Oleh : Dzikri Nur/ Pengamat Sosial Keagamaan
Wartain.com || Kehidupan bukanlah sekadar nafas yang keluar-masuk, bukan pula detak yang terus berdetak. Kehidupan sejati adalah bersama Dia Yang Maha Hidup—al-Ḥayy, yang tak pernah mati, yang tak pernah tidur, yang tak pernah luput dari kehadiran.
Segala sesuatu yang kau anggap hidup namun terpisah dari-Nya—itulah kematian sejati. Sebab hidup bukan soal bergerak, tapi soal hadir. Dan tidak ada kehadiran yang lebih hidup selain hadir bersama Allah, saat ini. Bukan kelak setelah mati. Tapi kini, di sini.
Maka, jika engkau ingin merasakan kehadiran-Nya sepenuhnya,
jadilah Muhammad— seorang manusia yang telah sirna dirinya demi yang Kekal,
yang telah tiada egonya demi Cinta,
yang seluruh nafas dan diamnya adalah penyaksian bahwa tiada yang hidup selain Allah.
Muhammad bukan sekadar nama.
Ia adalah keadaan jiwa: tunduk sepenuhnya, cinta sepenuhnya, hadir sepenuhnya.
Maka, jangan hanya mencintai Muhammad, jadilah seperti Muhammad.
Agar engkau hidup dalam yang Maha Hidup, dan tak pernah mati, meski jasadmu kelak dikubur. Karena yang hidup bersama Allah, telah menembus batas kehidupan dan kematian.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
