26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 592

Keripik “Bungsu”  Ibu Iyah Tembus Pasar Luar Daerah

0
Oplus_131072

Wartain.com || Salah satu UMKM yang menjadi sorotan adalah produksi keripik “Bungsu” milik Ibu Iyah. Keripik “Bungsu” merupakan UMKM yang memproduksi berbagai jenis keripik, termasuk singkong, talas, pisang, dan pangsit. Usaha yang dirintis sejak tahun 2020 ini menjadi satu-satunya produsen keripik di Desa Gunung Endut yang telah memiliki branding.

Ibu Iyah, pemilik UMKM Keripik “Bungsu”, mengungkapkan awal mula usahanya ialah adanya peluang dari kebiasaan membuat olahan keripik untuk menjamu tamu dan konsumsi pribadi. Setelah mendapat respon positif dari konsumen, ia mulai menjualnya di toko terdekat dan pasar. Keunikan produk Keripik “Bungsu” terletak pada proses produksinya yang masih tradisional. Meskipun menghadapi berbagai kendala, Ibu Iyah tetap berinovasi dalam proses produksi.

“Dalam menjalankan usaha, kita harus pandai dalam membaca selera pasar dan diperlukan terus menerus memahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen,” ujarnya.

Keripik “Bungsu” dipasarkan melalui sistem konsinyasi ke berbagai pasar di luar Desa Gunung Endut, termasuk Pasar Parung Kuda, Pasar Parakansalak, Pasar Cibadak, dan Pasar Bojong Genteng. Namun, usaha ini juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan bahan baku yang harus didatangkan dari Kecamatan Cikidang, dampak kenaikan harga minyak goreng dan tepung terigu, serta keterbatasan peralatan produksi.

Menanggapi situasi ini, Ibu Iyah berinisiatif untuk menyesuaikan jumlah produksi agar penjualan tetap berjalan, meskipun mengalami penurunan.

“Kami fokus pada mempertahankan kualitas dan rasa asli produk kami, sambil terus menyesuaikan dengan permintaan pasar,” tambahnya.

Untuk memastikan keberlanjutan usaha Keripik Bungsu, pihak Desa Gunung Endut telah mengidentifikasi kebutuhan proses produksi UMKM setempat. Hal ini menunjukkan adanya perhatian berkelanjutan terhadap pengembangan UMKM di daerah tersebut.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Polsek Cibatu Gelar Operasi Miras Berhasil Amankan Puluhan Botol Ciu

0

Wartain.com || Polsek Cibatu yang dipimpin langsung oleh Kapolsek IPTU Amirudin Latif, S.H., kembali melaksanakan kegiatan Operasi Minuman Keras (Miras) di wilayah hukumnya.

Operasi ini dilaksanakan pada Selasa malam (13/5/2025) sekitar pukul 18.30 WIB di Kampung Wanakerta RT 02 RW 02, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 48 botol minuman keras jenis ciu dari tangan seorang warga berinisial Sdri. I.

Operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polsek Cibatu dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayahnya, serta menekan angka peredaran minuman keras ilegal.

“Operasi miras ini rutin kami laksanakan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang timbul akibat penyalahgunaan minuman keras,” ujar Kapolsek.

Ia juga menyampaikan bahwa selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan tanpa hambatan berarti. Barang bukti telah diamankan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dengan adanya operasi semacam ini, Polsek Cibatu berharap partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi serta mendukung upaya kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari miras dan gangguan kamtibmas lainnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bupati Asjap Optimis, Kabupaten Sukabumi Raih KLA Kategori Utama 

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar optimis daerah yang dipimpinnya dapat meraih Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) kategori utama. Hal itu disampaikannya saat menyambut tim verifikasi lapangan evaluasi KLA secara hybrid dari Pendopo Sukabumi, Rabu, 14 Mei 2025. Diketahui evaluasi KLA untuk Kabupaten Sukabumi telah memasuki tahapan verifikasi lapangan hybrid (VLA).

“Kami yakin bisa mendapatkan predikat yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Bupati

Sikap Optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Sebab, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah membangun komitmen pembangunan hak anak melalui kolaborasi seluruh sektor.

“Atensi terhadap anak menjadi hal yang utama dan tak terpisahkan dari agenda pembangunan Kabupaten Sukabumi serta menjadi bagian dari visi kami untuk menciptakan Sukabumi yang Mubarakah (maju, unggul, berbudaya, dan berkah),” ucapnya.

Bahkan hasil dari evaluasi mandiri, Kabupaten Sukabumi mendapatkan poin yang sangat tinggi dan masuk kriteria utama. Capaian itu diperkuat oleh hasil verifikasi administrasi DP3AKB Provinsi Jawa Barat.

Bupati Asjap Optimis, Kabupaten Sukabumi Raih KLA Kategori Utama  (foto : Isop)

“Optimis kami diperkuat dengan berbagai regulasi, kebijakan, penganggaran, dan penguatan program yang berpihak pada anak,” ungkapnya.

Kepala Gugus Tugas KLA Provinsi Jawa Barat Siska Gerfianti mengamini hal tersebut. Bahkan dirinya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang telah berjuang luar biasa.

“Kolaborasi untuk perlindungan anak di Kabupaten Sukabumi telah luar maksimal. Semoga tim verifikator bisa melihat secara langsung,” bangganya.

Verifikator KLA dari Kementerian PPPA RI Didik Agus Setiawan mengatakan, terdapat beberapa aspek yang dinilai meliputi 24 indikator dan tercakup ke dalam lima fase utama.

“Semua itu dinilai dari pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak, hak atas lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif,pemenuhan hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan,pemenuhan hak anak atas pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus anak,” ungkapnya.***

Foto : Isop

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ini Dia Profil Ferry Juliantono, Pelaksana Harian Satgas Percepatan Kopdes Merah Putih

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ferry Juliantono, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) yang ditunjuk sebagai koordinator pelaksana harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Koperasi Desa Merah Putih. Informasi ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 8 Mei 2025.

Mengingat luasnya wilayah Indonesia, kata pria yang karib disapa Zulhas itu, Satgas akan dilengkapi dengan pelaksana harian dan koordinator pelaksana harian untuk menjamin pelaksanaan teknis di lapangan berjalan cepat dan merata. Koordinator pelaksana harian ditunjuk dari kalangan wakil menteri, termasuk Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

“Kita akan bergerak cepat. Wilayah yang luas dibagi, dan pelaksana harian akan memastikan jalannya program di lapangan,” kata Zulhas pada Kamis, 8 Mei 2025.

Rekam Jejak Ferry Juliantono

Dilansir dari berbagai sumber, Lahir di Jakarta pada 27 Juli 1967, Ferry Juliantono merupakan seorang politisi. Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi di Universitas Padjajaran 1993. Kemudian, melanjutkan pendidikan Program Pasca Sarjana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Studi Hubungan Internasional Kekhususan Ekonomi Politik Internasional Universitas Indonesia dan lulus pada 2006.

Pada Desember 2024, Ferry resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) periode jabatan 2024-2028 melalui Musyawarah Besar (Mubes) XI dan Reuni Akbar di Bandung.

Karier politiknya dimulai dengan bergabung dengan Partai Demokrat pada 2010. Ia kemudian menjadi kader Partai Gerindra dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP Partai Gerindra.

Ferry saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Sebagai apresiasi atas kiprahnya dalam dunia koperasi, ia pun termasuk salah satu tokoh yang diulas dalam buku Apa dan Siapa 100 Orang Koperasi Indonesia karya Irsyad Muchtar.

Di dunia koperasi Indonesia, Ferry menduduki jabatan strategis termasuk Sekretaris Dewan Pembina Induk KUD (Inkud), Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), dan Ketua Dekopinwil DKI Jakarta. Ia dinilai telah banyak berkontribusi dalam memperkuat koperasi dan ekonomi kerakyatan, salah satunya dengan membangkitkan Induk KUD sebagai koperasi milik para petani.

Suami Sita Komaladewi tersebut, banyak terlibat dalam organisasi petani, nelayan, dan buruh agraria. Ia pun tercatat pernah menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia (DTI).***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Reses di Dapil I, Hamzah Gurnita Terima Aduan Terkait Yankes di RSUD Palabuhanratu 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Hamzah Gurnita, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Fraksi PKB, menggelar kegiatan reses ke-2 tahun 2025 di dua titik wilayah Kecamatan Simpenan, yakni Desa Kertajaya dan Desa Loji, pada Jumaat (9/5/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Hamzah menerima berbagai aspirasi masyarakat, salah satunya yakni pelayanan kesehatan di RSUD Palabuhanratu.

Setiap kali saya reses, RSUD Palabuhanratu selalu menjadi keluhan masyarakat. Pelayanannya dinilai buruk dan bahkan dianggap menakutkan oleh warga. Ini menjadi PR besar yang harus segera kita benahi,” ujar Hamzah kepada wartawan.

Ia mengungkapkan persoalan serius terkait ketersediaan obat di rumah sakit milik pemerintah itu. Pasien sering kali harus menebus obat ke apotek luar, yang harganya jauh lebih mahal.

Ini masalah besar. Saya minta aparat penegak hukum segera melakukan audit investigasi. Ada kemungkinan RSUD Palabuhanratu memiliki banyak utang ke para supplier obat, sehingga mereka enggan mengirim pasokan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hamzah tidak menutup kemungkinan adanya pihak yang bermain dalam pengadaan obat. “Tidak menutup kemungkinan karena harga obat ketika dari supplier itu hanya 10 ribu di rumah sakit, kita beli di apotek itu bisa dua kali lipat bisa 20 ribu. Kita lihat saja, kita bongkar ini permainan siapa, yang mempersulit masyarakat wajib kita bongkar dan kita lawan,” jelasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Bagaimana Syarat dan Susunan Pengurus Koperasi Merah Putih?

0
Oplus_131072

Wartain.com || Koperasi Merah Putih sudah diluncurkan pada 21 April 2025 bersamaan peresmian situs web. Bagaimana syarat menjadi pengurus Koperasi Merah Putih dan apa saja susunannya?

Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih adalah upaya memperkuat ekonomi desa dan menuntaskan beberapa persoalan di desa. Program ini diyakini menjadi cara untuk memutus kemiskinan dan hal yang menyertainya, seperti pinjaman online (pinjol), rentenir, hingga tengkulak.

Bentuk koperasi nantinya berupa lembaga ekonomi yang beranggotakan masyarakat desa. Sebagaimana prinsip koperasi, program akan dijalankan dengan gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nantinya, Kopdes Merah Putih akan melakukan pengelolaan di berbagai unit usaha. Misalnya pengelolaan gerai sembako, apotek desa, gerai klinik desa, gerai obat murah, kantor koperasi, gerai usaha simpan-pinjam koperasi, cold storage, hingga distribusi logistik.

Kopdes Merah Putih sudah mulai dibentuk masyarakat setempat sesuai dengan kebutuhan desa masing-masing. Dalam pembentukan koperasi, perlu juga diketahui susunan pengurus beserta syaratnya.

Syarat Pengurus Koperasi Merah Putih

Kopdes Merah Putih harus memiliki pengurus. Peran dan tanggung jawab berbeda dengan pengawas dan pengelola.

Persyaratan menjadi pengurus pun harus dipenuhi. Berikut ini syarat menjadi pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih:

1. Mempunyai pengetahuan tentang perkoperasian, jujur, loyal, dan berdedikasi terhadap koperasi

2. Mempunyai keterampilan kerja dan wawasan usaha serta semangat kewirausahaan

3. Tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah dan hubungan keluarga semenda sampai derajat kesatu dengan pengurus lain dan pengawas

4. Tidak berasal dari unsur pimpinan desa.

Susunan Pengurus Koperasi Merah Putih

Setelah memenuhi syarat, pengurus Kopdes Merah Putih akan dibagi menjadi beberapa posisi. Ini berguna agar kepengurusan koperasi dapat berjalan dengan baik.

Ketentuan dalam kepengurusan koperasi salah satunya adalah soal jumlah. Jumlah pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus ganjil dan paling sedikit lima orang. Mereka terdiri dari ketua, wakil ketua bidang usaha, wakil ketua bidang keanggotaan, sekretaris, dan bendahara.

Tidak hanya harus memenuhi syarat, susunan kepengurusan Kopdes Merah Putih perlu memperhatikan keterwakilan perempuan.

Selain menjalankan tugas sesuai jabatan atau posisi dalam kepengurusan, pengurus juga dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha.

Apa Perbedaan Koperasi Merah Putih dan BUMDes?

Cara Daftar Koperasi Merah Putih

Hal pertama yang dilakukan sebelum membentuk Kopdes Merah Putih yakni mengetahui jenis koperasi yang akan didirikan. Jika sudah, masyarakat bisa langsung mengakses laman resmi pendaftaran.

Pendaftaran Kopdes Merah Putih dilakukan secara online dengan mengisi data dan mengunggah berbagai dokumen. Berikut ini tahapan-tahapan lengkap mendaftar Kopdes Merah Putih:

1. Klik tautan https://kopdesmerahputih.kop.id/daftar, lalu akan muncul pilihan skema

2. Pilih salah satu dari tiga skema koperasi yang tersedia (membangun koperasi baru, mengembangkan koperasi yang sudah ada, atau revitalisasi koperasi).

3. Jika sudah mengisi informasi berdasarkan skema yang dipilih, perlu mencentang beberapa keterangan.

Keterangan itu berbunyi: “Saya menyatakan data yang saya berikan adalah benar, jika di kemudian hari ternyata terdapat ketidaksesuaian atau kekeliruan, saya bersedia menerima segala konsekuensi hukum serta sanksi administratif yang berlaku.”

Selain itu, juga keterangan yang berbunyi: “Saya menyatakan bahwa seluruh anggota koperasi berdomisili di wilayah yang sama.”

4. Jika informasi sudah lengkap dan mencentang keterangan-keterangan tersebut, dapat langsung klik “Daftar Sekarang”.

Pastikan pendaftaran tuntas dan tidak melewatkan salah satu langkah.***

Foto : Istimewa/Pemkab Kendal

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Mengapa Kita Kehilangan Tuhan? Sebuah Renungan dari Dalam Dunia yang Terbakar

0
Oplus_131072

Oleh : Dzikri Nur/ Pengamat Sosial Keagamaan

Pengantar

Wartain.com || Di tengah hiruk-pikuk modernitas yang terus melaju, manusia merasa semakin canggih, namun justru semakin kosong. Ada paradoks yang menyesakkan: kemajuan teknologi meroket, tetapi hati manusia kian kerontang.

Dunia semakin terang oleh cahaya buatan, tetapi jiwa-jiwa kita justru tenggelam dalam kegelapan batin. Lalu, ke manakah perginya Tuhan dalam hidup kita? Artikel ini tidak sekadar analisis, tapi juga suara batin yang ingin menyentuh jantung kesadaran kita yang tertidur. Dan akhirnya, sebuah surat terbuka, dari sunyi untuk mereka yang lupa arah hidup dalam keramaian dunia.

Mengapa Kita Kehilangan Tuhan?

Di zaman ini, Tuhan sering kali hanya menjadi simbol di balik dokumen negara, nama dalam ritual, atau senjata dalam perdebatan ideologis. Tapi dalam ruang batin, dalam percakapan sehari-hari, dalam keputusan ekonomi dan politik, nama-Nya nyaris tak bersuara.

Kita membangun kota-kota megah, tetapi merobohkan langit dari dada kita. Kita bicara tentang kemanusiaan, tetapi melupakan ruh yang menghidupkan manusia. Bahkan dalam agama, sering kali kita menemukan Tuhan yang diperdagangkan—dijadikan alat untuk mengikat, bukan untuk membebaskan.

Mengapa ini terjadi?

Karena manusia telah menggantikan pusat keberadaannya. Yang dahulu adalah Tuhan—sebagai sumber makna dan arah hidup—kini diganti oleh ego, uang, kekuasaan, dan algoritma. Kita tidak kehilangan Tuhan karena Dia pergi, tapi karena kita menyingkirkan-Nya secara halus, perlahan, dan sistematis.

Paradoks ini menyakitkan: kita membicarakan spiritualitas lebih banyak, namun berdoa lebih sedikit. Kita tahu banyak dalil, tapi tak mengenal detak hati saat mengucap nama-Nya. Kita membaca kitab suci, tapi tak lagi membaca diri sendiri. Dan pada titik inilah, dunia terbakar. Bukan oleh api, tapi oleh kehilangan makna.

Surat Terbuka: Untuk Engkau yang Sedang Mencari Jalan Pulang

Kepada engkau yang diam-diam menangis di tengah tawa orang-orang,
Kepada engkau yang merasa sunyi meski berada di tengah ribuan follower,
Kepada engkau yang diam-diam ingin berkata, “Aku lelah, tapi tak tahu pada siapa harus kembali…”
Aku menulis ini bukan sebagai orang suci. Aku pun sedang mencari. Tapi izinkan aku menyampaikan satu pesan dari dasar kesunyian: Tuhan belum pergi. Yang perlu kita lakukan hanya menunduk sedikit lebih dalam, bukan ke bumi, tapi ke dalam diri.
Engkau bisa kehilangan rumah, pekerjaan, bahkan cinta. Tapi jangan kehilangan Tuhan. Karena saat segalanya runtuh, hanya Dia yang tak berubah. Saat semua pintu tertutup, hanya Dia yang bisa ditembus tanpa izin.
Kembalilah bukan karena takut neraka, tapi karena engkau rindu. Kembalilah bukan karena ingin hadiah, tapi karena engkau ingin dikenali, dipeluk, dan dicintai oleh Yang Menciptakanmu.
Biarlah dunia tetap gaduh, tetapi jadikan jiwamu taman sunyi tempat Tuhan bersemayam.
Jika engkau lelah, diamlah sejenak. Dan bisikkan,
“Ya Allah, aku ingin kembali…”
Tak perlu syarat. Tak perlu dalil. Hanya kejujuran. Dan itulah jalan pulang.
Dzikri Nursyuhada
Dari Sunyi, untuk yang sunyi.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemkot Sukabumi Siapkan Sekolah Rakyat, Telan Anggaran Rp100 Miliar

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Sosial (Dinsos) tengah mengupayakan realisasi program Sekolah Rakyat, sebagai bentuk komitmen menghadirkan akses pendidikan gratis dan layak bagi warga kurang mampu. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Pusat yang rencananya akan dibangun di kawasan Bumi Perkemahan Cikundul.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Sukabumi, Mulyadi, mengungkapkan bahwa proposal pembangunan telah diajukan dan saat ini tengah menunggu keputusan dari Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tim dari kementerian pun telah melakukan survei awal ke lokasi yang direncanakan.

“Luas lahan sekitar 7 hektar, dan sangat memungkinkan untuk segera dibangun ketika persetujuan turun. Namun, kemungkinan pembangunan di Sukabumi akan masuk tahap kedua atau sekitar tahun 2026, karena saat ini belum tersedia bangunan pendukung,” jelas Mulyadi, Selasa (13/5/2025).

Sekolah Rakyat ini dirancang khusus untuk jenjang pendidikan menengah atas (SMA), mengingat fasilitas SD dan SMP di Kota Sukabumi sudah cukup memadai. Konsepnya mirip boarding school, di mana siswa akan tinggal di asrama, sehingga tidak terbebani biaya transportasi maupun makan harian.

“Seluruh biaya pendidikan, makan, dan tempat tinggal ditanggung pemerintah. Ini murni gratis untuk keluarga yang tidak mampu,” tegasnya.

Pembangunan diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp100 miliar yang akan sepenuhnya dibiayai oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial. Selain pembangunan fisik seperti ruang kelas, asrama, dan fasilitas penunjang lainnya, tenaga pendidik juga akan disediakan oleh kementerian terkait.

“Jika terealisasi, akan dibangun 75 ruang kelas, masing-masing 25 kelas per jenjang. Kita dari daerah hanya bertugas menyiapkan lokasi dan merekrut calon siswa. Ini menjadi kesempatan emas bagi warga Sukabumi yang selama ini terkendala biaya pendidikan,” imbuh Mulyadi.

Pemerintah Kota berharap keputusan resmi dari kementerian dapat diperoleh pada Agustus mendatang, agar proses perencanaan lebih lanjut dapat segera dimulai. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan berkualitas sekaligus mengurangi angka putus sekolah di wilayah tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Peran Ibu dan Kepemimpinan Spiritual Jadi Sorotan Wali Kota Sukabumi dalam Manasik Umrah

0

Wartain.com || Momen kegiatan manasik umrah dan tabligh akbar yang diselenggarakan PT Taupiq Haromain Taubah pada Senin (12/5/2025) menjadi ruang reflektif yang sarat makna bagi para peserta dan pemimpin daerah. Bertempat di Masjid Raya Raudhatul Irfan, Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, kegiatan ini diikuti ratusan calon jamaah umrah, didominasi oleh kalangan ibu-ibu dari Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Direktur PT Taupiq Haromain Taubah, H. Didah Haliman, dan Ketua Panitia, Ima Slamet. Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya peran ibu dalam membentuk generasi unggul dan kepemimpinan yang berintegritas.

“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Seorang pemimpin besar tidak lahir begitu saja, tapi tumbuh dari nilai dan doa yang diajarkan oleh ibunya. Saya pribadi tidak bisa berdiri di sini tanpa doa ibu saya,” tutur Ayep dengan nada penuh haru.

Lebih dari sekadar pelepasan calon jamaah umrah, acara ini menjadi sarana penguatan nilai spiritual dan keluarga, di mana perempuan — khususnya ibu — menjadi sentral dalam narasi pembangunan sosial dan moral masyarakat.

Di hadapan para jamaah, Ayep Zaki juga berbicara mengenai tanggung jawab ganda yang ia emban saat ini, yakni sebagai kepala daerah sekaligus Ketua Partai di wilayah Kabupaten Sukabumi. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut menjadi penggerak utama dalam mewujudkan visi kesejahteraan masyarakat Sukabumi secara menyeluruh.

“Saya memiliki mimpi besar untuk menjadikan Sukabumi lebih makmur dan sejahtera. Dan saya percaya, peran ibu dalam keluarga sangat menentukan arah masa depan bangsa,” ungkapnya.

Wali Kota juga memberikan pesan khusus kepada calon jamaah agar memanfaatkan momen ibadah umrah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperkuat nilai ibadah berjamaah. Ia berharap, sepulang dari Tanah Suci, para jamaah dapat menjadi agen perubahan positif di lingkungannya masing-masing.

Dalam suasana penuh keakraban, Ayep Zaki sempat mengadakan kuis spontan dengan memberikan hadiah kepada beberapa peserta dan berfoto bersama jamaah sebagai bentuk apresiasi dan kedekatannya dengan warga.

Tak hanya sebagai ajang manasik, kegiatan ini sekaligus menjadi titik temu antara visi kepemimpinan spiritual dan kekuatan perempuan dalam membentuk masyarakat yang lebih religius dan harmonis. Melalui pendekatan yang humanis dan penuh kasih, Wali Kota Ayep Zaki menegaskan komitmennya untuk terus membangun Sukabumi dengan meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW: jujur, amanah, dan mencintai umat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kapolda Jabar Dampingi Pangdam III Siliwangi Kunjungi Korban Ledakan Amunisi di Garut 

0

Wartain.com || Kapolda Jabar Dampingi Pangdam III Siliwangi Kunjungi Keluarga Korban Ledakan di Cibalong Garut, Berikan Santunan dan Dukungan Moril

Garut | Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan dampingi Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman melakukan kunjungan langsung ke rumah keluarga korban ledakan dalam kegiatan disposal amunisi yang terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut.

Kunjungan ini merupakan bentuk empati dan perhatian dari institusi Polri terhadap para korban dan keluarganya yang terdampak musibah tragis tersebut. Selasa (13/5/2025).

Dalam kunjungannya, Kapolda Jabar turut di dampingi oleh jajaran pejabat utama Polda Jabar serta Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang beserta jajaran.

Beliau menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia, terdiri dari 9 warga sipil dan 4 personel TNI.

“Kami datang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban. Ini bukan hanya musibah bagi keluarga, tetapi juga duka bagi kita semua. Polri bersama TNI dan pemerintah akan terus mendampingi dan membantu dalam proses pemulihan,” ujar Kapolda.

Sebagai wujud kepedulian, Kapolda Jabar menyerahkan santunan kepada keluarga korban. Bantuan ini di harapkan dapat meringankan beban keluarga yang tengah berduka dan menjadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Kapolda juga menegaskan komitmen aparat keamanan dalam menjaga stabilitas situasi di lokasi pasca-kejadian serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Kunjungan ini disambut hangat oleh keluarga korban dan tokoh masyarakat setempat. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung pimpinan kepolisian di tengah suasana duka.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)