Wartain.com || Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengingatkan kepada masyarakat, bahwa ada dua tantangan kedepan bagi perempuan, pertama masalah stunting dan yang kedua adalah masalah perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Hal inilah yang harus diperjuangkan terutama oleh anggota parlemen perempuan yang akan dilantik nanti.
Beliau menyampaikan hal tersebut ketika membuka acara Rakor Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPPI) yang berlangsung di Grand Sunshine Hotel Soreang, Jumat 19/04/2024.
“Saya berharap banyak terhadap legislator perempuan untuk leboh mengkritisi kebijakan pemerintah tetutama dalam penanganan masalah stunting,” ucapnya.
Sementara untuk masalah perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), ia juga mengatakan masih banyak pengaduan permasalahan yang dihadapi PMI terutama pekerja perempuan.
“Saya mohon bantuan para anggota parlemen perempuan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur iming-iming gaji besar, tanpa menempuh pemberangkatan yang benar,” tambahnya.
Bey juga menegaskan, Pemprov Jawa Barat akan terus mendukung dan berkomitmen dalam upaya peningkatan pemberdayaan dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.
“Kita perlu menggalang kerjasama lintas sektor dan memperkuat implementasi kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun perlindungan hak-hak perempuan,” tutup Bey.***
Foto : wikipedia
Editor : Aab Abdul Malik
(SRM)
