Oleh : AM Soleh/ Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak, Kalbar
Wartain.com || “Baldatun Thoyyibatun wa rabbun Ghofur” adalah gambaran Negeri ideal yang disebut di dalam Al-Qur’an Surat Saba ayat : 15. Yaitu Negeri yang baik, aman, damai, sejahtera, Sebuah Konsep ideal negara yang selalu diidamkan siapapun termasuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.
“Baldatun Thoyyibatun” bermakna Negeri yang baik atau Tempat yang baik. Ini berarti sebuah tempat atau negeri yang diberkahi, aman, sejahtera, dan penuh dengan kebaikan. Wa “Rabbun Ghofur” bermakna “Dan Tuhan yang Maha Pengampun”. Ini berarti Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengampun, yang menerima taubat dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.
Sebuah negara yang ideal tentu tidaklah datang dengan sendirinya, butuh usaha untuk menggapainya, diantaranya diperlakukan sinergi antara pemimpin yang adil serta adanya rakyat yang mendukung dan selalu mendoakannya.
Dalam hal ini – adanya pemimpin yang adil dan rakyat yang mendoakan- telah diriwayatkan dari Rasulullah SAW dalam Hadits riwayat Ibnu Majah: “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika seorang pemimpin berbuat baik kepada rakyatnya, maka Allah SWT akan memberikan rahmat-Nya kepadanya. Dan jika rakyat mendoakan kebaikan untuk pemimpinnya, maka Allah SWT akan mengabulkan doa mereka'”.
Hadits ini menunjukkan bahwa mendoakan kebaikan untuk pemimpin dapat membawa rahmat Allah SWT bagi pemimpin tersebut.
Kemudian dalam Hadits riwayat Tirmidzi diriwayatkan: “Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Doa yang terbaik adalah doa untuk pemimpin yang adil'”.
Hadits ini menunjukkan bahwa mendoakan pemimpin yang adil adalah salah satu doa yang terbaik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mendoakan pemimpin adalah salah satu kewajiban rakyat yang dapat membawa kebaikan dan rahmat bagi pemimpin dan rakyat itu sendiri.
Pendapat Ulama
Para ulama juga memiliki pendapat yang sama tentang pentingnya mendoakan pemimpin negara. Berikut beberapa contoh:
1. Imam Nawawi: “Mendoakan pemimpin negara adalah kewajiban bagi setiap Muslim, karena doa tersebut dapat membawa kebaikan dan keberkahan bagi negara dan masyarakat.” (Raudlatu Thalibin)
2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Mendoakan pemimpin negara adalah salah satu bentuk ketaatan dan kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya. Doa ini dapat membantu pemimpin negara untuk menjadi lebih adil dan bijaksana dalam membuat keputusan.” (Majmu’ al-fatawa)
Dalam sejarah Islam ada beberapa contoh ulama dan rakyat mendoakan pemimpin negara. Berikut beberapa contoh:
1. Doa Imam Ahmad bin Hanbal untuk Khalifah Al-Mutawakkil: Imam Ahmad bin Hanbal, seorang ulama terkemuka dalam mazhab Hanbali, mendoakan Khalifah Al-Mutawakkil karena kebaikannya terhadap umat Islam. (Al-Bidayah waal- Nihayah Ibnu Katsir).
2. Doa Al-Ghazali untuk Sultan Muhammad Al-Ghazali: Al-Ghazali, seorang ulama terkemuka dalam bidang tasawuf dan filsafat, mendoakan Sultan Muhammad Al-Ghazali karena kebaikannya terhadap umat Islam dan keberhasilannya dalam memimpin negara. (Thabaqat as-syafi’iyah karya as-subki).
3. Doa rakyat untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz: Khalifah Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang adil dan bijaksana, sangat dihormati oleh rakyatnya. Rakyat mendoakan kebaikan dan kesejahteraan bagi Khalifah Umar bin Abdul Aziz karena kebaikannya terhadap umat Islam. (Tarikh al-khulafa karya as-suyuthi)
Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa ulama dan rakyat dalam sejarah Islam memiliki tradisi mendoakan pemimpin negara yang adil dan baik. Doa-do tersebut tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan harapan agar pemimpin negara dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa kebaikan bagi seluruh rakyat bangsa dan negara.
“Kesimpulannya, mendoakan pemimpin negara adalah salah satu kewajiban rakyat yang dapat membawa kebaikan dan rahmat bagi pemimpin dan rakyat itu sendiri. Dengan mendoakan pemimpin yang adil dan bijaksana, kita dapat membantu mereka menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa kebaikan bagi seluruh rakyat bangsa dan negara. Semoga kita dapat menjadi rakyat yang peduli dan mendoakan pemimpin negara kita, sehingga dapat terwujud negeri ideal yaitu Indonesia yang “Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur”
Sebagai penutup dan merupakan aplikasi doa dari kami rakyat Indonesia untuk Presiden ke- 8 Bapak H Prabowo Subianto:
Bismillahirrahmanirrahim….
Ya Allah yang Maha Segalanya,
1. Anugerahkan kesehatan, keselamatan, panjang umur serta dijauhkan dari marabahaya untuk Presiden kami bapak H Prabowo Subianto.
2. Anugerahkan kelancaran, kesuksesan, dan keberkahan program Asta Cita.
3. Anugerahkan kami negeri aman, damai dan sejahtera, “Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghofur”.***
Foto : Ilustrasi
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)