Wartain.com || Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, harga cabai rawit merah di pasar tradisional Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kenaikan signifikan. Sejumlah pedagang mengaku harga cabai rawit merah kini mencapai Rp 90.000 per kilogram akibat menipisnya stok di pasaran.
Aam (60), seorang pedagang sayur di Pasar Pelita, tepatnya di Blok B Nomor 19, mengatakan bahwa harga cabai rawit merah sudah naik sejak tujuh hari terakhir.
“Iya, harganya sudah naik. Hari ini saya jual Rp 90.000 per kilogram. Kalau untuk 1 ons, saya jual Rp 10.000,” ujar Aam, Jumat (28/2/2025).
Menurutnya, sebelumnya harga cabai rawit merah masih di kisaran Rp 70.000 per kilogram. Namun, akibat keterbatasan stok dan tingginya permintaan, harga terus merangkak naik.
“Kemungkinan harga naik karena stok menipis, tetapi permintaan tetap tinggi,” tambahnya.
Senada dengan Aam, pedagang lainnya, Dendi (30), yang berjualan di dekat Pasar Pelita, juga mengonfirmasi kenaikan harga tersebut. Ia menyebut, dalam sehari harga cabai rawit merah bisa naik dengan cepat.
“Yang naik tajam itu cabai rawit merah. Kemarin saya masih jual Rp 85.000 per kilogram, sekarang sudah Rp 90.000, bahkan bisa sampai Rp 95.000,” ungkap Dendi.
Meski harga bumbu dapur lainnya juga mengalami kenaikan, Dendi menegaskan bahwa lonjakan harga tidak setajam cabai rawit merah.
Kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan memang kerap terjadi, terutama untuk komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat. Para pedagang berharap harga segera stabil agar daya beli masyarakat tidak terganggu.
Sementara itu Kepala Seksi Pengawasan Barang Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Industri, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, M Rifki mengatakan, melonjaknya harga cabai rawit disebabkan karena berkurangnya pasokan.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik