Wartain.com || Di hari ketiga kegiatan Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi Lembang, Kab. Bandung Barat pada Selasa (6/5/2025) ini, para siswa mengikuti sesi tes psikologi.
Mereka tampak serius, namun tetap santai mengerjakan tes yang diberikan oleh tim Ikatan Psikolog Klinis Indonesia.
Psikolog Forensik Klinis, Kasandra Putranto menjelaskan, tes psikologi ini adalah asesmen awal, dimana pada proses ini pihaknya memotret kondisi psikologis para siswa.
Sebagai psikolog klinis yang juga merupakan tenaga kesehatan, pihaknya sangat mendukung dan tergerak mengoptimalkan upaya untuk memastikan kesejahteraan psikologis anak-anak.
“Jadi, dengan adanya keinginan dan tanggung jawab kami untuk memastikan kesejahteraan psikologis anak-anak ini, kami sebagai tenaga kesehatan tentu saja bekerja berdasarkan kode etik psikolog klinis dan semua menggunakan teknik-teknik yang memang sudah terbukti secara ilmiah,” ungkapnya.
Dalam proses ini, pihaknya melibatkan teknik dan metode yang sudah teruji. “Jadi, ada observasi, tes tertulis, grafologi, dan wawancara klinis. Ini harus dibedakan antara psikolog saja sama psikolog klinis,” jelasnya.
Namun yang pasti, pihaknya sangat menghindari label. “Kami tidak menyebut mereka anak nakal. Karena, biar bagaimanapun mereka masih dalam proses mencari jati diri. Kami juga ingin membuktikan bahwa program ini bukan hukuman dan tentu saja kita juga harus melepaskan label anak nakal kepada mereka,” tegasnya.
Ia berharap, program ini benar-benar menghasilkan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.
Usai mengikuti sesi pertama tes psikologi, para siswa mengikuti salat Zuhur berjamaah dan makan bersama.***
Foto : Disdik Jabar
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
