26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 582

Wabup Sukabumi Lepas Dua Pelajar Ikuti Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Provinsi Jawa Barat  

0

Wartain.com || Dua pelajar asal Kabupaten Sukabumi resmi dilepas untuk mengikuti Seleksi Calon Paskibraka Provinsi Jawa Barat. Prosesi pelepasan dilakukan oleh Wakil Bupati Sukabumi H Andreas di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Senin (19/5/2025).

Dua pelajar yang mewakili Sukabumi adalah Muhammad Rayhan dari SMKN 1 Cibadak dan Mita Pamelia dari SMK Nuurul Bayan.

Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya putra putri terbaik mewakili Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, prestasi bukan hanya soal kebanggaan pribadi tapi juga mengharumkan nama baik Kabupaten Sukabumi.

Ia pun mengapresiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta pihak sekolah yang telah membina dan membimbing para calon Paskibraka hingga tahap provinsi.

“Menjadi Paskibraka tidak mudah. Ini adalah peluang untuk menggapai cita-cita dan meraih prestasi. Semangat harus terus dijaga,” tegasnya.

H Andreas menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik selama masa pelatihan serta memohon restu dari orangtua.

“Doa orangtua adalah kekuatan utama. Hormati ibu dan bapak kalian. Tanpa mereka, kalian tak akan sampai di titik ini,” ucapnya.

Wabup berharap Kabupaten Sukabumi bisa dikenal sebagai lumbung Paskibraka nasional di masa mendatang.

“Kita ingin Sukabumi dikenal karena prestasi anak-anaknya di tingkat nasional.” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono, menjelaskan proses seleksi telah dilakukan secara bertahap mulai dari administrasi hingga tes kepribadian.

“Dari hasil seleksi, kami menetapkan dua peserta terbaik, satu putra dan satu putri. Mereka akan mengikuti pendidikan dan pelatihan Paskibraka Provinsi Jawa Barat mulai 2 hingga 18 Agustus mendatang,” jelas Tri.

Para peserta terpilih dijadwalkan mengikuti pemusatan latihan pada 20-23 Mei di Kompleks Komando, Bandung. Keberangkatan mereka akan didampingi staf Kesbangpol dan senior Purna Paskibraka Indonesia (PPI).

Tri berharap peserta dari Kabupaten Sukabumi tak hanya sukses di tingkat provinsi namun mampu menembus seleksi nasional.

“Mohon doa seluruh masyarakat agar peserta kita bisa membawa nama baik Kabupaten Sukabumi ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Mendo’akan Pemimpin : Kewajiban Rakyat untuk Kebaikan Bersama

0
Oplus_131072

Oleh : AM Soleh/ Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak, Kalbar

Wartain.com || “Baldatun Thoyyibatun wa rabbun Ghofur” adalah gambaran Negeri ideal yang disebut di dalam Al-Qur’an Surat Saba ayat : 15. Yaitu Negeri yang baik, aman, damai, sejahtera, Sebuah Konsep ideal negara yang selalu diidamkan siapapun termasuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.

“Baldatun Thoyyibatun” bermakna Negeri yang baik atau Tempat yang baik. Ini berarti sebuah tempat atau negeri yang diberkahi, aman, sejahtera, dan penuh dengan kebaikan. Wa “Rabbun Ghofur” bermakna “Dan Tuhan yang Maha Pengampun”. Ini berarti Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengampun, yang menerima taubat dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.

Sebuah negara yang ideal tentu tidaklah datang dengan sendirinya, butuh usaha untuk menggapainya, diantaranya diperlakukan sinergi antara pemimpin yang adil serta adanya rakyat yang mendukung dan selalu mendoakannya.

Dalam hal ini – adanya pemimpin yang adil dan rakyat yang mendoakan- telah diriwayatkan dari Rasulullah SAW dalam Hadits riwayat Ibnu Majah: “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika seorang pemimpin berbuat baik kepada rakyatnya, maka Allah SWT akan memberikan rahmat-Nya kepadanya. Dan jika rakyat mendoakan kebaikan untuk pemimpinnya, maka Allah SWT akan mengabulkan doa mereka'”.

Hadits ini menunjukkan bahwa mendoakan kebaikan untuk pemimpin dapat membawa rahmat Allah SWT bagi pemimpin tersebut.

Kemudian dalam Hadits riwayat Tirmidzi diriwayatkan: “Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Doa yang terbaik adalah doa untuk pemimpin yang adil'”.

Hadits ini menunjukkan bahwa mendoakan pemimpin yang adil adalah salah satu doa yang terbaik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mendoakan pemimpin adalah salah satu kewajiban rakyat yang dapat membawa kebaikan dan rahmat bagi pemimpin dan rakyat itu sendiri.

Pendapat Ulama

Para ulama juga memiliki pendapat yang sama tentang pentingnya mendoakan pemimpin negara. Berikut beberapa contoh:

1. Imam Nawawi: “Mendoakan pemimpin negara adalah kewajiban bagi setiap Muslim, karena doa tersebut dapat membawa kebaikan dan keberkahan bagi negara dan masyarakat.” (Raudlatu Thalibin)

2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Mendoakan pemimpin negara adalah salah satu bentuk ketaatan dan kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya. Doa ini dapat membantu pemimpin negara untuk menjadi lebih adil dan bijaksana dalam membuat keputusan.” (Majmu’ al-fatawa)

Dalam sejarah Islam ada beberapa contoh ulama dan rakyat mendoakan pemimpin negara. Berikut beberapa contoh:

1. Doa Imam Ahmad bin Hanbal untuk Khalifah Al-Mutawakkil: Imam Ahmad bin Hanbal, seorang ulama terkemuka dalam mazhab Hanbali, mendoakan Khalifah Al-Mutawakkil karena kebaikannya terhadap umat Islam. (Al-Bidayah waal- Nihayah Ibnu Katsir).

2. Doa Al-Ghazali untuk Sultan Muhammad Al-Ghazali: Al-Ghazali, seorang ulama terkemuka dalam bidang tasawuf dan filsafat, mendoakan Sultan Muhammad Al-Ghazali karena kebaikannya terhadap umat Islam dan keberhasilannya dalam memimpin negara. (Thabaqat as-syafi’iyah karya as-subki).

3. Doa rakyat untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz: Khalifah Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang adil dan bijaksana, sangat dihormati oleh rakyatnya. Rakyat mendoakan kebaikan dan kesejahteraan bagi Khalifah Umar bin Abdul Aziz karena kebaikannya terhadap umat Islam. (Tarikh al-khulafa karya as-suyuthi)

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa ulama dan rakyat dalam sejarah Islam memiliki tradisi mendoakan pemimpin negara yang adil dan baik. Doa-do tersebut tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan harapan agar pemimpin negara dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa kebaikan bagi seluruh rakyat bangsa dan negara.

“Kesimpulannya, mendoakan pemimpin negara adalah salah satu kewajiban rakyat yang dapat membawa kebaikan dan rahmat bagi pemimpin dan rakyat itu sendiri. Dengan mendoakan pemimpin yang adil dan bijaksana, kita dapat membantu mereka menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa kebaikan bagi seluruh rakyat bangsa dan negara. Semoga kita dapat menjadi rakyat yang peduli dan mendoakan pemimpin negara kita, sehingga dapat terwujud negeri ideal yaitu Indonesia yang “Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur”

Sebagai penutup dan merupakan aplikasi doa dari kami rakyat Indonesia untuk Presiden ke- 8 Bapak H Prabowo Subianto:
Bismillahirrahmanirrahim….
Ya Allah yang Maha Segalanya,
1. Anugerahkan kesehatan, keselamatan, panjang umur serta dijauhkan dari marabahaya untuk Presiden kami bapak H Prabowo Subianto.
2. Anugerahkan kelancaran, kesuksesan, dan keberkahan program Asta Cita.
3. Anugerahkan kami negeri aman, damai dan sejahtera, “Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghofur”.***

Foto : Ilustrasi

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Peringatan HKG PKK ke-53, Bupati Ciamis Soroti Peran Strategis PKK dan Pentingnya Satu Data Daerah

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menghadiri langsung Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tingkat Kabupaten Ciamis yang digelar di Aula PKK Ciamis pada Senin (19/05/2025).

Acara berlangsung meriah dan penuh semangat, dengan diikuti oleh lebih dari 200 peserta, termasuk kepala OPD, pengurus PKK, Ketua DWP, serta para ketua PKK Kecamatan se-Kabupaten Ciamis.

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh kader PKK. Ia menyebut bahwa usia ke-53 adalah usia yang matang, penuh dengan pengalaman dan pengabdian.

Ia mengapresiasi kiprah PKK sejak dibentuk atas inisiasi istri Gubernur Jawa Tengah dan disahkan oleh Presiden, yang menurutnya telah memberikan kontribusi luar biasa bagi pembangunan bangsa.

“Kadang kita salah kaprah, seolah-olah pemerintah yang membantu PKK. Padahal, justru PKK-lah yang banyak membantu pemerintah,” tegas Bupati Herdiat.

Salah satu bentuk nyata kontribusi PKK, lanjutnya, adalah dalam mendukung program pemerintah dalam penanganan stunting, yang saat ini menjadi salah satu tantangan utama pembangunan nasional.

Namun demikian, Bupati juga menyoroti persoalan perbedaan data di antara OPD, khususnya terkait stunting dan kemiskinan, yang kerap menjadi kendala dalam penetapan kebijakan yang tepat sasaran.

“Ciamis Satu Data itu mutlak penting. Sayangnya, sampai saat ini belum juga terlaksana,” ungkapnya. Oleh karena itu, ia menginstruksikan kepada seluruh kader PKK untuk melaksanakan pendataan ulang di setiap desa, khususnya data stunting, rumah tidak layak huni (rutilahu), dan kemiskinan ekstrem.

Peringatan HKG PKK ke-53, Bupati Ciamis Soroti Peran Strategis PKK dan Pentingnya Satu Data Daerah (foto : Ape)

Bupati berharap, dengan semakin kuatnya peran PKK dalam pembangunan, maka tujuan besar untuk membangun masyarakat yang sejahtera dan mandiri dapat segera terwujud.

“Terima kasih atas motivasi dan dedikasinya. Semoga cita-cita membangun masyarakat bisa segera tercapai,” tutupnya.

Ketua Umum TP PKK Ciamis, Hj Kania Ernawati Herdiat mengatakan bahwa PKK saat ini telah menjadi organisasi paling masif dalam mendukung program pemerintah dan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan hingga ke tingkat keluarga.

Melalui peran aktif para kadernya, PKK telah menjadi agen perubahan yang menggerakkan potensi masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera. Keberhasilan yang telah dicapai, menjadi bukti bahwa PKK bukan sekedar gerakan sosial, tetapi juga pilar utama dalam pembangunan berbasis keluarga.

“Sebagai mitra pemerintah, PKK memiliki peran strategis dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. 10 program pokok pkk yang mencakup pendidikan, kesehatan, sandang, pangan hingga lingkungan telah terbukti memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” Jelasnya.

Peringatan HKG PKK ini tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.***

Foto : Ape

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Biro Ciamis)

Tak Kuat Menanjak, Sebuah Angkot di Sukabumi Terjun ke Kolam Warga

0

Wartain.com || Sebuah mobil angkutan kota (angkot) trayek 08 rute Cisaat–Sukabumi mengalami kecelakaan tunggal setelah terperosok ke kolam milik warga di Kampung/Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Senin siang (19/5/2025).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat angkot diduga tidak kuat menanjak di jalur yang cukup curam. Mobil kemudian mundur secara tiba-tiba hingga menabrak tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) dan akhirnya masuk ke dalam jurang setinggi sekitar 3–4 meter yang berada tepat di samping kolam warga.

Muhtar (54), salah satu warga yang melihat kejadian tersebut, mengatakan bahwa saat itu dirinya sedang berada di kebun tak jauh dari lokasi. Ia melihat angkot datang dari arah Salajambe, kemungkinan hendak kembali pulang.

“Pas mau nanjak tiba-tiba mundur lagi, mungkin mesinnya nggak kuat. Akhirnya nabrak tiang lampu dulu, terus langsung jatuh ke kolam,” ujar Muhtar saat ditemui di lokasi kejadian.

Akibat benturan tersebut, bagian belakang angkot mengalami kerusakan cukup parah. Tiang lampu jalan pun patah tertabrak bodi mobil. Menurut Muhtar, kondisi tanjakan tersebut memang cukup berbahaya dan sudah beberapa kali menyebabkan kecelakaan serupa.

“Ini udah kejadian ketiga. Emang tanjakannya curam dan sering jadi titik rawan,” tambahnya.

Beruntung, saat kejadian mobil dalam keadaan kosong tanpa penumpang. Namun, sopir angkot yang merupakan warga setempat mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

“Cuma sopir aja yang ada di dalam, nggak ada penumpang. Luka-luka ringan saja, sekarang udah dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Evakuasi angkot berhasil dilakukan beberapa saat setelah kejadian menggunakan satu unit mobil penderek. Polisi juga telah mendatangi lokasi untuk mengamankan area dan mengumpulkan keterangan saksi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Minimarket di Kebonpedes Dibobol Maling, Ratusan Bungkus Rokok dan Kosmetik Raib

0

Wartain.com || Aksi pencurian kembali menyasar minimarket di wilayah Sukabumi. Kali ini, sebuah minimarket di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi menjadi korban pembobolan pada Senin dini hari, 19 Mei 2025.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.50 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku yang diduga berjumlah dua orang masuk dengan cara memanjat dinding dan membobol atap minimarket. Salah satu pelaku terlihat turun langsung ke dalam toko melalui atap yang dijebol.

“Pelaku pertama kali turun dari atap langsung menuju area kasir untuk mengecek kondisi etalase rokok. Kemudian kembali ke belakang mengambil dus, lalu kembali lagi ke depan untuk mengambil rokok dan kosmetik,” jelas Egi Muhammad Fikri, Kepala Kantor Minimarket, saat dikonfirmasi, Senin (19/5/2025).

Setelah mengemas barang curian ke dalam dus, pelaku kembali ke area belakang dan keluar melalui jalur yang sama saat masuk, yaitu melalui atap. Diketahui, terdapat dua titik atap yang dijebol pelaku: satu di area gudang dan satu lagi di bagian dalam toko.

Akibat kejadian tersebut, ratusan bungkus rokok yang dipajang di etalase raib. Tak hanya itu, sejumlah barang lain seperti kosmetik, satu unit handphone toko, dan uang tunai juga ikut digondol pelaku.

“Total kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. Barang yang hilang meliputi berbagai jenis rokok—baik konvensional maupun elektrik—kosmetik, satu unit HP milik toko, dan uang tunai sebesar Rp300 ribu dari laci kasir,” terang Egi.

Aksi pembobolan itu berlangsung selama kurang lebih 40 menit. Satu pelaku diketahui masuk ke dalam toko, sementara satu lainnya diduga menunggu di luar untuk berjaga.

“Pelaku yang di luar tampaknya berjaga sambil memantau situasi. Berdasarkan rekaman CCTV, ia mengenakan jaket, celana kargo, dan masker. Posturnya terlihat cukup tinggi,” tambah Egi.

Hingga kini, pihak minimarket telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Silat Rasa Spiritualitas, Pesilat dari 4 Negara Belajar Keunikan Maung Bodas di Sukabumi

0

Wartain.com || Seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat, terus menarik perhatian dunia. Hal ini terlihat dari kedatangan 12 pesilat mancanegara ke Pondok Pesantren Dzikir Al Fath di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, untuk memperdalam ilmu silat khas pesantren tersebut.

Para pesilat yang berasal dari Malaysia, Italia, Prancis, dan Belanda ini mengikuti workshop pencak silat selama dua hari, 18–19 Mei 2025. Mereka secara khusus mempelajari aliran Sang Maung Bodas, gaya silat khas Ponpes Dzikir Al Fath yang dikenal tidak hanya karena tekniknya, tetapi juga nilai-nilai spiritual Islam yang melatarbelakanginya.

“Pesilat dari luar negeri ini mencari pencak silat yang tidak hanya sebagai seni bela diri atau olahraga, tetapi juga sebagai jalan spiritual. Di Al Fath, pencak silat lahir dari tasawuf,” ujar pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath, KH Fajar Laksana, Senin (19/5/2025).

KH Fajar Laksana menilai, pencak silat layak disebut sebagai museum hidup budaya tak benda karena memuat banyak ekspresi budaya lokal. Ia pun bersyukur pencak silat telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia.

“Kedatangan pesilat dunia ini mempertegas bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan ekspresi budaya dan spiritual yang bernilai tinggi. Dan Sukabumi bisa menjadi salah satu pusatnya,” pungkas Fajar.

Sang Maung Bodas dikenal dengan jurus-jurus khas seperti Golok Kala Petok, Maung Keubet, dan Panca Kinanti. Tidak hanya itu, para peserta juga diperkenalkan dengan kesenian tradisional seperti Boles (melempar bola api) dan Ngatotong Lisung, yang turut memperkaya pengalaman budaya mereka.

Salah satu peserta yang paling antusias adalah Massimiliano Morandini, guru besar Pukulan Pencak Silat Sera (PPSS) asal Italia. Ia mengatakan bahwa pencak silat dari Indonesia memiliki nilai keunikan tersendiri, terutama karena adanya dimensi spiritual di dalamnya.

“Di sini saya temukan pencak silat yang tidak hanya berbicara teknik, tapi juga kedalaman jiwa. Ini bagian dari riset saya tentang mistisisme dalam bela diri yang akan saya tuangkan dalam buku saya,” kata pria yang telah menekuni dunia bela diri selama 45 tahun itu.

Morandini mengungkapkan, pencak silat Sang Maung Bodas akan menjadi salah satu referensi utama dalam bukunya yang membahas keberagaman silat di Asia Tenggara. Ia juga menyebutkan bahwa komunitas pencak silat di Italia kini tumbuh, dengan sekitar 70 hingga 100 pesilat aktif yang tertarik pada nilai-nilai budaya dan spiritual dari Indonesia.

“Di Eropa, belum banyak yang mengenal silat dengan kedalaman seperti ini. Tapi justru itu yang membuat kami tertarik. Kami ingin mengenalkan pencak silat sebagai warisan budaya dunia yang menyatukan seni, filsafat, dan spiritualitas,” tegasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Siapkan Strategi Genjot PAD Lewat Kolaborasi dengan Bea Cukai

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Bogor. Komitmen tersebut terlihat dalam audiensi yang digelar pada Senin (19/5/2025), di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, bersama Wakil Wali Kota, Plh Sekretaris Daerah, Kepala BPKD, dan Kasat Pol PP menerima langsung rombongan Bea Cukai Bogor yang dipimpin Kepala Kantor, Budi Haryanto. Pertemuan ini menjadi momentum strategis membahas penguatan sinergi dalam pemberantasan rokok ilegal dan pengoptimalan penerimaan daerah dari sektor cukai.

“Peningkatan PAD bisa kita dorong melalui penertiban pajak, khususnya dari sektor cukai yang potensinya cukup besar di Sukabumi,” ujar Ayep. Ia menginstruksikan Bappeda untuk segera menyusun rencana aksi yang konkret agar pemungutan pajak lebih tertib dan terarah.

Kepala Bea Cukai Bogor, Budi Haryanto, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menggencarkan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Menurutnya, kolaborasi erat dengan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan penerimaan negara dan daerah.

“Kami berharap Sukabumi turut aktif menindak peredaran rokok ilegal, karena hasil pajak ini akan dikembalikan ke daerah melalui dana bagi hasil,” ungkap Budi. Ia juga menyebutkan, keberadaan pabrik rokok di wilayah Sukabumi menjadi peluang besar jika dimanfaatkan dengan baik.

Menariknya, Wali Kota Ayep juga mendorong terwujudnya Kawasan Berikat di Sukabumi sebagai salah satu langkah jangka panjang dalam mendorong aktivitas ekspor-impor dan memperluas basis pajak daerah. “Dengan adanya Kawasan Berikat, potensi ekonomi regional bisa tumbuh dan PAD daerah sekitar ikut terdongkrak,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, pada akhir audiensi, Bea Cukai Bogor menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Pemerintah Kota Sukabumi atas dukungan dan sinergi yang terjalin sepanjang tahun 2024.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Presiden Prabowo Sebut, Indonesia Menuju Swasembada Pangan  

0
Oplus_131072

Wartain.com || Presiden Prabowo Subianto, mengungkapkan Indonesia sudah menuju ke arah swasembada pangan. Ia menyebut produksi beras dan jagung Indonesia saat ini berada di titik tertinggi sepanjang sejarah.

“Dengan waktu yang singkat, kita buktikan kita sudah menuju ke arah swasembada pangan. Di luar dugaan kita, produksi beras dan jagung kita tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujar Prabowo di acara Kongres IV Tidar, Sabtu (17/5/2025).

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini juga mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini menunjukkan keberhasilan kebijakan yang dijalankan untuk ketahanan pangan nasional.

Peningkatan produksi tidak hanya terjadi secara umum, tetapi juga signifikan di beberapa daerah dengan kenaikan produksi rata-rata 10%. Bahkan di Sumatera Selatan mencatatkan peningkatan produksi hingga 25%.

“Rawa kita ubah menjadi sawah-sawah. Tanah-tanah kita akan buat menjadi tanah-tanah yang subur,” tegasnya.

Adapun terkait kesejahteraan rakyat, Prabowo juga mengungkapkan bakal mengurangi kemiskinan dan menghilangkan kelaparan di Indonesia.

Namun ia tidak menampik bahwa ada pihak yang ingin mencitrakan bahwa masa depan Indonesia tidak baik.

“Masa depan kita cerah, walaupun ada yang ingin mencitrakan seolah-olah masa depan kita tidak baik. Kita hadapi banyak tantangan, kita hadapi banyak kesulitan. Tetapi kekuatan kita besar asal kita bertekad memiliki pemerintah yang yang bersih, yang bebas dari korupsi, kita akan kuat,” kata Prabowo.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Bupati Asjap Terima Audiensi University of Gyeongnam Namhae, Bahas Peluang Beasiswa 

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar beraudiensi dengan Trade Advisor of Gyeongsangnamdo Provincial Government, Korea Selatan dan Direktur PT. VDF Jaya Indonesia Mr. Noh Chang Dong di Pendopo, Senin, 19 Mei 2025. Dalam audiensi yang didampingi Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman dan sejumlah kepala perangkat daerah ini, membahas berbagai hal. Terutama berkaitan beasiswa kuliah di University of Gyeongnam Namhae.

Dalam kesempatan tersebut, Mr. Noh Chang Dong mengatakan, telah ada sejumlah mahasiswa asal Sukabumi yang sedang berkuliah di Korea Selatan. Mereka yang berkuliah di sana berpotensi bekerja di berbagai bidang bergengsi.

“Tahun ini pun akan ada belasan hingga puluhan mahasiswa asal Sukabumi yang berangkat ke Korea Selatan,” ujarnya.

Bahkan, direncanakan rektor University of Gyeongnam Namhae akan berkunjung ke Sukabumi. Agendanya akan ada MoU dengan salah satu universitas di Sukabumi.

Bupati Asjap Terima Audiensi University of Gyeongnam Namhae, Bahas Peluang Beasiswa  (foto : Istimewa)

“Direncanakan, Juli akan ada delegasi dari kampus yang datang ke Sukabumi,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar berterima kasih kepada pihak University of Gyeongnam Namhae yang telah memberikan kesempatan untuk berkuliah di Korea Selatan. Sehingga, para mahasiswa asal Sukabumi ini bisa menjalani proses perkuliahan sebaik mungkin.

“Belajarlah di sana sebaik mungkin sampai lulus. Setelah itu, mari bangun Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Keberhasilan para mahasiswa yang sudah belajar di Korea Selatan ini, dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa asal Sukabumi lainnya yang ingin belajar ke luar negeri.

“Program ini pun sangat mendukung visi- misi Kabupaten Sukabumi. Terutama dalam hal membangun SDM yang unggul, berbudaya, berbasis ilmu pengetahuan teknologi, dan iman-taqwa,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Terima Aksi Unras dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sukabumi

0

Wartain.com || Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi menerima aksi unjuk rasa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi di depan Kantor DPRD Kabupaten Sukabumi pada Senin, 19 Mei 2025. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, SH, didampingi oleh Anggota Komisi IV Ruslan Abdul Hakim, Rika Yulistina, Rahma Sakura Ramkar, dan Syarif Hidayat, menyambut langsung para demonstran.

Dalam orasinya, HMI Cabang Sukabumi menyampaikan tuntutan terkait pengawasan DPRD Kabupaten Sukabumi terhadap masalah ketenagakerjaan di PT. Paiho. Isu-isu yang diangkat mencakup status kerja karyawan, jaminan sosial, dan dugaan praktik pungutan liar (pungli).

Menanggapi aksi tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, SH, menyampaikan apresiasi kepada HMI Cabang Sukabumi atas aspirasi yang disampaikan. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas penundaan audiensi yang sebelumnya telah dijadwalkan. Menurutnya, penundaan tersebut disebabkan oleh permintaan pimpinan DPRD untuk menerima audiensi dari pihak lain.

Lebih lanjut, Ferry Supriyadi menjelaskan bahwa Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi telah menerima aspirasi masyarakat, khususnya mengenai permasalahan ketenagakerjaan di PT. Paiho. Isu-isu yang disoroti oleh HMI sejalan dengan temuan Komisi IV, antara lain:

Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Terima Aksi Unras dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sukabumi (foto : Istimewa)

Praktik Kerja Borongan/Alih Daya: Perusahaan alih daya yang bermitra dengan PT. Paiho diduga tidak memenuhi standar yang berlaku, seperti tidak berbadan hukum PT (Perseroan Terbatas) melainkan hanya CV (Commanditaire Vennootschap).

Pungutan Liar (Pungli): Diduga terdapat praktik pungutan yang terjadi dalam proses rekrutmen atau selama masa kerja.

Jaminan Sosial: Banyak pengusaha yang masih memberikan jaminan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) kepada pekerja. Padahal, sesuai aturan, pemberi kerja wajib memberikan jaminan sosial yang sesuai kepada pekerjanya.

Ferry Supriyadi menegaskan bahwa Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi telah mulai menertibkan perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan ketenagakerjaan sejak November 2024. Meskipun demikian, proses penertiban ini tidak bisa dilakukan secara instan mengingat jumlah perusahaan yang terdaftar di Kabupaten Sukabumi mencapai 5.600. Selain itu, keterbatasan jumlah anggota komisi dan badan pengawas dari provinsi juga menjadi tantangan tersendiri.

Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi berjanji akan terus mengawal dan memaksimalkan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan agar tidak ada pengusaha yang memanfaatkan fasilitas negara dan merugikan pekerja. Diharapkan, dengan kerjasama antara DPRD, mahasiswa, dan masyarakat, permasalahan ketenagakerjaan di Kabupaten Sukabumi dapat segera teratasi.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)