Wartain.com || Kepala SPPG Limusnunggal, Adri Hafiz Yusuf, memastikan proses produksi dan distribusi paket Makanan Bergizi (MBG) selama bulan Ramadan tetap berjalan optimal.
Di tengah berbagai polemik yang berkembang, pihaknya berkomitmen menjaga kualitas layanan sekaligus melakukan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.
Adri menjelaskan, selama Ramadhan limbah yang dihasilkan dari proses produksi dapur berupa minyak dan kardus kemasan. Kedua jenis limbah tersebut tidak dibuang begitu saja, melainkan dikumpulkan dan dijual kembali. Hasil penjualannya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan relawan dapur.
“Limbah minyak dan kardus kami kumpulkan, kemudian dijual. Dana yang diperoleh digunakan untuk menunjang kebutuhan relawan di dapur,” ujarnya, Sabtu (28/02/2026).
Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada keluhan dari para penerima manfaat. Bahkan, menurutnya, masyarakat merasa tetap diuntungkan karena paket makanan bergizi tetap didistribusikan secara utuh selama bulan Ramadhan.
Dalam penyusunan menu, dapur SPPG Limusnunggal mengutamakan bahan pangan yang bernilai gizi tinggi dan efisien dalam distribusi. Ayam menjadi salah satu bahan utama karena mengandung protein tinggi, sementara roti dipilih sebagai sumber karbohidrat yang relatif tahan lama dan mudah didistribusikan.
Adri mengakui berbagai dinamika yang muncul selama Ramadhan menjadi bahan evaluasi internal bagi pihaknya. Namun demikian, hal tersebut tidak mengurangi komitmen dapur untuk mempertahankan kualitas menu agar tetap bergizi dan sesuai dengan anggaran yang tersedia.
“Kami tetap berupaya menjaga kandungan gizi seimbang sesuai kebutuhan penerima manfaat, tanpa mengesampingkan batasan anggaran yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Dengan komitmen tersebut, SPPG Limusnunggal menegaskan akan terus melayani para penerima manfaat dengan sepenuh hati, memastikan setiap paket makanan yang didistribusikan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memenuhi standar gizi yang dibutuhkan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
