26.7 C
Jakarta
Kamis, Juli 2, 2026
Beranda blog Halaman 97

Persik Kediri Tak Berdaya di Rumah Sendiri, Persija Jakarta Pulang Bawa Poin Penuh

0

Wartain.com – Persija Jakarta sukses mencuri tiga poin penuh setelah menumbangkan tuan rumah Persik Kediri dengan skor meyakinkan 3-1 dalam lanjutan laga BRI Liga 1 yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri. Sempat tertinggal lebih dulu di awal babak pertama, skuad Macan Kemayoran berhasil bangkit berkat efektivitas penyelesaian akhir dan dominasi skema bola-bola udara yang gagal diantisipasi oleh lini pertahanan Macan Putih. Sabtu, 16 Mei 2026.

Pertandingan langsung berjalan sengit sejak menit awal, di mana Persik Kediri berhasil memecah kebuntuan terlebih dahulu pada menit ke-23. Berawal dari skema serangan terukur, Jose Enrique sukses menggetarkan jala gawang Persija Jakarta lewat sebuah sundulan tajam yang memanfaatkan umpan silang matang. Gol ini sempat membakar semangat ribuan suporter tuan rumah yang memadati stadion.

Namun, keunggulan Persik Kediri tidak bertahan lama. Hanya berselang dua menit, tepatnya pada menit ke-25, Persija Jakarta langsung membalas dengan skema yang identik. Memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah, Hannan berhasil menyambut umpan lambung dengan sundulan kepala yang akurat, mengubah papan skor menjadi imbang 1-1 sekaligus mengembalikan rasa percaya diri tim tamu hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan semakin dikuasai oleh Persija Jakarta secara taktis. Macan Kemayoran kembali menghukum lini belakang Persik Kediri pada menit ke-63 melalui skema andalan mereka malam itu. Gustavo berhasil mencetak gol kedua Persija, lagi-lagi lewat sundulan kepala yang terarah setelah memanfaatkan umpan silang akurat, membalikkan kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tamu.

Tidak butuh waktu lama bagi Persija untuk mengunci kemenangan mereka. Hanya dua menit berselang, tepatnya pada menit ke-65, Gustavo kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus mencetak brace. Berbeda dari skema sebelumnya, gol penutup ini lahir melalui sebuah eksekusi tendangan keras dari dalam kotak penalti yang menghujam deras tanpa mampu dibendung oleh penjaga gawang Persik Kediri.

Berdasarkan statistik akhir pertandingan, Persija Jakarta memang tampil sedikit lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 51% dan akurasi operan sebesar 87% dari total 472 operan. Meskipun kedua tim sama-sama melepaskan 9 tembakan, efisiensi Persija yang mencatatkan 38 sentuhan di kotak penalti lawan menjadi pembeda utama. Hingga peluit panjang ditiup, skor 1-3 tetap bertahan untuk kemenangan dramatis Persija Jakarta.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah, PPJNA 98 Sebut Bentuk Nyata Keberpihakan pada Buruh

0
Oplus_131072

Wartain.com – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu 16 Mei 2026. Momentum ini dinilai menjadi penanda penghormatan negara terhadap sejarah panjang perjuangan buruh Indonesia.

Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda menyebut langkah tersebut lebih dari sekadar agenda seremonial. Menurutnya, peresmian ini memperlihatkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap kelompok pekerja yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

“Peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo memiliki perhatian besar terhadap perjuangan kaum buruh. Ini bukan hanya membangun bangunan fisik, tetapi membangun memori kolektif bangsa tentang perjuangan keadilan sosial,” kata Anto.

Anto menilai Marsinah adalah simbol keberanian rakyat kecil dalam memperjuangkan hak pekerja di masa Orde Baru. Karena itu, kehadiran museum memiliki nilai historis sekaligus politik yang mendalam bagi gerakan buruh.

Ia menambahkan, langkah Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara tidak boleh melupakan sejarah rakyat kecil. Selama puluhan tahun, kaum buruh kerap berada pada posisi paling rentan dalam struktur ekonomi nasional.

“Presiden Prabowo ingin menunjukkan bahwa perjuangan buruh adalah bagian dari sejarah besar bangsa Indonesia. Marsinah bukan hanya milik buruh, tetapi simbol keberanian rakyat dalam memperjuangkan keadilan,” ujarnya.

Museum dibangun dekat rumah masa kecil Marsinah di Desa Nglundo. Di dalamnya tersimpan barang pribadi Marsinah, dokumentasi perjuangan buruh era 1990-an, hingga arsip pemberitaan kasus kematiannya yang masih menjadi luka sejarah nasional.

Pemerintah juga membangun rumah singgah di lokasi yang sama. Fasilitas ini diperuntukkan bagi peziarah, aktivis buruh, dan masyarakat umum yang datang dari luar daerah, dengan fasilitas menginap gratis maksimal satu malam.

Anto menyebut rumah singgah memiliki makna sosial yang kuat. Tempat itu menggambarkan semangat gotong royong dan solidaritas antarpekerja tanpa dibatasi persoalan ekonomi.

“Rumah singgah ini menggambarkan semangat kemanusiaan. Buruh dari berbagai daerah bisa datang, belajar sejarah, berdiskusi, dan membangun solidaritas,” katanya.

Peresmian diperkirakan dihadiri ribuan buruh dari Surabaya, Mojokerto, Jombang, hingga Nganjuk. Kehadiran mereka menunjukkan nama Marsinah masih hidup dalam ingatan kolektif gerakan pekerja Indonesia.

PPJNA 98 menilai langkah ini selaras dengan kebijakan pemerintah lain yang berpihak pada pekerja, seperti Satgas Mitigasi PHK dan regulasi perlindungan pekerja transportasi online serta perikanan. Anto berharap museum menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar memahami sejarah ketenagakerjaan Indonesia.

Sebelumnya, Prabowo juga telah menegaskan komitmennya pada Hari Buruh Internasional di Monas. Marsinah sendiri dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025 sebagai pengakuan negara terhadap perjuangan buruh dan hak asasi manusia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Nuruddin Zain Syamsi Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Sukabumi, Dewan Penasehat Aam Abdul Salam Yakin Bawa Perubahan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Nuruddin Zain Syamsi alias Bah Anom, resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sukabumi periode 2026-2029 dalam Konferensi VI yang digelar di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Sabtu 16 Mei 2026.

Pemilihan berlangsung secara aklamasi setelah seluruh peserta menyepakati Bah Anom untuk kembali memimpin organisasi. Ia sebelumnya menjabat sebagai Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi.

Dewan Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi, Aam Abdul Salam S.Ag, menyambut baik hasil konferensi. Mereka menilai pengalaman dan konsistensi Bah Anom dalam menjaga soliditas organisasi menjadi modal penting untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.

“Kami yakin di bawah kepemimpinan beliau, PWI Kabupaten Sukabumi akan lebih solid dan mampu menjawab tantangan pers di era disrupsi informasi,” ujar Aam pasca pemilihan.

Aam menegaskan, Bah Anom akan berkomitmen untuk memperkuat profesionalisme wartawan dan menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi. Ia menyebut penguatan internal dan kebersamaan anggota menjadi kunci agar organisasi tetap relevan.

“Kondisi pers saat ini tidak mudah. Karena itu PWI harus kuat, kompak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” tegas Aam.

Aam, berharap kepemimpinan baru mampu membawa PWI Kabupaten Sukabumi lebih progresif dalam mengawal informasi publik yang akurat dan berimbang.

“Kami berharap ketua baru akan membawa dampak yang baru pula, baik untuk kepentingan anggota maupun organisasi. Kedepan PWI Kabupaten Sukabumi, harus lebih progresif dalam memberikan informasi publik,” pungkas Aam.

Konferensi VI ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga independensi dan profesionalisme pers di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemkab Sukabumi Gerak Cepat Tangani Pohon Tumbang di Jalur Nasional Palabuhanratu–Banten

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menangani peristiwa pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan nasional penghubung Palabuhanratu menuju wilayah Banten di Kecamatan Cikakak, Jumat (15/5/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut sejak sore hari. Sebuah pohon ketapang berukuran besar roboh dan melintang di badan jalan kawasan Jaipong, sehingga menghambat arus lalu lintas dari kedua arah.

Selain menutup jalur utama kendaraan, pohon tumbang juga menyebabkan tiang listrik di sekitar lokasi ikut roboh. Kondisi tersebut membuat proses penanganan dilakukan secara hati-hati demi memastikan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pemadam Kebakaran langsung menerjunkan personel begitu menerima laporan dari warga. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama BPBD, Tagana, aparat kepolisian, serta berkoordinasi dengan pihak PLN.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan respons cepat dilakukan untuk mempercepat pembukaan akses jalan nasional yang sempat terputus akibat material pohon.

“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan memastikan akses jalan dapat segera kembali normal,” ujarnya.

Menurut Erwin, proses evakuasi membutuhkan waktu karena ukuran batang pohon yang cukup besar. Petugas menggunakan sejumlah alat pemotong dan peralatan penyelamatan guna membersihkan material pohon dari badan jalan.

Di sisi lain, keberadaan tiang listrik yang roboh menjadi perhatian khusus dalam proses penanganan. Untuk mengantisipasi risiko bahaya listrik, petugas berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan pengamanan jaringan selama proses evakuasi berlangsung.

Penanganan di lokasi melibatkan dua regu Damkar dengan dukungan personel gabungan lintas instansi. Berkat kerja sama seluruh unsur, material pohon berhasil disingkirkan dan jalur nasional kembali dapat dilalui kendaraan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama di wilayah rawan pohon tumbang dan longsor.

“Alhamdulillah proses penanganan berjalan lancar dan akses lalu lintas kini sudah kembali normal,” pungkas Erwin.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Desa Sukajaya Resmi Desa Wisata Tikukur, Bupati Asjap: Kami Dorong Pariwisata Berbasis Masyarakat

0

Bisnisnews.net – Bupati Sukabumi H. Asep Japar meresmikan Desa Sukajaya , Kecamatan Sukabumi sebagai Desa Wisata Tikukur. Peresmian dilaksanakan dalam momen Festival Seni Budaya Tikukur 2026 di Bale Tkukur, Desa Sukajaya, Sabtu, 16 Mei 2026.

Desa Wisata Tikukur sendiri, merupakan satu dari 31 Desa/Kampung Wisata yang telah dikukuhkan Bupati Sukabumi H. Asep Japar, belum lama ini. Desa tersebut menonjolkan berbagai potensi wilayahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi yang luar biasa. Baik dari sisi alam, budaya, maupun UMKM. Kehadiran desa wisata menjadi salah satu upaya mendorong potensi tersebut dari mulai tingkat desa.

“Kami memiliki potensi yang luar biasa. Dengan adanya desa wisata yang dibantu Komite Ekonomi Kreatif, kami yakin potensi desa dapat terdongkrak,” ujarnya.

Oleh karena itu, bupati mendorong seluruh desa di Kabupaten Sukabumi dapat menggali dan menonjolkan potensi wilayahnya. Hal itu sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian desa ke depannya.

“Kami pun dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Ini merupakan upaya untuk membangun pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ucapnya.

Bahkan ke depannya, desa wisata ini bukan hanya menghadirkan destinasi dan atraksi wisata, namun membuka berbagai peluang bagi masyarakat.

“Kehadiran desa wisata ini, bisa membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, mengembangkan UMKM, melestarikan budaya lokal, serta ekonomi kreatif masyarakat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, bupati mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi, bersinergi, serta menjaga kelestarian potensi lokal Berbasis sektor pariwisata dan budaya.

“Di samping itu juga, kita harus terus meningkatkan kualitas SDM, membangun pelayanan wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi wisatawan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya Deden Gunaefi mengatakan, letak geografis desa yang beririsan dengan Kota Sukabumi menjadi nilai lebih. Terutama dalam mengembangkan potensi desanya yang didominasi hasil pertanian, peternakan dan UMKM.

“Warga kota yang ingin menikmati suasana alam,banyak yang berkunjung ke tempat kami. Kami manfaatkan untuk menunjukan potensi yang ada. Alhamdulillah setiap libur, tempat kami selalu ramai dikunjungi,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Konferensi VI PWI Sukabumi Sepakati Kepengurusan Baru, Fokus Perkuat Profesionalisme

0
Oplus_131072

Wartain.com – Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sukabumi merampungkan Konferensi VI di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Sabtu 16 Mei 2026. Forum ini menetapkan susunan kepengurusan baru periode 2026-2029 sekaligus menegaskan arah gerak organisasi ke depan.

Mengangkat tema “Pers Profesional, Bersinergi Mengawal Pembangunan Daerah”, konferensi dihadiri Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi Nuruddin Zain Syamsi, Ketua BIN Sukabumi Raya, Dewan Penasehat PWI, perwakilan IJTI, SMSI Sukabumi Raya, Kepala Kasepuhan Adat Banten Kidul Abah Usep Cisungsang Banten, serta sejumlah perangkat daerah dan tamu undangan.

Ketua Panitia Aab Abdul Malik menjelaskan konferensi berjalan sesuai rencana melalui beberapa tahapan penting. Mulai dari pengesahan susunan acara, penyampaian laporan pertanggungjawaban, hingga penetapan pengurus baru.

“Agenda sudah kami susun mulai dari pengesahan susunan acara, penyampaian LPJ, penetapan kepengurusan baru, hingga rencana pelantikan dan penyusunan program kerja bulan depan. Kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan konferensi ini masih terdapat kekurangan,” ujar Aab.

Pelantikan pengurus terpilih dan penyusunan program kerja dijadwalkan berlangsung pada bulan berikutnya. Aab berharap proses transisi kepengurusan berjalan lancar agar program organisasi bisa segera dijalankan.

Konferensi VI PWI Sukabumi Sepakati Kepengurusan Baru, Fokus Perkuat Profesionalisme (Foto : DH)

Nuruddin Zain Syamsi yang terpilih sebagai Ketua PWI Kabupaten Sukabumi menyoroti tekanan besar yang dihadapi insan pers saat ini. Arus disrupsi informasi, kata dia, menuntut wartawan kembali pada fungsi dasar profesinya.

“Pers harus tetap menjaga perannya sebagai media informasi, edukasi, hiburan, dan kontrol sosial sesuai amanat UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,” tegas Nuruddin.

Ia menyebut kondisi pers nasional saat ini sedang tidak baik-baik saja. Karena itu, penguatan internal organisasi menjadi kunci agar PWI tetap relevan dan dipercaya publik.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Nuruddin memastikan PWI Kabupaten Sukabumi akan terus bergerak. Kekuatan utama organisasi, menurutnya, terletak pada kebersamaan dan solidaritas anggota.

“Mari kita terus mencoretkan sejarah dan memberikan yang terbaik bagi PWI maupun Kabupaten Sukabumi,” ajaknya di hadapan peserta konferensi.

Forum ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi. Peserta sepakat mendorong profesionalisme wartawan dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mengawal pembangunan daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Abah Anom Terpilih Jadi Ketua pada Konferensi VI PWI Kabupaten Sukabumi, Soroti Peran Pers di Tengah Disrupsi Informasi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Suasana konsolidasi mewarnai Konferensi ke-VI Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Sabtu 16 Mei 2026. Mengangkat tema “Pers Profesional, Bersinergi Mengawal Pembangunan Daerah”, forum ini sekaligus memilih kepengurusan baru untuk periode 2026-2029.

Sejumlah tokoh hadir, mulai dari Plt Ketua PWI Jawa Barat Achmad Syukri, Kepala Diskominfosan Kabupaten Sukabumi Yulipri, Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi Nuruddin Zain Syamsi, hingga perwakilan BIN Sukabumi Raya, IJTI, SMSI Sukabumi Raya, dan Dewan Penasehat PWI. Hadir pula Kepala Kasepuhan Adat Banten Kidul Abah Usep Cisungsang Banten bersama perangkat daerah dan tamu undangan.

Ketua Panitia Aab Abdul Malik menyampaikan agenda konferensi meliputi pengesahan susunan acara, penyampaian laporan pertanggungjawaban, penetapan kepengurusan baru, hingga rencana pelantikan dan penyusunan program kerja bulan depan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika jalannya kegiatan belum sepenuhnya sempurna.

Plt Ketua PWI Jabar Achmad Syukri berharap kepengurusan terpilih dapat memperkuat kontribusi PWI dalam pembangunan daerah. Ia menekankan wartawan perlu mengambil peran lebih dari sekadar penyampai informasi.

“PWI harus ikut membedah persoalan yang ada di Pemkab Sukabumi dan menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Achmad menilai tema konferensi relevan untuk mendorong peningkatan kualitas wartawan. Menurutnya, uji kompetensi menjadi salah satu fokus PWI Pusat dalam menjaga standar profesionalisme.

Abah Anom Terpilih Jadi Ketua pada Konferensi VI PWI Kabupaten Sukabumi, Soroti Peran Pers di Tengah Disrupsi Informasi (Foto : Intan)

Plt Ketua PWI Sukabumi Nuruddin Zain Syamsi menyoroti tantangan berat yang dihadapi pers di era disrupsi informasi. Ia mengingatkan agar fungsi pers sebagai media informasi, edukasi, hiburan, dan kontrol sosial tetap dijaga sesuai amanat UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Kondisi pers saat ini tidak sedang baik-baik saja. PWI harus kuat menjaga marwahnya sebagai pilar demokrasi,” tegas Nuruddin yang akrab disapa Bah Anom.

Ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala, namun menegaskan PWI Sukabumi akan tetap eksis dengan mengandalkan sinergi anggota.

Kepala Diskominfosan Yulipri menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan daerah yang bertepatan dengan acara Milangkala Tatar Sunda di Bandung. Ia menilai PWI masih memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi publik sejak berdiri pada 9 Februari 1946.

“Profesionalisme dan kode etik jurnalistik harus tetap dijaga, sesuai tema konferensi hari ini,” kata Yulipri.

Ia berharap pengurus baru PWI Sukabumi dapat mempererat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pohon Katapang Tumbang di Cikakak, Jalur Palabuhanratu–Banten Sempat Lumpuh Total

0

Wartain.com – Arus lalu lintas di jalur nasional penghubung Palabuhanratu menuju Banten sempat lumpuh total akibat pohon katapang berukuran besar tumbang di wilayah Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (15/5/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jaipong, tepatnya tidak jauh dari sebuah minimarket sebelum tanjakan utama. Pohon yang roboh melintang di badan jalan hingga menutup seluruh akses kendaraan dari dua arah.

Tidak hanya menghambat arus lalu lintas, pohon berdiameter besar itu juga menyeret tiang listrik di tepi jalan hingga ikut roboh.

Kondisi tersebut membuat proses penanganan harus dilakukan secara hati-hati karena dikhawatirkan masih terdapat aliran listrik aktif di sekitar lokasi.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sesaat setelah hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.

“Kami menerima laporan setelah Maghrib. Kondisi cuaca saat itu memang hujan dan angin cukup kencang sehingga menyebabkan pohon tumbang,” ujar Erwin saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Erwin, proses evakuasi memerlukan waktu cukup lama lantaran ukuran batang pohon tergolong besar dengan diameter lebih dari 70 sentimeter. Untuk mempercepat penanganan, petugas Damkar mengerahkan tiga unit chainsaw guna memotong batang pohon secara bertahap.

“Ukuran pohonnya cukup besar sehingga proses penanganannya tidak bisa cepat. Apalagi ada tiang listrik yang ikut roboh sehingga kami harus memastikan lokasi aman terlebih dahulu,” katanya.

Sebelum proses pemotongan dilakukan, petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan PLN untuk menghentikan sementara aliran listrik di sekitar lokasi demi menghindari risiko tersengat arus listrik.

Penanganan pohon tumbang tersebut melibatkan dua regu Damkar dengan total delapan personel. Selain itu, BPBD Kabupaten Sukabumi, Tagana, serta anggota Polsek Cikakak turut membantu proses evakuasi dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Setelah material pohon berhasil dipindahkan dari badan jalan, kendaraan dari arah Palabuhanratu maupun Banten kembali dapat melintas secara normal.

“Alhamdulillah jalur sudah bisa dilalui lagi setelah proses evakuasi selesai. Penanganan berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengendara agar lebih waspada saat melintas di jalur rawan pohon tumbang, terutama ketika cuaca ekstrem melanda wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

0
Oplus_131072

Oleh: Dede Heri Sekjen Rumah literasi Merah Putih/Fungsionaris PB HMI

Wartain.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bukan sekadar persoalan angka di pasar keuangan. Kondisi ini memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama ketika harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan akibat tingginya biaya impor dan distribusi. Jika situasi terus dibiarkan tanpa langkah strategis yang jelas, maka gejolak ekonomi dapat berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas.

Dalam struktur ekonomi Indonesia, penguatan dolar hampir selalu membawa konsekuensi terhadap naiknya biaya produksi dan harga barang. Indonesia masih memiliki ketergantungan cukup besar terhadap impor, baik untuk sektor energi, bahan baku industri, maupun kebutuhan pangan tertentu. Ketika rupiah melemah, biaya impor otomatis meningkat, dan pada akhirnya dibebankan kepada masyarakat melalui kenaikan harga barang di pasaran.

Yang paling merasakan dampaknya tentu masyarakat kecil. Kenaikan harga beras, minyak goreng, transportasi, hingga kebutuhan rumah tangga akan langsung menekan daya beli rakyat. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, situasi tersebut dapat memunculkan keresahan sosial apabila pemerintah tidak segera menghadirkan solusi nyata.

Dalam kondisi seperti ini, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan intervensi jangka pendek di pasar keuangan. Dibutuhkan kebijakan strategis yang menyentuh akar persoalan ekonomi nasional, terutama menyangkut ketahanan energi dan pengelolaan sumber daya alam. Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah percepatan penetapan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas).

Selama bertahun-tahun, sektor migas nasional berjalan dalam ketidakpastian regulasi. Padahal, energi merupakan sektor vital yang sangat memengaruhi stabilitas ekonomi negara. Ketergantungan terhadap impor minyak membuat Indonesia rentan terhadap tekanan kurs dolar. Ketika harga minyak dunia naik dan rupiah melemah, beban negara ikut meningkat, subsidi tertekan, dan harga kebutuhan masyarakat ikut terdampak.

RUU Migas seharusnya tidak hanya dipandang sebagai produk legislasi biasa, tetapi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Negara membutuhkan regulasi yang mampu memastikan pengelolaan migas lebih berpihak kepada kepentingan rakyat, memperkuat peran nasional dalam pengelolaan energi, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Jika pengelolaan migas dapat diperkuat melalui regulasi yang jelas dan berpihak pada kepentingan nasional, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan ketahanan energi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang. Negara tidak boleh terus berada dalam posisi rentan setiap kali dolar menguat.

Selain itu, percepatan hilirisasi industri energi juga menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari pembahasan RUU Migas. Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, namun selama ini nilai tambah ekonomi masih banyak dinikmati pihak luar karena lemahnya penguatan industri nasional. Akibatnya, Indonesia tetap bergantung pada impor produk jadi dengan harga tinggi.

Pemerintah dan DPR harus memahami bahwa situasi ekonomi global saat ini membutuhkan keberanian mengambil keputusan strategis. Penundaan pembahasan regulasi penting hanya akan memperpanjang ketidakpastian dan memperbesar risiko ekonomi di masa depan.

Di tengah tekanan ekonomi global, negara harus hadir dengan kebijakan yang memberikan rasa aman kepada masyarakat. Stabilitas rupiah, ketahanan pangan, dan kemandirian energi harus menjadi agenda utama nasional. Jika tidak, pelemahan rupiah bukan hanya menjadi persoalan ekonomi, tetapi juga dapat berkembang menjadi ancaman terhadap stabilitas sosial masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Menyalakan Jiwa Sukabumi: Secangkir Kopi Gaud, Gerakan Narasi, dan Benteng Kedaulatan Bangsa

0

Wartain.com – Suasana malam dengan aroma arabika dan robusta mengalir hangat di C’Kopi Gaud Sukabumi. Di bawah pendar lampu yang temaram, sebuah obrolan mengalir tanpa sekat.

Duduk melingkar beberapa tokoh pemikir dan penggerak media Sukabumi: Kang Aves (Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi sekaligus pemilik C’Kopi Gaud), H. Rahmat (Tokoh pers senior dan Penasehat PWI), Aam Abdul Salam (Presidium MD KAHMI Sukabumi serta Penasehat SMSI & PWI Kabupaten Sukabumi), Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih), dan Siti Ratna Maymunah CEO Wartain.com juga Bendahara SMSI Sukabumi Raya.

Pertemuan diakusi ini bukan sekadar kongko biasa, melainkan sebuah ruang kontemplasi budaya, ekonomi, filosofi, hingga spiritualitas untuk membedah masa depan daerah.

Secara filosofis, kopi mengajarkan kita bahwa rasa pahit dan manis bisa berpadu menjadi kenikmatan jika diracik dengan tepat. Begitu pula dengan realitas kemasyarakatan.

Diskusi malam sepakat bahwa kemajuan Kabupaten Sukabumi harus dimulai dari gerakan penyadaran pola pikir (mindset). Potensi alam yang melimpah tidak akan berdampak tanpa adanya kesadaran kolektif.

Narasi bukan sekadar deretan kata, melainkan sebuah percikan spiritual yang menghidupkan jiwa, mengubah cara pandang, dan menggerakkan manusia untuk berbuat lebih baik bagi tanah kelahirannya.

Narasi Kebudayaan untuk Menggerakkan Ekonomi lokal

Dari kacamata budaya dan ekonomi, Sukabumi memiliki modal sosial yang sangat besar. Gerakan narasi yang positif dan konstruktif menjadi kunci utama untuk membuka gerbang kemajuan pada tiga sektor krusial:

Investasi : Membangun citra wilayah yang ramah, aman, dan potensial bagi para investor.

Pariwisata : Menarasikan keindahan alam Sukabumi dengan potensi Gurilaps (Gunung, Rimba, Laut, Pantai, Sungai/Seni-budaya) bukan sekadar singkatan. Ini adalah sebuah manifesto ruang hidup. Secara filosofis dan spiritual, Gurilaps adalah bukti keharmonisan alam semesta yang dianugerahkan Tuhan kepada Sukabumi. Tugas gerakan narasi saat ini adalah mengubah keindahan visual ini menjadi sebuah “panggilan jiwa” bagi para pelancong, sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan, sebagai ruang rekreasi yang menyembuhkan jiwa (spiritual tourism).

UMKM : Mengangkat produk lokal lewat cerita (storytelling) yang kuat agar memiliki nilai jual tinggi di pasar digital.

Para tokoh pers dan penggiat literasi yang hadir menegaskan bahwa membangun narasi pencerahan adalah tugas suci para jurnalis. Melalui tulisan jurnalistik yang tajam, kritis, namun tetap mencerahkan, media berkewajiban mengawal dan mensukseskan visi Mubarakah yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi.

Pers tidak boleh sekadar menjadi pengamat, melainkan harus menjadi mitra strategis yang menjembatani program pemerintah agar dipahami dan didukung sepenuhnya oleh masyarakat luas.

Tantangan Menghadapi Geopolitik Global

Obrolan bergeser ke arah yang lebih makro dan strategis. Di tengah situasi dunia yang didera konflik global, ketahanan masyarakat ekonomi lokal harus diperkuat agar selaras dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Negara saat ini menghadapi tantangan nyata dari gempuran mafia oligarki hitam serta segelintir elit politik yang sakit hati dan tidak ingin pemerintahan saat ini berhasil.

Di sinilah narasi nasionalisme dari daerah seperti Sukabumi harus menjadi benteng pertahanan informasi. Tulisan yang waras dan mencerdaskan adalah senjata utama untuk melawan hoaks, adu domba, dan upaya sistematis yang ingin membuat Indonesia terpuruk.

Malam semakin larut di C’Kopi Gaud, namun semangat yang menyala dari diskusi tersebut justru baru dimulai. Dari meja kopi kecil di Sukabumi, sebuah gerakan narasi besar siap digulirkan demi menjaga kedaulatan bangsa dan memajukan tanah daerah. (Rd.Ratu Dinar Nusantara)***

Editor : AS