26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 18, 2026

Latest Posts

Pemkot Sukabumi Ingatkan Warga Waspada Campak Saat Musim Mudik, 23 Kasus Terkonfirmasi

Wartain.com || Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada musim mudik. Hal ini menyusul temuan puluhan kasus campak di wilayah tersebut sejak akhir 2025 hingga Maret 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan dan penyelidikan epidemiologi yang dilakukan Dinkes, tercatat sebanyak 32 kasus suspek campak ditemukan di Kota Sukabumi. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, sebanyak 23 kasus di antaranya dinyatakan positif campak.

Kepala Dinkes Kota Sukabumi Ida Halimah mengatakan, meskipun terdapat sejumlah kasus, kondisi tersebut masih terkendali dan belum memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini belum perlu menetapkan status KLB, namun langkah pencegahan tetap kami perkuat,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi Denna Yuliavina menjelaskan, secara nasional Indonesia masih menghadapi tantangan kasus campak yang cukup tinggi.

Menurutnya, Indonesia saat ini berada di peringkat kedua tertinggi kasus campak setelah Yaman. Di Jawa Barat sendiri tercatat ada sembilan daerah yang telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa akibat penyakit tersebut.

“Alhamdulillah untuk Kota Sukabumi belum sampai pada tahap KLB. Memang sempat ada peningkatan kasus pada tahun 2025, tetapi pada tahun 2026 ini jumlahnya cenderung menurun. Hingga saat ini juga belum ada laporan kasus kematian akibat campak,” jelas Denna.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama saat berada di tempat ramai yang berpotensi menjadi lokasi penularan penyakit.

Menurut Denna, peningkatan aktivitas masyarakat menjelang arus mudik dapat memicu kerumunan sehingga berpotensi mempercepat penyebaran penyakit menular.

“Kalau memungkinkan tetap menjaga jarak, menggunakan masker di keramaian, menerapkan PHBS, serta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi,” tambahnya.

Selain itu, Dinkes menekankan pentingnya imunisasi bagi anak, khususnya balita, sebagai langkah perlindungan utama dari penyakit campak.

Data Dinkes menunjukkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Sukabumi pada tahun 2025 mencapai 98,9 persen atau telah melampaui standar nasional. Meski demikian, masih terdapat sekitar 1,1 persen balita yang belum mendapatkan imunisasi.

“Kemungkinan belum diimunisasi bisa karena berbagai faktor, baik dari orang tua atau pengasuh maupun terkait pelayanan kesehatan,” katanya.

Dinkes pun mengingatkan para orang tua agar memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penularan penyakit campak.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.