26.7 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

Latest Posts

Kayla Nur Sifa, Calon Paskibraka Kabupaten Sukabumi yang Meninggal, di Mata Guru dan Temannya

Wartain.com || Meninggal nya seorang calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Sukabumi, Kayla Nur Sifa, pada hari Jumat 19/04/2024 di RSUD Palabuhanratu,  menyisakan duka yang sangat mendalam.

Bukan hanya bagi keluarga, kesedihan itu pun dirasakan oleh seluruh dewan guru, teman dan orang-orang terdekatnya almarhumah.

Diketahui, Almarhumah Kayla tercatat sebagai siswa aktif di SMAN 1 Cisaat Kabupaten Sukabumi, kelas 10.9.

Dimana, pada beberapa minggu kebelakang ia beserta teman yang lainnya mengikuti seleksi untuk calon Paskibraka tingkat Kabupaten Sukabumi.

Sebetulnya dia sudah dinyatakan lolos seleksi untuk menjadi personil Paskibraka tingkat Kabupaten Sukabumi pada gelaran HUT RI 17 Agustus 2024. Namun naas bagi dirinya,  pada sesi seleksi fisik, dimana panitia mengetes lari beberapa putaran, Kayla menghembuskan nafas terakhirnya.

Dikabarkan sebelum meninggal, almarhumah sempat mengikuti tes kesehatan kembali yang dilanjutkan dengan mengikuti test lari menggunakan alat deteksi detak jantung dan almarhumah pun tidak melaporkan keluhan apapun.

Berdasarkan penelusuran tim wartain.com, almarhumah adalah sosok siswa yang berkepribadian bagus dan  berprestasi. Baik segi akademik maupun non akademik.

Seperti yang dituturkan Wakasek Humas SMAN 1 Cisaat, Drs. Asep Dedi, M.Pd, almarhumah adalah siswa yang cerdas, berprestasi, ramah dan sangat aktif.

“Kayla, siswa yang banyak prestasi. Dalam bidang akademik masuk 10 besar. Ekstra kurikuler juga sangat menonjol terutama dalam bidang Kegiatan Baris Berbaris,” tutur Asep Dedi yang sehari-hari mengajar Mapel Matematika, kepada wartain.com, Senin 22/04/2024.

Kayla Nur Sifa, Calon Paskibraka Kabupaten Sukabumi yang Meninggal, di Mata Guru dan Temannya (foto : wartain.com/Intan)

Selanjutnya ia mengungkapkan, almarhumah memiliki pribadi yang santun, agamis, sopan dan penurut.

“Sejauh pengamatan kami almarhumah orangnya sopan, ramah, tidak banyak tingkah, rajin ibadah, mau belajar dan suka tantangan,” ungkapnya.

Asep Dedi menambahkan, keaktifan dirinya dalam bidang ekstrakurikuler baris berbaris, memotivasi dirinya untuk ikut seleksi Paskibraka tingkat Kabupaten Sukabumi.

“Sangat disayangkan memang, cita-citanya menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Sukabumi pupus, setelah Allah memanggilnya. Padahal ia sudah dinyatakan lolos seleksi,” pungkas Asep Dedi.

Terpisah, teman satu kelasnya almarhumah Raya Khoerunnisa
mengatakan, dirinya beserta teman-temannya yang lain merasa kehilangan salah satu teman terbaiknya.

“Kami semua sedih, kaget dan shock mendengar kabar meninggalnya Kayla. Dia teman terbaik, sholehah, terbuka dan mau berkawan dengan siapapun,” katanya.

Senada, Hutri Ilham Agustian yang mengaku teman akrabnya juga menyebutkan, kepergian Kayla membuat dirinya sempat tidak percaya, karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda mau meninggalkan mereka selamanya.

“Gak nyangka usia Kayla sampai disitu. Padahal sehari sebelumnya ia masih sempat ngirim video atas kelulusannya dalam seleksi Paskibraka tingkat Kabupaten,” katanya.

Mereka berdua menjelaskan, hal yang paling tidak bisa dilupakan dari pribadi Kayla adalah, ketika waktu shalat tiba. Ia selalu mengingatkan dan mengajak teman-temannya untuk melaksanakan shalat.

Semua berharap, atas peristiwa meninggalnya Kayla menjadi cerminan bagi semuanya, bahwa usia itu ada batasannya. Sehingga kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.***

Foto : wartain.com/Intan

Reporter/Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.