Oleh : AM Soleh/Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak, Kalbar
Wartain.com || Beberapa Bulan belakangan ini, khususnya setelah dilantiknya Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden RI ke- 8, gema merah putih kembali digaungkan di cakrawala Nusantara pada khususnya dan Dunia pada umumnya.
Selain sebagai Warna Bendera kebanggaan Indonesia, merah putih kini digunakan secara formal sebagai sebutan nama pada “Kabinet Merah Putih” dan baru-baru ini “koperasi Merah Putih”. Tentu ini bukan kebetulan, Sebutan nama ini tidak Asal comot tapi mengandung makna dan spirit yang sangat mendalam.
Merah Putih adalah Harta Simpanan Nabi di Akhir Zaman
Mengutip dari kitab Sunan At-Tirmidzi oleh Imam At-Tirmidzi yang diterbitkan Tim Gema Insani, berikut bunyi hadits Dari Tsauban bahwa sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT telah mendekatkan jarak bumi untukku, sehingga aku dapat melihat bumi dari ujung timur sampai ke ujung barat. Aku juga dikaruniai dua harta simpanan, yaitu warna merah dan putih” (Sunan Ibnu Majah, Muttafaq ‘alaih).
Dalam beberapa tafsir dikatakan bahwa warna merah dan putih ini tidak diartikan secara gamblang melainkan ada makna tersirat.
Bahwa harta simpanan nabi di akhir zaman itu bukan sekedar terletak pada warna merah dan putih sebagai warna belaka, Tapi harus difahami dari makna filosofis, dan juga harus dilihat dari sisi Eskatologis yaitu akan ada kekuatan besar –yakni sebuah Negara- di akhir zaman yang menggunakan simbol merah dan putih, dan negara itulah yang dibanggakan sebagai perbendaharaan nabi di akhir zaman.
Kurang lebih Seperti itulah yang disebutkan dalam kitab Aunul Ma’bud:
“Imam Nawawi berkata, bahwa hadits ini memberikan isyarat sesungguhnya kerajaan umat Islam akan mencapai kejayaan, terbentang di Timur dan Barat”.
Wisnu Sasongko melalui karyanya yang bertajuk Armageddon 2: Antara Petaka dan Rahmat, menjelaskan dalam catatan kakinya bahwa hadits di atas disabdakan Rasulullah SAW di Jazirah Arab pada abad 6-7 Masehi. Kala itu, Jazirah sebagai titik acuan arah, maka yang dimaksud oleh Rasulullah dengan ujung timur bumi adalah belahan bumi yang paling timur dari Arab, yaitu kepulauan Indonesia.
Sementara, yang dimaksud ujung barat bumi adalah belahan bumi paling barat dari Arab yang mana merupakan benua Eropa dan Amerika. Dikatakan pula bahwa kekuasaan umat nabi akan mencapai salah satu ujungnya. Bila ujung timur dan ujung barat dibandingkan dari segi jumlah umat Islamnya, maka ujung timur lah yang terbanyak. Berdasarkan fakta saat ini, salah satu komunitas Islam terbesar berada di ujung timur bumi, yaitu Indonesia.
Jumlah umat Islam yang banyak ini kemungkinan nantinya akan menjadi salah satu kebanggaan Rasulullah SAW di antara umat nabi-nabi lain pada Hari Pengadilan. Saat ini, Indonesia menjadi penyumbang jumlah terbesar sebagai umatnya.
Sejarah Merah Putih di Indonesia
Kemudian fakta sejarah ternyata pemilihan warna merah dan putih pada bendera Indonesia ini tak lepas dari peran para ulama terdahulu yang turut berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini. disebutkan oleh Profesor Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya Api Sejarah, bahwa para ulama berjuang untuk mengenalkan Sang Saka Merah Putih sebagai bendera Rasulullah SAW.
Ada tiga hal yang selalu dijadikan tradisi oleh para ulama untuk semakin mengenalkan bendera Rasulullah kepada masyarakat Indonesia kala itu. Pertama mengenalkan istilah Sekapur Sirih dan Seulas Pinang (merah dan putih) pada setiap pengantar buku atau pada pembicaraan awal, kedua budaya menyajikan bubur merah putih saat bayi baru lahir, ketiga pada saat membangun rumah, di susunan atas rumah dikibarkan Sang Merah Putih.
Prof Mansyur menegaskan bendera Rasulullah SAW berwarna Merah Putih seperti yang ditulis oleh Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan, Jilid X, halaman 340. Dari Hamisy Qasthalani.
Prabowo Menghidupkan Kembali Spirit Merah Putih
Dari paparan singkat diatas maka tidaklah heran jika simbol merah putih bukanlah sekedar warna tapi dia adalah “Pusaka yang Sakral” yang terilhami dari hadits Rasulullah SAW. Bendera merah putih yang dimiliki oleh Indonesia mengandung nilai filosofis; merah adalah berani, perjuangan; putih adalah ikhlas, suci. Kedua warna ini bila digabung, maka memunculkan arti: perjuangan penuh ikhlas atau berjuang membela negara hingga titik darah penghabisan dengan penuh ikhlas. dan ini merupakan simbol identitas bangsa Indonesia.
Sepertinya spirit itulah yang kini diterapkan oleh Presiden RI ke-8 Bapak H. Prabowo Subianto yang Kabinetnya saat ini dinamai Kabinet Merah Putih, kemudian koperasi Merah Putih, dan Banyak lagi Program-program Presiden Prabowo lainnya menggunakan nama Merah Putih. Ini mencerminkan semangat Perjuangan membela bangsa dan negara dengan penuh ikhlas.
Dengan spirit itu pula kita sebagai Rakyat bangsa Indonesia sudah saatnya kembali mengobarkan semangat merah putih. Memperkokoh persatuan dan kesatuan, bahu membahu membangun bangsa diatas kepentingan pribadi dan kelompok, yakin menatap kedepan, Indonesia emas bukanlah khayalan tapi sebuah Keniscayaan yang telah dinubuwatkan.
Penutup
Sebagai penutup dan merupakan doa tulus dari kami rakyat Indonesia untuk Presiden RI ke- 8 Bapak H Prabowo Subianto:
Bismillahirrahmanirrahim….
Ya Allah yang Maha Segalanya,
1. Anugerahkan kesehatan, keselamatan, panjang umur serta dijauhkan dari marabahaya untuk Presiden kami bapak H Prabowo Subianto.
2. Anugerahkan kelancaran, kesuksesan, dan keberkahan program Asta Cita.
3. Anugerahkan kami negeri yang aman damai dan sejahtera, negeri Indonesia yang “Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghofur”. (***)
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
