26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
Beranda blog Halaman 86

Makna Hari Kebangkitan Nasional: Bangkit dari Kesadaran, Bukan Sekadar Peringatan

0

Oleh : Hilman Nulhakim/Kepala Desa Pawenang/Ketum Rajapati

Wartain.com – Setiap 20 Mei, Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Tanggal itu dipilih untuk mengenang berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908, organisasi modern pertama yang menyuarakan persatuan bangsa di luar batas kesukuan dan kedaerahan.

Makna paling dasar dari kebangkitan nasional adalah lahirnya kesadaran kolektif. Sebelum 1908, perlawanan terhadap kolonialisme bersifat lokal dan sporadis. Budi Utomo mengubah itu menjadi gerakan yang punya visi kebangsaan.

Kebangkitan bukan dimulai dari senjata, tapi dari gagasan. Para pendiri Budi Utomo adalah pelajar dan intelektual Jawa yang menyadari bahwa kemajuan hanya bisa dicapai jika bangsa ini bersatu dalam pendidikan dan organisasi.

Makna itu masih relevan hari ini. Kebangkitan tidak selalu berarti perang fisik. Di era modern, kebangkitan berarti keberanian berpikir kritis, berinovasi, dan keluar dari zona nyaman komunal menuju kepentingan nasional.

Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan kita bahwa persatuan tidak datang dengan sendirinya. Ia dibangun melalui kesadaran bahwa perbedaan suku, agama, dan daerah tidak boleh menjadi penghalang untuk bergerak bersama.

Pada 1908, tantangan utamanya adalah buta huruf dan dominasi kolonial. Hari ini tantangannya bergeser: disrupsi teknologi, banjir informasi, krisis iklim, dan persaingan ekonomi global. Tapi logikanya sama—bangsa yang tidak bangkit akan tertinggal.

Kebangkitan nasional juga berarti kebangkitan karakter. Budi Utomo menanamkan nilai gotong royong, disiplin, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai itu menjadi fondasi yang lebih penting dari sekadar infrastruktur fisik.

Bagi generasi muda, peringatan ini adalah ajakan untuk tidak menjadi penonton. Kebangkitan bangsa hari ini bergantung pada seberapa besar anak muda mau terlibat dalam riset, wirausaha, politik yang sehat, dan penguatan budaya.

Makna kebangkitan juga terletak pada kemandirian. Bangsa yang bangkit adalah bangsa yang tidak mudah bergantung pada pihak luar untuk menentukan arah ekonominya. Hilirisasi, industrialisasi, dan penguatan SDM adalah bentuk nyata kebangkitan itu.

Namun kebangkitan tidak bisa dipaksakan dari atas. Ia harus tumbuh dari bawah, dari sekolah, kampus, desa, dan komunitas. Negara bertugas membuka ruang, masyarakat yang mengisinya dengan kerja nyata.

Hari Kebangkitan Nasional juga menjadi cermin untuk mengevaluasi. Sudah sejauh mana kita benar-benar bersatu? Apakah perpecahan identitas masih lebih kuat dari identitas kebangsaan? Pertanyaan itu harus dijawab dengan jujur.

Kebangkitan bukan nostalgia. Mengenang 1908 bukan untuk hidup di masa lalu, tapi untuk mengambil semangatnya: berani bermimpi besar, berani berorganisasi, dan berani menghadapi risiko demi masa depan bangsa.

Dalam konteks global, kebangkitan nasional adalah soal daya saing. Bangsa yang bangkit adalah bangsa yang bisa bersaing dalam teknologi, ekonomi kreatif, dan diplomasi. Tanpa itu, kedaulatan hanya menjadi jargon.

Makna terdalamnya adalah tanggung jawab. Setiap generasi mendapat tugas kebangkitannya sendiri. Generasi 1908 melawan kebodohan dan penjajahan. Generasi hari ini dituntut melawan korupsi, apatisme, dan ketergantungan.

Hari Kebangkitan Nasional bukan libur untuk berhenti, tapi pengingat untuk bergerak. Bangkit berarti tidak puas dengan keadaan. Bangkit berarti memilih untuk membangun, bukan merusak. Dan bangkit berarti percaya bahwa Indonesia masih bisa menjadi lebih baik, asal kita mau bekerja bersama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Terlihat Kaya di Media Sosial, Namun Realitas Finansial Banyak yang Rapuh

0

Oleh : Dede Heri/Sekjen Rumah Literasi Merah Putih

Wartain.com — Fenomena gaya hidup digital semakin marak di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Media sosial kini tidak hanya menjadi tempat berbagi aktivitas, tetapi juga ajang membangun citra diri. Tidak sedikit orang berlomba-lomba tampil mewah demi mendapat pengakuan sosial, meski kondisi keuangan sebenarnya jauh dari kata stabil.

Dalam kehidupan digital saat ini, ukuran kesuksesan kerap dinilai dari tampilan luar. Mulai dari pakaian bermerek, nongkrong di tempat elit, gawai terbaru, hingga liburan yang dipamerkan di media sosial dianggap sebagai simbol keberhasilan. Padahal, di balik unggahan tersebut, sebagian orang justru sedang menghadapi tekanan ekonomi dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

Fenomena ini menjadi perhatian karena gaya hidup konsumtif perlahan mendorong masyarakat, terutama Gen Z, lebih mengutamakan gengsi dibanding kebutuhan pokok. Keinginan untuk terlihat “mapan” membuat sebagian orang rela memaksakan keadaan finansial demi mengikuti tren digital.

Pengamat sosial menilai, media sosial menciptakan tekanan psikologis yang besar. Banyak anak muda merasa harus tampil sempurna agar dianggap berhasil oleh lingkungan sekitarnya. Akibatnya, muncul perilaku konsumtif yang tidak seimbang dengan kemampuan ekonomi.

Kemudahan akses belanja digital, layanan pembayaran instan, hingga budaya flexing di internet semakin memperkuat pola hidup konsumtif tersebut. Tidak sedikit masyarakat akhirnya mengorbankan kestabilan keuangan hanya demi mempertahankan citra di media sosial.

Ironisnya, kehidupan yang terlihat mewah di internet sering kali tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Sebagian orang rela menutupi kesulitan ekonomi demi menjaga penampilan di ruang digital. Fenomena “terlihat kaya di media sosial namun rapuh secara finansial” kini menjadi realitas yang semakin sering ditemukan di masyarakat modern.

Pakar literasi keuangan mengingatkan pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kemampuan mengelola keuangan dinilai menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak dalam budaya konsumtif yang hanya mengejar pengakuan sosial semata.

Selain itu, masyarakat juga diimbau lebih bijak menggunakan media sosial. Kehidupan sederhana namun stabil secara ekonomi dinilai jauh lebih penting dibanding pencitraan yang dipaksakan.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, literasi keuangan dan kesadaran hidup realistis menjadi tantangan besar bagi generasi masa kini. Tanpa pengendalian diri, budaya “ingin terlihat kaya” dikhawatirkan akan terus memengaruhi pola pikir dan kehidupan sosial masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Dasco dan Rosan ke BEI, Aktivis: Sinyal Kuat Negara Jaga Ekonomi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mendapat apresiasi aktivis nasional. Kehadiran keduanya dinilai bukan sekadar simbol politik, melainkan bentuk konsolidasi elite negara untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.

Ketua PPJNA 98, Anto Kusumayuda, mengatakan langkah itu menunjukkan keseriusan pemerintah dan pimpinan parlemen membaca situasi ekonomi yang berat. Tekanan nilai tukar rupiah, dinamika geopolitik, dan ketidakpastian pasar internasional disebut menjadi latar belakangnya.

“Dasco menunjukkan pemimpin politik tidak boleh hanya bicara kekuasaan. Ketika ekonomi tertekan, beliau hadir langsung bersama Pak Rosan ke BEI. Ini pesan kuat bahwa negara tidak tinggal diam menjaga kepercayaan pasar,” ujar Anto, Selasa (19/5/2026).

Menurut Anto, pasar tidak hanya membaca angka, tapi juga membaca gesture politik dan soliditas elite. Kehadiran Dasco yang mewakili kekuatan politik dan Rosan yang mewakili kekuatan ekonomi dinilai memberi sinyal bahwa negara satu suara.

“Kalau politik dan ekonomi solid, Indonesia punya peluang besar menghadapi tekanan global,” katanya.

Anto juga mengingatkan agar langkah ini tidak berhenti pada simbol. Ia mendorong pemerintah segera menindaklanjuti dengan kebijakan konkret untuk memperkuat hilirisasi, menjaga cadangan devisa, dan meredam kepanikan publik.

“Ketika pemimpin hadir langsung di pusat ekonomi seperti BEI, itu memberi keyakinan bahwa negara hadir menjaga keadaan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hari Kebangkitan Nasional: Uji Nyali Generasi Muda di Tengah Tantangan Zaman

0
Oplus_131072

Oleh : Dadang Sahroni/ Warek I UMN Sukabumi, Presidium MD KAHMI Sukabumi

Wartain.com – Bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 pada Selasa, 20 Mei 2026. Momen ini menjadi pengingat semangat persatuan yang pertama kali digelorakan oleh berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908.

Hari Kebangkitan Nasional ditetapkan pemerintah sebagai hari bersejarah untuk mengenang awal pergerakan nasional yang melampaui batas suku, agama, dan daerah. Budi Utomo menjadi organisasi modern pertama yang menyuarakan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Tema dan Makna 2026

Setiap tahun, pemerintah menetapkan tema peringatan untuk mengarahkan semangat kebangkitan sesuai tantangan zaman. Tema tahun ini fokus pada penguatan persatuan, inovasi teknologi, dan peran generasi muda dalam membangun Indonesia.

Peringatan bukan sekadar upacara seremonial. Maknanya adalah mendorong seluruh elemen bangsa untuk bangkit menghadapi tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga ketahanan ekonomi.

Upacara di Berbagai Daerah

Upacara bendera digelar serentak di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan kota. Instansi pemerintah, sekolah, dan organisasi masyarakat turut mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang jika jatuh pada hari libur, atau penuh jika hari kerja.

Di Jawa Barat, sejumlah daerah seperti Bandung, Bogor, dan Sukabumi menggelar upacara dengan peserta dari pelajar, ASN, TNI, dan Polri. Pembacaan teks Kebangkitan Nasional dan pidato seragam dari Menteri Komunikasi dan Digital menjadi agenda utama.

Refleksi untuk Generasi Muda

Ketua MPR RI dalam pesannya menekankan bahwa semangat kebangkitan harus diwarisi generasi muda lewat karya nyata. “Bangkit bukan hanya soal masa lalu. Hari ini, kebangkitan berarti berani berinovasi, menjaga persatuan, dan berkontribusi untuk Indonesia maju,” ujarnya.

Hari Kebangkitan Nasional berbeda dengan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Jika 17 Agustus merayakan proklamasi, 20 Mei merayakan bangkitnya kesadaran kolektif bangsa untuk merdeka.

Pemerintah mengajak masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih dan mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar di daerah masing-masing.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hujan Diprediksi Guyur Sukabumi Sore Hari Rabu 20 Mei 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi diminta waspada terhadap potensi hujan yang diprediksi turun pada siang hingga sore hari, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG dan Weather Channel, pagi hari di Sukabumi akan diawali dengan kondisi cerah berawan. Suhu berkisar 25-28°C dengan kemungkinan hujan di bawah 15% hingga pukul 11.00 WIB.

Memasuki siang hari, awan mulai menebal. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan turun mulai pukul 12.00 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 13.00-14.00 WIB. Peluang hujan pada jam tersebut mencapai 65-68%.

“Suhu akan turun ke 26-27°C saat hujan. Kondisi ini dipengaruhi kelembapan udara yang tinggi, mencapai 90%,” tulis laporan cuaca untuk wilayah Sukabumi.

Memasuki malam hari, hujan berangsur reda dan berganti menjadi berawan tebal. Suhu diprakirakan berada di angka 23-24°C.

Sepanjang hari, suhu di Kabupaten Sukabumi diprediksi bergerak antara 22°C hingga 29°C. Angin bertiup ringan dari arah barat laut dengan kecepatan 3-9 km/jam. Matahari terbit pada pukul 05:55 WIB dan terbenam pada 17:42 WIB.

BMKG juga mencatat kondisi umum wilayah Sukabumi pada 20 Mei berada dalam kategori berawan dengan kelembapan 74-99%.

Masyarakat diimbau menyiapkan perlengkapan hujan jika beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga sore hari, terutama bagi warga yang bekerja di lapangan dan pelajar pulang sekolah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Momentum Hari Kebangkitan Nasional, Presiden Prabowo Bakal Sampaikan Langsung KEM-PPKF di DPR Besok

0

Wartain.com – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri rapat paripurna DPR RI pada Rabu (20/5/2026) besok. Kehadiran Kepala Negara ini mencatatkan momen langka, lantaran ia akan menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027—agenda yang pada tahun-tahun sebelumnya biasa diwakili oleh Menteri Keuangan.

Pihak Istana mengungkapkan bahwa keputusan Presiden Prabowo untuk hadir langsung sengaja diselaraskan dengan momen historis bangsa. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa agenda tersebut bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei.

“Kebetulan tanggal 20 hari kebangkitan nasional,” kata Prasetyo, Selasa (19/5/2026).

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo ingin memanfaatkan peringatan tersebut sebagai momentum krusial untuk memperkuat persatuan dan visi bersama demi stabilitas finansial negara.

“Jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagu kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa terutama didalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita,” jelasnya.

Rencana kehadiran orang nomor satu di Indonesia dalam agenda ini dibenarkan oleh pimpinan parlemen. Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengonfirmasi bahwa Presiden sendiri yang akan memaparkan arah kebijakan fiskal tahun depan di hadapan anggota dewan.

“Ya, rencananya seperti itu ya. Jadi, untuk penyampaian kerangka ekonomi makro, terus juga pokok-pokok kebijakan fiskal yang akan disampaikan langsung oleh Presiden,” kata Saan saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Kehadiran kepala negara dalam agenda tersebut menjadi sorotan karena penyampaian KEM-PPKF pada tahun-tahun sebelumnya umumnya diwakili oleh Menteri Keuangan. Saat ditanya apakah ini menjadi pertama kalinya Presiden menyampaikan langsung KEM-PPKF di hadapan DPR, Saan pun tak menampik.

Agenda rapat paripurna besok diprediksi akan menjadi landasan penting bagi arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo dalam merancang anggaran pendapatan dan belanja negara untuk tahun 2027 mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Ratusan Ruang Kelas di Kabupaten Sukabumi Rusak, Disdik Lakukan Pemetaan Prioritas Perbaikan

0

Wartain.com – Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Sukabumi masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Sejumlah ruang kelas pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tercatat mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

Melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, pemerintah saat ini tengah melakukan pendataan dan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan segera.

Langkah tersebut dilakukan sebagai dasar dalam menentukan prioritas rehabilitasi maupun pembangunan kembali ruang kelas yang sudah tidak layak digunakan. Berdasarkan data terbaru, jumlah ruang kelas SMP yang mengalami kerusakan mencapai ribuan ruangan.

Sebanyak 913 ruang kelas tercatat dalam kondisi rusak ringan, 933 ruang mengalami rusak sedang, dan 162 ruang lainnya masuk kategori rusak berat. Sementara itu, ruang kelas yang masih dinilai layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar berjumlah 1.228 ruangan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap kondisi sarana pendidikan di berbagai wilayah.

Menurutnya, hasil pendataan tersebut menjadi acuan penting dalam menentukan langkah penanganan yang akan diprioritaskan, terutama bagi sekolah yang kondisinya dinilai paling mendesak.

“Pendataan sudah dilakukan untuk mengetahui sekolah mana saja yang harus segera mendapatkan penanganan. Hasil pemetaan ini nantinya menjadi dasar dalam menentukan prioritas bantuan perbaikan,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Ia menegaskan, keberadaan ruang kelas yang aman dan nyaman sangat berpengaruh terhadap kualitas proses belajar mengajar.

Selain menunjang kenyamanan siswa dan guru, kondisi bangunan sekolah yang baik juga penting untuk menjamin keselamatan seluruh warga sekolah.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi pun terus mendorong percepatan rehabilitasi infrastruktur pendidikan agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal.

Perbaikan fasilitas sekolah diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan representatif bagi peserta didik di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pendaftaran Sekolah Maung Dibuka 25 Mei: Ini 5 Syarat yang Harus Siap dari Sekarang

0

Wartain.com – Portal SPMB Jawa Barat untuk jalur Sekolah Maung akan dibuka lebih awal, mulai 25 Mei 2026. Jalur ini berjalan sebelum pendaftaran SPMB reguler yang baru dimulai 29 Mei.

Berbeda dengan jalur biasa, masuk Sekolah Maung tidak cukup mengandalkan nilai bagus. Ada dokumen khusus, tes tertentu, dan sertifikat yang perlu dilegalisasi sebelum bisa diunggah ke portal.

Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul sebenarnya bukan sekolah baru. Jalur ini dijalankan di 41 SMA/SMK negeri terpilih yang disiapkan untuk menampung siswa berprestasi dari seluruh Jawa Barat. Tidak ada pembagian zonasi, kuota per kelas hanya 32 siswa, dan seleksinya murni berbasis prestasi akademik, non-akademik, serta potensi kecerdasan.

Karena jadwalnya lebih awal dan persaingannya ketat, persiapan harus dimulai sekarang. Berikut 5 syarat utama yang wajib disiapkan:

1. Dokumen Administrasi Dasar

Ini syarat wajib untuk semua jalur. Tanpa dokumen ini, proses pendaftaran tidak bisa lanjut.
Checklist:
– Ijazah SMP/MTs atau Surat Keterangan Lulus
– Akta Kelahiran atau KIA
– KTP orang tua/wali dan Kartu Keluarga yang datanya sesuai
– Akun digital SPMB dari operator Dapodik sekolah asal, dibagikan 18–22 Mei 2026
– Pakta Integritas orang tua yang diunduh dari portal http://disdik.jabarprov.go.id

Catatan: Akun digital SPMB hanya bisa didapat di periode 18–22 Mei. Lewat dari itu, jalur pendaftaran tidak bisa diakses.

2. Rapor Semester 1–5 dengan Rata-rata Minimal 80

Syarat ini berlaku untuk Jalur Kompetensi Akademik yang mengisi 70% kuota. Penilaian diambil dari 50% nilai rapor semester 1–5 dan 20% prestasi akademik seperti olimpiade.
Pastikan scan rapor asli, ditandatangani dan distempel, tanpa nilai kosong. Minta rekap nilai resmi ke wali kelas sekarang karena prosesnya bisa memakan waktu 2–3 hari.

3. Sertifikat Prestasi yang Dilegalisasi

Untuk Jalur Kompetensi Non-Akademik dengan kuota 20%, siswa bisa mendaftar lewat prestasi olahraga, seni, inovasi, atau kepemimpinan.
Sertifikat maksimal 3 tahun terakhir harus dilegalisasi lembaga penerbit. Bobot tertinggi ada pada prestasi tingkat nasional dan internasional. Sertifikat tingkat sekolah tidak diperhitungkan.

4. Hasil Tes IQ Minimal 130 untuk Jalur CIBI

Jalur Potensi Akademik atau CIBI hanya menyediakan 10% kuota. Syaratnya adalah hasil tes IQ minimal 130 skala Wechsler dari psikolog atau lembaga resmi.

Proses tes tidak bisa mendadak. Pendaftaran hingga sertifikat terbit bisa memakan waktu 1–2 minggu. Segera hubungi Himpsi cabang terdekat atau klinik psikologi terakreditasi agar tidak kehabisan waktu sebelum 25 Mei.

5. Nilai Rapor 80 Tetap Berlaku di Semua Jalur

Meski mendaftar lewat jalur non-akademik atau CIBI, nilai rapor tetap dihitung. Disdik Jabar memastikan tidak ada jalur yang mengabaikan fondasi akademik.

Siswa disarankan tidak memiliki nilai inti di bawah 75, rekam absensi bersih, dan melampirkan surat keterangan berkelakuan baik.

Jadwal Penting

– 18–22 Mei 2026: Pengambilan akun digital SPMB dari sekolah asal
– 25–29 Mei 2026: Pendaftaran Sekolah Maung di http://spmb.jabarprov.go.id

Orang tua disarankan mulai mengumpulkan dokumen, melegalisasi sertifikat, dan menjadwalkan tes IQ minggu ini. Setelah login ke portal, pastikan semua centang hijau di menu persyaratan sudah terpenuhi sebelum memilih peminatan Sekolah Maung dan mengunggah berkas.

Diduga Gagal Menyalip, Motor dan Elf di Sukabumi Terlibat Kecelakaan 

0

Wartain.com – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Honda PCX dan mobil angkutan umum jenis Elf terjadi di ruas Jalan Raya Sukabumi–Sagaranten, tepatnya di Kampung Cisarua RT 23/09, Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Selasa (19/5/2026). Akibat insiden tersebut, seorang pengendara motor mengalami luka serius dan harus dirujuk ke rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi pada sore hari. Polisi mencatat peristiwa berlangsung sekitar pukul 14.50 WIB di jalur yang dikenal cukup rawan kecelakaan.

Kapolsek Purabaya, Iptu Ruskan Hermawan, menjelaskan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda PCX bernomor polisi F 4250 UBU melaju dari arah Kota Sukabumi menuju Sagaranten.

Pengendara motor diketahui bernama Samhudin (49), warga Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Saat berada di lokasi kejadian, korban diduga berupaya mendahului kendaraan yang berada di depannya dengan mengambil lajur kanan.

Namun saat proses menyalip berlangsung, dari arah berlawanan datang mobil Colt Diesel Elf bernomor polisi F 7507 QA yang dikemudikan Ade Suhendra (62). Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.

“Pengendara motor, saudara Samhudin, menyalip sepeda motor di depannya dengan cara masuk ke jalur kanan. Namun, sebelum sempat kembali ke jalur kiri, tiba-tiba datang kendaraan Elf dari arah berlawanan,” ujar Iptu Ruskan.

Benturan keras menyebabkan pengendara motor terpental dan mengalami luka berat. Warga yang berada di sekitar lokasi bersama petugas kepolisian langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban.

Salah seorang saksi, Deni (33), mengatakan korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya cukup serius.

“Korban langsung ditolong warga sama polisi. Lukanya paling parah di bagian kepala, terus tangan dan kaki juga sobek-sobek,” kata Deni.

Ia menambahkan, korban awalnya mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Purabaya sebelum dipindahkan ke rumah sakit.

“Awalnya dibawa dulu ke Puskesmas Purabaya, terus dirujuk ke rumah sakit Syamsudin,” lanjutnya.

Kapolsek menyebut korban mengalami sejumlah luka serius akibat benturan tersebut.

“Korban mengalami pendarahan hebat dari area mulut dan telinga, luka robek di bagian bibir sepanjang 2 sentimeter, serta luka lecet di telapak tangan kanan. Korban langsung dievakuasi dan kini dirujuk ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kendaraan Elf mengalami kerusakan pada bagian bemper serta lampu depan sebelah kanan. Sementara sepeda motor Honda PCX mengalami kerusakan berat di bagian depan.

Usai menerima laporan warga, petugas Polsek Purabaya langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan, olah TKP, serta meminta keterangan sejumlah saksi. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Salurkan Bantuan Sosial dan Modal Usaha Lewat Program 12 PAS

0

Wartain.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melaksanakan kegiatan Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah (12 PAS) sekaligus meninjau sapi kurban bantuan Presiden RI di wilayah Kelurahan Lembursitu dan Kelurahan Situmekar, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Putaran Kedua Episode 8 dan 9 yang difokuskan pada penyaluran bantuan kepada masyarakat yang dinilai membutuhkan serta penguatan sektor usaha mikro melalui dukungan permodalan.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Sukabumi menyalurkan bantuan kepada 12 penerima manfaat yang terdiri atas 10 kepala keluarga penerima program berbagi berkah dan dua pelaku UMKM penerima bantuan usaha.

Ayep Zaki menjelaskan, setiap penerima memperoleh bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta, tambahan dukungan dari PNM, serta paket kebutuhan pokok dengan nilai sekitar Rp500 ribu.

“Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp1 juta ditambah bantuan dari PNM, serta paket sembako senilai kurang lebih Rp500 ribu untuk masing-masing penerima manfaat,” ujar Ayep Zaki.

Tidak hanya bantuan sosial, pemerintah juga memberikan dukungan berupa peralatan usaha kepada pelaku UMKM sesuai kebutuhan masing-masing, sebagai upaya mendorong keberlangsungan dan pengembangan usaha masyarakat.

Menurut Ayep, seluruh penerima bantuan ditetapkan melalui proses asesmen yang dilakukan langsung oleh pekerja sosial di bawah koordinasi Dinas Sosial Kota Sukabumi.

“Proses verifikasi tersebut dilakukan agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Pemerintah Kota Sukabumi turut memberikan apresiasi kepada para pekerja sosial yang terlibat dalam proses pendataan dan penilaian penerima manfaat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan penyaluran bantuan berlangsung secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui program ini, Pemkot Sukabumi berharap bantuan yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi dorongan bagi peningkatan ekonomi keluarga dan pelaku usaha kecil di daerah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik