Wartain.com || Hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi sejak siang hingga sore, Kamis (4/12/2025), memicu rangkaian bencana di berbagai wilayah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi hingga pukul 17.16 WIB, tercatat ada 15 kejadian yang meliputi banjir limpasan, pohon tumbang, dan tanah longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menyampaikan bahwa satu titik longsor terjadi di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong. Selain itu, dua insiden pohon tumbang dilaporkan di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Cibeureum Hilir, serta di Kelurahan Situmekar.
Sementara itu, banjir limpasan terjadi di 13 titik berbeda. Sejumlah lokasi yang terdampak di antaranya Jalan Dwikora (Warudoyong), GOR Lamping (Citamiang), dan Jalan Letda T Asmita (Citamiang). Genangan juga melanda Lembur Cukang (Cipanengah, Lembursitu), Kelurahan Cikundul, Sudajaya Hilir (Baros), serta Jalan Limusnunggal (Cibeureum).
Air meluap pula di kawasan Pangkalan Cipanengah, Jayamekar (Baros), Kampung Ciseupan (Cibeureum), dan Jalan Lio Santa (Cikondang, Citamiang). Dua titik lain yang tak luput dari banjir adalah Kelurahan Babakan (Cibeureum) serta Jalan Merdeka–Tespong (Jayamekar).
Salah satu dampak langsung dari banjir ini adalah terganggunya mobilitas warga. Akses utama di Jalan Lio Santa bahkan harus ditutup sementara karena tidak dapat dilalui kendaraan. “Jalan Lio Santa ditutup sementara,” ujar Yoseph.
Menurutnya, penyebab utama banjir kali ini adalah buruknya fungsi drainase akibat timbunan sampah. Selain itu, beberapa aliran sungai mengalami penyempitan, pendangkalan, hingga alih fungsi lahan. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya intensitas hujan dan tambahan volume air dari wilayah hulu.
“Curah hujan sangat tinggi, ditambah kiriman air dari utara Kota Sukabumi dengan debit besar. Banyak drainase tidak bekerja optimal karena tertutup material sampah,” jelasnya.
“Beberapa sungai juga menyempit dan dangkal karena alih fungsi serta kurangnya penataan,” tambahnya.
BPBD Kota Sukabumi saat ini tengah melakukan penanganan di lapangan, mulai dari pembersihan material penyumbat drainase hingga evakuasi material dampak bencana di area permukiman.
“Kami sudah menurunkan tim untuk membersihkan material dan berkoordinasi dengan dinas terkait guna merumuskan langkah-langkah solusi,” kata Yoseph.
Ia menegaskan tidak ada warga yang harus mengungsi akibat kejadian ini. Meski begitu, pihaknya mengimbau agar pemerintah setempat menindak bangunan liar di bantaran sungai yang menyebabkan penyempitan aliran serta mempercepat upaya normalisasi.
“Bangunan liar di bantaran sungai perlu ditertibkan. Revitalisasi dan pengerukan sungai yang dangkal juga harus segera dilakukan,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
