Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS). Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, saat menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi Jawa Barat yang berlangsung di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, pada 21 Juni 2026.
Pada kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya pelaksanaan sensus yang dilakukan secara cermat dan objektif agar menghasilkan data yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Menurutnya, data yang akurat akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan program dukungan yang tepat sasaran bagi setiap daerah.
Dalam pelaksanaan SE2026, BPS Jawa Barat menargetkan pendataan terhadap sedikitnya 5,54 juta pelaku usaha dan 17,7 juta kepala keluarga. Untuk mencapai target tersebut, sebanyak 40.573 petugas sensus diterjunkan guna melakukan pendataan langsung ke masyarakat melalui metode door to door, termasuk melibatkan pegawai organik BPS.
Menanggapi hal itu, Ayep Zaki menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Sukabumi untuk berperan aktif dalam menyukseskan agenda nasional tersebut. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan turut mengawal proses pendataan agar hasil yang diperoleh benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pemerintah Kota Sukabumi akan mengawal proses pendataan agar data yang dikumpulkan benar-benar akurat, valid, dan mencerminkan kondisi nyata di lapangan sehingga dapat menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan kebijakan pembangunan,” ujar Ayep Zaki.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menyediakan data yang lengkap dan terpercaya. Informasi yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah, memperkuat iklim investasi, mendorong pertumbuhan UMKM, serta meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat.
Ayep menambahkan, pembangunan yang efektif membutuhkan basis data yang kuat dan terukur. Oleh karena itu, hasil sensus diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi masyarakat yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor pembangunan.
“Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi bagian penting dalam membangun sistem perencanaan yang lebih terukur dan berbasis kondisi nyata di lapangan. Dari data yang dihasilkan, nantinya diharapkan dapat menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan pembangunan di berbagai sektor,” tandasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
