Wartain.com || Upaya Polres Sukabumi Kota dalam memerangi peredaran narkoba kembali menunjukkan hasil signifikan. Dalam dua operasi terpisah, Satuan Reserse Narkoba berhasil membekuk tiga pengedar sabu dan mengamankan barang bukti seberat total 28,11 gram. Salah satu dari pelaku diketahui merupakan target operasi (TO) Ops Antik Lodaya 2025.
Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, menyampaikan bahwa hasil ini menjadi bukti komitmen pihaknya dalam menekan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.
“Penangkapan target operasi dalam rangkaian Ops Antik Lodaya 2025 ini mempertegas keseriusan kami dalam memutus mata rantai peredaran sabu di Sukabumi,” ujarnya, Kamis (7/11/2025).
Pengungkapan Pertama: Pelaku Diamankan di Lingkar Selatan
Operasi pertama berlangsung pada Rabu (5/11/2025) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB, di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.
Seorang pria berinisial RS alias J (46), warga Kecamatan Nyalindung, berhasil diamankan dengan sejumlah barang bukti berupa tiga paket sabu siap edar seberat 1,01 gram, satu timbangan digital, dan satu unit ponsel.
Dari hasil pemeriksaan, RS mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar yang kini masih diburu petugas.
Pengungkapan Kedua: Jaringan Target Operasi Tertangkap di Cikole
Hanya berselang dua jam, sekitar pukul 04.30 WIB, tim kembali bergerak dan berhasil menggulung dua pengedar lainnya, R (45) dan RR alias B (39), di kawasan Jalan RE Martadinata, Gang Adireja, Kelurahan Cikole, Kota Sukabumi.
Keduanya diketahui sebagai bagian dari jaringan yang menjadi target Ops Antik Lodaya 2025.
Dari lokasi tersebut, polisi menyita enam paket sabu ukuran sedang dan delapan paket sabu kecil dengan total berat 27,10 gram. Selain itu, ditemukan pula dua unit ponsel dan satu timbangan digital yang diduga digunakan untuk aktivitas transaksi.
AKP Tenda menegaskan, ketiga pelaku kini sudah diamankan di Mapolres Sukabumi Kota untuk proses penyidikan lebih lanjut. “Kami terus kembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan yang lebih besar di atasnya,” tandasnya.*** (RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
