Wartain.com – Perusahaan manufaktur asal Tiongkok, PT Hung Fu Leather Indonesia, bersiap memulai operasional di Kabupaten Sukabumi. Pabrik yang berada di Kawasan Industri Cikembar, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, mulai membuka rekrutmen tenaga kerja.
Perusahaan tersebut bergerak di bidang pengolahan bahan kulit setengah jadi. Produknya menjadi bagian dari rantai pasok sejumlah merek fesyen global.
Proses pembangunan pabrik PT Hung Fu Leather Indonesia diketahui telah berjalan sekitar satu tahun. Kini tahapan beralih ke persiapan produksi, termasuk perekrutan karyawan.
Sekretaris Desa Cimanggu, Asep Supriatna, membenarkan kabar rekrutmen tersebut. Menurutnya, perusahaan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cimanggu.
“Informasi yang kami ketahui, PT Hung Fu Leather Indonesia bekerja sama dengan BUMDes untuk merekrut tenaga kerja dari warga setempat dengan alokasi sekitar 300 orang,” ujar Asep, Kamis 2/7/2026.
Asep menyebut kerja sama itu bertujuan memberi kesempatan kerja lebih besar bagi masyarakat sekitar pabrik. Seleksi calon pekerja difokuskan untuk warga Desa Cimanggu dan sekitarnya.
Meski rekrutmen sudah berjalan, perusahaan belum resmi memulai kegiatan produksi. Asep menduga rekrutmen ini merupakan bagian dari persiapan menjelang operasional pabrik.
“Mungkin rekrutmen yang dilakukan oleh BUMDes untuk persiapan menjelang operasional,” katanya.
Kabar pembukaan lapangan kerja baru itu disambut baik Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memastikan akan mengawal proses rekrutmen agar sesuai aturan.
Kepala Disnaker Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, mengatakan kehadiran perusahaan diharapkan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kami menyambut baik karena ini menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sukabumi. Kami juga berharap tidak ada permasalahan dalam proses rekrutmennya,” kata Sigit.
Sigit menambahkan, pihaknya telah menugaskan Bidang Penempatan Tenaga Kerja untuk monitoring dan pembinaan di lokasi. Hingga saat ini Disnaker belum menerima secara resmi rencana kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
