26.7 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

Latest Posts

Olahraga Khas Sukabumi Sukses Pecahkan Rekor Dunia MURI

Wartain.com || Sebanyak 1.000 pesilat dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam atraksi spektakuler permainan tradisional khas Sukabumi, Bola Leungeun Seuneu (Boles), dalam gelaran Festival Rekor Dunia MURI Boles yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Jumat (25/7/2025).

Pertunjukan yang memperlihatkan aksi bermain bola api dengan tangan kosong ini tak hanya memukau penonton, tetapi juga sukses memecahkan Rekor Dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penampilan terbanyak permainan Boles oleh pesilat dalam satu waktu.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang hadir menyaksikan langsung acara tersebut menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya pelestarian budaya lokal ini. Ia juga mengingatkan bahwa Boles telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) oleh Kementerian Kebudayaan.

“Saya ucapkan selamat kepada KH Fajar Laksana dari Pondok Pesantren Al-Fath dan Paguron Sang Maung Bodas, yang telah menggagas dan mengangkat Boles hingga mencatatkan rekor MURI. Ini bukan hanya kebanggaan bagi Sukabumi, tapi juga untuk Indonesia,” ungkap Fadli.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa Boles memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wisata budaya Kota Sukabumi. Selain memiliki unsur pertunjukan yang menarik, Boles juga memuat nilai-nilai filosofis yang kuat.

“Boles adalah simbol dari perjuangan manusia dalam mengendalikan hawa nafsu. Api yang panas menggambarkan nafsu, dan ketika bola api itu berhasil dikendalikan dan dimasukkan ke gawang, itu melambangkan keberhasilan manusia mencapai tujuan hidupnya,” jelas Fadli.

Ia juga membuka kemungkinan untuk mengusulkan Boles sebagai Warisan Budaya Dunia versi UNESCO, melihat tingginya antusiasme dan orisinalitas permainan ini yang tak ditemukan di negara lain.

Sementara itu, pencipta olahraga tradisional Boles, KH Fajar Laksana, mengungkapkan bahwa para peserta berasal dari tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Ia mengaku membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk melatih kekompakan peserta dalam mempersiapkan atraksi ini.

“Mayoritas pesilat berasal dari Sukabumi, tapi ada juga yang datang dari Bogor, Depok, Tangerang Selatan, hingga DKI Jakarta. Ini wujud kolaborasi luar biasa untuk pelestarian budaya,” kata KH Fajar.

Ia menjelaskan bahwa Boles mulai dikembangkan secara modern sejak tahun 2010 dari Paguron Sang Maung Bodas, dan terinspirasi dari permainan zaman Kerajaan Pajajaran yang tercatat dalam naskah kuno Kitab Suwasit yang kini tersimpan di Museum Prabu Siliwangi.

“Sudah 15 tahun lebih kami perjuangkan. Dari sekadar ide menjadi sebuah seni budaya yang diakui secara nasional, bahkan kini mengantongi rekor dunia. Ini perjalanan panjang dan membanggakan,” ujarnya.

Momen bersejarah ini turut disambut bangga oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Nasution, yang hadir mendampingi Menteri Kebudayaan.

“Alhamdulillah, kami menyaksikan langsung pemecahan rekor MURI Dunia oleh kesenian khas Kota Sukabumi. Ini menjadi momentum penting bagi Sukabumi untuk semakin memperkuat identitas budayanya di kancah nasional dan internasional. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk melestarikan tradisi seperti ini,” tuturnya.

Dengan capaian ini, Boles tidak hanya mempertegas eksistensinya sebagai warisan budaya khas Sukabumi, tetapi juga sebagai media edukasi dan inspirasi generasi muda untuk mencintai budaya leluhur.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.