26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Latest Posts

Mencari Wajah Tuhan dalam Al-Qur’an

Wartain.com || Dalam Al-Qur’an, “wajah Tuhan” disebut beberapa kali dengan muatan makna yang dalam, bukan literal, melainkan isyarat akan keabadian, kehadiran, dan tujuan segala gerak.

1. QS. Al-Baqarah: 115

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Maknanya:

Wajah Allah tidak terikat ruang dan arah.

Siapa yang tulus mencari-Nya, akan menemukan-Nya di balik segala bentuk: dalam alam, dalam sesama, dalam doa yang lirih.

2. QS. Al-Qashash: 88

“Semua sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya.”

Maknanya:

Segala bentuk adalah ilusi kefanaan, hanya wajah-Nya (yakni Dzat, Sifat, dan Kehadiran-Nya) yang hakiki.

Inilah dasar dari segala pencarian spiritual: menembus kefanaan, mencapai Yang Abadi.

3. QS. Al-Insan: 9

“Sesungguhnya kami memberi makan kepada kalian hanya karena mengharap wajah Allah…”

Maknanya:

Segala amal, jika ingin murni, harus diarahkan hanya pada wajah-Nya. Artinya: kepada ridha-Nya, kepada Dzat-Nya, bukan kepada pujian makhluk.

II. Dalam Tasawuf: Wajah Tuhan adalah Cermin Jiwa

Para sufi memahami “wajah Tuhan” sebagai pancaran dari Dzat al-Haqq—yang tak dapat dilihat dengan mata, tapi bisa disaksikan dengan qalb (hati yang disucikan).

1. Ibn ‘Arabi berkata:

“Tidak ada yang di dalam wujud ini kecuali Allah. Maka lihatlah dengan mata Tuhan, agar engkau melihat Tuhan dalam segala sesuatu.”

Di sini, wajah Tuhan bukan di luar sana, tapi dalam segala sesuatu yang wujud. Bahkan lebih dekat dari segala dekat. Namun kita tidak bisa melihat-Nya karena hijab diri kita sendiri.

2. Al-Hallaj berujar:

“Aku adalah kebenaran” (Ana al-Haqq)

Bukan karena ia mengaku Tuhan, tapi karena ia telah binasa dalam dirinya (fana’) dan yang tersisa hanyalah wajah-Nya.

3. Jalaluddin Rumi menulis:

“Mata tidak bisa melihat wajah Tuhan, tetapi hati yang terbakar cinta, itulah cermin wajah-Nya.”

Kesimpulan Sementara

Mencari wajah Tuhan berarti:

Menyucikan niat agar setiap amal tertuju pada ridha-Nya.

Menembus segala hijab kefanaan agar sampai pada keabadian.

Melihat dunia bukan sebagai penghalang, tapi sebagai cermin kehadiran-Nya.

Melebur dalam cinta dan fana’, agar yang tersisa hanyalah Tuhan.***

Foto : Dok. Pribadi

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.