26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 9, 2026

Latest Posts

BKAD Warungkiara Perkuat Kapasitas BPD Lewat Optimalisasi Tugas dan Fungsi Tahun 2025

Wartain.com || Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Mandiri Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menggelar kegiatan Optimalisasi Tugas dan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam rangka Penyusunan serta Pelaporan Kinerja BPD Tahun 2025, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan peningkatan kapasitas yang berlangsung selama satu hari ini diikuti oleh perwakilan BPD dari 12 desa se-Kecamatan Warungkiara. Mayoritas desa mengirimkan lima peserta, meskipun terdapat satu desa yang hanya mengikutsertakan dua orang perwakilan.

Ketua BKAD Mandiri Kecamatan Warungkiara, Saepudin, menjelaskan bahwa jumlah peserta yang tercatat mengikuti kegiatan ini sebanyak 57 orang. Namun, berdasarkan evaluasi panitia, masih terdapat beberapa peserta yang hadir tetapi belum melengkapi daftar absensi.

“Secara umum partisipasi peserta cukup baik, meskipun kami masih menemukan beberapa ketidaksesuaian dalam pengisian daftar hadir,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 yang telah direncanakan sejak tahun sebelumnya. Perencanaan anggaran tersebut, menurutnya, telah disesuaikan dengan kebutuhan penguatan kapasitas dan pemahaman anggota BPD.

Terkait lokasi kegiatan, panitia sempat mempertimbangkan beberapa alternatif tempat. Namun, Aula Hotel Demix di Kecamatan Warungkiara dipilih sebagai lokasi pelaksanaan dengan mempertimbangkan faktor cuaca serta kenyamanan peserta. Panitia juga menyediakan konsumsi berupa makanan berat selama kegiatan berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, BKAD Mandiri menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, antara lain Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), ABPEDNAS, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk Camat Warungkiara, Kasi Binwas, dan Danramil.

Saepudin berharap, melalui kegiatan ini, anggota BPD dapat lebih memahami peran strategisnya dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penyaluran aspirasi masyarakat desa.

“Dengan peningkatan kapasitas ini, kami berharap BPD di Warungkiara semakin profesional dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Warungkiara, Toni Sugiarto, S.IP., MM., menyampaikan bahwa wilayah Warungkiara memiliki potensi desa yang sangat besar, khususnya di sektor pariwisata, pertanian, dan UMKM, yang perlu dikawal secara bersama oleh pemerintah desa dan BPD.

Ia menyebutkan sejumlah potensi wisata unggulan, seperti Situ Halimun, wisata air panas, arung jeram, hingga kawasan sekitar PLTA yang berpeluang dikembangkan menjadi destinasi wisata andalan. Pengelolaan potensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Pengembangan potensi desa harus dikawal bersama agar benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Toni.

Selain sektor pariwisata, Camat juga menyoroti potensi pertanian yang masih sangat menjanjikan, seperti komoditas padi dan singkong. Ia mendorong optimalisasi peran BP3A agar pengelolaan pertanian desa dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Di bidang ekonomi kerakyatan, Toni mengajak pemerintah desa dan BPD untuk bersinergi dalam mendukung pengembangan UMKM unggulan, termasuk UMKM Muar Bodas yang dinilai telah memiliki jangkauan pasar yang luas.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Warungkiara juga menyampaikan kondisi kebencanaan di wilayahnya akibat cuaca ekstrem. Beberapa desa dilaporkan terdampak longsor dan pergerakan tanah, khususnya di wilayah Bantar Kalung dan Sinajaya, dengan puluhan rumah terdampak. Laporan kebencanaan tersebut telah disampaikan kepada Bupati Sukabumi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran BPD dalam mengawal realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Desa-desa dengan capaian realisasi di atas 65 persen mendapat apresiasi, sementara desa yang capaiannya masih rendah diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan koordinasi.

“BPD memiliki peran penting dalam mengawal program desa, termasuk optimalisasi PBB, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” tegasnya.

Camat juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pemanfaatan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD), termasuk penguatan BUMDes serta Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Melalui kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis ini, diharapkan peran BPD di Kecamatan Warungkiara semakin kuat dalam mendukung pembangunan desa yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.