26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juni 27, 2026
Beranda blog Halaman 41

Tampil Dominan, Sabar/Reza Segel Tiket Semifinal Indonesia Open 2026 dalam Dua Gim Langsung

0

Wartain.com – Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan M. Reza Pahlevi Isfahani, sukses menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tumpuan tuan rumah. Pasangan unggulan keenam ini tampil memukau untuk mengamankan satu tiket di babak semifinal turnamen Polytron Indonesia Open 2026.

Pertandingan babak perempat final (QF) sektor ganda putra (MD) ini berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat, 5 Juni 2026. Sabar/Reza turun ke lapangan dengan kepercayaan diri tinggi, didorong oleh atmosfer luar biasa dari ribuan pendukung Indonesia yang memenuhi tribun penonton.

Sabar/Reza berhasil melangkah ke fase berikutnya setelah menyudahi perlawanan wakil China, Chen Bo Yang dan Liu Yi. Kemenangan ini sekaligus menjaga peluang Indonesia untuk bisa menciptakan All-Indonesian Final di sektor ganda putra pada turnamen bergengsi level Super 1000 ini.

Bagaimana jalannya pertandingan, Sabar/Reza tampil sangat dominan dan berhasil menyelesaikan laga hanya dalam waktu dua gim langsung. Tanpa memberikan banyak kesempatan bagi lawan untuk mengembangkan permainan, duet Indonesia ini menang dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-15.

Sejak awal gim pertama, kombinasi smes keras Reza Pahlevi dan penempatan bola cerdik dari Sabar Karyaman terus merepotkan pertahanan Chen Bo Yang/Liu Yi hingga gim pertama ditutup 21-15. Pola permainan cepat dan menekan ini kembali diterapkan dengan konsisten pada gim kedua, membuat wakil China frustrasi dan menyerah dengan skor yang sama, 21-15.

Berkat kemenangan impresif dua gim langsung ini, Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani berhak melenggang ke babak semifinal Polytron Indonesia Open 2026. Mereka kini bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat demi memperebutkan tiket ke babak pamungkas turnamen tahun ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Gerombolan Bermotor Bikin Resah Warga Baros Sukabumi, Diduga Bawa Senjata Tajam

0

Wartaincom – Suasana dini hari di Kampung Lio, RT 02 RW 01, Kelurahan Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, mendadak mencekam setelah sekelompok pengendara motor diduga melakukan aksi keributan pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kedatangan gerombolan bermotor tersebut membuat warga yang tengah beristirahat terbangun. Kelompok yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 20 orang itu disebut-sebut mendatangi lokasi tempat sejumlah pemuda sedang melaksanakan ronda malam.

Salah seorang warga, Ramdan (21), mengatakan saat kejadian para pemuda kampung sedang berkumpul di sebuah pertigaan jalan untuk mengisi waktu ronda dengan berbincang, ngopi, dan bermain gitar.

“Pemuda di kampung saya lagi nongkrong ngeronda malam di pertigaan itu. Biasa ngopi main gitar. Nah kebetulan ada yang lewat ngerusuh,” ujar Ramdan.

Menurutnya, situasi sempat memanas ketika rombongan tersebut membuat keributan di sekitar lokasi. Aksi itu berlangsung sekitar 15 menit dan menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar.

Ramdan mengaku melihat jumlah anggota kelompok tersebut cukup banyak. Bahkan, beberapa di antaranya diduga membawa senjata tajam.

“Kurang lebih ada 20 orang lebih. Katanya ada yang bawa sajam juga,” katanya.

Merasa lingkungan mereka terancam, warga bersama Ketua RT langsung turun tangan untuk membubarkan kelompok tersebut. Beberapa orang bahkan sempat melakukan pengejaran saat para pelaku berusaha meninggalkan lokasi.

“Itu mah sampai RT turun sama warga. Pokoknya pada turun membubarin. Ada yang dikejar sampai ke dalam gang,” tuturnya.

Ia menambahkan, para pemuda yang sedang ronda tidak memiliki hubungan ataupun permasalahan sebelumnya dengan kelompok bermotor tersebut. Karena itu, warga menduga aksi tersebut dilakukan secara acak.

Menurut Ramdan, kejadian serupa belum pernah terjadi di wilayahnya sehingga membuat masyarakat cukup terkejut dan khawatir.

Pasca-insiden tersebut, pengurus lingkungan setempat langsung memberikan arahan kepada para pemuda agar lebih berhati-hati saat berkumpul pada malam hari guna menghindari kemungkinan terjadinya peristiwa serupa.

“Sama RW juga udah di-briefing pemuda teh. Kalau bisa malam jangan terlalu meriung bisi datang ke sana. Kalau pemuda makin panas bisi ada part 2,” ungkapnya.

Ia menilai kelompok tersebut kerap bergerak secara berombongan tanpa tujuan yang jelas dan diduga mencari sasaran secara acak di sejumlah wilayah.

“Yang gitu mah suka konvoi ngabring tanpa rute. Di-sweeping peribahasanya,” lanjutnya.

Hingga kini warga belum mengetahui secara pasti apakah terdapat korban dalam kejadian tersebut. Namun insiden itu telah menimbulkan rasa tidak aman di lingkungan sekitar.

“Harapannya kalau bisa ditangkap intinya,” tegas Ramdan.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku dan memastikan kronologi lengkap peristiwa yang terjadi di Jalan Lio Santa, Kelurahan Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ekonomi Berdikari: Jalan Panjang Indonesia Memutus Rantai Ketergantungan

0

“Kemandirian ekonomi syarat agar Indonesia menentukan nasibnya sendiri” : Salman Rizkatillah Abdussalam, S.M

Perjalanan Indonesia menuju kemandirian ekonomi bukan pilihan, melainkan keniscayaan. Semakin dekat menuju kedaulatan, semakin nyata pula perlawanan dari pihak yang tidak ingin Indonesia berdiri di atas kekuatannya sendiri.

Jika dikaji lebih dalam, masalah ekonomi bangsa ini tidak sebatas angka pertumbuhan, investasi, atau statistik tahunan. Inti persoalannya adalah siapa yang menguasai alat produksi, siapa yang menikmati nilai tambah sumber daya alam, dan siapa yang menentukan arah pembangunan.

Sejak era kolonial, struktur ekonomi Indonesia diset untuk melayani kepentingan luar. Polanya sederhana: ekspor bahan mentah murah, impor barang jadi mahal. Kita menjual hasil bumi, lalu membeli kembali dalam bentuk produk bernilai tinggi.

Pola itu terus berubah bentuk, tapi substansinya sama. Indonesia tetap diposisikan sebagai penyedia sumber daya. Sementara keuntungan terbesar mengalir ke pihak yang menguasai modal, teknologi, dan jaringan perdagangan global.

Ketika negara berupaya memutus rantai ini lewat industrialisasi, hilirisasi, penguatan produk dalam negeri, dan penguasaan sektor strategis, perlawanan langsung muncul. Kemandirian ekonomi bukan hanya soal kesejahteraan rakyat, tapi juga memotong ruang untung pihak yang hidup dari ketergantungan.

Menariknya, penolak kemandirian tidak selalu datang dari luar negeri. Sebagian justru tumbuh di dalam negeri sendiri. Mereka yang nyaman jadi perantara impor, pemburu rente, atau penikmat konsesi. Bagi mereka, Indonesia yang bergantung justru lebih menguntungkan karena tanpa perlu inovasi dan produksi.

Akibatnya, setiap kebijakan yang memperkuat kedaulatan ekonomi sering digempur narasi pelemahan. Negara mengendalikan sumber daya strategis disebut anti-pasar. Dorong industri nasional dituduh tidak efisien. Kurangi impor dibilang menutup diri. Padahal negara maju hari ini justru kuat karena berpihak pada industri dan kepentingan nasionalnya.

Di titik inilah penting dipahami: perjuangan ekonomi bukan sekadar urusan teknokratis. Ini soal ideologi dan kebangsaan. Pasal 33 UUD 1945 lahir dengan alasan jelas. Para pendiri bangsa paham, merdeka politik tanpa merdeka ekonomi hanya memindahkan bentuk ketergantungan.

Bendera boleh berkibar, pemerintahan boleh berganti. Tapi jika sumber daya, produksi, dan distribusi ekonomi masih dikuasai kepentingan di luar rakyat, maka kemerdekaan itu belum utuh maknanya.

Karena itu, ekonomi berdikari bukan slogan romantis. Ia adalah syarat agar Indonesia bisa menentukan nasibnya sendiri. Bangsa kuat bukan bangsa yang paling banyak utang atau paling besar konsumsi impornya. Bangsa kuat adalah bangsa yang berdiri di atas produksi, ilmu, teknologi, dan sumber dayanya sendiri.

Sejarah membuktikan, setiap langkah menuju kemandirian selalu menghadapi resistensi. Ada pihak yang merasa terancam saat Indonesia benar-benar berdaulat. Perlawanan itu wajar, karena perubahan struktur ekonomi pasti mengganggu status quo yang lama diuntungkan.

Jalan menuju ekonomi berdikari memang panjang dan tidak mudah. Tapi tidak ada pilihan lain. Jika ingin merdeka secara utuh, Indonesia harus berani memutus rantai lama, membangun kapasitas produksi, dan memastikan nilai tambah dinikmati rakyat Indonesia sendiri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SAL/Biro Garut)

Hari Lahir Pancasila 2026: Kadistan Sukabumi Tegaskan Gotong Royong Kunci Pertanian Maju dan Berkeadilan

0
Oplus_131072

“Nilai Pancasila harus hadir dalam setiap langkah pembangunan pertanian”:  Aep Majmudin (Foto : Distan Kabsi)

Wartain.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dimaknai Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi sebagai momentum memperkuat persatuan dan keadilan sosial. Dua nilai itu disebut fondasi utama pembangunan yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin menegaskan, Pancasila bukan hanya dasar negara. Nilai-nilainya memiliki peran strategis dalam menggerakkan sektor-sektor pembangunan, termasuk pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

Menurut Aep, semangat persatuan dalam sila ketiga harus hidup di keseharian. Persatuan menjadi kekuatan bangsa menghadapi tantangan pembangunan, mulai dari perubahan iklim hingga fluktuasi harga komoditas pertanian.

“Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila 2026. Semoga semangat persatuan dan keadilan sosial terus menjadi fondasi kemajuan bangsa kita. Nilai-nilai Pancasila harus senantiasa hadir dalam setiap langkah pembangunan, termasuk dalam upaya mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Aep, Senin 1/6/2026.

Ia menilai, kemajuan pertanian tidak cukup mengandalkan teknologi dan sumber daya alam. Faktor penentu lainnya adalah kebersamaan. Gotong royong antara petani, pemerintah, penyuluh, swasta, dan masyarakat harus terus dirawat.

Kabupaten Sukabumi memiliki lahan, iklim, dan sumber daya yang potensial. Untuk memaksimalkan potensi itu, semangat persatuan dan kerja sama dijadikan modal utama meningkatkan produktivitas sekaligus menaikkan kesejahteraan petani.

Nilai keadilan sosial pada sila kelima juga menjadi sorotan. Aep menekankan, setiap kebijakan pertanian harus berpihak agar manfaatnya merata. Petani kecil, kelompok tani, hingga pelaku agribisnis hulu-hilir perlu merasakan dampak pembangunan.

“Pancasila mengajarkan pentingnya kebersamaan, saling menghormati, dan bekerja untuk kepentingan bersama. Semangat inilah yang perlu terus kita jaga agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Dalam konteks pertanian, nilai Pancasila tercermin pada budaya lokal. Tradisi gotong royong saat tanam, panen, hingga membangun irigasi desa adalah contoh nyata sila kedua dan ketiga yang hidup di pedesaan Sukabumi.

Momentum 1 Juni menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa dibangun lewat kolaborasi. Tanpa penguatan karakter kebangsaan, program apapun akan sulit berjalan optimal karena kehilangan ruh kebersamaan.

Melalui peringatan tahun ini, Aep mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pancasila harus menjadi pedoman saat bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk saat merencanakan pola tanam dan tata niaga hasil pertanian.

Dengan semangat Pancasila, Kadistan Sukabumi berharap pembangunan pertanian daerah melaju lebih cepat. Targetnya jelas: pertanian Sukabumi semakin maju, mandiri, berkeadilan, dan berkontribusi nyata pada ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan petani.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

DP3A Kabupaten Sukabumi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

0

Wartain.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2026, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kampanye yang disampaikan kepada masyarakat, DP3A Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa lingkungan yang sehat merupakan hak setiap orang. Oleh karena itu, menjaga dan melindungi lingkungan menjadi tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

DP3A mengingatkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil, seperti menjaga kebersihan lingkungan sekitar, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta menanam pohon.

Upaya-upaya tersebut dinilai memiliki dampak positif bagi keberlangsungan lingkungan dan kualitas hidup generasi mendatang.

“Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga bumi. Setiap tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan masa depan anak-anak kita,” demikian pesan yang disampaikan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan alam di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini.

DP3A Kabupaten Sukabumi berharap semangat menjaga lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan demi kesejahteraan bersama. “Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DP3A Kabupaten Sukabumi Ajak Masyarakat Mulai Perubahan dari Hal Kecil”(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wabup Sukabumi Hadiri Rakor Nasional Bahas Pengelolaan Sampah dan Antisipasi Kemarau Panjang

0

Wartain.com – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan dan Mitigasi Dampak Kemarau Panjang di Aula A.H. Nasution, Lantai 3 Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Kehadiran Wabup mewakili Bupati Sukabumi dalam forum strategis yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Pertemuan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, terutama persoalan sampah dan ancaman yang berpotensi muncul akibat musim kemarau berkepanjangan.

Dalam arahannya, kedua pimpinan menegaskan pentingnya kerja sama yang terintegrasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat guna mempercepat penanganan persoalan persampahan sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dampak perubahan cuaca yang semakin kompleks.

Sejumlah agenda penting dibahas dalam rapat tersebut, di antaranya penguatan sistem pengelolaan sampah di daerah, peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta upaya mendorong terciptanya pola hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada langkah-langkah mitigasi menghadapi musim kemarau panjang.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi ketersediaan air bersih bagi masyarakat, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, perlindungan sektor pertanian dari risiko kekeringan, serta peningkatan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Partisipasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen daerah untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim.

Melalui kolaborasi yang solid dan langkah-langkah strategis yang terencana, diharapkan upaya penanganan sampah dan mitigasi dampak kemarau dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pemkab Sukabumi Ajak Masyarakat Berpartisipasi dalam Kampanye Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

0

Wartain.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh masyarakat dan perangkat daerah untuk berpartisipasi aktif dalam kampanye serta kegiatan kerja bakti lingkungan (korve) sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan aksi nyata menghadapi perubahan iklim.

Ajakan tersebut sejalan dengan tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026, yakni “Saatnya Bekerja Untuk Iklim”, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mengurangi dampak perubahan iklim melalui tindakan sederhana namun berkelanjutan.

Melalui kampanye ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan sampah plastik, melakukan penghijauan, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial yang berorientasi pada pelestarian alam.

Selain itu, perangkat daerah juga diimbau untuk melaksanakan kerja bakti lingkungan di wilayah kerja masing-masing sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat bahwa tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap melalui kampanye ini dapat tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga kewajiban seluruh masyarakat demi terciptanya Kabupaten Sukabumi yang hijau, bersih, dan berkelanjutan.

“Mari bersama bergerak dan bekerja untuk iklim demi masa depan bumi yang lebih baik.”(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

KNPI Garut Upgrade Skill Pemuda: Coaching 3 Jurus Jago Bicara, Mikir Kritis, dan Solutif Jelang Rakerda 2026

0
Oplus_131072

“Pemuda Garut harus adaptif dan siap jadi motor pembangunan”

Wartain.com – DPD KNPI Kabupaten Garut bergerak cepat menyiapkan kadernya. Menjelang Orientasi dan Rakerda 2026, KNPI menghadirkan coaching intensif untuk meningkatkan kapasitas pemuda Garut menghadapi tantangan zaman.

Fokus penguatan ada pada tiga kompetensi utama: Public Speaking, Critical Thinking, dan Problem Solving. Tiga jurus ini dipilih karena langsung bersinggungan dengan peran pemuda dalam pembangunan daerah.

KNPI Garut menggandeng Syafil Efendi, M.M. sebagai pemateri. Sebagai President of Indonesia BRICS Youth Forum, ia membawa pengalaman membina pemuda lintas daerah dan forum internasional.

Sesi Public Speaking akan melatih peserta berbicara di depan forum dengan struktur, intonasi, dan bahasa tubuh yang tepat. Tujuannya agar aspirasi pemuda Garut bisa disampaikan dengan kuat dan didengar pengambil kebijakan.

Pada sesi Critical Thinking, peserta diajak membedah informasi secara tajam. Pemuda dilatih bertanya, menguji data, dan tidak mudah percaya hoaks. Keterampilan ini penting untuk menjaga kualitas keputusan organisasi.

Sesi Problem Solving memberi kerangka praktis memecah masalah besar menjadi langkah kecil yang bisa dikerjakan. Mulai dari isu UMKM, stunting, sampah wisata, hingga pengangguran lulusan baru di Garut.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut menyebut kegiatan ini bentuk nyata menyiapkan pemuda berintegritas. Pemuda yang adaptif terhadap perubahan dan siap mengisi ruang strategis pemerintahan, dunia usaha, serta sosial kemasyarakatan.

Tema yang diangkat menegaskan arah gerak organisasi: “Akselerasi Peran Pemuda Menjawab Tantangan Pembangunan Daerah Menuju Garut Hebat.” Artinya, hasil coaching diharapkan langsung terasa di program kerja KNPI 2026.

Lokasi kegiatan dipusatkan di Gedung Pemuda Kabupaten Garut. Waktu pelaksanaan Kamis, 12 Juni 2026 pukul 18.00 WIB sampai selesai agar menjangkau pemuda pekerja, mahasiswa, dan pelajar.

Sasaran peserta dibuka luas. Pengurus OKP, komunitas kreatif, relawan, BEM, hingga pemuda desa yang aktif di Karang Taruna dipersilakan bergabung. Semakin beragam peserta, semakin kaya diskusi dan solusinya.

Output yang diharapkan bukan hanya sertifikat. KNPI Garut ingin setiap peserta pulang membawa rencana aksi. Ide-ide dari forum ini akan dibawa ke Rakerda sebagai bahan program prioritas tahun berjalan.

Dengan coaching ini, KNPI Garut menanam fondasi “Garut Hebat” dari hulu: manusianya. Jika pemuda jago bicara, berpikir kritis, dan cepat menemukan solusi, maka setiap tantangan pembangunan daerah bisa dijawab dengan gerakan kolektif yang terukur.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SAL/Biro Garut)

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Dispar Sukabumi Ajak Warga Jaga Alam Demi Pariwisata Berkelanjutan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2026. Peringatan ini dijadikan ajakan bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Mengusung tema global “Saatnya Bekerja untuk Iklim” dengan tagar #NowForClimate, tahun ini peringatan fokus pada aksi nyata menghadapi perubahan iklim. Dispar menekankan, langkah kecil dari lingkungan sekitar bisa memberi dampak besar.

Pesan utama yang disampaikan sederhana namun penting. Masyarakat diajak mengurangi sampah, menanam pohon, menghemat air, serta menjaga bumi agar tetap hijau, bersih, dan berkelanjutan.

Kabupaten Sukabumi memiliki kekayaan alam melimpah. Pantai, air terjun, pegunungan, hingga kawasan ekowisata menjadi daya tarik utama wisatawan. Keindahan itu harus dijaga agar manfaatnya dirasakan generasi sekarang dan mendatang.

Kelestarian alam dan pariwisata disebut dua sisi yang saling terkait. Jika lingkungan rusak, kualitas destinasi wisata akan menurun. Sebaliknya, alam yang terjaga akan meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

Karena itu, Dispar mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, komunitas, pelaku wisata, hingga pengunjung.

Langkah sederhana bisa dimulai siapa saja. Membuang sampah pada tempatnya, membawa botol minum ulang, menanam pohon di halaman, hingga menghemat listrik dan air. Kebiasaan kecil itu berdampak langsung pada keseimbangan alam.

Untuk pelaku pariwisata, Dispar mendorong penerapan konsep wisata ramah lingkungan. Pengelolaan sampah destinasi, edukasi wisatawan, dan penggunaan energi bersih menjadi bagian penting agar pariwisata tumbuh berkelanjutan.

Peringatan 5 Juni 2026 juga menjadi pengingat. Tantangan perubahan iklim nyata dirasakan, mulai dari cuaca ekstrem hingga penurunan kualitas air dan tanah. Aksi iklim harus dimulai sekarang, tidak bisa ditunda.

Dengan semangat “Alam Lestari, Pariwisata Berkualitas, Sukabumi Mubarakah”, Dispar ingin menanamkan kesadaran kolektif. Lingkungan yang lestari akan menciptakan pariwisata berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dispar berharap tagar #NowForClimate tidak berhenti sebagai simbol. Tagar itu harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata di setiap destinasi, sekolah, kantor, dan rumah warga Kabupaten Sukabumi.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, Dinas Pariwisata mengajak seluruh masyarakat mencintai dan merawat alam sebagai aset berharga. Jika alam dijaga, pariwisata maju, ekonomi warga tumbuh, dan Sukabumi menjadi daerah yang mubarakah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tembus Rp624 Juta di Bulan Kelima, Pariwisata Sukabumi Diprediksi Lampaui Rp1 Miliar Tahun Ini

0
Oplus_131072

Wartain.com  – Lima bulan pertama 2026 jadi momentum emas pariwisata Kabupaten Sukabumi. Pendapatan retribusi dari sektor wisata tumbuh tajam dan mengungguli capaian periode yang sama tahun lalu.

Data Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mencatat total retribusi hingga awal Juni 2026 mencapai Rp624.349.000. Angka ini hanya selisih sedikit dari total setahun penuh 2025.

Struktur pendapatan didominasi retribusi pelayanan tempat rekreasi dan olahraga dengan nilai lebih dari Rp615 juta. Sementara kerja sama pemanfaatan Barang Milik Daerah BMD menyumbang Rp8,8 juta.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar menyebut capaian ini melampaui ekspektasi. Kinerja enam objek wisata milik Pemda menjadi penopang utama kenaikan pendapatan.

“Alhamdulillah angka Rp624.339.000 pendapatan retribusi 6 objek destinasi yang dimiliki Pemda sampai dengan akhir Bulan Mei atau Bulan ke-5 Tahun 2026 ini hampir mendekati angka capaian dalam satu tahun di Tahun 2025 sebesar Rp675.687.000,” ungkap Ali, Kamis 4/6/2026.

Lonjakan retribusi menunjukkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi Sukabumi semakin tinggi. Pantai, gunung, hingga wisata berbasis alam dan olahraga menjadi magnet utama.

Ali optimistis tren positif ini akan berlanjut. Dengan pola kunjungan yang terus naik, target pendapatan tahun ini berpotensi terlampaui jauh dari proyeksi awal.

“Insyaallah optimis Tahun 2026 doa dari semuanya pendapatan Pemda untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat bisa melewati angka satu miliar lebih. Insyaallah doa dan dorongan dari semua. Salam Mubarokah,” katanya.

Pendapatan retribusi yang meningkat bukan sekadar angka. Dispar memastikan hasil ini akan dikembalikan ke masyarakat melalui peningkatan fasilitas, kebersihan, dan keamanan di destinasi.

Strategi penguatan promosi digital dan event pariwisata juga digencarkan. Tujuannya agar Sukabumi tetap menjadi destinasi favorit wisatawan domestik dan mancanegara.

Pemkab Sukabumi memandang pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal. Dampaknya langsung dirasakan pelaku UMKM, penginapan, transportasi, hingga kelompok sadar wisata di sekitar objek.

Dengan modal Rp624 juta di lima bulan pertama, pariwisata Sukabumi 2026 diprediksi mencetak rekor baru. Jika tren meroket ini konsisten, sektor wisata akan menjadi salah satu kontributor terbesar Pendapatan Asli Daerah dan penguat ekonomi masyarakat pesisir selatan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)