Wartain.com – Wilayah Garut, Jawa Barat diguncang gempa bumi berkekuatan M6,5 pada Rabu malam (5/8/2026) pukul 23.29 WIB. Guncangan gempa terasa kuat hingga ke sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan laporan BMKG, pusat gempa berada di wilayah Garut dengan kedalaman dangkal. Getaran dirasakan warga di Sukabumi dengan skala intensitas IV MMI. Akibatnya warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah.
Di Kabupaten Sukabumi, Pusdalops BPBD mencatat sejumlah kerusakan. Di Kecamatan Cibitung, Kampung Cigaru, Desa Cidahu, satu rumah milik lansia 70 tahun bernama Nonon mengalami kerusakan.
“Alhamdulillah tidak ada korban, sebab saat itu rumah dalam keadaan kosong karena penghuninya sedang menginap,” kata Camat Cibitung, Kurnia Abdullah saat dikonfirmasi, Kamis dini hari (6/8/2026).
Selain itu, di Kecamatan Simpenan, Kampung Sawah Garung, Desa Loji, bagian atap dan samping rumah warga ambruk akibat guncangan.
Di Kecamatan Gegerbitung, Kampung Datardangdeur, Desa Cijurey, plafon Masjid Attaqwa juga ambruk diterjang gempa.
Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Warga yang merasakan guncangan memilih bertahan di area terbuka dan jauh dari bangunan. Beberapa jalan sempat dipadati warga yang keluar rumah untuk mencari tempat aman.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya hoaks. Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi gempa susulan.
Hingga Kamis pagi, tim BPBD Garut dan Sukabumi masih melakukan pendataan kerusakan di lapangan. Bantuan logistik dan assessment juga mulai disalurkan ke titik-titik terdampak.
Pemerintah daerah mengimbau warga yang rumahnya rusak agar sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman sambil menunggu proses perbaikan.
“Utamakan keselamatan. Jika merasakan guncangan lagi, segera keluar ke tempat terbuka,” pesan BMKG.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Salman/Biro Garut)
