Wartain.com || Pertama kali dari suara di ujung telepon satu korban masuk perangkap, mimpinya begitu tiba di Kamboja, tinggal cek rekening, honor dari jual tenaga kerja ilegal sudah terparkir aman.
MZ calon PMI yang ingin menjadi admin Judol kini sudah tidak bisa dilanjutkan lagi mimpinya.
BP3MI Kepulauan Riau yang dipimpin Kombes Imam Riyadi sudah mencium modus lawas ini. Rute keberangkatannya di Pelabuhan Tanjungpinang diawasi ketat, Sabtu 07/06/2025.
Langkah MZ, si korban yang hendak berangkat ke Kamboja karena bujuk gaji Rp10 juta jadi admin judol berhasil dihentikan. “Kami tak mau ada lagi PMI jadi korban,” tegas Imam.
MZ mengaku ditelepon R, si calo untuk jadi admin judol. Rencana penentuan rutenya, terbang dari Medan, tiba di Batam, meluncur ke Tanjungpinang, pergi ke Malaysia lalu Kamboja.
Inilah realita pahit di balik janji manis si calo ada ancaman kerja paksa dan perdagangan manusia kepada korban.
“Ingat pesan dari Pak Menteri untuk tolak mentah-mentah tawaran jadi admin judol! Ini bukan kerja, tapi perangkap. Selalu gunakan jalur resmi, ” pungkasnya.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
