Wartain.com || Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menghadiri Sosialisasi Penanggulangan Bencana bagi RT dan RW se-Kelurahan Gunungparang yang digelar di Aula Kelurahan pada Jumat (14/11/2025). Hadir pula dalam kegiatan tersebut Camat Cikole, Lurah Gunungparang, Sekretaris unsur BPBD, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Forum ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparatur kewilayahan, khususnya di Gunungparang yang dikenal sebagai salah satu kawasan vital di pusat kota.
Dalam arahannya, Wali Kota Ayep Zaki menekankan pentingnya peran RT dan RW sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana. Menurutnya, keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada perangkat formal seperti BPBD, tetapi sangat ditentukan oleh kesiapan unsur masyarakat yang berada di level paling dekat dengan warga.
“Gunungparang adalah wajah Kota Sukabumi. RT dan RW memiliki peran strategis untuk memastikan wilayah pusat kota tetap tertata, aman, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana,” ujar Wali kota.
Selain isu kebencanaan, ia juga menyoroti tiga persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius: kebersihan lingkungan, stunting, dan pengangguran. Ketiga isu tersebut disebutnya saling terhubung dan berpengaruh besar terhadap kualitas hidup masyarakat.
Sebagai bagian dari solusi, Wali kota memaparkan program pemerintah yang tengah fokus mengoptimalkan penyaluran tenaga kerja ke luar negeri. Langkah itu disebut sebagai upaya konkret untuk mengurangi angka pengangguran, terutama bagi warga usia produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki juga memberikan apresiasi kepada Kelurahan Gunungparang yang menjadi penyumbang terbesar penerimaan PBB di Kecamatan Cikole. Ia menilai capaian ini menunjukkan kuatnya kesadaran sosial dan kepatuhan masyarakat dalam mendukung pembangunan kota.
Tak hanya membahas isu lokal, Wali kota turut menyampaikan rencana pembangunan Kota Sukabumi tahun 2026 serta sejumlah prestasi yang telah diraih pemerintah daerah. Penyampaian ini diharapkan mampu memperluas pemahaman aparat kewilayahan mengenai arah kebijakan kota ke depan.
Menandai dimulainya kegiatan, Wali kota secara simbolis menyerahkan peralatan darurat bencana kepada perwakilan peserta. Simbol itu ditekankan sebagai bentuk kesiapan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi penguatan nyata bagi RT dan RW dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih tangguh, terstruktur, dan berkelanjutan — sehingga masyarakat Gunungparang semakin siap terhadap berbagai potensi bencana sekaligus mampu menjaga kualitas lingkungan dan stabilitas sosial wilayah pusat kota.*** (RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
