26.7 C
Jakarta
Kamis, Februari 12, 2026

Latest Posts

Sambut Ramadhan 1445 H, Ponpes Tahfidz An-Nida Cicantayan-Sukabumi, Gelar Khotmil Qur’an ke-7

Wartain.com || Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz An-Nida menggelar Khotmil Qur’an ke-7 tahun 2024. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1445 H, bertempat di komplek Ponpes Tahfidz Qur’an An-Nida, Minggu 03/03/2024.

Ponpes Tahfidz An-Nida beralamat di Kp. Cibarongbok RT 02 RW 05, Desa Cicantayan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Berdiri sejak tahun 2021, kini ponpes Tahfidz An-Nida sudah memiliki 27 santri putri. Yang mana semuanya free biaya dan tidak dipungut biaya apapun selama di pondok.

Diketahui, Ponpes An-Nida untuk sementara menerima santri yang berlatar belakang yatim piatu dan dhuafa.

Ditemui wartain.com, Ketua Yayasan sekaligus pengelola ponpes Tahfidz An-Nida, Ustadz Elan Suherlan, M.Pd mengatakan, kegiatan Khotmil Qur’an ini merupakan gelaran rutin setiap tiga bulan sekali.

“Gelaran ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk menguji kemampuan bagi para santri yang sudah hafal setiap juznya,” kata Elan disela-sela acara.

Sambut Ramadhan 1445 H, Ponpes Tahfidz An-Nida Cicantayan-Sukabumi, Gelar Khotmil Qur’an ke-7 (foto : wartain.com/Aab)

Disinggung jumlah hafalan santri, Elan mengungkapkan dari 27 santri yang ada di pondok, mereka rata-rata sudah hafal diatas enam juz, bahkan sudah ada yang mencapai hafalan 24 juz.

“Rata-rata santri disini mereka sudah hafal 6 juz, bahkan sudah ada yang mencapai 24 juz. Mereka dituntut untuk menghafal sebanyak dua halaman setiap hari,  itupun tergantung daya nalar santri,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kurikulum yang diterapkan di pesantren, ia menambahkan, para santri setiap hari diberikan materi hafalan Qur’an, bahasa Arab, bahasa Inggris, dan komputer (IT).

Selain itu, santri juga diberikan materi tambahan berupa seni marawis, pengajian kitab kuning, seni bela diri (tapak suci) dan pidato tiga bahasa.

“Kami menawarkan banyak program disini, selain kurikulum inti pesantren dalam hal ini hafalan Qur’an, juga mereka diberikan materi tambahan baik untuk kekutan rohani maupun kekuatan jasmaninya. Pengajian kitab kuning sampai olahraga bela diri (tapak suci),” tambahnya.

Elan berharap, santri yang mondok di pesantrennya bisa terus mengasah kemampuan hafalannya, sehingga nantinya selesai mondok mereka menjadi hafidzah yang bisa digunakan untuk kepentingan dirinya,  keluarga dan masyarakat.

“Saya berharap para santri terus bisa mengasah kemampuan hafalan, agar mereka menjadi insan-insan yang mencintai Al-Qur’an dan dimanfaatkan untuk dirinya, keluarga dan masyarakat,” harapnya.

Diakhir sesi wawancara Elan juga berpesan kepada seluruh masyarakat, agar terus mendidik putra putrinya dengan ajaran Al-Quran. Apabila tidak bisa sendiri maka bisa ditipkan bisa di ponpes ini atau ditempat lain.

Disisi lain,  salah seorang santri Ponpes Tahfidz An-Nida Selpita Alnovianza Musyabilla, menuturkan, dirinya beserta santri yang lain sangat bangga dan betah mondok di ponpes ini, karena selain banyak diajarkan hafalan Qur’an, juga dibiasakan bebrhasa Arab dan Inggris setiap harinya.

“Saya sangat senang bisa mondok disini, selain bisa menambah hafalan Qur’an, dirinya juga bisa berlatih untuk bercakap bahasa Arab dan Inggris setiap hari,” tutur santri asal Caringin-Bogor ini.

Kini hafalan dirinya sudah mencapai 24 juz. Ia memiliki target enam bulan berikutnya sudah hafal sampai 30 juz.

“Doakan saja semoga saya enam bulan kedepan bisa tuntas hafal satu Al-Quran atau 30 juz,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan kegiatan Khotmil Qur’an tersebut juga dibarengi dengan kegiatan untuk menyambut Ramadhan 1445 H. Tampak hadir pengurus yayasan, dewan asatidz, perwakilan orangtua santri serta tamu undangan lainnya.***

Foto : wartain.com/Aab

Reporter/Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.