Wartain.com – Menjelang berakhirnya masa kepengurusan Forum Anak Kabupaten Sukabumi (FORBUMI) periode 2024–2026, jajaran pengurus melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan selama dua tahun terakhir.
Evaluasi tersebut menjadi momentum untuk mengukur keberhasilan sekaligus merumuskan langkah strategis bagi kepengurusan selanjutnya dalam memperkuat pemenuhan hak dan partisipasi anak di Kabupaten Sukabumi.
Wakil Ketua I FORBUMI periode 2024–2026, Syarief Dewangga Arfianto Alqadri, menyampaikan bahwa sebagian besar program kerja yang telah dirancang sejak awal kepengurusan berhasil direalisasikan.
Fokus utama organisasi selama dua tahun terakhir diarahkan pada penguatan peran anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P), serta peningkatan partisipasi anak dalam proses perencanaan pembangunan.
Berbagai kegiatan edukasi mengenai pencegahan pernikahan usia anak, kampanye anti-perundungan (bullying), hingga penguatan kapasitas Forum Anak di tingkat kecamatan menjadi program yang dinilai memberikan dampak positif.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pengurus serta dukungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi. Selain itu, FORBUMI juga mencatat perkembangan dalam pelaksanaan lima klaster pemenuhan hak anak.
Partisipasi anak dalam berbagai forum pembangunan, termasuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), dinilai semakin meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa suara anak mulai mendapat ruang dalam proses penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, berkat dukungan DP3A Kabupaten Sukabumi, berbagai program dapat berjalan dengan baik. Kami juga melihat anak-anak di daerah kini semakin dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan,” ujar Syarief.
Meski demikian, perjalanan organisasi tidak lepas dari berbagai tantangan. Luasnya wilayah Kabupaten Sukabumi menjadi kendala utama dalam menjangkau seluruh Forum Anak di tingkat kecamatan.
Kondisi geografis yang beragam membuat koordinasi dan pemerataan kegiatan membutuhkan waktu, tenaga, serta biaya yang tidak sedikit. Di sisi lain, para pengurus juga harus mampu menyeimbangkan tanggung jawab sebagai pelajar dengan aktivitas organisasi.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat pengurus untuk tetap menjalankan program secara optimal. Sebagai penutup masa kepengurusan, Syarief berharap generasi penerus FORBUMI dapat terus menjaga semangat menjadi wadah aspirasi anak-anak di Kabupaten Sukabumi.
Ia juga mendorong agar program-program yang telah berjalan baik dapat terus dikembangkan, disertai peningkatan koordinasi melalui pemanfaatan teknologi digital agar komunikasi dengan Forum Anak di seluruh wilayah semakin efektif.
Menurutnya, penggunaan sistem koordinasi berbasis digital atau hybrid menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan geografis, sehingga seluruh anak di Kabupaten Sukabumi memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh informasi, berpartisipasi, dan menikmati program pemenuhan hak anak.
Dengan berakhirnya masa bakti periode 2024–2026, FORBUMI berharap fondasi yang telah dibangun mampu menjadi pijakan bagi kepengurusan berikutnya untuk menghadirkan organisasi yang semakin aktif, inovatif, dan berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi sebagai daerah yang semakin ramah anak.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
