Wartain.com || UPTD Puskesmas Kertahayu Kecamatan Pamarican bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan skrining kesehatan paru bagi masyarakat, bertempat di halaman Kantor Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Senin (20/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan penemuan kasus suspek Tuberkulosis (TBC) serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan paru.
Kepala UPTD Puskesmas Kertahayu, Dikdik, menjelaskan bahwa kegiatan skrining dilaksanakan secara massal dengan target awal sebanyak 120 peserta.
“Alhamdulillah, dari target 120 peserta, yang hadir sebanyak 116 orang. Walaupun sedikit di bawah target, kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang semakin tinggi untuk memeriksakan kesehatan paru-parunya,” ujar Dikdik.
Ia menambahkan, pelaksanaan skrining dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari registrasi dan pengisian formulir, kemudian pemeriksaan gejala TBC dan Penyakit Tidak Menular (PTM), dilanjutkan dengan rontgen dada, pembacaan hasil oleh dokter, hingga penyampaian hasil pemeriksaan kepada peserta.
Bagi peserta yang hasilnya menunjukkan indikasi TBC, dilakukan pemeriksaan lanjutan dan diberikan pengobatan secara intensif oleh pihak Puskesmas.
Sementara itu, Sugianto, selaku Programmer TBC Puskesmas Kertahayu, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menyasar penderita diabetes melitus (DM) atau kencing manis. Menurutnya, penderita DM diwajibkan menjalani pemeriksaan rontgen dada untuk memastikan tidak adanya infeksi TBC.
“Seluruh penderita kencing manis wajib diperiksa rontgen paru. Hal ini penting karena penderita DM lebih rentan terhadap infeksi TBC. Jika ditemukan adanya infeksi, maka segera diberikan pengobatan agar tidak menular kepada orang lain,” jelas Sugianto.
Ia menegaskan bahwa skrining tersebut tidak hanya bertujuan untuk deteksi dini, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memutus mata rantai penularan TBC serta meningkatkan temuan kasus baru agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.
“Tujuan akhirnya adalah menghentikan penularan dan menemukan pasien TBC baru sedini mungkin agar bisa segera diobati sampai sembuh,” tambahnya.
Selain pemeriksaan, Puskesmas Kertahayu juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk menghapus stigma negatif terhadap penderita TBC.
Menurutnya, banyak warga yang masih enggan memeriksakan diri karena khawatir dijauhi atau dipandang negatif oleh lingkungan sekitar.
“Kami terus berupaya mengedukasi masyarakat agar tidak takut memeriksakan diri. TBC bisa disembuhkan, dan penderita yang menjalani pengobatan dengan disiplin dapat pulih sepenuhnya,” tutur Sugianto.
Berdasarkan hasil sementara kegiatan tersebut, tercatat 15 orang positif TBC, 10 anak mengalami gejala mantuk, 39 orang menjalani pemeriksaan TCM (Tes Cepat Molekuler), dan 24 orang tercatat sebagai penerima terapi pencegahan TBC (TPT).
“Semua pasien positif TBC akan kami tangani sampai tuntas sesuai prosedur pengobatan nasional. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut di wilayah lain,” pungkasnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Ape/Ciamis)
