Wartain.com || Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, pedagang bendera di Sukabumi justru mengeluhkan penurunan omzet. Persaingan dengan penjualan daring menjadi salah satu penyebab utama lesunya transaksi di lapak-lapak pinggir jalan.
Kuryono, pedagang bendera di Jalan Raya Cisaat, Kabupaten Sukabumi, mengaku penjualannya merosot tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Sudah 15 tahun jualan bendera, tapi sejak ada online, penjualan menurun drastis. Sekarang sehari paling dapat Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, itu pun sudah bagus,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Menurutnya, momen Agustusan memang sedikit mengangkat pendapatan dibanding hari biasa, namun masih jauh dari kondisi sebelum maraknya penjualan lewat internet. “Kalau di luar musim kemerdekaan, kadang cuma dapat Rp50 ribu atau malah di bawah itu,” tambahnya.
Hal serupa dirasakan Ali (42), pedagang bendera musiman asal Garut yang berjualan di kawasan Nyomplong, Kota Sukabumi. Ia menilai minat pembeli menurun signifikan. “Sekarang tidak seramai dulu. Harga di online lebih murah, otomatis di sini ikut turun,” keluhnya.
Meski pendapatan menipis, para pedagang tetap bertahan di tepi jalan demi mendapatkan penghasilan tambahan. Mereka berharap momen menjelang 17 Agustus tahun-tahun mendatang bisa kembali ramai seperti sedia kala.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
