Wartain.com || Belasan remaja yang diduga terlibat aksi tawuran di Jalan Raya Siliwangi, tepatnya di Gang Kongsi, Kelurahan/Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, berhasil diamankan oleh petugas Polsek Cicurug, Resor Sukabumi.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (17/3/2025) dini hari ini sempat viral di media sosial setelah seorang warga mengunggah video berdurasi 51 detik yang merekam aksi tidak terpuji tersebut. Dalam video tersebut, sekelompok remaja terlihat saling menantang dengan membawa sarung di ruas Jalan Raya Nasional Sukabumi – Cicurug.
Situasi semakin memanas ketika salah satu pelaku melemparkan botol berisi api (bom molotov) ke arah lawannya, menyebabkan suara pecahan botol yang mengagetkan warga sekitar.
Kapolsek Cicurug, Kompol Mangapul Simangunsong, menjelaskan bahwa pihak kepolisian berhasil mengamankan 11 remaja yang diduga terlibat dalam tawuran tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat terkait video yang viral.
“Para pelaku merupakan gabungan dari beberapa kampung di Kecamatan Cicurug dan Kecamatan Cidahu,” ujar Mangapul, Selasa (18/3/2025).
Setelah mendapatkan laporan, jajaran Polsek Cicurug segera melakukan penyelidikan terhadap video tersebut dan berhasil mengidentifikasi serta mengamankan para pelaku dengan berkoordinasi bersama Bhabinkamtibmas dan kepala desa setempat.
“Dari hasil penyelidikan, tiga orang di antaranya, yakni R (20), RZ (20), dan JN (16), diduga sebagai pelaku yang membuat dan melempar bom molotov,” ungkapnya.
Polisi kemudian memberikan pembinaan kepada para remaja yang terlibat. Delapan orang dikembalikan kepada orang tua mereka, sementara tiga pelaku lainnya dikenakan wajib lapor.
“Setelah diberikan pembinaan, para pelaku menandatangani surat pernyataan di hadapan orang tua, kepala desa, serta Bhabinkamtibmas,” tambahnya.
Mangapul juga mengimbau para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam tindakan yang melanggar hukum.
“Mari kita jaga kondusivitas selama bulan suci Ramadan dengan memperbanyak amal ibadah,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
