Wartain.com, Sukabumi || Sejumlah elemen organisasi, komunitas, paguyuban dan warga Kecamatan Jampang Tengah, menggelar aksi unjuk rasa, dari terminal Bojong Lopang sampai ke Ciareuy, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Senin 02/10/2023.
Mereka melakukan aksi dengan memblokade dan membakar ban ditengah jalan, arah Jampang Tengah-Cikembar dan arah sebaliknya, tapi tidak untuk kendaraan urgent, seperti Ambulance, Damkar masih bisa melewati jalan tersebut.
Diketahui, unjuk rasa tersebut terdiri dari gabungan elemen masyarakat, diantaranya adalah Ormas Sapu Jagat, Garis (Gerakan Reformasi Islam), JTM (Jampang Tandang Makalangan), MSJ (Mobil Sayur Jampang) dan organ lainnya. Selain Ormas, juga turut serta dalam aksi tersebut, sejumlah komunitas serta paguyuban masyarakat Jampang Tengah dan sekitarnya.
Pantauan wartain.com, ribuan pengunjuk rasa tersebut, menyampaikan tuntutan, agar pemerintah memperbaiki jalan provinsi sepanjang 24 KM dari arah Padabeunghar-Cikaler. Dimana, Unras tersebut digelar di dua titik, yaitu di daerah Ciareuy dan di Bhayangkara depan UPTD Wilayah II.

Ketua paguyuban Jampang Tandang Makalangan DPC Lengkong, Suparman mengatakan, kehadiran beliau dan sejumlah masa, untuk membantu menggerakkan Ormas daerah Lengkong dalam menyampaikan suara masyarakatnya Jampang Tengah.
“Kita pernah melakukan audiensi pada tanggal 23 Maret 2023, masyarakat di janjikan bulan Juni 2023 oleh pihak terkait, dan jawabannya masuk ke tahap 1, dengan panjang 24 KM, tapi sampai sekarang belum juga,” katanya.
Menurutnya, apabila pemerintah tidak menanggapi aksi ini dan tidak merealisasikan janjinya untuk memperbaiki jalan tersebut, mereka akan melakukan aksi unjuk rasa lanjutan, dengan membawa masa lebih banyak lagi.
“Kami siap turun lagi, apabila pihak yang berwenang tidak memperhatikan tuntutan ini. Pokonya jalan wajib diperbaiki sebagaimana kehendak warga. Apabila tidak, kami akan turun lagi dengan jumlah masa yang lebih banyak,” tegas Suparman.
Ketua DPC Paguyuban Jampang Tandang Makalangan menambahkan, dalam menggelar aksi ini, ia menghimbau kepada pengunjuk rasa untuk tidak melakukan hal-hal yang anarkis, peserta aksi harus tertib dan aman.

“Yang paling penting hindari prilaku anarkis karena tujuan kita betul-betul untuk menyampaikan aspirasi, dalam menjaga dan membela masyarakat jampang ini,” pungkasnya.
Sementara itu, ditempat yang sama Camat Jampang Tengah, Chaerul Ichwan mengungkapkan, ini akan segera ditindak lanjuti, tinggal menunggu dana yang akan dikeluarkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Insya Allah akan kami tindak lanjuti, kebetulan hari ini hadir perwakilan Dinas PU Provinsi. Aspirasi masyarakat Jampang Tengah, akan disampaikan ke pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ungkap Camat ketika menemui pengunjuk rasa.
Menanggapi aksi tersebut, perwakilan UPTD Wilayah II, Tatang sebagai pengamat jalan menjelaskan, sebenarnya perbaikan jalan provinsi ini akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2024-2025.
“Kepala sudah mengagendakan anggaran untuk pembangunan ini di tahun 2024-2025,” ucapnya singkat.***
Foto : wartain.com/Intan
Editor : Aab Abdul Malik
Reporter : Intan Fitri Utami
