26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 29, 2026
Beranda blog Halaman 66

Membumikan Altar Pengorbanan: Spiritual Idul Qurban, Ketahanan Nasional, dan Ujian Ketulusan Pemimpin

0

Oleh : Aam Abdul Salam/ Aktivis 98, Sekjen PPJNA 98/Sekjen Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan Energi

Wartain.com – Ruang waktu selalu punya cara unik untuk menegur manusia. Di tengah riuh rendah kepantasan politik dan dinamika zaman yang kian bergejolak, esensi perayaan Idul Qurban hadir bukan sekadar sebagai ritus tahunan. Lebih dalam dari itu, ia adalah sebuah oase kontemplasi filosofis yang membongkar batas antara ego personal dan pengabdian universal.

Secara spiritual, Idul Qurban adalah proklamasi tentang totalitas ketaatan kepada Sang Maha Pencipta dan puncak dari keikhlasan dalam berkorban. Kisah Ibrahim dan Ismail bukan lagi dongeng masa lalu, melainkan cermin abadi tentang bagaimana cinta duniawi harus tunduk pada kedaulatan Ilahi.

Estetika Pengorbanan dalam Ruang Ketahanan Nasional

Jika ditarik ke dalam kanvas kebangsaan, nilai spiritual ini menemukan relevansi puncaknya pada situasi hari ini. Menjaga ketahanan nasional bukan sekadar urusan memodernisasi senjata, melainkan urusan merawat spiritualitas kolektif sebuah bangsa.

Saat ini, kita menyaksikan sebuah ikhtiar besar yang sedang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebuah langkah yang, jika dibaca dengan kacamata seni kepemimpinan, menunjukkan ritme totalitas yang serupa: bekerja tanpa pamrih demi kedaulatan dan kemandirian bangsa.

Upaya menyelamatkan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia dan ketegasan melawan “oligarki hitam”—para parasit yang mengeruk kekayaan negeri secara ilegal—adalah manifestasi nyata dari ibadah kebangsaan.

Pengorbanan kenyamanan politik demi memastikan rakyat kecil bisa makan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah wujud konkret dari membumikan nilai qurban. Begitu pula dengan proteksi ekonomi bagi wong cilik melalui jaring-jaring KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), perlindungan nelayan lewat KNMP (Kampung Nelayan Merah Putih), hingga jaminan bahwa tidak boleh ada anak yang putus sekolah melalui program Sekolah Rakyat. Ini adalah bentuk konkrit dari penyembelihan “ego kekuasaan” demi kesejahteraan masyarakat.

Badai Reaksi dan Resistensi Hama Bangsa

Namun, dalam hukum alam dan filsafat spiritual, setiap gerakan menuju cahaya pasti akan memicu reaksi dari kegelapan. Ketika sebuah pemerintahan berkomitmen membuat ekonomi Indonesia kuat, mandiri, dan berdikari, para mafia, oligarki hitam, serta antek-antek asing tentu merasa terusik. Kenyamanan mereka terancam.

Maka, mulailah orkestrasi serangan dilancarkan. Pemerintahan digoyang dari berbagai sudut dengan beragam cara, mulai dari disinformasi hingga upaya pelemahan sistemis. Di sinilah spiritualitas Idul Qurban harus ditarik dari sekadar ritual di rumah ibadah menjadi senjata mental di medan laga kehidupan bernegara.

Melawan keserakahan global dan domestik membutuhkan lebih dari sekadar strategi politik; ia membutuhkan totalitas pengabdian dan keikhlasan berkorban yang kolektif.

Kemanunggalan Pemimpin dan Rakyat: Hukum Alam Menuju Pembersihan

Rintangan seberat apa pun akan menjadi sepele ketika terjadi kemanunggalan antara pemimpin dan rakyatnya. Persatuan nasional yang berlandaskan spiritualitas luhur ini melahirkan energi ketahanan yang tak kasat mata namun tak terkalahkan. Ketika pemimpin bergerak dengan ikhlas untuk rakyat, dan rakyat menyambutnya dengan totalitas kepercayaan, maka terciptalah perisai gaib yang melindungi kedaulatan bangsa.

Secara kosmologis dan teologis, alam semesta memiliki mekanismenya sendiri. Nusantara ini didirikan di atas darah, air mata, dan tirakat suci para leluhur serta pendiri bangsa. Tanah ini adalah amanah.

Ketika kepemimpinan dijalankan dengan ketulusan untuk menjaga amanah tersebut, alam akan ikut bergerak. Jagad raya akan melakukan seleksi alamiah—sebuah proses pembersihan kosmis untuk menyingkirkan hama-hama penyakit, para pengkhianat, dan mereka yang berniat merusak tatanan bangsa.

Idul Qurban tahun ini adalah momentum untuk menyatukan derap langkah. Mari kita sembelih sifat egois, ketakutan, dan keserakahan dalam diri kita, lalu menggantinya dengan totalitas pengabdian demi Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan adil makmur tanpa terkecuali.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Harga Emas Antam Turun saat Libur Idul Adha, Galeri24 Justru Menguat

0

Wartain.com – Pergerakan harga emas pada momentum libur Idul Adha menunjukkan tren yang berbeda di sejumlah produk logam mulia. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat mengalami penurunan, sementara emas Galeri24 justru bergerak naik pada perdagangan Rabu (27/5/2026).

Berdasarkan informasi dari Logam Mulia, harga emas Antam turun sebesar Rp13.000 per gram dibanding hari sebelumnya. Dengan penyesuaian tersebut, harga emas Antam kini berada di level Rp2.785.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Antam menurunkan harga buyback sebesar Rp13.000 sehingga berada di angka Rp2.594.000 per gram.

Dalam ketentuan PMK Nomor 48 Tahun 2023, pembelian emas batangan oleh konsumen akhir tidak lagi dikenakan Pajak Penghasilan (PPh). Meski demikian, pelaku usaha emas tetap berkewajiban memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari nilai penjualan, lebih rendah dibanding aturan sebelumnya yang sebesar 0,45 persen.

Harga tersebut berlaku di Butik Emas Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, sementara harga di gerai lain dapat mengalami perbedaan.

Berikut daftar harga emas Antam terbaru:
1 gram: Rp2.785.000
5 gram: Rp13.700.000
10 gram: Rp27.345.000
25 gram: Rp68.237.000
50 gram: Rp136.395.000
100 gram: Rp272.712.000
250 gram: Rp681.515.000
500 gram: Rp1.362.820.000
1.000 gram: Rp2.725.600.000

Di sisi lain, emas Galeri24 mencatat kenaikan harga. Untuk ukuran 1 gram, harga jual berada di level Rp2.774.000, sedangkan harga buyback tercatat Rp2.602.000 per gram.

Daftar harga emas Galeri24:
0,5 gram: Rp1.455.000
1 gram: Rp2.774.000
2 gram: Rp5.481.000
5 gram: Rp13.602.000
10 gram: Rp27.131.000
25 gram: Rp67.463.000
50 gram: Rp134.820.000
100 gram: Rp269.506.000
250 gram: Rp672.110.000
500 gram: Rp1.344.219.000
1.000 gram: Rp2.688.437.000

Sementara rincian harga buyback Galeri24 tercatat sebagai berikut:
0,5 gram: Rp1.301.000
1 gram: Rp2.602.000
2 gram: Rp5.204.000
5 gram: Rp13.010.000
10 gram: Rp26.021.000
25 gram: Rp64.733.000
50 gram: Rp129.466.000
100 gram: Rp258.932.000
250 gram: Rp644.135.000
500 gram: Rp1.288.271.000
1.000 gram: Rp2.576.543.000

Pergerakan harga ini menjadi perhatian pelaku investasi logam mulia di tengah momentum libur panjang dan dinamika pasar global.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Polres Sukabumi Kota Bagikan 1.300 Paket Daging Kurban, Puluhan Hewan Disalurkan ke Masyarakat

0

Wartain.com – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Polres Sukabumi Kota untuk memperluas manfaat ibadah kurban kepada masyarakat. Setelah melaksanakan penyembelihan hewan kurban di halaman Polsek Warudoyong, Rabu (27/5/2026), sekitar 1.300 paket daging disiapkan untuk didistribusikan kepada warga dan keluarga besar kepolisian.

Pada kegiatan tersebut, panitia melakukan penyembelihan terhadap 4 ekor sapi dan 5 ekor domba. Proses pemotongan berlangsung sejak pagi dengan melibatkan personel Polres Sukabumi Kota, panitia kurban, serta tim kesehatan hewan dari pemerintah daerah guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.

Ketua Panitia Penyembelihan Hewan Kurban Polres Sukabumi Kota, Iptu Jujun Junaedi, mengatakan hasil kurban akan dibagikan kepada berbagai kelompok penerima, mulai dari anggota Polri, keluarga besar Polres, warga sekitar Asrama Koloni dan Polsek Warudoyong hingga masyarakat yang membutuhkan di sekitar Mapolres Sukabumi Kota.

“Hari ini kita menyembelih 4 ekor sapi dan 5 ekor domba. Hasilnya akan dibagikan kepada anggota, keluarga besar Polres Sukabumi Kota, warga sekitar, serta masyarakat kurang mampu di lingkungan sekitar Mako Polres,” ujarnya.

Panitia menargetkan sebanyak 1.300 bungkus daging dapat tersalurkan kepada penerima manfaat.

“Insyaallah target distribusi mencapai sekitar 1.300 paket dari hasil kurban sapi dan domba,” tambah Jujun.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kurban tahun ini merupakan bagian dari program kurban yang dikoordinasikan langsung oleh Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo. Seluruh hewan kurban berasal dari kontribusi personel, pejabat utama (PJU), hingga kurban pribadi Kapolres.

Secara keseluruhan terkumpul 32 ekor sapi dan 48 ekor domba yang kemudian disalurkan ke berbagai titik di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Distribusi sebelumnya telah menjangkau pondok pesantren, anak yatim piatu, organisasi kemasyarakatan Islam, masjid, majelis taklim, hingga kelompok masyarakat penyandang disabilitas.

“Untuk hewan yang belum disalurkan sebelumnya, penyembelihannya dilakukan di Mako Polsek Warudoyong,” jelasnya.

Sementara itu, dokter hewan dari Puskeswan Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Ai Nurafifah, memastikan seluruh hewan kurban yang dipotong dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan organ dalam, tidak ditemukan tanda-tanda kelainan maupun penyakit pada hewan yang disembelih.

“Secara umum hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi hewan sehat. Tidak ditemukan abnormalitas pada organ dalam sehingga daging dinyatakan layak konsumsi,” ungkap Ai.

Ia menambahkan, pemeriksaan serupa dilakukan pada setiap lokasi penyembelihan hewan kurban di wilayah Kota Sukabumi untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

“Hasil pengecekan tidak ditemukan cacing hati, kondisi paru dan limpa juga baik, sehingga seluruh organ dinyatakan aman dan layak dikonsumsi,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ratusan Santri Ponpes di Sukabumi Rayakan Idul Adha dengan Bakar Sate di Tungku Sepanjang 200 Meter

0
Oplus_131072

Wartain.com – Perayaan Hari Raya Idul Adha di Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, berlangsung dengan cara yang berbeda dan penuh kebersamaan. Ratusan santri berkumpul menikmati olahan daging kurban yang dibakar bersama di atas tungku sepanjang sekitar 200 meter, Rabu (27/5/2026).

Suasana halaman pondok dipenuhi aroma sate dan kepulan asap dari proses pembakaran. Meski sederhana, momen tersebut menjadi ruang kebersamaan bagi para santri yang memilih tetap berada di pesantren selama Idul Adha. Sehari sebelumnya, pondok juga menggelar rangkaian kegiatan bertema kurban, salah satunya festival fashion show domba.

Salah satu santri asal Bogor, Silva Elisa (16), mengatakan kegiatan bakar sate bersama selalu menjadi agenda yang paling ditunggu setiap tahun.

Menurutnya, konsep pelaksanaan tahun ini terasa lebih nyaman karena area pembakaran ditata lebih baik dan proses memasak berlangsung lebih cepat.

“Alhamdulillah karena ini setahun sekali jadi memang ditunggu. Sekarang tempat bakarnya lebih rapi dan arangnya juga lebih banyak, jadi prosesnya lebih cepat matang,” ujarnya.

Bagi Silva, kegiatan tersebut bukan hanya soal menikmati makanan, tetapi juga menjadi cara mengurangi rasa rindu kepada keluarga saat tidak bisa pulang ke kampung halaman.

“Kalau tidak ada kegiatan seperti ini mungkin kita hanya diam di kamar dan makin terasa rindunya. Jadi acara seperti ini bikin suasana jadi lebih hangat dan menyenangkan,” katanya.

Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath, KH Fajar Laksana, menjelaskan kegiatan bakar sate massal sengaja dipertahankan sebagai tradisi agar para santri tetap merasakan suasana Idul Adha yang hangat meskipun jauh dari keluarga.

Pada pelaksanaan tahun ini, sekitar 1.200 tusuk sate dari daging sapi dan domba disiapkan untuk dinikmati bersama.
Menurut Fajar, sebagian besar santri yang menetap berasal dari luar daerah, termasuk anak yatim, dhuafa, hingga mualaf dari berbagai wilayah seperti Maluku dan Pulau Buru.

“Mereka yang tidak bisa berkumpul dengan orang tua saat hari raya tetap bisa merasakan kebersamaan bersama keluarga besar pondok,” ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan makan bersama dari hasil kurban juga menjadi sarana menanamkan nilai syukur dan kepedulian sosial kepada para santri.

“Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga bagaimana kebahagiaan itu dibagikan kepada banyak orang,” tambahnya.

Pada Idul Adha 1447 Hijriah kali ini, menurut Fajar, terdapat dukungan besar dari Polres Sukabumi Kota yang ikut menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo menyebut total hewan kurban yang didistribusikan mencapai 32 ekor sapi dan 48 ekor kambing.

“Seluruh hewan kurban tersebut kami salurkan kepada masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” kata Sentot.

Ia menilai kegiatan bakar sate bersama para santri menjadi contoh positif bagaimana momentum Idul Adha dapat mempererat kebersamaan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat dan lingkungan pesantren.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Gerindra: Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah dan Sesuai Aturan

0

Wartain.com – Partai Gerindra angkat bicara mengenai polemik bantuan 1.098 sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Gerindra menegaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut sah secara hukum dan tidak melanggar aturan apa pun.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menjelaskan bahwa ribuan sapi kurban tersebut merupakan bagian dari program Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres).
Program ini memiliki dasar anggaran dan mekanisme resmi yang diatur dalam sistem keuangan negara.

“Jadi ini bukan uang pribadi Presiden yang diklaim sebagai bantuan pribadi.Ini adalah program bantuan kemasyarakatan negara yang memang dianggarkan secara resmi melalui APBN untuk membantu masyarakat di berbagai daerah. Tidak ada aturan yang dilanggar di situ,” kata Bahtra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/5/2026).

Dasar Hukum dan Administrasi Negara
Bahtra menerangkan, legalitas Banmaspres termasuk bantuan sapi kurban sangat jelas karena anggarannya bersumber dari kas negara. Ia memaparkan bahwa program ini telah diatur secara resmi di dalam Undang-Undang (UU) APBN 2026.

Dalam pelaksanaannya, program dijalankan sesuai dengan mekanisme pengelolaan keuangan negara berdasarkan UU Keuangan Negara dan UU Perbendaharaan Negara melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Menutup keterangannya, Bahtra menekankan bahwa program Banmaspres bukan merupakan kebijakan baru yang dibuat di era pemerintahan saat ini. Menurutnya, tradisi pembiayaan bantuan kemasyarakatan oleh negara ini sudah lazim dilakukan oleh para pemimpin terdahulu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Tim Akuntansi Nusa Putra University Borong Penghargaan di IBPC 2026 Malaysia

0

Wartain.com – Nama Nusa Putra University kembali harum di kancah internasional. Tim mahasiswa program studi Akuntansi berhasil membawa pulang penghargaan _Best Profitability Strategy_ pada ajang 3rd International Business Plan Competition 2026 di UM Wales Malaysia, Kuala Lumpur.

Kompetisi yang berlangsung 16–20 Mei 2026 ini diikuti delegasi dari berbagai universitas di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tiga mahasiswa NPU, Yoel Charlotte H, Abdul Azis, dan Akbar Maulana Ismail, tampil mewakili kampus dengan rencana bisnis yang dinilai unggul pada aspek strategi profitabilitas.

Penghargaan tersebut diberikan kepada tim yang menyusun strategi keuangan paling kuat dan terukur. Dewan juri internasional menilai aspek margin keuntungan, efisiensi biaya operasional, proyeksi laba jangka panjang, hingga keberlanjutan finansial model bisnis yang diajukan.

Berdasarkan penilaian, tim NPU dinilai berhasil menghadirkan strategi yang realistis dengan proyeksi keuangan solid. Model bisnis mereka menunjukkan rasio laba bersih kompetitif, efisiensi biaya yang baik, serta potensi skalabilitas usaha. Analisis break-even point dan return on investment yang disampaikan juga menjadi nilai tambah dalam penilaian kategori ini.

Sebelum dinobatkan sebagai pemenang, tim harus melewati seleksi ketat mulai dari penyaringan proposal bisnis, presentasi langsung di depan juri internasional, hingga sesi tanya jawab mendalam terkait aspek finansial dan keberlanjutan usaha. Pengumuman pemenang dilakukan pada Senin, 18 Mei 2026 saat grand final berlangsung.

Yoel Charlotte H mengaku capaian ini menjadi pengalaman berharga bagi tim.
“Ajang ini membuat kami bisa berkompetisi langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara. Penghargaan ini jadi motivasi untuk terus mengasah kemampuan di bidang bisnis, inovasi, dan strategi keuangan,” ujarnya.

Biro Kemahasiswaan NPU, Gia Yosep Gunawan, turut mengapresiasi prestasi tersebut. Menurutnya, hasil ini membuktikan mahasiswa NPU mampu bersaing di level global melalui ide dan analisis bisnis yang kuat.

“Kami berharap capaian ini bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk berani tampil di ajang internasional,” katanya.

Prestasi di IBPC 2026 sekaligus menegaskan komitmen Nusa Putra University dalam mendorong kompetensi mahasiswa, baik akademik maupun non-akademik, khususnya dalam membangun jiwa kewirausahaan berbasis global.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Camat Margahayu Serahkan 1 Ekor Sapi Qurban untuk Panitia Qurban Tingkat Kecamatan

0

Wartain.com – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kecamatan Margahayu menyerahkan bantuan hewan qurban berupa 1 ekor sapi kepada Panitia Qurban Kecamatan Margahayu, Rabu (27/05/2026).

Penyerahan hewan qurban tersebut dipimpin langsung oleh Camat Margahayu, Dr. Nur Hazanah, S.STP., M.Tr.IP., M.A.B., sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan Pemerintah Kecamatan Margahayu kepada masyarakat dalam momentum Hari Raya Idul Adha.

Hewan qurban yang diserahkan nantinya akan disembelih oleh panitia qurban dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Margahayu.

Kegiatan penyerahan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan dihadiri oleh unsur pemerintahan kecamatan, panitia qurban, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Momentum Idul Adha diharapkan dapat menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan rasa kepedulian sosial antar sesama.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Margahayu menyampaikan bahwa ibadah qurban bukan hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai wujud nyata semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat.

Panitia Qurban Kecamatan Margahayu turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Margahayu atas dukungan dan kontribusi yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan qurban tahun ini.

Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan qurban juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan keikhlasan dalam kehidupan bermasyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha

0

Wartain.com – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Ucapan tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, A.Md., SE, melalui media publikasi resmi Disnakertrans sebagai bentuk perhatian serta kebersamaan dalam menyambut hari besar keagamaan umat Islam.

Dalam pesannya, Sigit Widarmadi mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial terhadap sesama.

Menurutnya, Idul Adha bukan hanya menjadi perayaan keagamaan semata, tetapi juga pengingat pentingnya berbagi serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Semoga setiap bentuk pengorbanan yang dilakukan menjadi amal ibadah yang membawa keberkahan, menghadirkan ketenangan hati, serta mempererat kebahagiaan bersama keluarga dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Selain itu, semangat pengabdian yang terkandung dalam peringatan Idul Adha diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Disnakertrans untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi.

Disnakertrans Kabupaten Sukabumi juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terwujudnya Sukabumi Mubarakah yang maju, unggul, berbudaya, dan penuh keberkahan melalui pelayanan yang profesional dan humanis.

Melalui peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 H ini, Disnakertrans berharap semangat persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kabupaten Sukabumi semakin kuat demi menciptakan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Menjemput Ikhlas di Hari Raya: Obrolan Sore Idul Qurban, Jiwa Kepemimpinan, dan Ujian Fitnah “Pesta Babi”

0

Wartain.com – Aroma khas sate yang dibakar membawa kehangatan di sudut beranda sore itu. Suasana Idul Adha 1447 H kali ini terasa begitu mengalir.

Di tengah kepulan asap tipis dan seduhan kopi hitam, beberapa sahabat lama berkumpul. Ada Anto Kusumayuda (Aktivis 98/Ketua Umum PPJNA 98), Aam Abdul Salam (Aktivis 98/Sekjen PPJNA 98), Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih, serta Siti Ratna Maymunah, CEO Wartain.com. Obrolan mereka tidak berat, namun perlahan menyelami palung filosofi, budaya, dan spiritualitas yang mendalam.

Esensi Qurban: Totalitas Melampaui Ego

Dede Heri membuka obrolan dengan tatapan menerawang. Bagi pegiat literasi ini, Idul Qurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan secara fisik.

“Secara kultural dan spiritual, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sedang mempertontonkan puncak tertinggi dari cinta,” ujar Dede santai sembari membetulkan posisi duduknya. “Nabi Ibrahim tidak sedang menyembelih anaknya, melainkan sedang menyembelih rasa kepemilikan. Nabi Ismail pun bukan pasrah karena kalah, tapi karena berserah secara total pada Kebenaran Mutlak. Nilai spiritual inilah yang harus dibumikan dalam ruang kekinian kita”.

Aam Abdul Salam mengangguk setuju. Mantan aktivis 98 ini melihat ada benang merah yang tebal antara totalitas ketaatan spiritual tersebut dengan realitas sosial-politik hari ini.

“Ketaatan total itu kalau diterjemahkan ke dalam bahasa bernegara namanya pengabdian tanpa batas,” sahut Aam.

“Sikap berserah dan berkorban untuk kepentingan yang lebih besar itulah yang hari ini kita lihat sedang dicontohkan oleh Presiden Prabowo Subianto.”

Kepemimpinan yang Mengayomi dan Jiwa “Sekolah Rakyat”

Anto Kusumayuda, sang Ketua Umum PPJNA 98, kemudian mengambil alih ritme obrolan. Dengan gaya bicaranya yang taktis namun tetap rileks, ia mengulas bagaimana totalitas ala Ibrahimiah itu mewujud dalam kebijakan negara.

“Prabowo itu bekerja dengan cara mengayomi dan melindungi rakyatnya secara total. Coba lihat fokusnya: memastikan tidak ada anak-anak yang kelaparan, memberikan makanan bergizi, dan membangun basis ‘sekolah rakyat’ agar pendidikan bisa diakses semua kalangan,” jelas Anto sembari menyeruput kopinya.

Bagi Anto, menjaga sumber daya alam agar tetap dikelola secara mandiri demi kepentingan bangsa adalah bentuk ‘qurban’ politik yang nyata. “Beliau sedang mengorbankan kenyamanan personalnya demi memastikan kedaulatan negara tetap utuh di tangan rakyat,” tambahnya.

Siti Ratna Maymunah, selaku nakhoda media online, memandang hal ini dari kacamata kultural masyarakat. “Pemimpin yang ikhlas itu biasanya jalannya tidak pernah mulus. Semakin total ia berbagi dan berbakti, semakin besar pula angin ujian yang menerpa. Dan di era digital ini, ujian paling nyata berbentuk narasi visual dan fitnah,” ungkap Siti.

Menepis Badai Fitnah: Kasus Film “Pesta Babi”

Perbincangan mengalir makin hangat saat membahas ujian-ujian yang kerap mendiskreditkan pemerintah. Salah satu yang paling hangat adalah munculnya serangan fitnah lewat medium film bertajuk “Pesta Babi”.

Film tersebut mencoba menggiring opini seolah-olah kepemimpinan Presiden Prabowo adalah aktor di balik kerusakan yang terjadi di tanah Papua.

Anto Kusumayuda langsung meluruskan disinformasi tersebut dengan nada jernih tanpa emosi. “Ini pentingnya literasi sejarah dan kebijakan. Masyarakat harus paham, proyek strategis nasional (PSN) yang berjalan di Papua saat ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang sudah dicanangkan sejak era Presiden Jokowi. Menimpakan kesalahan itu secara sepihak kepada Prabowo jelas sebuah kekeliruan yang disengaja.”

“Dengan analisis yang lebih tajam. Menurutnya, serangan melalui film tersebut sama sekali tidak memiliki dasar faktual yang kuat,” ujar Anto.

“Targetnya jelas bukan sekadar kritik domestik. Narasi-narasi miring semacam film ‘Pesta Babi’ ini sangat rawan ditunggangi dan dimanfaatkan oleh kepentingan asing. Mereka sengaja menciptakan instabilitas di Papua agar bisa masuk dan menguasai kekayaan alam di sana. Pola-pola adu domba seperti ini sudah lagu lama dalam sejarah budaya kita,” tegas Anto.

Keikhlasan yang Menembus Batas

Sore makin larut, namun esensi obrolan justru kian mengerucut indah. Dede Heri menutup diskusi santai tersebut dengan sebuah refleksi spiritual yang menyejukkan.

“Pada akhirnya, setiap perjuangan besar selalu sepaket dengan ujian yang besar pula. Ibrahim lolos dari ujian karena ia ikhlas. Ismail selamat karena ia rida,” tutur Dede lembut.

Segala bentuk fitnah, serangan, maupun dinamika global yang menerpa kepemimpinan nasional saat ini diyakini akan mampu dilewati. Syaratnya adalah memegang teguh spirit Idul Qurban: keteguhan hati, totalitas pengabdian, serta keikhlasan untuk terus berbagi dan melindungi sesama.

Seperti halnya Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjalankan amanah dengan kepala tegak, esok hari kebenaran akan selalu menemukan jalannya sendiri untuk bersinar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prabowo Rayakan Idul Adha di KBRI Paris, Gibran Salat di Istiqlal Bersama Pejabat Negara

0
Oplus_131072

Wartain.com – Perayaan Idul Adha 1447 H tahun ini tidak mempertemukan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam satu saf salat. Keduanya menjalankan ibadah di lokasi berbeda karena kesibukan agenda kenegaraan.

Prabowo sudah berada di Paris sejak Selasa (26/5) dini hari. Ia terbang ke Prancis untuk memenuhi undangan kunjungan resmi kenegaraan yang diagendakan sejak 2025 lalu. Pesawat kepresidenan mendarat di Bandara Orly sekitar pukul 10.00 waktu setempat setelah menempuh perjalanan 16 jam.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan kunjungan ini penting untuk memperkuat kerja sama strategis Indonesia dengan Prancis, terutama di bidang ekonomi dan pertahanan.

“State visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis,” ujarnya.

Sebelum memulai agenda kenegaraan, Prabowo dijadwalkan melaksanakan Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris. Ia juga akan bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia yang berada di ibu kota Prancis.

Sementara di Jakarta, Wakil Presiden Gibran memimpin pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal. Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan sejumlah pimpinan lembaga negara juga akan hadir di masjid terbesar se-Asia Tenggara itu.

“Yang jelas Wapres dan pimpinan tinggi lembaga-lembaga negara kita tetap akan melaksanakan rangkaian ibadah Iduladha-nya di Masjid Istiqlal,” kata Nasaruddin saat mengecek kesiapan, Selasa (26/5).

Pihak Istiqlal mulai mensterilkan area masjid sejak pukul 00.00 WIB. Tidak ada aktivitas tamu atau kunjungan diperbolehkan setelah waktu tersebut. Pintu masjid baru dibuka untuk jemaah pada pukul 04.00 WIB. Nasaruddin mengimbau warga datang lebih awal mengingat potensi kemacetan saat hari raya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)