Wartain.com – Aktivitas wisata di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen untuk sementara dihentikan menyusul kebakaran yang mulai merembet ke area wisata tersebut.
Penutupan dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman keselamatan pengunjung maupun petugas di tengah kondisi api yang masih berkembang.
Kepala BBKSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan menjelaskan, titik api pertama kali terpantau di kawasan Cagar Alam (CA) Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup pada Kamis (3/9/2026).
Sehari kemudian, Jumat (4/9/2026), kobaran api dilaporkan telah memasuki kawasan TWA Kawah Ijen. Upaya pengendalian sebelumnya telah dilakukan, namun laju api bergerak lebih cepat dari perkiraan.
“Api bergerak lebih cepat daripada yang diharapkan. Berdasarkan perkembangan terakhir di lapangan, upaya pengendalian belum mampu menahan laju kebakaran. Api akhirnya merambat masuk ke kawasan TWA Kawah Ijen,” kata Patria, Jumat (4/9/2026).
Dengan kondisi tersebut, BBKSDA memutuskan menutup sementara seluruh aktivitas wisata di kawasan TWA Kawah Ijen. Kebijakan itu diambil untuk mengurangi potensi bahaya bagi wisatawan sekaligus memberikan keleluasaan kepada petugas dalam melakukan penanganan kebakaran.
Patria mengatakan keselamatan manusia menjadi pertimbangan utama dalam situasi tersebut. Selain pengunjung dan petugas, penutupan juga berkaitan dengan upaya menjaga kawasan konservasi yang terdampak kebakaran.
Kawasan TWA Kawah Ijen merupakan habitat berbagai jenis satwa dan tumbuhan. Karena itu, pengendalian kebakaran tidak hanya diarahkan untuk mencegah api meluas, tetapi juga meminimalkan kerusakan terhadap ekosistem.
“Ketika api sudah memasuki kawasan TWA, kita tidak boleh mengambil risiko yang tidak perlu. Akses dan aktivitas wisata perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi lapangan agar tim dapat fokus melakukan penanganan secara aman,” ujarnya.
BBKSDA Jawa Timur akan terus memantau perkembangan kebakaran di lapangan dan menyesuaikan kebijakan akses kawasan berdasarkan kondisi terkini.
Penutupan tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali setelah kondisi dinilai cukup aman untuk dibuka bagi aktivitas wisata.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
