Wartain.com || Upaya memperkokoh ketahanan keluarga di Kota Sukabumi kembali ditegaskan melalui pengajian rutin yang digelar di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Sukabumi. Pada kegiatan ini, Pemerintah Kota menitikberatkan pentingnya kesiapan mental, kecakapan komunikasi, dan karakter dalam membangun rumah tangga, terutama bagi generasi muda yang tengah mempersiapkan masa depan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Bidang I TP-PKK Kota Sukabumi, Kia Florita, serta penceramah Dede Baharsyah Almunir atau yang dikenal sebagai Dokter cinta. Keduanya menyampaikan materi yang tidak hanya berorientasi pada ilmu agama, tetapi juga menyentuh persoalan psikologis, dinamika hubungan, dan tantangan sosial yang kini banyak dihadapi anak muda.
Kesiapan Mental dan Adab Jadi Fondasi Rumah Tangga
Dalam pembinaannya, Kia Florita menekankan bahwa ketahanan keluarga dimulai dari kesiapan diri sebelum memasuki pernikahan. Ia menggarisbawahi bahwa masalah rumah tangga sering kali berakar pada ketidakmatangan komunikasi, bukan semata persoalan ekonomi. Karena itu, calon pasangan perlu memahami peran masing-masing dan memiliki adab baik sejak awal.
Ia juga mengingatkan para perempuan untuk lebih cermat memilih pasangan, terutama dalam melihat akhlak dan tanggung jawab calon suami. Menurutnya, perubahan karakter tidak bisa dipaksakan setelah menikah.
Kia turut menyinggung isu hubungan toxic dan menegaskan bahwa pernikahan harus menjadi ruang aman bagi kedua belah pihak. Ia mendorong keberanian bagi siapa pun yang terjebak dalam hubungan traumatis atau penuh kekerasan untuk mencari jalan keluar demi keselamatan diri.
Generasi Muda Didorong Bangun Kepercayaan Diri dan Tujuan Hidup
Sementara itu, Dede Baharsyah menyoroti kecenderungan anak muda yang kini ragu melangkah ke pernikahan karena krisis percaya diri, kecemasan akan masa depan, dan gaya hidup kompetitif. Ia menyampaikan bahwa setiap orang pasti menghadapi ujian hidup, namun keraguan tidak boleh membuat seseorang kehilangan arah.
Ia mengajak peserta untuk membangun pola pikir positif yang dibarengi tindakan nyata, mengembangkan tujuan hidup yang terukur, serta tidak menjadikan pasangan sebagai pusat hidup hingga melampaui batas kewajaran.
Menurutnya, memilih pasangan yang tepat sangat memengaruhi arah hidup seseorang. Karena itu, keputusan menikah harus dilandasi nilai, keimanan, dan kesadaran diri, bukan tekanan sosial atau kepentingan duniawi semata.
Wadah Pembinaan Generasi dan Penguatan Nilai Keluarga
Melalui pengajian ini, Pemkot Sukabumi berharap pembangunan keluarga dapat dimulai sejak masa pra-nikah. Generasi muda yang memahami karakter, komunikasi, kesehatan mental, dan nilai agama diyakini akan lebih siap membangun keluarga yang harmonis dan resilien.
Kegiatan pembinaan ini menjadi komitmen pemerintah dalam mendorong masyarakat yang tidak hanya religius, tetapi juga berdaya secara emosional dan sosial, sehingga tumbuh keluarga-keluarga kuat yang menjadi fondasi kemajuan Kota Sukabumi.*** (RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
