26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 590

Wabup Andreas Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi

0

Wartain.com || Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Paripurna agenda penyampaian nota penjelasan Bupati atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pembentukan dana cadangan untuk penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2029. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/5/2025).

Paripurna dihadiri oleh Wakil Bupati Sukabumi H Andreas, Sekretaris Daerah H Ade Suryaman, unsur Forkopimda, para camat, dan tamu undangan lainnya.

Bupati Sukabumi H Asep Japar dalam hal ini diwakili Wakil Bupati, H Andreas menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pilkada membutuhkan perencanaan anggaran yang matang mengingat tingginya kebutuhan logistik dan biaya operasional.

Wabup Andreas Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi (foto : Istimewa)

“Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan pemilih, kebutuhan logistik seperti surat suara, kotak suara, hingga honorarium penyelenggara di tingkat TPS akan meningkat. Selain itu, kondisi geografis Kabupaten Sukabumi yang luas dan beragam turut berkontribusi terhadap besarnya biaya distribusi logistik,” ujarnya.

Disampaikan Wabup, pembentukan dana cadangan menjadi solusi strategis untuk memastikan ketersediaan anggaran secara bertahap tanpa membebani satu tahun anggaran secara penuh. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 303 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015.

Berdasarkan Pasal 80 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dana cadangan harus ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda). Perda ini nantinya menjadi instrumen hukum untuk mendukung pendanaan seluruh tahapan pilkada secara transparan dan akuntabel.

“Peraturan ini diharapkan dapat menjamin kelancaran pelaksanaan Pilkada 2029 dengan prinsip efisiensi dan keberlanjutan, tanpa mengganggu alokasi anggaran bagi program pembangunan prioritas lainnya,” tambahnya.

Pembentukan dana cadangan akan dilakukan melalui alokasi bertahap dalam tiga tahun anggaran ke depan, sebagai bagian dari strategi keuangan daerah yang terstruktur dan terukur.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sawala Puan Dampingi Korban KDRT, Dorong Perlindungan Lebih Bagi Perempuan dan Anak di Ciamis

0
Oplus_131072

Wartain.com || Komunitas pegiat dan aktivis perempuan yang tergabung dalam Sawala Puan melakukan pendampingan psikologis terhadap korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Rumah Aman, yang dikelola oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis.Kamis,(15/05/2025).

Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya advokasi komunitas terhadap kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak. Founder Komunitas Sawala Puan, Nida Nur Aisyah, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan wujud tanggung jawab sosial untuk menyuarakan perlindungan terhadap korban kekerasan.

“Ini bagian dari program advokasi kami terhadap kasus-kasus kekerasan, terutama yang menimpa perempuan dan anak. Kami ingin terus fokus dalam penanganan kasus seperti KDRT, yang masih banyak menjadikan perempuan dan anak sebagai korban,” ujar Nida.

Nida menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak harus kita hentikan bersama. Seluruh elemen masyarakat perlu bergandengan tangan agar tidak ada lagi kasus serupa terjadi, khususnya di Kabupaten Ciamis,” tegasnya.

Pendampingan yang dilakukan Sawala Puan merupakan tindak lanjut dari laporan yang sebelumnya telah diajukan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Kegiatan ini ditujukan untuk membantu korban yang mengalami trauma akibat kekerasan.

Nida juga menambahkan bahwa para korban kekerasan berhak mendapatkan pendampingan, baik secara hukum maupun psikologis, guna memastikan kasus-kasus serupa tidak terus berulang.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis terus meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi perempuan dan anak, agar para korban tetap memiliki harapan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.***

Foto : Ape

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Biro Ciamis)

Soal Dugaan Korupsi Disdagin dan DLH, Ini Kata Ketua DPRD!

0

Wartain.com || Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyatakan keprihatinannya atas sejumlah kasus dugaan korupsi yang melibatkan perangkat daerah, khususnya di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.

Permasalahan tersebut mencuat ke publik setelah Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi menerima pelimpahan tahap dua dari Satreskrim Tipikor Polres Sukabumi.

Ada 3 tersangka ditetapkan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat mesin sutra di Disdagin. Sementara itu, penyidikan lanjutan tengah berlangsung terkait dugaan korupsi di DLH.

“Kita merasa prihatin terhadap apa yang terjadi di Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Disdagin Kabupaten Sukabumi,” ujar Budi saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Kamis (15/5/2025).

Budi berharap persoalan ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh jajaran pemerintahan daerah agar lebih bertanggung jawab dan transparan dalam menjalankan tugas.

“Mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi kita semua, agar masing-masing bisa lebih baik lagi menjalankan tugas dan tanggung jawab. Harapan saya, ke depan tidak ada lagi hal-hal seperti ini terjadi,” tuturnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

KP2MI dan Kemendes Gelar Lomba Desa Terbaik Kategori Perlindungan PMI

0

Wartain.com || Kementerian P2MI bersama Kementerian Desa mengadakan Lomba Desa Terbaik dalam perlindungan pekerja migran Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk penghargaan bagi desa desa yang melakukan upaya perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta melakukan pemberdayaan masyarakat Desa

yuk apresiasi desa-desa yang peduli terhadap pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan aktif dalam pemberdayaan masyarakat desa!

📌 Pendaftaran: 4–16 Mei 2025
📝 Link: https://bit.ly/LombaDesaMigran
📲 Scan QR code di gambar untuk mengunduh panduan lengkap!

Jangan lewatkan kesempatan ini! Tunjukkan kontribusi desamu dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia dan membangun desa yang berdaya! (***)

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

269 Jemaah Haji Asal Kota Sukabumi Diberangkatkan, Termuda Berusia 18 Tahun

0

Wartain.com || Sebanyak 269 jemaah haji asal Kota Sukabumi resmi diberangkatkan pada Kamis (15/5/2025) pagi. Para jemaah ini tergabung dalam kloter 30 JKS Gelombang I dan lebih dulu diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Bekasi sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci dari Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (16/5/2025).

Pelepasan para jemaah berlangsung di halaman Balai Kota Sukabumi dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi Samsul Puad serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

“Jumlah jemaah tahun ini mencapai 269 orang. Yang termuda berusia 18 tahun, sementara dua jemaah tertua masing-masing berusia 80 tahun,” ungkap Kepala Kemenag Kota Sukabumi, Samsul Puad.

Dari total jemaah, sekitar 18 orang masuk dalam kategori lanjut usia atau lansia, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi yang mencatat jemaah berusia di atas 60 tahun.

Menariknya, sebanyak 19 orang dari total peserta merupakan jemaah tambahan yang sejatinya dijadwalkan berangkat tahun depan. Mereka memperoleh kesempatan lebih awal menyusul adanya redistribusi kuota dari daerah lain yang mengalami penundaan keberangkatan.

“Adanya animo tinggi masyarakat Kota Sukabumi untuk berangkat haji, kami manfaatkan peluang dari kuota kabupaten/kota lain yang belum terpakai,” tambah Samsul.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Ayep Zaki juga mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran fisik mengingat suhu di Tanah Suci saat ini diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius.

“Saya berpesan kepada seluruh jemaah untuk menjaga stamina, mengatur waktu, serta memperhatikan asupan makanan yang bergizi dan bervitamin agar tetap kuat dalam menjalani rangkaian ibadah haji,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya mendukung sistem baru layanan haji yang diterapkan Arab Saudi melalui mekanisme Syarikah. Sistem ini dinilai sebagai upaya peningkatan pelayanan bagi jemaah.

“Kita mengikuti kebijakan baru ini sebagai bagian dari perbaikan layanan, demi kenyamanan dan keamanan para jemaah selama berada di Tanah Suci,” pungkas Ayep Zaki.

Kepulangan jemaah haji Kota Sukabumi dijadwalkan pada 25 Juni 2025 mendatang.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kemendagri Berikan Apresiasi Kepada Pemprov Jabar atas Pembentukan Satgas Terpadu 

0

Wartain.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H Ade Suryaman didampingi unsur Forkopimda mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) secara virtual dari Sekretariat Daerah, Palabuhanratu, Kamis (15/5/2025).

(Plh) Direktur Organisasi Kemasyarakatan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Abdul Gafur, menjelaskan bahwa pembentukan Satgas Terpadu ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri serta hasil kesepakatan lintas lembaga yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

“Satgas ini bertujuan untuk menindaklanjuti keberadaan ormas yang tidak berbadan hukum dan beroperasi di luar standar operasional prosedur (SOP) organisasi. Jika ditemukan deviasi yang berpotensi mengganggu ketenteraman dan menghambat investasi, maka penindakan hukum dapat dilakukan,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau mengapresiasi Provinsi Jawa Barat, khususnya kepada Sekretaris Daerah yang telah melaporkan struktur Satgas secara lengkap.

“Terima kasih kepada 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang telah membentuk tim Satgas. Laporan ini akan kami sampaikan langsung kepada Menteri Dalam Negeri dan Satgas Pusat,” tambahnya.

Kemendagri Berikan Apresiasi Kepada Pemprov Jabar atas Pembentukan Satgas Terpadu  (foto : Istimewa)

Masyarakat juga didorong untuk berpartisipasi aktif dengan menyampaikan aduan melalui hotline yang disediakan di setiap daerah. Beliau berharap inisiatif tersebut dapat mendorong terciptanya iklim yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat, Wahyu Mijaya, menjelaskan bahwa pembentukan Satgas di wilayah Provinsi Jawa Barat telah dilakukan dan kini tengah memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.

“Pelaksanaan sudah berjalan, mulai dari pemetaan wilayah rawan, penentuan lokasi prioritas, hingga langkah-langkah konkret penanganan. Kami juga menyediakan aplikasi ‘Sapa Warga’ sebagai kanal pengaduan masyarakat terkait praktik premanisme,” ujarnya.

Usai mengikuti Rakor, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H Ade Suryaman menyampaikan bahwa Pemda Sukabumi telah membentuk Satgas sebagaimana arahan pemerintah pusat. Satgas di Kabupaten Sukabumi dipimpin oleh aparat penegak hukum (APH) dan telah mulai melaksanakan sejumlah langkah awal.

“Beberapa tindakan seperti pendekatan telah kami lakukan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program ini,” singkatnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Polres Garut Lakukan Peresmian Bedah Rumah Asrama Polisi 

0

Wartain.com || Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K. meresmikan secara langsung hasil program bedah rumah Asrama Polisi yang berada di lingkungan Polsek Cikelet, Polres Garut. Rabu (14/05/2025).

Kegiatan peresmian ini menjadi simbol komitmen pimpinan Polres Garut dalam meningkatkan kesejahteraan dan fasilitas tempat tinggal bagi anggota Polri di jajaran bawah.

Dalam sambutannya, Kapolres Garut menyampaikan bahwa program bedah rumah ini merupakan bentuk perhatian institusi terhadap kondisi tempat tinggal personel, khususnya di wilayah terpencil atau dengan fasilitas yang belum memadai.

“Kesejahteraan anggota, termasuk tempat tinggal yang layak, menjadi salah satu fokus kami. Semoga dengan renovasi ini, anggota bisa lebih nyaman, tenang, dan semangat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Kapolres Garut juga mengapresiasi kerja sama dan partisipasi semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk jajaran Polsek Cikelet, masyarakat sekitar, dan pihak pendukung lainnya.

Kapolsek Cikelet Iptu Aktas KS dalam kesempatan tersebut, turut mengucapkan terima kasih atas perhatian pimpinan dan menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan publik di wilayah hukum Polsek Cikelet.

“Saya selaku Kapolsek Cikelet dan seluruh jajaran Polsek Cikelet, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., yang telah memberikan perhatian luar biasa melalui program bedah rumah ini. Program ini bukan hanya memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi anggota kami, tetapi juga menjadi motivasi dan semangat baru dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.” Ujar Kapolsek Cikelet.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wamen P2MI dan Dubes RI Bahas Peluang PMI di Portugal

0

Wartain.com || Wakil Menteri P2MI/Wakil Kepala BP2MI, Christina Aryani memberi sejumlah masukan terkait peluang penempatan pekerja migran kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Portugal yang baru dilantik, Susi Marleny Bachsin.

Dalam bincang-bincang santai di kantor Kementerian P2MI/BP2MI, Jakarta, Rabu (14/5), Wamen Christina menyebut Portugal menjadi negara yang peluang penempatannya bisa dimaksimalkan.

Sektor perikanan/ABK migran dan hospitality yang saat ini paling diminati penempatannya di Portugal.

Apalagi Indonesia, kata Wamen Christina, akan menggagas mutual recognition agreement (MRA) antar pemerintah, sehingga sertifikasi ABK migran Indonesia bisa diakui di Portugal tanpa harus melakukan penyesuaian dan para ABK bisa langsung bekerja.

“Namun kendalanya saat ini, lanjut Wamen P2MI, Portugal sedang memasuki masa pemilihan umum (Pemilu) dalam waktu dekat,” katanya.

“Oleh karenanya Indonesia sepakat menunda kelanjutan pembahasan MRA sembari menunggu situasi di Portugal kondusif setelah pemilu,” tambahnya.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Portugal, Susi Marleny Bachsin mengatakan 80 persen dari total 500an warga negara Indonesia di Portugal bekerja sebagai ABK migran.

Ke depan, melalui kepemimpinannya, Dubes Marleny ingin ABK migran ini lebih sejahtera dan mendapat lebih banyak perlindungan, utamanya terkait kontrak kerja serta asuransi untuk mereka.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dibalik Mitos dan Fakta Bunga Wijaya Kusuma yang Perlu Diketahui

0
Oplus_131072

Wartain.com || Tumbuhan ini biasa dikenal dengan nama bunga dewa atau Wijaya Kusuma. Dipercaya oleh sebagian masyarakat dapat membawa keberuntungan bagi yang memilikinya.

Mitos ini begitu terkenal di kalangan masyarakat, utamanya penduduk Yogyakarta dan Surakarta.

Dirujuk dari laman National Parks, bunga wijaya kusuma memiliki nama latin Epiphyllum oxypetalum. Selain nama versi Indonesia, bunga ini dikenal juga dengan sejumlah sebutan lain seperti lady of the night, queen of the night, dan dutchman’s pipe cactus.

Lebih lanjut, bunga asli Meksiko dan Brazil ini memiliki batang yang memiliki kesamaan fungsi seperti daun. Sementara itu bunganya memiliki kelopak putih, berbentuk bintang dengan panjang 28 cm dan lebar 13 cm.

Uniknya, bunga putih bak mahkota milik Epiphyllum oxypetalum ini hanya mekar pada malam hari saja. Bunga ini akan mekar mulai pukul 8-10 malam, kemudian mencapai puncaknya pada pukul 12-3 dini hari. Setelah itu ia akan menutup sebelum fajar tiba.

Penasaran dengan bunga wijaya kusuma yang disebut-sebut membawa keberuntungan? Simak penjelasan lengkapnya yang telah kami siapkan siapkan di bawah ini.

Mitos Bunga Wijaya Kusuma Pembawa Keberuntungan

Dikutip dari repository Universitas Pasundan, nama wijaya kusuma berasal dari kata Jawa Kuno, ‘wijaya’ yang berarti kemenangan dan ‘kusuma’ yang bermakna bunga. Dalam pewayangan Jawa, tanaman ini berfungsi sebagai pohon sakti yang bisa menghidupkan orang mati.

Mitos tentang kesaktian bunga satu ini berkembang pesat di kalangan masyarakat. Misalnya, orang yang menemukan bunga wijaya kusuma pada tengah malam dipercaya akan cepat dianugerahi seorang bayi.

Tak hanya itu, bunga wijaya kusuma juga diyakini akan membawa keberuntungan dalam bentuk mengangkat derajat seseorang. Di samping itu, menanam bunga bernama latin Epiphyllum oxypetalum ini dipercaya akan mendatangkan jodoh bagi penghuni rumah.

Menariknya, kepercayaan bahwa bunga putih ini akan membawa keberuntungan tidak hanya ada di Indonesia saja. Berdasar informasi dari laman Awkward Botany, dalam novel Kevin Kwan bertajuk Crazy Rich Asians, di China, bunga wijaya kusuma dikenal dengan nama Tan Hua. Melihatnya mekar dipercaya sebagai pertanda keberuntungan.

Lebih lanjut, menyaksikan bunga ini mekar pada malam hari dianggap sebagai sebuah pengalaman sakral. Di India misalnya, konon, keluarga yang sempat melihat indahnya bunga wijaya kusuma saat mekar pada malam hari akan mendapat keberuntungan dan kemakmuran.

Perlu digarisbawahi sebelumnya, keyakinan akan datangnya keberuntungan akibat bunga wijaya kusuma tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Oleh karena itu, kepercayaan ini dikembalikan pada pribadi masing-masing.

Masyarakat Yogyakarta dan Surakarta percaya bahwa untuk dapat naik tahta, seorang raja harus memiliki bunga wijaya kusuma. Sebab, bunga berbau harum ini adalah perlambang watak dan pribadi seorang raja.

Ditelaah dari segi nama, suku kata ‘wi’ dalam wijaya, bermakna menguasai segala ilmu, baik lahir dan batin. Sementara itu, ‘jaya’ berarti menang. Adapun ‘kusuma’, dalam catatan Kraton Jawa, berarti keturunan raja harus memiliki watak utama dan berbudi luhur.

Tidak sembarang orang bisa mengambil bunga ini dalam keadaan mekar. Biasanya para raja akan mengerahkan orang-orang sakti untuk mengambil bunga ini. Sebelumnya, meditasi dan penyucian diri secara khusus perlu dilakukan untuk memohon petunjuk Tuhan.

Bila seorang raja Mataram belum memetik bunga wijaya kusuma, kekuasaannya tidak akan diakui dunia. Selain raja Mataram, keturunan Majapahit juga diwajibkan untuk mencari bunga ini.

Bunga yang dianggap sebagai pusaka ini harus diambil dengan cara khusus. Dahulu, dari Surakarta, seseorang mesti berjalan lewat Kartasura, Boyolali, Magelang-Temanggung, dan Cilacap. Setelah itu, baru menyeberang ke Pulau Karangbandung.

Kenapa Pulau Karangbandung?

Konon, bunga wijaya kusuma dulunya adalah pusaka Keraton Dwarawati milik Batara Kresna. Sebelum sang raja mangkat ke Swargaloka, bunga ini dilabuh dan berubah menjadi sebuah pohon batu. Nah, letaknya adalah di Pulau Karangbandung.

Setelah diambil orang suruhan raja, tak seorang pun boleh melihatnya. Hanya raja yang boleh memastikan bahwasanya yang dibawa benar-benar bunga. Namun, sayangnya, tradisi ini pupus sejak 1894. Usai 1894, hanya tersisa mitosnya saja.

Manfaat Tanaman Wijaya Kusuma bagi Kesehatan

Diringkas dari Discover HubPages, selain indah dipandang, bunga wijaya kusuma juga diketahui memiliki sejumlah khasiat kesehatan. Di bawah ini pembahasan ringkasnya:

1. Luka Ulkus Kaki Diabetikum

Sebuah penelitian oleh Prof Dr Hamka dari Universitas Muhammadiyah menemukan bahwa salep ekstrak dari Epiphyllum oxypetalum bisa digunakan untuk menyembuhkan luka ulkus kaki diabetikum. Ternyata, ekstrak daun wijaya kusuma memiliki potensi antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, bakteri penyebab luka tertunda kesembuhannya.

2. Virus Zika

Zika adalah virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes, secara terkhusus Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Sebuah laporan menunjukkan kemungkinan pemakaian daun wijaya kusuma sebagai antivirus zika.

3. Antikanker

Penelitian Naik dan Naikwade bertajuk Aktivitas Antikanker Epiphyllum oxypetalum pada 2021 menemukan bahwa ekstrak daun wijaya kusuma mengandung senyawa fenolik dan diterpena. Ketika diteliti, adanya senyawa putatif dalam ekstrak etanol daun menunjukkan kemungkinan pemakaiannya sebagai obat antikanker, antioksidan, imunosupresi, dan antibiotik.

4. Insomnia

Di beberapa tempat, teh queen of the night dikonsumsi untuk mendapat sensasi rileks sekaligus meringankan insomnia. Selain itu, laporan oleh Jyoti Kishen Kumar dkk menyebut bahwasanya tanaman wijaya kusuma juga bisa mengatasi kecemasan.

5. Pereda Nyeri

Secara tradisional, ekstrak tanaman wijaya kusuma sudah dipakai untuk meringankan nyeri, seperti sendi, sakit kepala, dan haid. Penelitian dari Dandekar R dkk pada 2015 menemukan bukti bahwasanya terdapat sejumlah senyawa seperti alkaloid, protein, asam amino, flavonoid, hingga tanin yang mungkin bisa mendukung pengobatan tradisional sebelumnya.***

* Berbagai Sumber

Foto : Deris

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Sebut, RPJMD 2025-2029 Tolok Ukur Rancangan Pembangunan  

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 adalah momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan demi menciptakan pembangunan yang berpihak pada rakyat dan menjawab tantangan masa depan.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Musrenbang RPJMD yang digelar di Grand Sulanjana, Selabintana, Rabu 14 Mei 2025. Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memaparkan 11 program prioritas yang menjadi pijakan untuk mewujudkan visi Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya dan Berkah (Mubarakah).

Menurutnya, RPJMD bukan hanya sekadar dokumen perencanaan, tetapi merupakan komitmen kolektif antara eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat untuk mengarahkan pembangunan daerah lima tahun ke depan secara lebih terukur, akuntabel, dan berorientasi pada hasil nyata.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Sebut, RPJMD 2025-2029 Tolok Ukur Rancangan Pembangunan   (foto : Istimewa)

“DPRD tentu akan memberikan dukungan penuh terhadap program-program prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Tapi kami juga akan terus melakukan pengawasan agar pelaksanaannya tepat sasaran dan tidak keluar dari prinsip transparansi serta akuntabilitas,” ujar Budi Azhar.

Ia pun menyambut baik ajakan kolaborasi yang disampaikan Bupati Sukabumi H. Asep Japar, serta mendorong adanya partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk desa, organisasi masyarakat, kalangan akademisi, dan sektor swasta.

“RPJMD ini harus menjadi milik bersama. Maka dari itu, penyusunan dan pelaksanaannya harus mengedepankan prinsip inklusif, terbuka terhadap masukan, serta responsif terhadap dinamika sosial dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Terkait peluncuran program kompetisi inovasi perencanaan pembangunan terintegrasi (Kinanti), Budi Azhar mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi dan inovasi lokal.

“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Kalau desa maju, maka daerah juga akan tumbuh. Kami di DPRD akan mendukung setiap inisiatif yang mampu mengakselerasi pembangunan desa secara berkelanjutan,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)