26.7 C
Jakarta
Senin, Februari 9, 2026

Latest Posts

Sukabumi Bersih, Sukabumi Maju: Menjawab Perintah Presiden Prabowo dengan Kolaborasi Total

Oleh: Aam Abdul Salam

Wartain.com || Kritik tajam Presiden Prabowo Subianto mengenai kondisi lingkungan di Bali yang kotor, yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan daerah, bukan hanya teguran untuk satu wilayah. Ini adalah alarm keras bagi seluruh kepala daerah di Indonesia—termasuk Kabupaten Sukabumi—untuk segera “menyatakan perang terhadap sampah”. Arahan tegas Presiden untuk menggerakkan korve (kerja bakti) secara rutin di perkantoran, pantai, pasar, dan pemukiman, menuntut sinergi total dari tingkat Pemkab, legislatif, kalangan pengusaha, hingga masyarakat.

Kabupaten Sukabumi, dengan geografis yang luas, memiliki potensi pariwisata luar biasa, mulai dari pantai Geopark Ciletuh hingga kawasan pedesaan. Namun, keindahan ini tidak akan bertahan lama jika lingkungan kotor dan sampah menumpuk. Sebagai daerah dengan potensi wisata dan ekonomi, Kabupaten Sukabumi harus menjadi pelopor dalam gerakan “Indonesia ASRI” (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digaungkan Presiden.

Kolaborasi Sinergis, Bukan Sekadar Seremonial. Gerakan kebersihan ini tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan konvensional yang bersifat seremonial. Diperlukan kolaborasi total stakeholder:

Eksekutif dan Legislatif (Pemkab & DPRD):

Pemkab Sukabumi harus memimpin langsung, menerjunkan dinas terkait, dan memastikan anggaran pengelolaan sampah memadai. Legislatif harus mendukung melalui kebijakan yang pro-lingkungan dan regulasi pengolahan sampah yang ketat.

Kalangan Pengusaha (Swasta):

Para pengusaha, terutama di sektor pariwisata, perhotelan, dan pusat perdagangan, wajib bertanggung jawab atas sampah di lingkungan bisnis mereka. Ini sejalan dengan upaya Pemkab memperkuat komitmen sektor swasta dalam pelestarian lingkungan.

Masyarakat dan Komunitas:

Budaya “korve” atau gotong royong harus dihidupkan kembali di tingkat desa dan RT/RW. Masyarakat adalah ujung tombak, mulai dari pemilahan sampah dari rumah.

Mewujudkan Sukabumi Bersih, Aman, dan Damai

Tujuan akhir dari perintah Presiden adalah menciptakan lingkungan yang nyaman. Lingkungan yang bersih akan menurunkan tingkat kejahatan (aman) dan menciptakan ketenangan pikiran (damai) bagi warga dan wisatawan.

Gerakan ini harus menyasar seluruh titik vital:

Pantai dan Tempat Wisata:

Pantai-pantai di Sukabumi harus bebas dari sampah plastik agar tidak merusak ekosistem dan citra wisata.

Perkantoran dan Pusat Perdagangan:

Wajib bersih, minimal setengah jam sebelum bekerja, menteri—dan dalam konteks daerah, kepala dinas/camat—harus memimpin pembersihan.

Pasar dan Perkotaan/Pedesaan:

Sampah pasar harus dikelola secara profesional, bukan dibuang sembarangan.

Penutup

Menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo, sudah saatnya Kabupaten Sukabumi bergerak bersama. Tidak ada lagi waktu untuk saling melempar tanggung jawab. Sinergi antara eksekutif, legislatif, pengusaha, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci. Dengan semangat “Tandang Sukabumi, Keur Jabar Istimewa Nu Mubarokah”, kita wujudkan Kabupaten Sukabumi yang Bersih, Aman, dan Damai.

Penulis : Penasehat PWI Kab.Sukabumi dan Serikat Media Siber Seluruh Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya/Presidium KAHMI Sukabumi/Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.