26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 1, 2026
Beranda blog Halaman 96

Melingkar di C’Kopi Gaud: Membaca Jiwa 31 Desa Wisata yang Dikukuhkan Bupati Sukabumi

0

Wartain.com – Asap tipis mengepul dari cangkir-cangkir di C’Kopi Gaud. Kedai ini bukan sekadar tempat menyeduh kafein. Di sini, gagasan besar sering lahir dari obrolan paling santai.

Sore itu, sang pemilik C’Kopi Gaud sekaligus Penasehat PWI Kab. Sukabumi, Kang Aves, sibuk menyeduh kopi. Di hadapannya, melingkar para tokoh media dan literasi: Aam Abdul Salam (Penasehat PWI & SMSI / Presidium MD KAHMI), Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih), Siti Ratna Maymunah (CEO Wartain.com), serta Achmad Zazuli (CEO Investa.id/Plt. Sekretaris PWI Kab. Sukabumi).

Topik meja kopi kali ini berat, namun dikunyah dengan rileks. Mereka merespon langkah Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, yang baru saja mengukuhkan 31 desa/kampung wisata di Karangpara, Gunungguruh.

“Desa wisata itu panggung orisinalitas,” puji Kang Aves sambil menyodorkan kopi hangat.

Dari Cimaja yang magis hingga eksotisme Megalodon, Sukabumi adalah kanvas seni yang hidup. Di meja kopi, mereka sepakat bahwa 31 desa ini jangan sampai terjebak komersialisasi hambar. Seni arsitektur lokal, tutur bahasa yang santun, dan ritme hidup pedesaan adalah karya seni tertinggi yang dicari manusia modern, tegas Kang Aves.

Aam melihat momentum ini dari akar sosiologis Sunda. Pengukuhan ini adalah pemulihan identitas”.

Desa bukan halaman belakang kota, melainkan pusat peradaban baru.

Untuk membangun pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) adalah wujud nyata filosofi Silih Asih, Silih Asih, Silih Asuh”.

Warga desa harus menjadi sutradara di tanah mereka sendiri, bukan sekadar penonton industrialisasi pariwisata, ungkap Aam.

Siti Ratna Maymunah CEO Wartain.Com membedah angka-angka dengan optimis namun realistis. Destinasi baru berarti pasar baru bagi UMKM lokal.

Sirkulasi Pendapatan Uang dari wisatawan langsung masuk ke warung warga, pemandu lokal, dan penginapan rakyat.

Untuk kemandirian Fiskal, optimalisasi potensi pariwisata akan mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) secara mandiri.

Untuk pemberdayaan Perempuan, dengan Industri kreatif pedesaan biasanya digerakkan oleh kelompok perempuan tani dan pengrajin lokal, ujar Siti Ratna juga sebagai Bendahara SMSI Sukabumi Raya.

Achmad Zazuli CEO Investa.Id dan  Dede Heri senada menarik ruang diskusi ke ranah batiniah. Wisata ke Sukabumi harus menjadi perjalanan spiritual (spiritual tourism).

Suasana asri di Buniayu, keheningan di Gunung Wayang, atau gemercik air di Leuwi Ereng bukan sekadar pemandangan. Mereka adalah sugesti ketenangan. Destinasi ini harus dirawat agar tetap bersih dan asri, menjadi tempat penyembuhan (healing) bagi jiwa-jiwa urban yang lelah, ungkap Achmad Zazuli.

Komitmen Pena dan Literasi

Obrolan di C’Kopi Gaud mengkristal pada satu kesadaran: maklumat Bupati H. Asep Japar butuh kerja kolosal. Di sinilah PWI dan SMSI Sukabumi Raya mengambil tanggung jawab moral. Tugas media bukan lagi sekadar menulis berita seremonial, melainkan membangun literasi pariwisata di tengah masyarakat.

Lakukan Edukasi Sadar Wisata, menulis narasi yang mengubah pola pikir warga agar menjadi tuan rumah yang ramah dan menjaga kebersihan.

Mengangkat keunikan spesifik dari tiap-tiap 31 desa (seperti Hanjeli, Purwasedar, atau Ciburial) ke kancah nasional dan global.

Mengawal agar pembangunan infrastruktur pendukung tetap menjaga kelestarian alam dan tidak merusak tatanan adat.

Kopi mulai dingin, namun semangat di lingkar meja justru makin hangat. Pengukuhan 31 desa wisata adalah awal dari perjalanan panjang. Dengan gotong royong, pena jurnalis, dan kesadaran warga, bumi Sukabumi siap menyuguhkan ketenangan sejati bagi dunia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Serunya Kuliah di Luar! Mahasiswa PJKR Sukabumi Uji Nyali Lewat Climbing dan Rappelling

0
Oplus_131072

Wartain.com – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) semester 6 STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Palabuhanratu, melaksanakan praktik lapangan di Sekolah SMP Islam Terpadu Sahabat Alam, Jajaway, Palabuhanratu. Dalam kegiatan luar ruangan (outdoor) ini, para mahasiswa memfokuskan diri pada teknik climbing (panjat tebing) dan rappelling (turun tebing). Kamis, 14 Mei 2026.

Aktivitas menantang ini merupakan bagian integral dari mata kuliah Outdoor Education dan Kepramukaan. Tidak hanya sekadar mencari keseruan, kegiatan ini dirancang agar mahasiswa semester 6 tersebut memiliki kompetensi praktis dalam manajemen risiko dan keterampilan fisik di alam terbuka sebagai calon tenaga pendidik olahraga.

Dosen pengampu mata kuliah, Husni Sya’ban, M.Pd., menekankan pentingnya penguasaan teknik ini di lapangan.

“Kegiatan ini adalah implementasi dari teori yang sudah didapat di kelas. Mahasiswa harus merasakan langsung bagaimana mengelola keberanian dan konsentrasi saat berada di ketinggian, karena ini adalah esensi dari pendidikan luar ruang dan kepramukaan,” ungkap Husni.

Dalam pelaksanaannya, pihak kampus bekerja sama dengan komunitas My Paguris Adventure dari Cikelat, Cisolok, sebagai fasilitator teknis. Kehadiran komunitas ini sangat krusial untuk menjamin standar keamanan tinggi serta memberikan pemahaman mendalam mengenai alat-alat keselamatan yang digunakan dalam olahraga ekstrem.

Bang Suta, selaku penyedia alat dan pemandu dari My Paguris Adventure, bertugas memberikan instruksi teknis kepada para mahasiswa.

“Kami memperkenalkan satu per satu alat secara detail kepada mahasiswa guna menambah pengetahuan mereka. Fokus utama kami hari ini adalah mendampingi mereka saat climbing dan rappelling agar prosedur keamanan tetap terjaga dengan ketat,” jelas Bang Suta.

Selain peralatan untuk panjat tebing, Bang Suta juga menjelaskan bahwa komunitasnya menyediakan berbagai fasilitas pendukung wisata minat khusus lainnya. Layanan seperti tubing, flying fox, shower climbing, hingga hiking tersedia bagi masyarakat umum atau kelompok lain yang ingin menggunakan jasa profesional mereka untuk kegiatan gathering maupun fun game.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk merasakan sensasi kegiatan outdoor yang serupa, dapat memantau atau menghubungi pihak fasilitator melalui akun Instagram resmi @mypagurisadventure. Praktik lapangan ini ditutup dengan sesi diskusi mengenai manajemen alat, memastikan para mahasiswa pulang membawa wawasan teknis yang matang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Presiden Dorong Bunga PNM Mekaar Turun di Bawah 9 Persen untuk Ringankan Pelaku Usaha Mikro 

0

Wartain.com – Presiden Prabowo Subianto meminta agar suku bunga pembiayaan program PNM Mekaar diturunkan hingga berada di bawah 9 persen. Arahan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa kebijakan penurunan bunga kredit bagi keluarga prasejahtera merupakan langkah strategis pemerintah untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih adil kepada masyarakat kecil. Menurutnya, selama ini pelaku usaha mikro justru kerap menghadapi bunga pinjaman yang lebih tinggi dibanding kalangan pengusaha besar.

Presiden menilai kondisi tersebut tidak boleh terus terjadi karena dapat memberatkan masyarakat yang sedang berupaya mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidup keluarga.

Oleh sebab itu, pemerintah mengambil keputusan untuk memangkas bunga pembiayaan PNM Mekaar dari sebelumnya mencapai 24 persen menjadi di bawah 9 persen.

Selain menyoroti kebijakan kredit mikro, Presiden juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara nyata dalam kebijakan ekonomi nasional.

Ia menegaskan bahwa keadilan sosial harus diwujudkan melalui kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat kecil. Di sisi lain, Presiden turut meminta kementerian dan lembaga melakukan pembenahan regulasi guna mempercepat proses investasi dan aktivitas usaha.

Hambatan birokrasi yang berbelit dinilai perlu dikurangi agar dunia usaha dapat bergerak lebih cepat dan efisien. Untuk mendukung langkah tersebut, Presiden meminta

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membentuk satuan tugas deregulasi yang bertugas menyederhanakan aturan-aturan yang tumpang tindih. Pemerintah berharap upaya tersebut dapat menciptakan iklim usaha yang sehat, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Presiden Hadiri Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Kawasan Hutan Tahap VII 

0

Wartain.com – Presiden menghadiri agenda Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara serta Kawasan Hutan Tahap VII yang digelar oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat penegakan hukum, memperbaiki tata kelola sumber daya alam, serta mengoptimalkan penerimaan negara.

Dalam agenda tersebut, pemerintah menyerahkan denda administratif sebesar Rp10.270.051.886.464 sebagai tindak lanjut atas berbagai pelanggaran yang menimbulkan kerugian negara maupun kerusakan kawasan hutan. Selain itu, pemerintah juga melakukan penguasaan kembali kawasan hutan Tahap VII seluas 2.373.171,75 hektare.

Langkah tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus menegakkan supremasi hukum di bidang pengelolaan sumber daya alam.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa uang yang berhasil diamankan dari penegakan hukum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun berbagai sektor produktif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah berharap langkah penertiban kawasan hutan dan penyelamatan keuangan negara ini dapat memperkuat tata kelola kehutanan yang berkelanjutan, meningkatkan kepatuhan hukum, serta menjaga aset negara untuk kepentingan generasi mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Lapak Kurban di Sukabumi Gunakan Barcode Digital, Pembeli Bisa Cek Data Sapi Lewat Ponsel

0

Wartain.com – Pemanfaatan teknologi digital mulai merambah penjualan hewan kurban di Kota Sukabumi. Salah satunya diterapkan oleh Sukabumi Qurban yang berlokasi di Jalan Raya Cemerlang, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, dengan menghadirkan barcode digital pada setiap sapi yang dijual.

Melalui sistem tersebut, calon pembeli dapat mengakses berbagai informasi sapi kurban hanya dengan melakukan pemindaian barcode menggunakan ponsel. Data yang ditampilkan mulai dari jenis sapi, estimasi bobot, harga, foto sapi hingga informasi perawatan dan obat-obatan.

Pengelola Sukabumi Qurban, Muhammad Akmalul Ginan mengatakan, inovasi tersebut lahir dari pengalamannya di bidang software engineering yang dipadukan dengan usaha peternakan keluarga.

“Karena saya punya latar belakang software engineering dan keluarga juga usaha jual sapi, akhirnya saya coba menggabungkan teknologi dengan penjualan sapi untuk mempermudah pendataan dan pencatatan,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Menurut Akmal, barcode digital awalnya dibuat untuk kebutuhan internal agar proses pencatatan data sapi lebih praktis. Namun seiring berjalan waktu, sistem tersebut juga dimanfaatkan sebagai bentuk transparansi kepada konsumen.

“Jadi semacam etalase digital. Konsumen bisa langsung melihat detail sapi saat barcode di-scan, bahkan datanya bisa dibagikan ke WhatsApp dalam bentuk gambar,” katanya.

Ia mengaku penggunaan sistem digital tersebut cukup membantu dalam pengelolaan usaha, terutama untuk pencatatan data dan penentuan harga sapi. Jika sebelumnya seluruh informasi dicatat manual dan harus diingat satu per satu, kini prosesnya jauh lebih mudah.

Akmal menambahkan, perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) turut mempercepat proses pembuatan sistem barcode tersebut. Menurutnya, dengan bantuan AI, sistem bisa dibuat hanya dalam waktu satu hingga dua hari.

“Kalau dulu mungkin coding-nya manual dan memakan waktu lama. Sekarang dengan bantuan AI jadi jauh lebih cepat,” jelasnya.

Ia menyebut inovasi barcode digital itu baru mulai diterapkan tahun ini dan masih akan terus dikembangkan. Ke depan, pihaknya berencana menambahkan fitur chatbot berbasis AI untuk memudahkan pelayanan kepada pelanggan.

Saat ini, kata Akmal, tersedia sekitar 50 ekor sapi kurban yang siap dijual di lapaknya. Beberapa di antaranya bahkan sudah dibeli oleh pelanggan. Adapun jenis sapi yang tersedia cukup beragam, mulai dari simental, limousin, pegon hingga PO, dengan pasokan yang sebagian besar berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, khususnya Magetan.

“Sebagian sapi berasal dari peternak lokal, ada juga kiriman dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama Magetan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Pastikan Buper Cikundul Kembali Diaktifkan untuk Kegiatan Pramuka

0

Wartain.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali Bumi Perkemahan (Buper) Cikundul sebagai pusat kegiatan kepramukaan di Kota Sukabumi. Kawasan seluas sekitar 7 hektare tersebut dinilai memiliki nilai historis sekaligus strategis bagi perkembangan Gerakan Pramuka.

Pernyataan itu disampaikan Ayep usai membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Sukabumi masa bakti 2026-2031 yang berlangsung di Sekretariat Kwarcab, Kamis (14/5/2026).

Menurut Ayep, pengaktifan kembali Buper Cikundul menjadi salah satu program prioritas yang harus segera diwujudkan. Ia menyebut keberadaan bumi perkemahan tersebut merupakan bagian dari identitas Pramuka Kota Sukabumi.

“Buper Cikundul harus kembali aktif dan berfungsi. Karena itu menjadi marwah Pramuka Kota Sukabumi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Buper Cikundul termasuk lokasi bumi perkemahan yang cukup penting di Jawa Barat. Dengan luas lahan mencapai 7 hektare, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

“Di Jawa Barat tidak banyak bumi perkemahan seperti ini. Salah satunya ada di Kota Sukabumi, tepatnya di Cikundul,” katanya.

Pemerintah Kota Sukabumi, lanjut Ayep, akan berupaya melakukan pembangunan dan penataan kembali kawasan tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Namun, realisasi pengerjaan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan. Kalau anggaran memungkinkan tahun ini, kita selesaikan. Kalau belum memungkinkan, akan dilanjutkan tahun depan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ayep yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Pramuka Kota Sukabumi turut mendorong agar Gerakan Pramuka berperan aktif mendukung visi pembangunan “Sukabumi Emas 2035”.

Ia meminta kepengurusan Pramuka ke depan ikut terlibat dalam penyusunan indikator keberhasilan pembangunan daerah, seperti penurunan angka stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, pengurangan pengangguran, hingga penanganan kawasan kumuh.

“Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan generasi muda dan ikut berkontribusi mewujudkan Sukabumi Emas,” tandasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

TPA Cikundul Overload, Pemkot Sukabumi Siap Tutup Sejumlah TPS Sementara

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi berencana menutup sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di beberapa wilayah sebagai langkah penanganan darurat persoalan sampah. Kebijakan ini diambil lantaran kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul sudah mulai mengalami kelebihan muatan.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana menuturkan, penutupan TPSS tidak akan dilakukan secara tiba-tiba. Sebelum kebijakan itu diterapkan, pemerintah terlebih dahulu akan mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Menurut Bobby, pemilahan sampah menjadi langkah penting untuk mengurangi volume sampah harian Kota Sukabumi yang saat ini mencapai sekitar 180 ton per hari. Sampah anorganik nantinya dapat disetorkan ke bank sampah untuk didaur ulang atau memiliki nilai ekonomis, sementara sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos maupun eco enzyme.

“Kita ingin masyarakat mulai terbiasa memilah sampah dari rumah. Jadi sebelum TPSS ditutup, sosialisasi akan terus dimasifkan terlebih dahulu,” katanya, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, berbagai upaya pengurangan volume sampah juga sudah mulai dilakukan pemerintah, salah satunya melalui penataan kawasan Lapangan Merdeka. Pasalnya, produksi sampah dari kawasan tersebut tercatat mencapai sekitar 108 ton setiap bulan.

Pemerintah Kota Sukabumi pun meminta dukungan seluruh masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di titik-titik TPSS yang nantinya resmi ditutup.

“Kalau nanti sudah ada pemberitahuan TPS ditutup, jangan sampai masih ada yang membuang sampah di lokasi tersebut. Kami berharap masyarakat bisa bersama-sama menjaga kebersihan kota,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Nadiem Makarim Jalani Operasi Usai Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

0

Wartain.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, dikabarkan menjalani operasi medis usai sidang tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) pada Rabu malam (13/5/2026).

Kuasa hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, mengatakan kondisi kliennya saat ini masih dalam tahap pemulihan pascaoperasi. Ia menyebut operasi baru selesai sekitar pukul 00.00 WIB.

“Semalam baru selesai operasinya jam 12 malam, saat ini masa pemulihan,” ujar Ari Yusuf Amir pada Kamis (14/5/2026).

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Nadiem Makarim dengan hukuman 18 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan CDM di lingkungan Kemendikbudristek.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, jaksa Roy Riady menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

“Menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa Nadiem Anwar Makarim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama,” ujar jaksa Roy Riady saat membacakan amar tuntutan.

Selain pidana penjara selama 18 tahun, Nadiem juga dituntut membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan. Jaksa turut menuntut pembayaran uang pengganti senilai Rp5,6 triliun yang terdiri dari Rp809 miliar dan Rp4,8 triliun.

Jaksa menyatakan apabila harta benda milik Nadiem tidak mencukupi untuk menutupi uang pengganti tersebut, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 9 tahun. Dalam tuntutannya, jaksa meyakini Nadiem melanggar Pasal 603 juncto Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Pilkades PAW Desa Tonjong Berjalan Kondusif, Isep Firdaos Terpilih dengan Selisih Satu Suara

0

Wartain.com – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (Pilkades PAW) Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, untuk masa jabatan periode 2019–2027 berlangsung aman, tertib, dan kondusif pada Kamis (13/05/2026). Kegiatan digelar di Aula Pertemuan Desa Tonjong mulai pukul 08.45 WIB hingga 11.30 WIB.

Pelaksanaan Pilkades PAW tersebut dihadiri sejumlah unsur terkait, di antaranya DPMD Kabupaten Sukabumi, Camat Palabuhanratu, unsur Polsek Palabuhanratu, unsur Danramil Palabuhanratu, Pjs Kepala Desa beserta perangkat desa, Ketua dan anggota BPD Desa Tonjong, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga unsur terkait lainnya.

Jumlah hak pilih dalam pemilihan tersebut tercatat sebanyak 55 orang yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pendidikan, nelayan, petani, unsur warga pra sejahtera penerima bansos, serta unsur perempuan.

Dalam proses pemilihan, terdapat dua calon kepala desa antar waktu yang bersaing memperebutkan suara pemilih. Berdasarkan hasil penghitungan suara, calon nomor urut 1, Isep Firdaos, memperoleh 28 suara. Sementara calon nomor urut 2, Cecep Azmul Fauzi, memperoleh 27 suara, dengan jumlah suara tidak sah nihil.

Plt. Camat Palabuhanratu, Sutopo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pilkades PAW Desa Tonjong yang berjalan dengan baik dan lancar. “Terimakasih kepada seluruh pihak telah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses demokrasi berlangsung,” ujar Sutopo.

Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah, mengatakan. “Hari ini kami melaksanakan monitoring dan pengamanan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Tonjong Kecamatan Palabuhanratu masa jabatan 2019–2027.” ujar Mahbubillah kepada Wartain.com, Kamis (14/5/2026).

Ia menambahkan, “Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Partisipasi masyarakat serta sinergi Forkopimcam, panitia, dan seluruh unsur yang hadir menjadi bagian penting dalam menjaga proses demokrasi di tingkat desa tetap berjalan dengan baik.” tambahnya.

Dengan selesainya pelaksanaan Pilkades PAW Desa Tonjong, diharapkan kepala desa terpilih dapat segera menjalankan amanah masyarakat dan melanjutkan program pembangunan desa secara berkelanjutan.

Selain itu, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, serta unsur Forkopimcam diharapkan terus terjalin guna menciptakan stabilitas dan kemajuan Desa Tonjong ke depan.

Mahbubillah juga turut menyampaikan selamat. Semoga kepemimpinan yang baru dapat menjalankan amanah masyarakat dengan baik serta mampu membawa Desa Tonjong menjadi lebih maju, harmonis ke depannya.

“Selamat kepada calon terpilih. Semoga amanah dan mampu membawa Desa Tonjong semakin maju serta harmonis,” pungkasnya.

Secara umum, pelaksanaan Pilkades PAW Desa Tonjong berlangsung lancar hingga selesai dengan monitoring dan pengamanan dari unsur Forkopimcam Kecamatan Palabuhanratu serta Samapta Polres Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

UPTD PPA Sukabumi Dampingi Korban Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Parungkuda

0

Wartain.com – UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wilayah Sukabumi di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat memberikan pendampingan terhadap seorang anak perempuan yang diduga menjadi korban kekerasan seksual di Kecamatan Parungkuda.

Pendampingan dilakukan setelah pihak UPTD PPA menerima laporan dugaan kasus tersebut pada Sabtu malam. Sejak laporan diterima, petugas langsung melakukan penanganan dan memastikan korban mendapatkan layanan yang dibutuhkan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD PPA Wilayah Sukabumi, Yeni Dewi Endrayani, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendampingi korban dalam setiap tahapan proses, mulai dari pemeriksaan oleh penyidik hingga pemeriksaan kesehatan dan psikologis.

“Korban telah mendapatkan pendampingan saat proses BAP di Polres Sukabumi. Selain itu, kami juga mendampingi pelaksanaan visum di RS Palabuhanratu pada Senin, 11 Mei 2026, kemudian visum lanjutan di RS Sekarwangi pada Selasa, 12 Mei 2026,” jelasnya, setelah di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (14/05/2026).

Tak hanya itu, UPTD PPA juga memberikan layanan pendampingan psikologi sebagai upaya memulihkan kondisi mental korban dan mencegah dampak trauma berkepanjangan.

Yeni menuturkan, hasil visum nantinya akan langsung disampaikan pihak rumah sakit kepada penyidik untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.

Melalui pendampingan tersebut, DP3A Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta memastikan korban memperoleh hak pendampingan secara menyeluruh selama proses penanganan kasus berlangsung.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)