26.7 C
Jakarta
Selasa, Maret 17, 2026

Latest Posts

Trump Pertimbangkan Opsi Militer di Tengah Kebuntuan Negosiasi Nuklir Iran

Wartain.com || Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump kini berada di titik krusial dalam menentukan arah kebijakan luar negeri terhadap Iran. Di tengah berlangsungnya putaran negosiasi nuklir di Swiss pada Rabu (25/2/2026), Washington dilaporkan telah menyiapkan serangkaian skenario militer jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.

Laporan internal dari Gedung Putih mengungkapkan bahwa Presiden Trump saat ini sedang menunggu laporan akhir atau “aba-aba” dari dua utusan khusus AS yang sedang mengikuti jalannya negosiasi di Swiss. Instruksi untuk melakukan serangan besar dikabarkan tetap berada di atas meja kerja Presiden, menunggu kepastian apakah Teheran bersedia menyetujui persyaratan baru yang diajukan Washington.

Sejauh ini, jalannya perundingan pada Kamis ini dilaporkan masih diwarnai ketegangan. Kubu AS dan Iran disebut tetap pada posisi yang saling bertentangan, sehingga mempersempit ruang diskusi yang tengah berlangsung.

Menanggapi ketidakpastian tersebut, pihak Amerika Serikat telah memetakan tiga skenario utama guna menghadapi sikap keras Teheran:

1. Prioritas Diplomasi: Memberikan ruang negosiasi seluas mungkin agar Iran bersedia kembali ke kesepakatan nuklir yang lebih ketat.

2. Serangan Militer Terbatas: Jika Iran tetap bergeming, Trump mempertimbangkan pemboman terhadap target militer strategis tertentu di wilayah Iran. Tujuannya adalah menciptakan tekanan agar Iran terpaksa menyetujui poin-poin diskusi nuklir.

3. Operasi Penggulingan Rezim: Skenario paling ekstrem adalah peluncuran serangan skala besar yang ditujukan untuk membidik dan menggulingkan rezim Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Langkah ini akan diambil jika diplomasi dinyatakan gagal total.

Dalam konferensi pers singkat di Gedung Putih sebelum keberangkatan tim negosiasi ke Swiss, Presiden Donald Trump menegaskan sikapnya.

“Saya selalu menginginkan kesepakatan, tapi saya tidak akan membiarkan mereka terus mengulur waktu. Jika utusan saya melaporkan tidak ada kemajuan di Swiss, maka skenario yang lebih keras sudah siap. Kita akan bertindak sangat kuat, mereka tahu apa yang bisa kita lakukan.” Dilansir dari White House Press Briefing, Kata Trump, Gedung Putih, Juma’t (20/2/2026) Waktu setempat.

Penggunaan ancaman militer secara terbuka ini menunjukkan bahwa Trump sedang menerapkan strategi Diplomasi. Dengan menaruh opsi serangan besar di depan mata publik, Washington mencoba memaksa Iran untuk memilih antara kompromi nuklir atau risiko kehancuran domestik.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan Iran di Swiss belum memberikan tanggapan resmi terkait bocornya skenario serangan tersebut. Sementara itu, kehadiran armada tempur Amerika Serikat di kawasan Teluk dilaporkan terus diperkuat guna mengantisipasi segala kemungkinan dalam 24 jam ke depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.