26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 593

Fraksi Rakyat Summit 2025, Hadirkan Penampilan Teater “Tapak Lacak” 

0

Wartain.com || Penampilan seni budaya yang menggugah hadir dalam Fraksi Rakyat Summit 2025. Teater “Tapak Lacak”, karya Indra Gandara dan dipentaskan Sajiwa Community Sukabumi, menjadi sajian utama yang disaksikan puluhan petani, mahasiswa, dan buruh.

Acara yang digelar pada Sabtu malam (10/5/2025) di kawasan Paseban, Pondok Halimun, Desa Perbawati, Kecamatan/ Kabupaten Sukabumi, merupakan bagian dari peringatan HUT ke-15 Fraksi Rakyat yang mengusung tema “Mengkonsolidasikan Gerakan Melawan” dengan tagar #LawanDuluAja.

Indra Gandara menyampaikan bahwa filosofi teater Tapak Lacak menolak jarak antara estetika dan sikap. “Dalam tubuh dan ucapan para pemain, penonton diajak mengingat bahwa kesadaran politik bisa hadir dari akar paling purba: tanah dan kehilangan,” ujarnya.

“Jika tanah adalah tubuh, maka pertunjukan ini adalah luka yang belum sempat dijahit. Dan jika harapan itu tumbuh, biarlah suara dari lumpur ini mengingatkan kita: bahwa mereka pernah berdiri, menanam, dan terluka,” imbuh Indra.

Salah satu fragmen paling menyentuh tergambar dalam jepretan foto oleh Hikarigallery: tubuh-tubuh petani berdiri mematung di tengah lingkar lumpur, tak menghadap kamera melainkan ke tanah, ke ingatan, ke luka. Foto itu bukan sekadar dokumentasi, melainkan nyawa yang bicara.

Cerita dalam Tapak Lacak tidak hadir untuk mencari simpati. Ia muncul seperti amarah lama yang mendidih. Di atas panggung berlumpur, Ki Warta, seorang petani sepuh, mencium tanah layaknya dahi anak yang hilang. Ia tidak sedang berakting, namun ia sedang berduka.

“Cerita meledak perlahan. Bukan dengan dramatisasi, tetapi lewat kejujuran yang terlalu tajam untuk disebut fiksi. Tentang tanah yang dirampas, tentang petani yang menjadi hantu di ladang sendiri, dan tentang hukum yang mencetak sertifikat tanpa menjaga warisan,” terang Indra pada Selasa (13/5/2025).

Tokoh-tokoh dalam pertunjukan tak menyampaikan peran, melainkan kesaksian. Dialog menjadi percakapan dengan nurani kolektif. Lumpur yang diinjak menjadi simbol bahwa perjuangan rakyat tidak pernah bersih, karena yang kotor pun tidak pernah berdusta.

Puncak emosi hadir ketika sebuah benih ditanam, seolah harapan bisa tumbuh. Namun tiba-tiba terdengar letusan tembakan. Ki Warta tumbang. Tak ada pelaku. Tak ada penjelasan. Tapi semua paham: peluru bisa muncul dari meja rapat, surat keputusan, atau spanduk larangan.

Selama pertunjukan, suasana sunyi. Penonton diam. Lagu “Gugur Bunga” mengalun, bukan sebagai seremoni patriotik, melainkan ratapan rakyat. Lagu itu seperti ditanamkan ke dalam lumpur bersama tubuh yang rebah.

“Kami tidak sedang membuat teater untuk ditonton. Kami sedang menggali luka agar tidak tumbuh bisu,” tegas Indra Gandara.

Selama pertunjukan tampil tanpa manipulasi keindahan. Panggung adalah tanah nyata. Lumpur nyata. Tubuh-tubuh yang benar-benar jatuh. Cahaya dibuat setipis rasa percaya diri petani yang kehilangan ladangnya. Musik hadir secukupnya, lebih banyak senyap, lebih banyak nafas.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Polisi Tangkap Pemuda Pengedar Sabu di Sukabumi, 18 Paket Barang Bukti Diamankan

0

Wartain.com || Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota berhasil membekuk seorang pria berinisial HJ (25), warga Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, yang diduga kuat terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan pada Senin (12/5/2025) sekitar pukul 00.30 WIB di kediaman pelaku.

HJ, yang diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap (tuna karya), diamankan dengan sejumlah barang bukti mencurigakan. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan sebuah tas selempang berisi 18 paket sabu siap edar dengan total berat mencapai 6,16 gram. Selain itu, turut diamankan sebuah pipet kaca yang diduga sebagai alat isap, satu unit timbangan digital, sebuah ponsel, serta sepeda motor yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran.

Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, menjelaskan bahwa penangkapan HJ berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut.

“Berbekal informasi dari warga, kami langsung melakukan penyelidikan intensif dan berhasil mengamankan HJ bersama barang bukti narkotika,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (13/5/2025).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, HJ mengaku memperoleh sabu dari seorang pemasok untuk diedarkan kembali di kawasan Kota dan Kabupaten Sukabumi. Ia diketahui telah menjalankan aktivitas tersebut selama sekitar satu minggu menggunakan metode transaksi sistem tempel, yaitu menaruh barang di lokasi tertentu tanpa bertemu langsung dengan pembeli.

“Kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan di balik kasus ini,” tambah Tenda.

Atas perbuatannya, HJ dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengancam pelaku dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Warga Cibadak Dihebohkan Penemuan Mayat Bayi Mengambang di Aliran Sungai Cicatih

0

Wartain.com || Suasana tenang di Kampung Babakan, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi mendadak gempar pada Selasa (13/5/2025) pagi, setelah ditemukannya sesosok jasad bayi laki-laki yang mengambang di pintu air aliran Sungai Cicatih, tepatnya di RT 02 RW 08.

Penemuan tragis ini pertama kali diketahui oleh Mulyadi Vaira (45), operator pintu air yang tengah bertugas. Saat melihat ke arah aliran sungai, Mulyadi sempat mengira benda yang dilihatnya hanyalah sampah atau benda tak lazim. Namun saat diamati lebih dekat, ia terkejut mengetahui bahwa itu adalah jasad seorang bayi.

“Saya sedang bekerja seperti biasa, lalu melihat ke bawah dan terlihat seperti bayi. Setelah saya pastikan, ternyata benar. Saya langsung melapor ke kantor polisi,” ujar Mulyadi.

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi tertelungkup, tanpa busana, dan masih memiliki tali pusar. Arus sungai yang cukup deras membuat proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan lamit atau jaring ikan.

Kapolsek Cibadak, AKP Idji Djubaedi membenarkan adanya laporan tersebut. “Sekitar pukul 09.30 WIB, kami menerima laporan dari operator pintu air. Ia melihat ada jasad bayi laki-laki mengambang di aliran Sungai Cicatih. Petugas langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi bersama warga,” jelasnya.

Jasad bayi kemudian dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bayi tersebut memiliki panjang tubuh sekitar 55 cm, lingkar kepala 40 cm, dan berat badan 3 kg. Kondisinya sudah mengalami pembengkakan dan tanda-tanda pembusukan, diperkirakan telah meninggal selama tiga hingga lima hari sebelum ditemukan.

Hingga saat ini, identitas bayi malang tersebut belum diketahui. Pihak Polsek Cibadak tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan bantuan Tim Identifikasi dari Polres Sukabumi untuk mengungkap asal-usul dan siapa pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa ini.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Polsek Kadungora Cek TKP Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga serta Berikan Himbauan

0

Wartain.com || Sebuah pohon tumbang menimpa satu unit rumah warga di Kampung Panyingkiran, Desa Harumansari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Senin malam (12/5) sekitar pukul 18.40 WIB.

Kapolsek Kadungora Kompol Alit Kadarusman, S.Pd., M.Si. mengatakan, pohon tumbang di sebabkan kondisi batang yang sudah kropos.

Rumah milik warga atas nama Bapak Aep (RT 01/RW 07) mengalami kerusakan ringan pada bagian atap asbes, dengan estimasi kerugian sekitar Rp. 500.000. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Menindaklanjuti laporan tersebut personel Polsek Kadungora langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan sejumlah himbauan kamtibmas kepada warga dan perangkat RT/RW setempat.

Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang tidak menentu dan dapat memicu bencana alam seperti pohon tumbang, banjir, atau tanah longsor.

Polsek Kadungora juga mendorong warga untuk kembali mengaktifkan kegiatan ronda malam dan pos kamling sebagai langkah preventif keamanan lingkungan.

Selain itu, petugas mengingatkan warga untuk tidak memarkir kendaraan secara sembarangan guna mencegah tindak kejahatan seperti pencurian sepeda motor (curanmor), serta menyarankan penggunaan kunci ganda atau penyimpanan kendaraan di dalam rumah.

Petugas juga menekankan bahwa upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga memerlukan kesadaran kolektif dari seluruh unsur masyarakat, termasuk tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), dan pemuda setempat.

Selain memberikan imbauan, dalam kesempatan tersebut Bhabinkamtibmas dan Kanit Samapta juga mensosialisasikan program unggulan Polres Garut, yaitu “Taros Kapolres”, sebagai sarana komunikasi antara masyarakat dan kepolisian.

Dengan kegiatan ini, diharapkan terjadi sinergi antara Polsek Kadungora dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, siaga bencana, dan tanggap terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

TNI–POLRI Laksanakan Pengamanan dan Penanganan Pasca Insiden Disposal Amunisi di Kecamatan Cibalong

0

Wartain.com || Telah terjadi insiden ledakan dalam kegiatan disposal atau pemusnahan amunisi tidak layak pakai yang dilaksanakan pada Senin pagi, 12 Mei 2025, sekitar pukul 10.00 Wib.

Kegiatan tersebut berlangsung di Blok Peledakan, Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut.

Ledakan yang tidak terduga ini mengakibatkan korban jiwa sebanyak 13 orang, yang terdiri dari 4 personel TNI serta 9 warga masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Saat ini korban masih berada di RSU Pameungpeuk.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh pihak yang terlibat.

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengatakan unsur gabungan TNI dan Polri bergerak cepat melaksanakan langkah-langkah pengamanan dan penanganan pasca kejadian. Selasa (13/5/2025).

Personel di lapangan langsung melakukan penyekatan akses menuju area terdampak guna mencegah warga mendekat ke zona berbahaya.

Polres Garut, Unit Jibom dan gegana Sat Brimob Polda Jabar serta DVI Biddokes Polda Jabar dan Rumah Sakit Sartika Asih juga membantu dan memback-up unsur TNI untuk investigasi kejadian tersebut.

Penjagaan ketat pun di terapkan, di sertai dengan pemberian himbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak berada di sekitar lokasi demi keselamatan bersama.

Selain itu, TNI–Polri juga terus berkoordinasi secara intensif dengan instansi terkait untuk mendukung proses evakuasi korban serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di sekitar wilayah kejadian.

Upaya ini dilakukan guna memastikan situasi tetap kondusif dan terkendali, saat ini, proses investigasi terhadap penyebab insiden masih berlangsung.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, dan akan terus memberikan perhatian serta dukungan.” Pungkas Kapolres Garut.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Polres Sukabumi Berhasil Bongkar Oknum Wartawan Diduga Melakukan Modus Pemerasan

0

Wartain.com || Polres Sukabumi mengungkap kasus pemerasan yang dilakukan oleh dua orang yang mengaku sebagai wartawan dalam Operasi Pekat II Lodaya 2025.

Kedua pelaku melakukan tindak pemerasan dengan modus mengancam korban terkait pemberitaan proyek pemerintah.

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, menjelaskan bahwa operasi ini dilaksanakan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.

“Polres Sukabumi berhasil mengamankan 2 orang Target Operasi dan Membina 210 Orang yang berpotensi sebagai Pelaku Penyakit Masyarakat Polres Sukabumi. Operasi cipta kondisi ini merupakan langkah konkret kami dalam menjaga kondusifitas wilayah hukum Polres Sukabumi dari aksi-aksi kejahatan jalanan maupun praktik premanisme,” ungkap AKBP Samian dalam keterangan yang diterima Minggu (11/5/2025).

“Ini adalah atensi langsung dari Bapak Kapolda Jabar untuk memberantas premanisme di wilayah hukum Polda Jabar, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Operasi dimulai dari tanggal 1 Mei hingga 10 Mei 2025,” tambah Samian.

“Dalam Operasi Pekat Lodaya 2025, kami berhasil mengungkap kasus tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh dua orang yang mengaku sebagai wartawan. Y dan YS melakukan tindak kejahatannya dengan Modus operandi mereka adalah mengancam korban dengan pemberitaan negatif terkait proyek pemerintah, dan meminta sejumlah uang agar berita tersebut tidak dipublikasikan,” ungkap IPTU Hartono, S.H., M.H.

“Namun setelah menerima uang, para pelaku tetap menaikkan berita tersebut dan kembali menekan korban untuk memberikan uang tambahan. Ini merupakan bentuk pemerasan yang sangat meresahkan, dan kami akan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya Kasat.

Selanjutnya AKBP Samian mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindak pidana maupun aksi premanisme.

“Segera laporkan ke kantor Polisi terdekat jika mengetahui adanya pemalakan, pemerasan, pencurian, atau tindak pidana lainnya,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa jajaran Polres Sukabumi akan terus menindak tegas setiap bentuk premanisme demi menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah masyarakat.

“Diharapkan kepada masyarakat yang mengetahui adanya aksi premanisme baik berupa kegiatan pemerasan, pencurian dengan cara mengancam, aksi pemalakan atau pemungutan liar dan segala tindak pidana dapat segera melaporkan ke kantor Polisi untuk dilakukan tindak lanjut.” Beber Samian.

Terakhir Dr. Samian menegaskan bahwa Polres Sukabumi Polda Jabar dan jajaran akan menindak tegas seluruh pelaku premanisme sesuai ketentuan hukum dan Undang undang.

“Kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi premanisme dan tindak pidana, kami Polres Sukabumi dan jajaran tidak segan untuk menindak tegas kepada seluruh aksi tindak pidana premanisme sesuai ketentuan hukum dan Undang undang yang berlaku,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Gubernur Jabar Pastikan Tanggung Biaya Sekolah Anak-anak Korban Ledakan Amunisi Kadaluwarsa di Garut  

0
Oplus_131072

Wartain.com || Gubernur Jabar Pastikan Tanggung Biaya Sekolah Anak-anak Korban Ledakan Amunisi Kadaluwarsa di Garut

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan akan menjamin biaya sekolah hingga kuliah anak-anak dari korban tewas ledakan amunisi di Kabupaten Garut.

Dedi Mulyadi tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RUD) Pameungpeuk, Kabupaten Garut untuk menengok keluarga korban ledakan disposal atau pemusnahan bahan peledak kadaluarsa.

Pada kesempatan itu, Dedi Mulyadi mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga korban yang ditinggalkan. “Sekaligus kita juga ada rasa simpati yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada pada korban,” ujar Dedi Mulyadi, Selasa (13/5/2025).

Menurutnya setiap kepala keluarga korban ledakan amunisi akan diberikan masing-masing Rp50 juta. Sementara untuk anak-anak korban biaya hidup dan sekolahnya menjadi tanggungan dirinya.

“Tugas gubernur adalah ngurusin anak-anak yang ditinggalkan. Agar tidak terlantar pendidikannya, tidak terlantar kehidupannya, semua anak-anak yang belum berkeluarga, semuanya jadi tangung jawab saya,” tuturnya.

KDM–panggilan akrabnya berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir dan semoga orang harus senantiasa waspada terhadap segala hal dan segala kemungkinan yang akan terjadi di luar prediksi.

“Semoga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan semoga yang meninggalkan kita semua diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT,” katanya.

Sebelumnya, 13 orang meninggal dunia saat peristiwa peledakan bom kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5/2025), pukul 09.00 -10.00 WIB. Belasan korban ini empat diantaranya anggota TNI dan sembilan warga sipil.***

Foto : tangkapan layar/Akun TikTok Kang Dedi Mulyadi

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kronologi Pemusnahan Bahan Peledak TNI di Garut yang Makan Korban 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pemusnahan amunisi di Garut, Jawa Barat, memicu ledakan dan menyebabkan belasan orang meninggal dunia, termasuk warga sipil, pada Senin (12/6) pagi.

Sejumlah pihak sempat mempertanyakan kehadiran warga sipil di sekitar area pemusnahan amunisi dan sekaligus menyoroti standar operasional prosedur yang dilakukan.

TNI Angkatan Darat menyatakan, pemusnahan amunisi berlangsung di tempat biasa mereka melakukan pemusnahan senjata.

Berikut fakta-fakta soal ledakan pemusnahan amunisi di Garut yang menewaskan 13 orang.

1. Kronologi ledakan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Wahyu Yudhayana menjabarkan, pemusnahan amunisi berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB oleh jajaran prajurit di Gudang Pusat Munisi III Pusat Peralatan TNI AD.

“Pada awal kegiatan secara prosedur telah dilaksanakan pengecekan terhadap personil maupun yang berkaitan dengan lokasi peledakan dan semuanya dinyatakan dalam keadaan aman,” kata Wahyu kepada awak media.

Setelah itu, tim penyusun amunisi melakukan persiapan pemusnahan di dalam dua lubang sumur. Peledakan dilaksanakan setelah kondisi aman.

Selain dua sumur itu, disiapkan satu lubang yang digunakan untuk menghancurkan detonator yang selesai digunakan dalam penghancuran di dua sumur sebelumnya. Saat ini lah ledakan yang tak diduga terjadi.

2. Jumlah korban tewas

Ledakan itu menyebabkan 13 orang meninggal dunia, mencakup empat anggota militer dan sembilan warga sipil.

Pihak RSUD Pameungpeuk sempat menerima korban yang dilarikan ke sana. Namun, salah satu dokter mengatakan mereka dibawa ke IGD dalam keadaan telah meninggal dunia.

“Untuk korban yang hidup, saat ini tidak ada yang dirawat. Korban [13 korban] yang ada ke RSUD Pameungpeuk sudah dalam keadaan meninggal dunia semuanya,” ujar dokter Aziz Akhmad dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV, Senin (12/5).

Aziz juga mengatakan, rumah sakit tak menerima korban luka baik yang ringan, sedang, maupun serius.

3. Warga cari sisa logam

Warga sipil turut menjadi korban ledakan amunisi kedauwarsa di Garut karena mengincar sisa logam yang memiliki nilai jual. (ANTARA/HO-Warga)
Kapuspen TNI Kristomei Sianturi mengungkapkan alasan warga sipil turut menjadi korban ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut.

Kristomei mengatakan, lokasi peristiwa itu merupakan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Garut yang diklaim sebagai tempat biasa TNI memusnahkan amunisi.

“Informasi yang kami dapat, kebiasaan yang ada, adalah apabila setelah peledakan itu masyarakat mendekat,” kata Kristomei.

Dia lalu berujar, “Kenapa mereka mendekat? Dalam rangka untuk mengambil sisa-sisa serpihan logam, tembaga, besi dari amunisi-amunisi yang sudah diledakkan tadi. Karena itu punya nilai jual,” tuturnya.

4. Kemhan investigasi

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut dan menyatakan sedang menginvestigasi.

“Saat ini proses investigasi sedang dilakukan. Selama investigasi akan terus memedomani prosedur keamanan yang berlaku,” kata dia dalam pernyataan resmi.

5. Gubernur ikut belasungkawa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyampaikan duka cita ke warga sipil dan militer atas insiden ini.

“Untuk keluarganya, semoga diberikan ketabahan atas musibah yang terjadi dan semoga kita semua diberikan kelapangan hati untuk bersama-sama menyampaikan doa pada saudara-saudara kita yang meninggal pada peristiwa tersebut dengan membaca surat Al-Fatihah,” kata Dedi di unggahan media sosial.***

Foto : tangkapan layar/ Berita Satu

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Simak! Ini Dia Tanggal Merah di Bulan Juni 2025

0

Wartain.com || Bulan Juni 2025 ada beberapa tanggal merah yang sayang untuk dilewatkan, mulai dari perayaan Hari Lahir Pancasila, Hari Raya Idul Adha, hingga Tahun Baru Islam.

Pemerintah telah menetapkan beberapa hari libur nasional dan cuti bersama, sehingga Anda perlu mempersiapkan rencana kegiatan dengan matang agar tetap efisien dan efektif.

Berikut ini detail lengkapnya: Pada tanggal 1 Juni (Minggu), kita memperingati Hari Lahir Pancasila, sebuah hari libur nasional yang penting bagi Indonesia.

Kemudian, tanggal 6 Juni (Jumat) jatuhlah Hari Raya Idul Adha 1446 H, disusul cuti bersama pada tanggal 9 Juni (Senin).

Menariknya, Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H juga akan diperingati pada tanggal 27 Juni (Jumat). Jangan lupa, akhir pekan (Sabtu dan Minggu) juga merupakan hari libur yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai.

Dengan adanya beberapa tanggal merah yang berdekatan, ini adalah kesempatan emas untuk merencanakan liburan panjang atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas bersama orang-orang tercinta.

Hari Lahir Pancasila: 1 Juni 2025
Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang dan merenungkan nilai-nilai luhur dasar negara kita. Tahun ini, peringatan jatuh pada hari Minggu, sehingga bisa dimaksimalkan sebagai bagian dari akhir pekan.

Idul Adha dan Cuti Bersama: 6, 7, dan 9 Juni 2025
Hari Raya Idul Adha 1446 H jatuh pada tanggal 6 Juni 2025 (Jumat) dan 7 Juni 2025 (Sabtu). Pemerintah memberikan cuti bersama pada tanggal 9 Juni (Senin), sehingga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merayakan Idul Adha lebih lama.

Idul Adha merupakan hari raya besar bagi umat Islam di Indonesia, yang dirayakan dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Momentum ini juga sering dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

Tahun Baru Islam: 27 Juni 2025
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H akan diperingati pada tanggal 27 Juni 2025 (Jumat). Ini merupakan awal tahun baru dalam kalender Hijriah, yang memiliki makna penting bagi umat Islam.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Manajemen Persib Bandung Memberikan Himbauan kepada Bobotoh pada Laga ke-33

0

Wartain.com || Manajemen Persib Bandung memberikan himbauan kepada bobotoh supaya tidak melakukan konvoi setelah laga Persita vs Persib Bandung Jumat ini.

Diketahui Persib Bandung lawan Persita Tangerang akan berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Jumat (16/5/2025).

Himbauan tersebut disampaikan Andang Ruhiat, Vice President of Operations PT PERSIB Bandung Bermartabat di laman resmi Persib Bandung.

“Kebahagiaan ini adalah milik bersama, dan sudah sepatutnya dirayakan bersama pula. Namun, kami berharap bobotoh dapat menahan diri dan tidak melakukan konvoi setelah laga Persita Tangerang vs Persib Bandung pada 16 Mei 2025,” katanya.

Selanjutnya Andang mengatakan, Persib tengah mempersiapkan pawai juara yang akan menjadi momen klimaks dari musim yang luar biasa ini.

“Mari kita sambut dengan penuh kesiapan dan kebersamaan. Kami sangat memahami semangat dan antusiasme Bobotoh untuk merayakan keberhasilan tim tercinta. Namun, mari kita jaga energi positif ini untuk momen yang lebih besar dan terorganisir: Pawai Juara Persib yang akan digelar pada Minggu, 25 Mei 2025,” Ujarnya.

Sebagai bentuk kecintaan terhadap Persib dan demi kelancaran perayaan akbar nanti, kami mengajak seluruh Bobotoh untuk mulai mempersiapkan diri sejak Senin, 19 Mei 2025 mendatang.

Adang mengajak semua untuk siapkan atribut kebanggaan, koordinasikan titik kumpul bersama komunitas, jaga kesehatan, dan tetap patuhi aturan yang berlaku.

“Kita rayakan kemenangan ini dengan cara terbaik, tertib, penuh cinta, dan tetap menjaga nama baik Persib di mana pun berada,” pungkas Adang.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)