26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 591

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Sebut, RPJMD 2025-2029 Tolok Ukur Rancangan Pembangunan  

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 adalah momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan demi menciptakan pembangunan yang berpihak pada rakyat dan menjawab tantangan masa depan.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Musrenbang RPJMD yang digelar di Grand Sulanjana, Selabintana, Rabu 14 Mei 2025. Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memaparkan 11 program prioritas yang menjadi pijakan untuk mewujudkan visi Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya dan Berkah (Mubarakah).

Menurutnya, RPJMD bukan hanya sekadar dokumen perencanaan, tetapi merupakan komitmen kolektif antara eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat untuk mengarahkan pembangunan daerah lima tahun ke depan secara lebih terukur, akuntabel, dan berorientasi pada hasil nyata.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Sebut, RPJMD 2025-2029 Tolok Ukur Rancangan Pembangunan   (foto : Istimewa)

“DPRD tentu akan memberikan dukungan penuh terhadap program-program prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Tapi kami juga akan terus melakukan pengawasan agar pelaksanaannya tepat sasaran dan tidak keluar dari prinsip transparansi serta akuntabilitas,” ujar Budi Azhar.

Ia pun menyambut baik ajakan kolaborasi yang disampaikan Bupati Sukabumi H. Asep Japar, serta mendorong adanya partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk desa, organisasi masyarakat, kalangan akademisi, dan sektor swasta.

“RPJMD ini harus menjadi milik bersama. Maka dari itu, penyusunan dan pelaksanaannya harus mengedepankan prinsip inklusif, terbuka terhadap masukan, serta responsif terhadap dinamika sosial dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Terkait peluncuran program kompetisi inovasi perencanaan pembangunan terintegrasi (Kinanti), Budi Azhar mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi dan inovasi lokal.

“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Kalau desa maju, maka daerah juga akan tumbuh. Kami di DPRD akan mendukung setiap inisiatif yang mampu mengakselerasi pembangunan desa secara berkelanjutan,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Polres Sukabumi Limpahkan Tiga TSK Korupsi di Disdagin Kabupaten Sukabumi ke Kejari 

0

Wartain.com || Polres Sukabumi melimpahkan tiga orang tersangka kasus korupsi alat mesin sutra di Dinas Perdagangan Kabupaten Sukabumi, kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, pada Rabu ( 14/5/2025 )

Ketiga tersangka berinisial AR (Pejabat Pembuat Komitmen/PPK), PS alias V (tenaga teknis), dan AS (Direktur CV. CK) diserahkan bersama sejumlah barang bukti dan diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Agus Yuliana mengatakan, kasus ini merupakan tahap 2 dari kasus Tipikor pengadaan alat mesin sutra di Dinas Perdagangan Kabupaten Sukabumi.

“Ada tiga tersangka hari ini kita sudah tahap duakan dan barang bukti sudah kita amankan semuanya. Jadi sekarang adalah tahap 2 penyerahan barang bukti dan tersangka” kata Kasi Pidsus Agus Yuliana, Rabu (14/5/2025).

Diungkapkan Agus, dari 3 tersangka ini diantaranya yaitu dari Dinas Perdagangan Kabupaten Sukabumi dua PNS dan 1 tersangka lainnya merupakan penyedia barang oleh CV. Cibatu Kontraktor.

“Motifnya adalah dengan pengadaan Fiktif pengadaan barang Mesin Sutra, tetapi barang tersebut tidak ada dengan pagu anggaran sebesar 1,1 Miliar. Lalu kerugian yang di dapat hasil dari BPKP yaitu kurang lebih 980 juta ancaman hukuman 4 tahun penjara,” bebernya.

Sementara, Kanit Reskrim Tipikor Polres Sukabumi, Ipda Sidik Zaelani menerangkan, awalnya diketahui bahwa pengadaan barang di sebuah dinas ini tidak dilaksanakan. Akibat perbuatan tersangka negara mengalami kerugian sebesar Rp 900 juta.

“Akhirnya kami cek kelapangan yaitu ternyata benar barangnya tidak ada dan akhirnya kami melakukan pemeriksaan. Proses penyelidikan dan proses penyidikan sampai perhitungan kerugian negara dan selanjutnya kami melakukan penahanan dan dinyatakan lengkap oleh pihak JPU,” paparnya.

Untuk penyidikan ini, lanjut kata Sidik, pihaknya memulai penyelidikan dari bulan November 2024, kemudian beberapa waktu lalu dinyatakan lengkap oleh PJU dan kemudian dilimpahkan ke Kejari.

“Kami mulai dari bulan November 2024 nah kemarin dinyatakan lengkap maka sekarang ini di limpahkan ke kejaksaan kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dinas Pendidikan Sukabumi Dukung Program Pembinaan Pelajar Bermasalah di Barak Militer

0

Wartain.com || Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mengirimkan pelajar dengan perilaku menyimpang ke barak militer sebagai bentuk pembinaan karakter, mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Khusyairin, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya bersama unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) tengah melakukan koordinasi intensif untuk merumuskan mekanisme pelaksanaan program di wilayah Sukabumi.

“Forkopimda Kabupaten Sukabumi, yang terdiri dari Dandim, Danyon 310, Kapolres, Bupati, dan kami dari Dinas Pendidikan, sedang membahas bagaimana kebijakan ini bisa diimplementasikan secara efektif di daerah,” ujar Khusyairin kepada Wartaincom di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Rabu (14/5/2025).

Menurutnya, pendekatan pembinaan melalui barak militer bisa menjadi solusi alternatif dalam menangani pelajar dengan perilaku menyimpang. Ia menolak label “siswa nakal”, dan menegaskan bahwa anak-anak tersebut sebenarnya sedang berada dalam proses pencarian jati diri dan membutuhkan bimbingan, bukan hukuman.

“Kami tidak menyebut mereka nakal. Mereka hanya membutuhkan pendekatan berbeda agar bisa kembali ke jalur yang benar. Program ini sangat membantu dalam upaya kami membentuk karakter mereka,” jelasnya.

Khusyairin menambahkan bahwa selama ini upaya pembinaan oleh pihak sekolah terkadang terbentur dengan persepsi masyarakat yang salah kaprah, terutama ketika tindakan disiplin dianggap sebagai bentuk kekerasan. Dengan adanya pelibatan barak militer, ia berharap pendekatan pembinaan akan menjadi lebih terstruktur dan efektif.

“Pengalaman serupa di Purwakarta menunjukkan hasil yang baik, jadi kami merasa yakin bahwa program ini juga bisa memberikan dampak positif di Sukabumi,” ujarnya.

Berdasarkan data awal, terdapat sekitar 40 siswa tingkat SMP di Kabupaten Sukabumi yang masuk dalam kategori kenakalan remaja, terlibat dalam berbagai kasus seperti tawuran, geng motor, bolos sekolah, dan perilaku menyimpang lainnya. Namun, baru 10 siswa yang telah mendapat persetujuan dari orang tua untuk mengikuti program ini.

“Kami tetap mengedepankan persetujuan orang tua. Sosialisasi akan terus kami lakukan karena masih banyak yang mengira ini pelatihan militer, padahal fokus utamanya adalah pembentukan disiplin dan karakter,” tegas Khusyairin.

Terkait waktu dan lokasi pelaksanaan, ia menyebutkan bahwa keputusan akhir masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut. Namun, rencananya para siswa akan menjalani pembinaan di barak-barak militer yang ada di wilayah Sukabumi, seperti di Kodim maupun Batalyon Infanteri 310.

“Kami masih dalam tahap pembahasan teknis. Namun semangat kami satu: membentuk generasi muda yang berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Begini Respon Kapolri Soal Prajurit TNI Jaga Kantor Kejaksaan di Seluruh Indonesia

0
Oplus_131072

Wartain.com ||  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo irit bicara saat dimintai tanggapan soal pengerahan prajurit TNI untuk menjaga kantor kejaksaan tinggi (kejati) dan kejaksaan negeri (kejari) di seluruh Indonesia.

Ketika ditanya soal hal tersebut, Sigit hanya menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan TNI semakin baik. “Yang jelas sinergisitas TNI-Polri semakin oke,” kata Kapolri sambil menggenggam tangan saat ditemui di kantor Kementerian Hukum (Kemenkum), Rabu (14/5/2025).

Diberitakan sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan perintah penguatan pengamanan terhadap kejati dan kejari di seluruh Indonesia.

Perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/442/2025 tertanggal 6 Mei 2025. Dalam telegram tersebut, Panglima TNI mengerahkan personel dan alat perlengkapan dalam rangka dukungan pengamanan Kejati dan Kejari di seluruh Indonesia.

Indonesia Police Watch (IPW) menilai langkah TNI menjaga Kejati dan Kejari melanggar konstitusi karena seharusnya urusan keamanan adalah wilayah kerja Polri, bukan tentara.

“IPW menilai pengerahan pengamanan TNI di Institusi Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan negeri melanggar konstitusi UUD 1945 dan Tap MPR VII/2000 tentang Peran TNI dan Peran Polri,” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dalam siaran persnya, Senin (12/5/2025).

TAP MPR VII Tahun 2000 mengatur bahwa TNI adalah aparat pertahanan, bukan aparat keamanan. Pelanggaran aturan itu dapat membuat terganggunya hubungan antara lembaga-lembaga negara, pembagian kekuasaan, konstitusi, dan mekanisme pemerintahan.

“Oleh karenanya, IPW mendesak Presiden dan DPR melakukan pembahasan yang serius atas pelanggaran terhadap UUD dan Tap MPR VII/2000 yang dilakukan oleh TNI dalam melakukan pengamanan di Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia,” tutur Sugeng.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Kategori Utama KLA

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mengikuti kegiatan verifikasi lapangan hybrid (VLH) Evaluas Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Peremp uan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA RI), Selasa (14/5/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses verifikasi sebelumnya yang telah dilakukan mulai dari tingkat Satgas KLA hingga ke tingkat Provinsi.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menjelaskan bahwa pada tahapan verifikasi administrasi oleh DP3A Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi berhasil meraih skor 848 poin. Skor tersebut sudah memenuhi ambang batas untuk meraih kategori Utama dalam predikat KLA yang mensyaratkan minimal 800 poin.

“Skor ini sudah masuk ke kategori Utama, dan kalau bisa dipertahankan, kita sangat berharap bisa meraih penghargaan KLA di kategori tersebut,” ungkap Eki.

Ia juga menyampaikan bahwa sebelum verifikasi lapangan hari ini, pihaknya telah melaksanakan Rapat Koordinasi KLA secara menyeluruh. Informasi tersebut juga telah disampaikan dalam rapat dinas bulan April lalu sebagai bentuk komitmen bersama seluruh perangkat daerah.

“Kita menyadari bahwa dengan kondisi geografis Kabupaten Sukabumi yang sangat luas, upaya ini bukan hal mudah. Tapi ini bukan hanya tugas DP3A, melainkan semua stakeholder. Yang paling penting adalah komitmen dari masing-masing perangkat daerah,” tambahnya.

Eki mengakui bahwa keterbatasan sumber daya, termasuk hanya memiliki tiga personel di DP3A, menjadi tantangan tersendiri. Namun, semangat kolaborasi dan kebersamaan diharapkan mampu membawa Kabupaten Sukabumi mencapai predikat KLA kategori Utama.

Dalam proses verifikasi hari ini, terdapat beberapa data pendukung yang belum sepenuhnya masuk. Namun, panitia pusat memberikan waktu tambahan selama dua hari untuk melengkapi data tersebut.

“Mudah-mudahan data tambahan dan evidence yang kita lengkapi bisa langsung menambah nilai dan memperkuat posisi kita di kategori Utama,” pungkas Eki.

Verifikasi lapangan hari ini dilakukan secara hybrid, yang memungkinkan proses pemantauan dan penilaian dilakukan baik secara daring maupun luring. Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimis, dengan sinergi lintas sektor dan semangat gotong royong, predikat Kabupaten Layak Anak kategori Utama dapat diraih tahun ini.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Wamen P2MI Lakukan MoU Kolaboratif Bersama Kemenkum

0

Wartain.com || Wakil Menteri P2MI/Wakil Kepala BP2MI, Christina Aryani, menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman yang dilaksanakan Kementerian Hukum dengan 20 kementerian/lembaga, termasuk kementeriannya, Rabu 14/05/2025.

Dalam penandatanganan di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta tersebut, menurutnya kolaborasi yang ditekankan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini sangat penting dan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Wamen Christina juga mengatakan “Saya sangat mengapresiasi beberapa inovasi dari Kementerian Hukum yang bisa mendukung tugas berbagai kementerian, termasuk Kementerian P2MI/BP2MI, sehingga proses pengurusan yang selama ini memakan waktu, bisa dijalankan dengan lebih cepat,” ucapnya.

Sedangkan dengan Kementerian P2MI/BP2MI, fokus utamanya selain pertukaran data, juga untuk mendorong pendaftaran merk dagang atau jasa dari UMKM yang digeluti pekerja migran Indonesia maupun purna pekerja migran Indonesia ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Sementara itu, Menteri Hukum, Supratman Andi Atgas mengajak seluruh kementerian/lembaga terus berkoordinasi, terutama terkait penyusunan rancangan peraturan pemerintah, guna menghindari banyaknya izin dan alur yang harus dibuat.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Musrenbang RPJMD 2025-2029, Bupati Sukabumi : Pembangunan Harus Terarah, Terintegrasi dan Akuntabel

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar membeberkan 11 program prioritas yang menjadi jalan untuk mewujudkan visi Kabupaten Sukabumi maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah) dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi Tahun 2025-2029 yang digelar di Grand Sulanjana Selabintana Sukabumi, Rabu, 14 Mei 2025.

Kesebelas program prioritas tersebut antara lain, Generasi Mencrang (Generasi Mandiri, Cerdas, dan Mencrang), Sukabumi Sakti (Sehat, Kuat, dan Inspiraktif), Pemuda Berkarya, Sukabumi Berdaya, Permata Suci (Perempuan Mandiri dan Tangguh untuk Sukabumi Cemerlang, dan Inovatif), Trendi (Pesantren Melek Digital), Masjid Albana (Aktivitas, lingkungan, dibangun, dan dibina), Petani nelayan UMKM dan IKM Motekar (Mandiri dengan optimalisasi teknologi secara terarah), Pariwisata Berdaya (Berstandar dan berbudaya), Pembangunan Rumah Sakinah (sehat, layak, nyaman, aman, dan berkah), Pembangunan Taman Interaksi Warga (Taman Inovasi, Teknologi, Olahraga, kreativitas, dan silaturahmi warga), dan terakhir adalah Tumaninah (infrastruktur mantap, terintegrasi, dan terarah).

Dalam Sambutannya, H. Asep Japar mengatakan, program prioritas yang telah dirumuskan tersebut akan dijabarkan lebih detail di dalam dokumen RPJMD. Hal itu seperti sasaran strategis, arah kebijakan, dan prioritas pembangunan.

“Dengan demikian, penyelenggaraan pembangunan di 2025-2029 akan lebih terarah, terintegrasi, terukur, dan akuntabel. Selain itu mampu menjawab isu strategis dan permasalahan pembangunan yang dihadapi. Serta sesuai dengan visi, misi, dan program prioritas,” ujarnya.

Selain itu, visi, misi, dan program prioritas tersebut telah selaras dengan pemerintah pusat dan provinsi. Bahkan, menjadi acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah.

“Keselarasan tersebut dituangkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.Apalagi RPJMD sebagai dokumen pembangunan lima tahunan daerah harus mampu menggambarkan adanya integrasi lintas sektor,” ucapnya.

Musrenbang RPJMD 2025-2029, Bupati Sukabumi : Pembangunan Harus Terarah, Terintegrasi dan Akuntabel (foto : Istimewa)

Oleh karena itu, H. Asep meminta masukan ide dan gagasan kreatif dari berbagai pihak demi suksesi pembangunan Kabupaten Sukabumi ke depannya.

“Mari kita berkolaborasi dan berinovasi dalam mengisi pembangunan ke depan,” ajaknya.

Dalam meningkatkan inovasi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan menyelenggarakan kompetisi inovasi perencanaan pembangunan terintegrasi (Kinanti) bagi Pemerintah Desa. Hal itu dilaksanakan untuk mendorong peningkatan kinerja pembangunan desa.

“Penyelenggaraan kinanti ini akan menjadi daya ungkit untuk mewujudkan desa yang unggul dalam merumuskan perencanaan pembangunan sesuai kebutuhan serta potensi yang dimilki,” ungkapnya

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali mengatakan, Musrenbang menjadi momentum penting dalam menyelaraskan, merumuskan program prioritas dan memperkuat kolaborasi.

“Mari wujudkan RPJMD berpihak kepada rakyat dan menjawab tantangan masa depan dengan semangat inovasi dan kolaborasi,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pemkot Sukabumi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Edukasi Keamanan Pangan dan Pembentukan Karakter Usaha

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam membina pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih mandiri dan berdaya saing. Hal ini tampak dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluhan Keamanan Pangan bagi pelaku usaha industri rumah tangga pangan (IRTP) tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi di Hotel Balcony, Rabu (14/5/2025).

Kegiatan yang diikuti 200 pelaku usaha dari berbagai wilayah di Kota Sukabumi ini dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pembangunan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan bantuan modal, tetapi harus dimulai dari pembentukan karakter dan peningkatan kualitas.

“Jangan jadikan modal sebagai alasan utama. Kalau sejak awal mental sudah bergantung pada bantuan, artinya kualitas usahanya belum siap berkembang,” ujar Ayep, yang juga dikenal sebagai pengusaha sukses nasional.

Ia menekankan pentingnya kejujuran dan daya juang dalam membangun usaha. Menurutnya, integritas dan etos kerja jauh lebih penting dibandingkan dengan seberapa besar modal yang dimiliki.

“Saya memulai dari nol, dari semangat dan tekad. Kini sudah punya 90 titik usaha di berbagai daerah. Jadi, yang utama itu karakter pelaku usahanya: berani jujur, tidak malas, dan siap bersaing,” jelasnya.

Lebih dari sekadar edukasi teknis, bimtek ini juga menjadi ruang pembentukan mentalitas pelaku usaha yang tangguh dan bertanggung jawab. Ayep Zaki secara tegas mengingatkan agar pelaku usaha tidak terjerumus pada praktik-praktik negatif yang bisa merusak reputasi dan kepercayaan pasar.

“Jangan berjudi, jangan pakai narkoba, dan jangan bohong. Sekali bohong, pasar tidak akan percaya lagi,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pelaku UMKM, Pemkot Sukabumi saat ini tengah mengelola dana wakaf sebagai pinjaman ultra mikro tanpa bunga dan potongan. Dana tersebut akan mulai disalurkan setiap akhir bulan bagi pelaku usaha yang memenuhi kriteria.

“Ini dana wakaf, bukan dari APBD. Tapi ke depan, kami akan upayakan agar ada alokasi APBD juga untuk memperkuat dukungan ini,” terang Ayep.

Kegiatan bimtek ini juga mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Selain penyampaian materi teknis terkait keamanan pangan, kegiatan berlangsung akrab dan komunikatif, termasuk melalui kuis interaktif yang dipandu langsung oleh Wali Kota.

Ketua panitia kegiatan, Banyu Citra Anggara selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, menyampaikan bahwa bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha IRTP terhadap standar keamanan pangan.

“Dengan edukasi yang tepat, pelaku usaha dapat memperoleh sertifikat produksi pangan rumah tangga, memahami regulasi pangan, teknologi pengolahan, hingga strategi pemasaran produk. Ini penting agar produk lokal lebih kompetitif dan aman bagi konsumen,” ujarnya.

Melalui pendekatan karakter dan edukasi yang seimbang, Pemkot Sukabumi berharap UMKM pangan rumah tangga dapat berkembang menjadi pelaku ekonomi yang kuat, profesional, dan mampu bersaing secara sehat di pasar yang lebih luas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kejari Kota Sukabumi Musnahkan Puluhan Ribu Barang Bukti dari 75 Kasus

0

Wartain.com || Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi melaksanakan pemusnahan puluhan ribu barang bukti dari berbagai tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah), pada Rabu (14/5/2025). Kegiatan ini digelar di halaman kantor Kejari Kota Sukabumi dan turut dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penanganan 75 perkara yang ditangani Kejari sejak 11 September 2024 hingga 13 Mei 2025. Kasus-kasus tersebut mencakup pelanggaran hukum di bidang narkotika, kesehatan, pencurian, penipuan, hingga pelanggaran Undang-Undang Darurat.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, Setiyowati, menyatakan bahwa kegiatan pemusnahan ini merupakan bagian dari komitmen kejaksaan dalam menuntaskan proses hukum secara menyeluruh. “Hari ini kami melaksanakan pemusnahan barang bukti dari perkara yang telah inkrah sebagai bentuk transparansi dan penegakan hukum,” ujarnya.

Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 230 gram sabu, 680 gram ganja, 59.298 butir tramadol, 26.200 butir hexymer, serta ratusan butir obat keras seperti riklona, alprazolam, dan lorazepam dari berbagai merek. Selain itu, dimusnahkan juga 7 unit handphone dan 21 timbangan digital yang digunakan dalam tindak pidana narkotika.

Metode pemusnahan dilakukan sesuai jenis barang bukti. Obat-obatan dan narkotika dihancurkan dengan blender, sementara senjata tajam dipotong menggunakan gerinda. Uang palsu senilai Rp10 juta yang terdiri dari 100 lembar pecahan Rp100.000 dibakar hingga hangus.

Dari kasus pidana umum lainnya, dimusnahkan pula sebuah peti kayu berwarna hitam dan delapan bilah senjata tajam dari pelanggaran Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, serta satu buah helm yang dijadikan barang bukti.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara Kejari dan unsur Forkopimda dalam menjaga ketertiban serta mencegah peredaran barang bukti yang dapat membahayakan masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kedai “Terserah” Tempat Nongkrong Sambil Berburu Kuliner di Kaki Gunung Salak 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Berkunjung ke sebuah Tempat Wisata, tak lengkap rasanya jika tanpa melepas lelah sekedar bersantai dan memanjakan lidah dengan menyantap berbagai makanan kuliner.

Di lokasi obyek wisata alam Kolam Renang Nazwa yang terletak di kaki Gunung Salak tepatnya di Kampung Sukarame, Desa/ Kecamatan, Parakansalak, Kabupaten Sukabumi itu, para pengunjung kembali disuguhkan dengan sebuah Kedai unik dengan konsep perpaduan alam yang kekinian.

Buruan kuliner yang disebut Kedai Terserah ini nampknya punya ciri khas berbeda dengan tempat lainnya. Sebab, di lokasi tersebut para pengunjung dimanjakan dengan pemandangan Situ Sukarame dan nuansa alam yang masih perawan.

Di tempat ini, bisa jadi pilihan untuk menghabiskan waktu luang untuk sekadar nongkrong dan makan bersama teman-teman, keluarga dan orang-orang terdekat tentunya.

Tak hanya itu, segudang menu unggulan pun ditawarkan disana. Selain, lokasi yang nyaman dan pilihan makanan dan minuman yang tak kalah lezat di tempat-tempat lainnya, juga semakin diburu para pecinta kuliner dari berbagai kota.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)