di balik “Lebih Kuat Tanpamu”. Lagu itu bercerita tentang seseorang yang ditinggal pasangannya, tetapi memilih tegar dan sabar menjalani hidup meski rasa sakit masih membekas.

“Lagu ‘Lebih Kuat Tanpamu’ mengisahkan tentang seseorang yang ditinggalkan pasangannya dan dia berusaha untuk tetap tegar menghadapinya. Tetap sabar dan terus menjalani kehidupan walaupun dengan perasaan sakit. Intinya sabar,” jelas Angling.

Proses produksi EP ini digarap mandiri oleh Magnet bersama manajemen. Pengerjaan rekaman berlangsung cepat dan efisien.

“Alhamdulillah, proses rekaman lagu ini satu minggu selesai, di Phamz Studio,” ucap Angling. Sentuhan produksi mandiri membuat karakter musik Magnet terasa lebih otentik.

Secara musikal, “Matahari Hati” membawa nuansa segar dan energik. Aransemennya mengingatkan pada era alternatif awal 2000-an, tetapi tetap relevan dengan selera pendengar masa kini.

Lagu ini juga terasa personal bagi formasi Magnet saat ini. Band berjalan dengan empat personel tanpa _drummer_. Kondisi itu justru memicu semangat baru dalam berkarya.

“Lagu ini sangat personal bagi kami, terlebih lagu ini relate dengan formasi Magnet yang saat ini berjalan dengan empat orang personel tanpa drummer. Kami ingin pendengar merasakan semangat untuk tetap melangkah setelah kehilangan, karena melepaskan,” ungkap Angling.

Lirik puitis berpadu dengan aransemen dinamis membuat EP ini cocok jadi teman perjalanan pulang atau pengisi waktu santai. Nuansa emosionalnya kuat, tetapi tetap memberi energi positif.

Selain audio, Magnet juga menyiapkan video musik resmi. Video tersebut disutradarai langsung oleh Angling dan akan tayang di kanal YouTube MAGNET Band Official serta media sosial Instagram, TikTok, Facebook, dan lainnya.

Rilis EP ini sekaligus membuka rangkaian tur BROKEN VERSUS yang akan berjalan hingga akhir 2026. Tur tersebut akan menggandeng beberapa band seperti Perunggu, Hindia, For Revenge, Radja, dan lainnya. Magnet Band sendiri berdiri sejak 2002 dengan formasi Angling (vokal), Ulfhan (gitar), Imunk (keyboard), dan Agha (bas). Informasi tur bisa dipantau di Instagram & TikTok @magnetband_official serta Fan Page Facebook Magnet Band.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sorak Sorai Tumbangnya Pembegal Gizi Anak Bangsa

0
Oplus_131072

Penulis: Founder Sinergi Pendidikan Indonesia/ Aldo Muhamad Derlan

Wartain.com – Sorak-sorai masyarakat menyambut pencopotan dan penahanan tiga eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan ledakan kelegaan dari luka kolektif masyarakat yang sudah terlalu lama dibiarkan menganga.

Langkah tegas yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juni 2026 dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya patut diapresiasi.

Menindaklanjuti keputusan tersebut, keesokan harinya Kejaksaan Agung langsung menjebloskan ketiganya ke tahanan.

Mereka diduga kuat memanipulasi sistem verifikasi demi memuluskan jalan bagi yayasan-yayasan kroni dalam Program Makan Bergizi Gratis 2025–2026.

Penangkapan ini menjadi penawar dahaga bagi publik yang selama ini jengah melihat dugaan korupsi hanya berakhir menjadi debat kusir di media sosial tanpa kejelasan hukum.

Bagi publik, tindakan hukum ini adalah jawaban atas kecurigaan dan penantian panjang mereka. Kehadiran negara dalam mengusut kasus ini memberikan sinyal kuat bahwa jabatan tinggi tidak lagi menjadi tameng impunitas.

Keberanian Kejaksaan Agung juga patut diapresiasi dalam mengembalikan harapan masyarakat yang sempat pudar akibat banyaknya kasus besar yang menggantung selama ini.

Program Mulia Dibegal Pemburu Rente

Gagasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya merupakan kebijakan yang mulia dan telah menunjukkan keberhasilan di berbagai negara.

Berbagai negara telah memberikan contoh praktik yang relatif berhasil.

Berdasarkan Laporan State of School Feeding Worldwide (2024), Sebagai contoh, Brasil melalui Programa Nacional de Alimentação Escolar menyediakan layanan makan sekolah bagi sekitar 40 juta anak dan mewajibkan sebagian bahan pangan dibeli dari petani lokal sehingga turut menggerakkan ekonomi pedesaan.

India melalui program Mid-Day Meal melayani hampir 100 juta anak setiap hari, menjadikannya salah satu program makan sekolah terbesar di dunia.

Sementara itu, Finlandia telah menyediakan makan siang gratis bagi seluruh siswa sejak 1948.

Jepang mengintegrasikan program makan bergizi dengan konsep shokuiku, yaitu pendidikan pangan yang bertujuan membentuk kebiasaan makan sehat sejak usia dini.

Lantas bagaimana dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia?

Sejak MBG diluncurkan pada awal 2025, berbagai kritik telah muncul.

Beberapa di antaranya menyangkut absennya figur berlatar belakang gizi atau kesehatan pada posisi strategis lembaga, dominasi purnawirawan TNI/Polri di sejumlah jabatan, serta desain program yang dinilai terlalu sentralistis dan minim partisipasi publik.

Belum lagi, soal anggaran yang besar dinilai lebih banyak terserap untuk kebutuhan operasional, pengadaan atribut, dan berbagai perlengkapan pendukung dibandingkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan peserta didik.

Kondisi inilah yang membuka ruang bagi potensi penyimpangan. Kombinasi anggaran raksasa dan pengawasan lemah adalah resep klasik bagi perburuan rente.

Dalam konteks tersebut, keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti tiga pimpinan BGN yang sehari setelahnya ditetapkan sebagai tersangka korupsi, dapat dipandang sebagai sinyal adanya komitmen terhadap penegakan akuntabilitas.

Namun demikian, ketegasan politik saja belum cukup untuk menjamin terjadinya perbaikan yang mendasar.

Selama hubungan antara mitra dapur, rantai pengadaan, partai politik, dan lingkaran kekuasaan masih menyisakan potensi konflik kepentingan, risiko penyimpangan akan tetap terbuka.

Jika akar persoalannya tidak dibenahi, pergantian pejabat hanya akan menjadi pergantian aktor dalam panggung yang sama.

Yang dibutuhkan bukan sekadar wajah baru, melainkan tata kelola baru yang menutup rapat celah rente atas hak gizi anak-anak Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)