26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 16, 2026

Latest Posts

“Nganteuran Silih Asaan” Makanan Khas Tradisi  Lebaran Masyarakat Sunda yang Hampir Punah 

Wartain.com || “Nganteran” atau tradisi saling  menukar makanan khas lebaran   tempo dulu kini jarang terlihat. Tradisi ini sebagian besar ada di masyarakat wilayah Jawa Barat.

Namun beberapa tahun kebelakang tradisi tersebut  sudah jarang terlihat. Akan tetapi di sebagian wilayah  Kabupaten Sukabumi, tradisi ini  ternyata masih ada. Seperti yang terlihat di Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah,

Silih anteran biasanya dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri dimana masyarakat berbagi makanan untuk saling mencicipi.

Dimana, wadah yang digunakannya pun masih tradisional, yaitu menggunakan rantang, namun tidak sedikit sekarang menggunakan Besek (Styrofoam).

Isi yang ada didalam rantang tersebut ada nasi dan lauk pauk kadang ada juga berbagai jenis kue.

Pantauan di lapangan, seperti halnya yang dilakukan Yuhanah (44) warga Kp. Cimapag, Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, yang selalu melakukan tradisi itu setiap tahunnya.

“Berbagai makanan atau saling mencicipi ya bisa disebut juga nganteran sudah biasa dilakukan setiap tahun untuk tetangga ataupun saudara,” ucapnya.

“Namun memang semakin kesini semakin jarang apalagi menggunakan rantang, sekarang kan sudah ada besek lebih gampang pake itu karena sekali pakai,” tambahnya.

Ia berharap tradisi seperti ini terus berlanjut di lakukan secara turun temurun oleh anak cucu. Karena tradisi “nganteuran” maknanya saling berbagi.

“Tradisi ini semoga berlanjut karena selain untuk saling bertukar atau berbagi makanan juga untuk kita sodaqoh makanan,” pungkasnya.***

Foto : wartain.com/Intan

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Intan Fitri Utami

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.