26.7 C
Jakarta
Selasa, April 28, 2026

Latest Posts

Warga Jampangtengah Soroti Aktivitas Tambang Usai Banjir dan Longsor, Pemda Diminta Bertindak Tegas

Wartain.com || Pasca bencana banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Senin, 29 Desember 2025, suara keprihatinan datang dari Paguyuban Armada Cilawang bersama Aliansi Masyarakat Jampangtengah. Mereka menyampaikan pernyataan sikap atas musibah yang dinilai berkaitan erat dengan degradasi lingkungan di wilayah tersebut.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan secara terbuka di Alun-alun Jampangtengah, Selasa, 30 Desember 2025. Dalam kesempatan itu, perwakilan paguyuban menyatakan empati mendalam kepada warga yang terdampak, sekaligus menegaskan bahwa bencana yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam.

Menurut mereka, tingginya curah hujan bukan satu-satunya pemicu banjir dan longsor. Aktivitas pertambangan di sejumlah titik di Kecamatan Jampangtengah disebut menjadi faktor yang patut dievaluasi karena diduga telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan memperparah dampak bencana.

Atas kondisi tersebut, Paguyuban Armada Cilawang mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan langkah konkret untuk menangani kerusakan lingkungan demi menjaga keselamatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.

Mereka juga meminta pemerintah bersikap tegas terhadap pelaku usaha yang terbukti melakukan perusakan atau pencemaran lingkungan.

“Penanganan harus dilakukan secara serius agar wilayah terdampak bisa segera pulih dan kejadian serupa tidak terulang,” begitu bunyi salah satu poinnya.

Sebagai tindak lanjut, Wakil Paguyuban Armada Cilawang, Fadel, menyampaikan bahwa pada Minggu 4 Januari 2026, telah dilakukan audiensi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat Wilayah I di Cianjur.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Forkopimcam, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Warga menilai kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Dokumentasi yang mereka miliki menunjukkan bahwa banjir lumpur yang menggenangi jalan raya dan permukiman warga di Kampung Cilawang diduga berasal dari area tambang yang berada di atas wilayah permukiman.

Masyarakat berharap adanya pengawasan ketat serta langkah nyata dari pemerintah agar kerusakan lingkungan dapat dihentikan dan keselamatan warga Jampangtengah tetap terjaga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.