Wartain.com || “Nganteran” atau tradisi saling menukar makanan khas lebaran tempo dulu kini jarang terlihat. Tradisi ini sebagian besar ada di masyarakat wilayah Jawa Barat.
Namun beberapa tahun kebelakang tradisi tersebut sudah jarang terlihat. Akan tetapi di sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi, tradisi ini ternyata masih ada. Seperti yang terlihat di Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah,
Silih anteran biasanya dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri dimana masyarakat berbagi makanan untuk saling mencicipi.
Dimana, wadah yang digunakannya pun masih tradisional, yaitu menggunakan rantang, namun tidak sedikit sekarang menggunakan Besek (Styrofoam).
Isi yang ada didalam rantang tersebut ada nasi dan lauk pauk kadang ada juga berbagai jenis kue.

Pantauan di lapangan, seperti halnya yang dilakukan Yuhanah (44) warga Kp. Cimapag, Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, yang selalu melakukan tradisi itu setiap tahunnya.
“Berbagai makanan atau saling mencicipi ya bisa disebut juga nganteran sudah biasa dilakukan setiap tahun untuk tetangga ataupun saudara,” ucapnya.
“Namun memang semakin kesini semakin jarang apalagi menggunakan rantang, sekarang kan sudah ada besek lebih gampang pake itu karena sekali pakai,” tambahnya.
Ia berharap tradisi seperti ini terus berlanjut di lakukan secara turun temurun oleh anak cucu. Karena tradisi “nganteuran” maknanya saling berbagi.
“Tradisi ini semoga berlanjut karena selain untuk saling bertukar atau berbagi makanan juga untuk kita sodaqoh makanan,” pungkasnya.***
Foto : wartain.com/Intan
Editor : Aab Abdul Malik
Reporter : Intan Fitri Utami
